Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 07

Siang ini Nesya sedang jalan-jalan di Mall bersama Maya, ya karena Maya ingin belanja banyak jadinya ia mengajak Nesya yang kebetulan berada di kos. Mereka kini sedang ada di lantai bawah tepatnya sedang berada di swalayan yang menjual berbagai kebutuhan dapur dan sebagainya.

Maya memang setiap awal bulan selalu belanja banyak untuk stok jadi nanti Maya tidak perluh keluar-keluar lagi. Pekerjaan Maya sama dengan Nesya namun Maya bisa dibilang seniornya, Maya juga nggak mengetahui pekerjaan Nesya sebenarnya yang Maya tahu Nesya hanya dijemput sang kekasih yang bernama Rehan.

Ya Nesya menyembunyikan semuanya dari siapa pun ia tidak mau semua orang mengetahuinya cukup Rehan yang tahu semuanya. Nesya tak mau semua orang tahu apa lagi jika nanti kalau tetangganya tahu pasti dirinya jadi bahan omongan dan hanya akan menyakiti hati kedua orang tuanya Nesya tak mau itu terjadi, walaupun kadang Nesya ada rasa kesal dan marah kepada orang tuanya tapi Nesya sangat menyanyangi mereka.

Nesya dan Maya berjalan beriringan, sedangkan Nesya membawa troly dan mendorongnya dan Maya memilih-milih makanan yang akan di belinya. Maya mengajak ketempat sayuran lalu ketempat yang menjual berbagai daging, ikan, dan makanan seafood lainnya. Nesya sangat senang jika di ajak Maya belanja begini jadi dirinya tidak penat hanya di dalam kos terus jadi sekalian refresing menghilangkan beban yang ada di pikirannya.

“Nesya kamu belanja apa, kamu ambil aja nanti aku yang bayar mumpung aku laki banyak duit ni,” ucap Maya.

“Nggak usah kak May nanti aku saja yang bayar,” tolak Nesya.

“Ayolah Nes aku yang nggak enak jika kamu menolaknya,” ucap Maya.

“Baiklah kalau kak May memaksanya aku akan mengambil beberapa makanan ringan saja nanti,” ucap Nesya sambil mendorong troly dekat dengan Maya.

“Jangan makanan yang nggak sehat muluk kamu beli Nes, lihat badan kamu kurus gitu lagian makanan snack itu nggak bagus buat kesehatan jadi terlalu makan banyak snack,” peringat Maya yang perhatian dengan Nesya.

“Hehehe masa sih kak May, perasaan Nesya mah lagi gemukan,” ucap Nesya sambil meringis.

“Haduh Nesya badan kurus begitu kamu bialang gemuk, sudahlah biarnanti aku pilihkan makanan yang bergizi buat kamu,” ucap Maya yang masih sibuk memilih-milih dan saat Nesya mau kembali bicara sudah Maya duluan yang kembali berbicara.

“Sudah Nes kali ini aku nggak mau menerima penolakan, hanya kamu satu-satunya orang di kos yang di ajak bicara enak dan enak di jadikan sahabat beda dengan anak yang lain,” ucap Maya.

Nesya hanya mengangguk saja yang mungkin Maya tidak akan mengetahui karena Maya sedang asik memilih makan seperti daging dalam kaleng dan sebagainnya. Nesya hanya mengikutinya sambil sesekali mengecek Hpnya dan siapa tahu Rehan mengirimkan pesan kepadanya, namun saat Nesya mengeceknya tak ada chat ataupun telepon dari Rehan lalu Nesya memasukkan kembali Hpnya ke tas dan kembali fokus mendorong troly yang sudah banyak belanjaan yang akan di beli oleh Kak Maya.

***

Setelah di rasa cukup dan sudah banyak pula sehingga Nesya yang sudah keberatan mendorong troly akhirnya Maya membantu untuk ke kasir membayar semua barang belanjaan ini. Selesai membayarnya Nesya dan Maya memasukkan ke Troly kembali untuk membawa belajaan mereka kedepan dan Maya juga sudah memesan taksi online yang sudah menunggu di depan pintu lobby supermarket.

Mereka memasukkan barang belanjaan dengan di bantu supir taksi, setelah selesai Nesya membantu meminggirkan troly di pinggir dimana disana juga ada troly yang lain dan Nesya pun ikut masuk kedalam taksi. Supir taksi itu pun melajukan mobilnya meninggalakan supermarket dan melajuakan dengan kecepatan sedang karena jalanan juga agak ramai.

Hanya membutuhkan satu jam perjalanan menuju kos mereka karena jalanan juga tak terlalu macet, Nesya dan Maya menurunkan barang belanjaan dengan di bantu sang sopir dan setelah itu Maya membayar sopir taksi dengan lebih karena telah membantunya, tak lupa juga mereka saling mengucapkan terima kasih.

Nesya masih setia membantu Maya menata barang belanjaan di kos, dan setelah selesai semuanya Maya mebikinkan Nesya jus jeruk dau gelas untuk Nesya dan juga dirinya karena cuaca di luar sana hawanya sangat panas sekali, padahal hari sudah gelap. Mungkin karena lagi musim kering dan cuacanya juga sangat panas sekali dan sudah lama juga nggak turun hujan, Nesya meneguk jus jeruknya sampai habis dalam sekali teguk begitu juga dengan Maya.

Setelah selesai Nesya bergegas pamit kepada Maya untuk kembali ke kosnya yang terhalang beberapa pintu saja dan tak lupa juga Maya membawakan makanan untuk Nesya yang di beli tadi, Nesya mengucapkan terima kasih kepada Maya karena dirinya di belanjakan Maya begitu banyak sampai dua kantong kresek penuh.

Maya membuka pintu kosnya dan meletakan dua kantong kresek itu di samping lemari baju lalu dirinya menjatuhkan badanya di kasur yang begitu sangat nayaman, hari ini begitu menguras tenaga karena kak Maya belanja sangat banget dan berdiri terlalu lama, Nesya pun berniat beristirahat terlebih dahulu dan dirinya benar-benar sangat lelah lalu dirinya pun memejamkan matanya dan tertidur.

Nesya terbangun pukul 08.00 malam, dirinya begitu kaget karena tertidur sampai malam dan dirinya juga belum mandi dirinya pun langsung bergegas berlari kekamar mandi untuk segera mandi dulu dari pada kemalaman. Sedangkan saat Nesya mandi Hpnya berbunyi ada telepon masuk dan mati dengan sendirinya dan kembali berdering lagi dan itu berulang berkali-kali.

Nesya baru saja keluar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan baju tidurnya, lalu ia mengambil Hpnya dan ternayat banyak notifikasi teleopn dari Rehan jadi saat dirinya mandi Rehan menelponnya. Nesya pun menelpon kembali nomor Rehan dan langsung di angakat sang pemiliknya dan Rehan agak begitu khawatir dan marah karena Nesya tidak mengangkat teleponnya sama sekali.

“Kamu mau kesini?” tanya Nesya.

“Iya, aku sangat merindukan kamu,” ucap Rehan melalu panggilan telepon.

“Baiklah, kalau begitu belikan aku martabak sama jus alpukat,” ucap Nesya.

“Oke, nanti aku belikan, nanti sekalian sama yang lainnya, kamu tunggu ya sayang,” ucap Rehan lalu mematikannya dengan sepihak.

Nesya melemparkan Hpnya kekasur dan dirinya bercermin dan memulai membersihkan mukanya dan memakai skincare dan yang lainnya acara sebelum tidur pasti selalu melakukan kegiatan ini. Setelah selesai Nesya melihat dua kantong kresek yang sangat banyak itu, lalu mengambilnya dan memasukkan kedalam kulkas yang tersedia di kos. Nesya dengan sangat sabar menata dan memasukan satu-satu dengan sangat rapi, sungguh dirnya sangat menikmati kehidupannya ini dengan dikejar-kejar rasa bersalah dan telah berhianat kepada kedua orang tuanya yang kasih dirinya kepercayaannya untuk menjaga dirinya dengan baik namun Nesya menghancurkan semuanya dan membohongi mereka.

Nesya mengambil botol air putih kecil lalu membukannya dan meminumnya, Nesya mendudukan badannya di lantai, Nesya masih belum tahu menentukan kehidupannya mau di bawa kemana yang menurut Nesya tak ada cerah-cerahnya sama sekali. Nesya berdiri dan berjalan kearah kasurnya berada dan mengambil Hpnya, dirinya melihat-lihat media sosial yang meperlihatkan teman-teman Nesya yang terlihat begitu bahagia mendapatkan pekerjaan dengan baik tak seperti dirinya yang tak berguna sama sekali dan itu yang membuat Nesya terkadang iri dengan teman-temannya.

Nesya masih asik berseluncur dengan media sosialnya hingga ketukan pintu dari Rehan saja sampai tak ia dengarkan dan Rehan pun langsung membuak pintu kos Nesya dan langsung menutupnya dan menguncinya. Rehan meletakan semua barang bawaanya di lantai dan dirinya langsung mendekati Nesya yang masih asik dengan Hpnya.

“Kamu lagia ngapain sayang?” tanya Rehan yang sudah ikut rebahan di samping Nesya dan itu membuat Nesya kaget dan hampir saja meleparkan Hpnya.

Nesya terbangun dan mengelus dadanya dan menarik nafasnya dalam dan membuangnya pelan-pelan.

“Sejak kapan kamu sampai? Kok, nggak ketuk pintu dulu?” tanya Nesya menoleh kepada Rehan dan Rehanpun lansung tebangun dan ikut duduk di samping Nesya.

“Habisnya aku sudah mengetuk pintunya berkali-kali tapi nggak kamu buka kan sayang, ya, sudah aku buka pintunya dan aku melihat kamu sedang tiduran dan malah asik dengan Hp kamu,” ucap Rehan.

“Hehehe maaf, mana pesanan aku?” tanya Nesya.

Rehanpun berdiri dan jalan mengambil martabak serta jus kesukaannya dan Rehan duduk di lantai yang sudah ada karpet bulunya dan Nesya pun juga terduduk di samping Rehan menunggu Rehan membuka martabaknya. Rehan membeli dua martabak manis dan juga telur, sedangkan Nesya menikmati jus alpukatnya terlebih dahulu.

“Kamu malam ini pulang apa tidur di sini?” tanya Nesya.

“Nggak tahu nanti, Raina tadi sempat telepon aku agar cepat pulangnya namun aku beralasan banyak kerjaan di kantor,” ucap Rehan.

“Oh, begitu, ayo kita makan ini bersama pasti kamu juga belum makan?” tanya Nesya.

“Iya, kamu tadi kemana saja seharian ini?” tanya Rehan sambil memakan martabaknya.

“Tadi saing tidur sampai sore, dan sorenya nemenin kak Maya belanja,” ucap Nesya dan Rehan hanya mengangguk mengerti mereka memakan beberapa martabak hingga tersisa beberapa karena sudah kenyang. Lalu Rehan dan Nesya merebahkan tubuhnya di kasur dan mereka mengobrol ringan sambil diringi candaan.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel