Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Rayuan Lastri

Johan lalu pulang kerumah dan mencuci sepeda motornya di depan rumah sambil bersiul dan bernyanyi.

Johan tinggal di rumah itu seorang diri karena kedua orang tuanya meninggal dunia satu tahun yang lalu dan keluarga pamannya berada di kota, selama ini ia bertahan hidup dengan mengandalkan keahliannya di bidang elektronik.

‘’Han, kemarin bu Lastri cari kamu tuh, katanya mesin cucinya rusak, kamu di suruh kesana’’ Kata seorang ibu-ibu yang melintas di depan rumahnya Johan.

‘’Baiklah, nanti aku kesana setelah aku selesai mencuci motorku’’ Jawab Johan sambil tersenyum ramah.

‘’Ya sudah aku pergi dulu mau belanja’’ Balas ibu itu lalu pergi.

Johan melanjutkan mencuci motornya, setelah selesai ia mengambil peralatan servisnya lalu naik sepeda motor menuju ke rumahnya bu Lastri. Lima belas menit kemudian ia sampai di tempat tujuan.

Setelah memarkirkan sepeda motornya, Johan berjalan kearah pintu dan mengetoknya ‘’tok tok tok’’. Pintu di buka dari dalam dan munculah seorang wanita cantik hanya mengenakan tang top yang tipis dan rok mini.

‘’Eh kamu Han, ayo masuk’’ Kata bu Lastri dan menyuruh pemuda itu untuk masuk.

‘’Katanya mesin cuci ibu rusak yah’’ Ucap Johan sambil berjalan di belakang.

‘’Betul Han, mau ngopi dulu apa langsung betulin mesin cuci?’’ Jawab bu Lastri dan bertanya.

‘’Langsung aja deh bu, biar cepat selesai’’ Jawab Johan sambil tersenyum ramah.

‘’Ya sudah, ayo ikut aku ke belakang’’ Balas bu Lastri dan mengajak Johan kebelakang untuk melihat mesin cucinya.

Johan melihat bokongnya bu Lastri yang bergoyang kanan dan kiri sambil menelan ludahnya, ( fokus Han, jangan tergoda ) ucapnya dalam hati tetapi matanya tak mau beralih dari bokong wanita itu.

Bu Lastri berhenti mendadak karena sudah sampai di dekat mesin cuci, namun Johan masih fokus dengan bokong itu dan ‘’brugh’’ Johan menabrak bu Lastri dari belakang.

‘’Ma..maaf bu, gak sengaja. Ibu sih berhenti mendadak’’ Ucap Johan sedikit malu.

‘’Iya gak papa kok, itu mesin cucinya’’ Jawab bu Lastri sambil tersenyum lalu menunjuk ke mesin cuci.

‘’Aku periksa dulu ya bu’’ Balas Johan ikut tersenyum.

‘’Baiklah aku akan buatkan kamu kopi, silahkan kamu periksa mesin cucinya’’ Kata bu Lastri dan berjalan ke dapur, hanya tiga lagkah dari Johan berada.

Johan memulai pekerjaannya, ia membuka penutup mesin cuci itu dan meneliti komponen mana yang rusak, sedangkan bu Lastri berjalan ke dekat Johan dan menungging hendak mengambil sesuatu.

Karena bu Lastri hanya memakai rok mini jadi celana dalam yang di pakainya sangat terlihat oleh Johan yang kebetulan berada di belakang wanita itu. Johan berulang kali menelan ludahnya, ia tidak fokus dengan pekerjaannya karena melihat celana dalamnya bu Lastri yang berwarna merah muda.

( Fokus Han, jangan terpengaruh, kamu harus kuat ) Gumam Johan dalam hatinya. Wanita itu lalu berjalan lagi kedapur melanjutkan untuk membuat kopi hangat.

Johan pun melanjutkan pekerjaannya dan berharap pemandangan itu tidak terlihat lagi, ia terus mengotak-atik mesin cuci itu dan mencari kerusakannya.

( Oh ini yang rusak ) ucap Johan dalam hatinya.

Johan mencopot onderdil yang rusak itu, tanpa ia duga onderdil itu meloncat menggelinding di bawah kakinya bu Lastri, Johan bingung untuk mengambilnya.

Bu Lastri menoleh dan melihat Johan yang bingung, ‘’ambil aja Han, gak papa kok’’ kata wanita itu sambil tersenyum.

----------

Johan terpaksa mengambil onderdil itu di bawah kakinya bu Lastri, pemuda itu melihat kaki yang mulus milik wanita yang berdiri dengan memakai rok mini, pandangan Johan menelusuri kaki itu sampai keatas.

Lagi-lagi Johan melihat celana dalam yang di pakai oleh bu Lastri sambil berulangkali menelan air ludahnya, ‘’ceguk’’. ( mulus banget kakinya bu Lastri dan itu? Wauwh bikin aku kepengin saja. ) ucap pemuda itu dalam hatinya.

‘’Ekhm..’’ bu Lastri pura-pura berdehem karena ia tau kalau Johan sedang mengamati celana dalamnya.

Johan bergegas kembali ke tempat semula sambil membawa onderdil tersebut. Bu Lastri hanya tersenyum melihat tingkah pemuda itu.

‘’Makanya nikah Han, biar gak ngiler, kamu bernafsukan melihat celana dalamku?’’ Tutur wanita itu sambil tersenyum.

‘’Iya..eh..belum ketemu yang cocok bu’’ Jawab Johan gugup dan salah tingkah.

‘’Kamu penasaran yah dengan punyaku?’’ Bu Lastri berkata menjahili pemuda itu.

‘’Mmm..eh..anu bu.’’ Johan bingung mau jawab apa.

Bu Lastri lalu mendekat dan berdiri di depannya Johan sambil bergaya erotis untuk menggoda pemuda itu, beberapa kali wanita itu mengangkat rok mininya membuat Johan semakin panas.

‘’Sudah bu, nanti aku gak kuat’’ Ucap Johan sambil menelan ludahnya.

‘’Biarin, biar keluar di celana, hehehe..’’ Lastri terus menggoda Johan dengan gaya erotisnya lalu mengelus rambut pemuda yang sedang berjongkok itu.

Lastri mendekatkan celana dalamnya di depan wajah Johan lalu di tempelkan ke muka pemuda itu. Johan semakin tak karuan, burungnya meronta-ronta ingin keluar dari sarangnya.

‘’Kamu suka’’ Tanya Lastri sambil tersenyum.

‘’Su..su...suka’’ Jawab Johan yang sudah kepanasan seperti kepiting rebus.

‘’Sudah, kamu selesaikan pekerjaanmu, aku mau mandi dulu’’ ucap Lastri sambil melepaskan rok mininya dan berjalan ke kamar mandi.

Johan memandangi bokong wanita yang sedang berjalan lenggak lenggok itu, ia merasakan celananya sudah basah, ‘’hah, argh..busyet deh bu Lastri’’ ucapnya lirih.

‘’Gara-gara dia pekerjaanku gak kelar-kelar’’ Johan berkata sambil membetulkan yang rusak di mesin cuci tersebut.

‘’Han, ambilkan handuk dong, tuh ada di jemuran belakang’’ Lastri memanggil Johan dan menyuruh untuk mengambilkan handuk.

‘’Iya bu’’ Jawab Johan. ‘’ada-ada saja bu Lastri ini, huft..’’ gerutu pemuda itu sambil menghela nafas.

‘’Ini bu handuknya’’ Ucap Johan di depan pintu kamar mandi.

‘’Masuk aja Han, gak papa’’ Balas Lastri dari dalam kamar mandi.

‘’Tapi, bu?’’ Johan ragu hendak masuk kedalam.

‘’Buka aja pintunya, gak di kunci kok’’ Kata Lastri dari dalam.

Terpaksa Johan membuka pintu kamar mandi ‘’ceklek’’, Johan melihat tubuh Lastri yang polos tanpa memakai pakaian, lagi dan lagi Johan menelan ludahnya.

Tubuh yang masih kencang dan mulus, dua gundukan didadanya pun masih kelihatan segar yang tentunya masih kenyal, bagian bawahnya di tumbuhi dengan bulu-bulu tipis membuat belahan lobang itu semakin menarik di pandang.

‘’Ini bu handuknya’’ Ucap Johan sambil menjulurkan tangan yang membawa handuk.

‘’Gimana tubuhku Han, masih kencangkan?’’ Bukannya menerima handuk tapi Lastri malah bergaya erotis lagi sambil mempertontonkan lekuk tubuhnya.

‘’I..iy..a, bu’’ Johan merasa kelu untuk berbicara karena sangat menikmati pemandangan di depannya.

Lastri menyambar handuk yang di pegang Johan namun yang di pegang adalah tangan pemuda itu, alhasil Johan ketarik dan menubruk tubuh mulus milik Lastri.

Johan reflek meremas dua gundukan milik Lastri yang masih kenyal dan kencang, ‘’maaf, bu gak sengaja’’ Johan melepaskan tangannya dari dua gundukan itu.

*BERSAMBUNG*

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel