Bab 2
Sebulan sebelum pertemuan
Seperti biasa keluarga Ronald Ang selalu rutin kumpul keluarga setiap weekend, Sabtu dan Minggu, setelah satu minggu penuh rutinitas pekerjaan. Ronald mulai melepaskan kepercayaan kepada anak tunggalnya Yeri Ang untuk mengurus perusahaan di Ang Grup. Ronald hanya sebagai komisaris saja di grup perusahaan tersebut. Yeri Ang sebagai CEO di Ang Grup sekarang. Grup besar perusahaan yang memproduksi bidang alat-alat kesehatan, sabun cuci pakaian, pembersih lantai, pemutih pakaian juga mie instant.
Saat ini ada tiga pelayan yang sedang menunggu instruksi nyonya rumah tersebut untuk menghidangkan makan malam kesukaan majikan mereka dan tuan muda. Setelah makanan utama selesai, pelayan menyajikan hidangan penutup coklat melt kesukaan Tuan Muda Yeri. Tuan Ronald segera mengangkat tangan keatas menyuruh para pelayan meninggalkan mereka, menandakan ada percakapan penting di keluarga tersebut.
“Sebulan lagi Felicia sudah menyelesaikan pendidikan high school di Ausee, papa rencana akan menikahkan kalian segera setelah Felicia lulus sambil Felicia melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik di Jakarta” kata papa Ronald sambil melirik Yeri yang sedang menyuap coklat melt ke mulutnya dan disambut dengan senyum sumringah mamanya. Yeri melihat papanya, sambil mengerutkan kening dan meletak sendok ke piring dan mengelap mulutnya dengan lap miliknya dan menaruh di meja.
“Aku pikir papa akan menunda hal ini.” ujar Yeri sambil tersenyum seolah olah masalah ini tidak penting.
“Mana mungkin papa menunda Yeri, umur kamu sekarang sudah 29 tahun dan kamu sudah menjadi CEO di Ang Grup, dan Felicia pemilik setengah saham Ang Grup.” sahut papa Ronald sambil tersenyum.
“Pa….. papa tahu kan kalau aku pacaran sama Safira selama 14 tahun, mana mungkin aku menikah dengan wanita lain.” Kata Yeri dengan nada pelan, sambil memandang papanya, seolah olah masalah ini tidak ada jalan keluar lain.
“Kamu tau kan Yeri, sekarang kamu CEO Ang Grup, jika tidak ada Felicia disamping kamu, Ang Grup bisa collaps menghadapi pesaing pesaing bisnis kedepannya, kamu tidak mau kan ? Lagi pula Felicia anak yang baik, cantik dan selama sekolah di luar negeri bisa menjaga diri dengan baik, kurang apa Yeri ?” Sahut papanya dengan tegas.
“Baiklah pa, Yeri terima Felicia sebagai istri aku. Tapi bagaimana dengan Safira, aku bersamanya sejak sma.” Kata Yeri pelan.
Ronald Ang dan istrinya tersenyum mendengar keputusan anak tunggal
Kesayangannya.
“Papa meminta kamu menikah dengan Felicia, bukan berarti kamu tidak boleh berhubungan dengan Safira.”
“Paaaa, mana bisa seperti itu, tidak ada wanita yang bersedia dimadu…. Aduhhh paaaa.” Kata Yeri sambil memegang kepalanya yang berasa nyut nyutan.
“Mungkin perasaan tidak bisa dibagi tetapi tubuh bisakan dibagi?” goda papanya sambil tersenyum.
“Sebagai CEO kamu harus bisa memilih dan menyelesaikan masalah sesulit apa pun, dengan resiko yang terkecil dan keuntungan yang besar. Bulan depan Felicia pulang dan papa akan ajak langsung ke Jakarta untuk segera menikah dengan kamu.” Lanjut papanya sambil tersenyum.
“Ma, persiapkan seserahan yang terbaik untuk Felicia. Kabarkan kepada Oma di Temanggung.” Lanjut papa Ronald dengan istrinya.
Yeri menoleh keayahnya, menatap wajah ayahnya - ada binar girang dimata ayahnya. Yeri sangat menyayangi ayahnya dan menjadi tidak tega dengan ayahnya. Huffttttt kata Yeri dalam hati, sambil menarik nafas.
“Pa……., “ panggil Yeri pelan, “Aku akan menikah dengan Felicia, tetapi aku juga akan menikahkan Safira setelah itu.” Kata Yeri pelan. “Baik ! Tapi jangan sekali kali menceraikan Felicia.” sahut papanya tegas.
Setelah selesai makan malam, Yeri menghubungi Safira dan mengajak keluar ke Cafe supaya bisa ngobrol santai.
Yeri teringat saat pertama kali bertemu Safira. Safira gadis yang sangat dewasa dan berumur 2 tahun diatas Yeri, membuat Yeri merasa nyaman berpacaran dengannya. Safira dari keluarga sederhana. Orangtua Safira kerja sebagai kepala karyawan pabrik di Ang Grup. Tetapi tidak lama karena Ibu Indira mengetahui hubungan putranya dengan Safira, menyuruh orangtua Safira keluar dari pekerjaannya dan memberikan sejumlah uang kepada orang tua Safira untuk membuka kedai makanan. Saat Yeri kelas 1 sma, Safira sudah kelas 3 sma. Namun itu tidak menghalangi hubungan mereka. Kadang-kadang Yeri suka menjemput Safira di kampus dan mereka menghabiskan waktu bersama dengan makan dimall. Yeri suka memarkirkan mobil di basement mall, karena tempatnya sepi dan gelap. Di dalam mobil mereka berciuman dengan bergairah dan Yeri suka sekali menggoda payudara Safira yang montok dan putingnya yang menggoda. Setelah lulus sma Yeri melanjutkan sekolah bisnis di US. Saat yang menyakitkan bagi mereka berdua, malam itu dimobil Yeri mencium Safira dengan bergairah. Tangan Yeri mulai mengarah ke kemeja putih Safira, membuka kancingnya satu persatu dan kemudian tangannya menelusup masuk, dan melepaskan kaitan bra Safira. Hingga Safira merasa kaitan bra nya terlepas, payudaranya jatuh dan tangan Yeri meraup dan meremasnya. Safira menjilat bibir bawahnya dan menyenderkan tubuhnya ke pintu saat tubuh Yeri maju. Safira memiringkan kepalanya, memberikan akses Yeri mengecupi lebernya, menjilat, dan menghisap sebentar lalu mengecupi lagi.
“Ahhhhhh …….. “Safira mendesah kala Yeri mengecup lehernya dan bersamaan dengan memilin putingnya dengan keras. Ciuman Yeri turun kebelahan dada Safira dan mengangkat branya. Yeri disuguhi pemandangan payudara montok dan puting besar yang menggoda. Yeri menggenggam payudara kanan Safira dan meremasnya memasukan puting ke mulut. Menghisapnya dengan nikmat sampai Safira mendesah desah. Yeri sampai memejamkan matanya ketika tangan kirinya meremas-remas payudara Safira. Ia sangat menikmati mengulum puting yang lembut bergantian hingga puas dan Safira mendesah desah keenakan. Tangan kiri Yeri turun kebawah meraba paha Safira yang menggunakan rok pendek. Yeri menyentuh titik Safira dan menekannya, “sudah basah sayangggggg …… may I ? Yeri lalu melepaskan celana dalam Safira dan mengusap klitorisnya dengan irama pelan lalu cepat, sambil menghisap puting payudara Safira. Safira mendesah-desah sampai tiba tiba merasakan geli sekali ditubuhnya dan disertai cairan bening keluar dari kewanitaannya. Organsme pertama Safira. “Sayanggggg, tunggu aku… jangan dikasih ke yang lain ya.” Ujar Yeri dan Safira menganggukan kepala sambil masih tersengal sengal. Mereka lalu melanjutkan hubungan jarak jauh. Selama Yeri di US, Safira kesepiaan dan menjadi candu apa yang sering dilakukan bersama Yeri. Safira sempat pacaran dengan teman kuliahnya dan sampai menyerahkan keperawanannya tetapi setelah itu Safira ditinggal. Safira yang sedang galau kembali menghubungi Yeri sewaktu liburan sekolah kembali ke Jakarta. Safira sudah lebih pengalaman dalam hal ini. Yeri pun pertama kalinya dengan Safira, tetapi Yeri menerima Safira apa adanya. Saat itu sore sore setelah selesai makan, turun hujan rintik-rintik, mereka berlari lari menuju mobil yang terparkir di halaman restoran. Baju Blouse Safira basah sampai mencetak dadanya yang montok. Membuat mata Yeri tidak berkedip memandang dada montok Safira. Sambil menelan ludah Yeri menjalankan mobil menuju rumah Safira. Sesampai di rumah, kedua orang tua Safira sedang keluar kota, Sesampai di ruang tamu Yeri mengendong Safira dan meletakan di sofa ruang tamu. Yeri mencium bibir Safira dan Safira pun membalas dengan melumat bibir Yeri sambil menggigit kecil bibir Yeri sehingga terbuka dan menghisap lidah Yeri membuat Yeri melenguh nikmat. Ciuman Yeri turun ke leher Safira, menjilatnya dan melumat basah, “may I …. “ kata Yeri sambil melihat dada Safira, hanya dijawab dengan anggukan, dengan cepat Yeri menarik blouse Safira meloloskan ke atas dan membuka kaitan bra, sehingga payudara indah yang pas digenggaman tangan Yeri terlihat. Yeri melihat puting payudara Safira lebih besar dan berwarna lebih gelap dari sebelumnya, tetapi Yeri tidak memperdulikan dan langsung melumat puting payudara Safira yang sudah tegang dengan gemas - menjilat dan menghisap seperti bayi yang kehausan.
“Yerrrrr. ….. ahhhhh .. pelan pelan sayang, ahhhh….. “ rintihan nikmat dari Safira.
Membuat Yeri bergairah dan b……………an nya semakin keras dan tegang.
Safira yang lebih pengalaman, langsung meremas kejantanan Yeri yang sudah tegang, dengan cepat dibukanya ikat pinggang dan celana Yeri dan dikeluarkan kejantanan Yeri yang sudah tegak dari boxer. Safira kaget ternyata b…………….n Yeri besar dan panjang. Safira menelan ludah, langsung melumat dan menghisap sambil mengocok ngocok dan meremas b………r dengan lembut. “Ahhhhhhh enakkkkk …. Lebih cepat sayaaaamggg.” racau Yeri. “ Ahhhhh….., ak sudahhh mau keluarrrrr ahhhhhhhhhhhhh. “ pekik Yeri
“Keluarkan sayanggggg….. Jangan ditahan” sambil tetap mengocok cepat dan menghisap sp…a yang keluar banyak dari p……..s Yeri. “Ahhhhhhhhhhhh, enak sayanggggg” racau Yeri dengan terengah engah. Safira dengan cepat melepaskan celana panjangnya sehingga kewanitaan nya yang tidak ada bulu terlihat. Membuat b………………….n Yeri tegak lagi. Yeri mencium inti kewanitaan Safira - menjilat klitoris dan menggigit kecil membuat Safira merintih keenakan sampai cairan organsme keluar dengan banyak. Yeri langsung menghisap sampai habis dan tidak merasa jijik, Yeri memasukan kejantanannya keinti kewanitaan Safira. Memompanya dengan cepat . “Ahhhhh ahhhhhhh …….” Safira dan Yeri menuntaskan sampai terengah engah. Setelah selesai, Yeri tidak melihat ada darah keperawanan Safira. Tapi Yeri sangat menyayangi Safira, sehingga menerima apa adanya. Dan sampai sekarang Yeri sering melakukan ml dengan Safira memakai pelindung, mencegah kehamilan di luar nikah. Memikirkan hubungan mereka yang sudah terlalu dekat, Yeri sebenarnya tidak tega untuk menjadikan Safira yang kedua tetapi karena sangat menghormati keputusan ayahnya yang sudah membesarkan dengan baik, Yeri terpaksa menuruti kemauan ayahnya.
