Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bukan Wanita Bayaran

Aldebaran Motherganza, CEO tampan dan berkuasa itu langsung masuk kekamar. sehabis minum-minum untuk meluapkan kekesalannya terhadap Marina, yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri Devan.

 

“Wanita brengxxxx, apa kurangnya aku dibandingkan dia. Mengapa harus Devan...dia adalah sahabat kecilku Marina...” Ucap Al disela-sela kesedihan dan kondisi nya yang sudah terpengaruh minuman.

 

Al membuka pintu kamar, yang mana  Asisten  Rey memang sering melupakan untuk mengunci kamar sang Presdir tersebut. Mengingat selama ini tidak ada yang berani mendekati kamar presidensweat itu.

 

Al yang setengah mabuk, menatap heran dan bingung tubuh mungil yang terlentang tidur diranjang nya. Semenjak dikhianati Marina de spanic mantan tunangan nya dulu. Dia tidak pernah lagi menyentuh wanita lain, tapi sekarang gairahnya kembali bangkit.

 

Pria dewasa itu langsung membulatkan matanya begitu disuguhi pemandangan yang sangat mengiurkan. Meskipun Al, selama ini sangat menjaga dirinya dan tidak pernah menyentuh wanita sembarangan.

 

 Walaupun banyak wanita yang tergila-gila bahkan rela dengan senang hati menyerahkan tubuhnya  namun dia tidak pernah tergoda. karena menurut nya tubuhnya terlalu berharga untuk wanita semacam itu.

 

Tapi wanita yang sedang tidur terlentang ditempat tidurnya itu benar-benar membuat Al bergairah, dia seakan lupa prinsip nya. perlahan dia mendekat menatap wajah yang sangat cantik dan Natural, kulitnya sangat putih mulus.  Hembusan nafas Safira tepat mengenai kulit wajah nya.

 

“Sangat cantik dan seksi,” gumam Al menarik salivanya.

 

Tanpa sadar dia mendekati bibir Safira dan mulai mengecupnya dengan perlahan, sangat manis dan begitu memabukkan. Dia memperlakukan Safira dengan begitu lembut, pengalaman pertama bagi Al menyentuh tubuh wanita setelah Marina.

 

Selama ini Aldebaran selalu menolak wanita yang dianggap nya murahan yang rela menyerahkan diri padanya, tapi ini sangat beda. Al sangat tergoda tangannya terus menelusuri setiap lekuk tubuh Safira yang padat berisi. Seolah-olah tidak ingin terlewatkan sedikit pun dari setiap lekuk yang membuat gairah nya semakin menggebu-gebu.

 

Safira mengeliat pelan, ketika merasakan rabaan lembut dan ciuman hangat bibir dan lehernya.

 

“Ini pasti Cuma mimpi ku, tapi rasanya begitu indah dan nikmat. Baru kali ini aku merasakan sensasi seperti ini,?” Safira yang masih merasakan pusing dikepalanya, tidak ingin membuka matanya. Dia seakan-akan tidak ingin terbangun dari mimpi indahnya.

 

Puas mencumbui yang tidak ada sedikit pun lekukan tubuh gadis itu yang luput dari rabaan dan ciuman panas Aldebaran.  Hingga dia juga melepaskan semua yang masih melekat ditubuhnya dan mulai menuntaskan sesuatu yang terus mendesak dari dalam tubuhnya untuk segera disalurkan.

 

Safira sempat terpekik, air mata membasahi pipinya ketika merasakan sesuatu memaksa masuk dibagian tubuhnya, Safira tersadar jika dia tidak sedang  bermimpi melainkan kenyataan. ingin dia berteriak dan mencakar-cakar pria itu, namun dia selalu kalah, tenaganya begitu lemah untuk melawan sosok tegap dan kekar dihadapannya.

 

“Jangan.... jangan tolong lepaskan aku hu...hu....,” Ucap Safira namun laki-laki yang sudah terbakar gairah itu tidak memperdulikan nya sama sekali.

“Ayo sayang...puasksn aku malam ini,  aku akan membayarnya mahal tubuh indah mu.” Bisik Al.

 

“Tidak....tolong lepaskan aku....aju bukan wanita bayaran. Aku gadis baik-baik Tuan...aku mohon tolong lepaskan aku hu....hu.....,” tangis Safira pecah seiring dengan hujan yang turun begitu lebat membasahi bumi.

 

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel