Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Episode 3

Malam telah tiba,seusai menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim,Arga saat ini tengah membantu adik adiknya mengerjakan PR dari sekolah.

Ibunya pun sudah pulang dari bekerja dari rumah pak kades,saat ini bu Lestari tangah rebahan di dekat anak anaknya yang sedang belajar.

"Arga,,ibu lihat kebun belakang sudah bersih dari rumput liar semuanya,,kamu bekerjanya jangan terlalu kecapean,,ibu tidak mau kamu jatuh sakit karena terlalu ngoyo berkebun.." Ucap ibunya khawatir akan kondisi anaknya.

Arga yang sedang mengajari adiknya pelajaran matematik pun berhenti sesaat,menoleh ke ibunya dan tersenyum.

"Tidak kok bu,,ibu yang kelihatan kecapean itu,,masuk ke kamar dan tidur lah lebih awal saja bu.." Kata Arga.

"Iya sebentar lagi nak,,pagi pagi ibu ke pasar,,siang harinya sampai maghrib,,ibu bekerja di tempat pak kades,,tentunya ibu kurang menemani kalian di rumah,,hanya di waktu seperti ini lah,,ibu bisa meluangkan waktu untuk kalian.." Kata bu Lestari sambil tersenyum.

Riyan dan Rini yang baru saja selesai dengan tugasnya,menghampiri ibunya dan memeluknya.

"Bu,,kami sayang ibu,,tidak mungkin kami marah,,jika ibu kurang ada waktu buatku,,ibu sudah melakukan apa saja demi kami dan abang.." Ucap Rini dengan mata mulai mendung.

"Sudah,,sudah,,jangan menangis,,kalau kalian sudah selesai belajar,,ayo kita tidur semua ya,,ibu juga sudah sangat mengantuk dari tadi.." Kata bu Lestari bangkit mengantar Riyan dan Rini ke kamar masing masing,sedangkan Arga masih duduk di kursi kayu.

Setelah mengantar anak anaknya ke kamar,bu Lestari kembali lagi dan duduk di sebelah Arga saat ini.

"Nak,,ibu dengar tadi,,jika Ferdi akan berangkat ke kota besok untuk kuliah,,tadi ibu di minta membantu memasak juga,,sabar ya nak,,suatu saat pasti keinginanmu untuk melanjutkan kuliah pasti terwujud,,dan jangan pernah berkecil hati.." Kata bu Lestari.

"Iya bu,,tidak apa apa kok,,sekarang Arga sedang banyak kegiatan dan padat jadwalnya.." Jawab Arga.

"Padat jadwalnya maksudnya nak,,mengurus kebun ya..?" Tanya bu Lestari heran.

"Ah iya itu maksudnya,,ya sudah Arga mau ke kamar istirahat,,selamat malam bu.." Ucap Arga,lalu meninggalkan ibunya yang masih duduk di sana.

Arga pun masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya,sebelum itu dirinya sudah memastikan,jika pintu kamarnya terkunci.

Arga pun memusatkan pikirannya ke gua dalam hutan,tempat dirinya dan kakek Sastro latihan,beberapa menit kemudian jiwanya berhasil keluar dari raganya,lalu terbang menuju tujuan.

"Selamat datang cucuku,,akhirnya kamu bisa menguasai ilmu itu,,dan sampai ke tempat ini juga,,kakek senang sekali kamu belajar dengan cepat apa yang sudah kakek ajarkan.." Ucap kakek Sastro.

"Terima kasih kek atas pujiannya,,Arga bersemangat sekali belajar sekarang,,oh iya kek,,dalam perjalanan ke sini,,Arga banyak bertemu mahkluk tak kasat mata,,tapi mereka biasa saja meski Arga manusia,,kenapa bisa begitu ya kek..?" Tanya Arga penasaran.

"Itu karena kita tidak saling mengganggu cu,,mereka tau kalau kamu berbeda dengan mereka,,tapi ilmu yang ada pada dirimu membuat mereka segan kepadamu.." Jawab kakek Sastro.

Arga yang mendengar penjelasan kakek pun manggut manggut,setelah itu Arga mulai belajar ilmu bela diri dari awal,kakek Sastro mengenalkan gerakan gerakan dasar secara sabar.

Begitu pula dengan Arga,yang serius memperhatikan dan mempraktekkan apa yang di ajarkan kepadanya.

Bulan purnama sedang bersinar terang,di bawah sinar rembulan Arga dan kakek Sastro,belajat jurus demi jurus dalam ilmu bela diri.Keringat mengucur deras di wajah tampan Arga,kebiasaan bekerja keras di kebun sejak dulu,membuat otot otot badannya terbentuk dengan bagus.

Tidak perlu lagi melakukan olah raga khusus,agar perutnya berbentuk kotak kotak dengan lengan yang kekar seperti zaman sekarang.

Arga yang memiliki otak cerdas,cepat sekali belajar ilmu yang di berikan oleh kakek Sastro,setelah waktu menjelang subuh akan segera tiba,Arga pun kembali ke raganya.

Keesokan paginya,seperti biasa rutinitas di saat pagi hari,di rumah ibu Lestari saat ini tengah sibuk mempersiapkan sayur mayur yang akan di jual,Arga membantu mengikat sayur sayuran yang akan di bawa ke pasar.

"Arga,,kamu merasa tidak sih,,akhir akhir ini hasil sayur dari kebun belakang meningkat,,meski di petik tiap harinya,,tapi ada saja untuk jualan keesokan harinya,,biasanya sehari metik,,besoknya sedikit,,nunggu tiga hari kemudian baru ada lagi,,sebenarnya ibu merasa aneh saja,,karena lahan cuma sepetak itu saja.." Kata bu Lestari tampak berpikir.

Arga yang mendengar komentar ibunya pun berpikir sesaat,memang benar adanya yang di katakan ibunya.Biasanya juga begitu,tapi Arga mencoba berpikir positf saja,mungkin tuhan sedang memberikan rezeki melimpah.

"Bu,,di syukurin saja,,kalau tiap hari kita panen banyak,,ini semua mungkin doa doa kita juga,,yang jelas,,jika tanaman di rawat pastinya senang dan akhirnya memberikan hasil yang banyak.." Kata Arga.

"Kamu benar nak,,kalau jualan sebanyak ini dan laku terus,,.ibu sisihkan sebagian,,jika sudah tekumpul ingin sekali menyewa kios kecil kecilan untuk jualan,,doakan ya nak.." Kata bu Lestari berharap.

Lalu bu Lestari berpamitan dan pergi ke pasar tradisional,membawa sepeda ontel seperti biasanya.Begitu sampai pasar,tampak.suasana sudah ramai,cepat cepat bu Lestari menggelar barang dagangannya.

"Sayur,,sayur,,masih segar loh bu ibu,,ada kangkung,,bayam,,kacang panjang,,buncis,,jagung,,sawi,,cabai,,tomat,,terong,,gambas,,katuk,,dan ubi juga ada.." Ucap bu Lestari cara menarik pembeli.

Benar saja tidak sampai sepuluh menit,para ibu ibu pun berdatangan ke lapak sederhananya itu,jualan bu Lestari memang bagus bagus dan masih segar.Oleh karena itu pembeli sangat suka berbelanja,apa lagi bu Lestari sering memberikan diskon jika belanja banyak.

"Bu,,muda muda sekali sayurnya,,dan bagus serta segar pula,,wah pokoknya rasanya kepincut deh lihat yang hijau hijau kayak gini,,mana sehat sehat sayurnya tidak ada daun yang bolong karena ulat daun,,hebat ya bu,,bisa menanam sayur sebagus dan banyak jenis.." Puji para pelanggannya.

"Ah terima kasih bu ibu,,ini semua anakku yang menanam di kebun belakang rumah,,syukur lah kalau kalian suka dengan hasil sayurannya.." Jawab bu Lestari tersenyum.

"Maksud ibu,,si Arga yang nanam,,memangnya tidak melanjutkan sekolah bu,,anakku dulu juga teman Arga,,katanya Arga anak yang pintar,,dan berprestasi loh,,sayang kalau tidak kuliah.." Tanya seorang ibu pembeli.

"Belum ada uangnya bu,,sekarang fokus bekerja berkebun,,nanti kalau uangnya terkumpul baru kuliah di kota.." Jawab bu Lestari.

"Salut deh sama Arga,,anaknya tampan,,baik,,pintar,,dan pekerja keras,,kelak jika dia sudah dewasa mau dong daftar jadi menantuku,,heheh.." Kekeh ibu pembeli.

Bu Lestari hanya membalas tersenyum saja,melihat candaan para pembelinya,sedangkan Arga saat ini tengah memberi pupuk ke setiap jenis tanamannya.

Arga memperhatikan saat sayurannya tadi pagi di petik,sudah tumbuh bakal sayur dan buah,mungkin dirinya ekstra merawatnya,saat Arga tengah asyik mengurus kebun di belakang rumah,tiba tiba saja kakek Sastro datang menemuinya.

"Arga,,kamu anak yang rajin dan ulet,,kelak hidupmu akan berubah menjadi orang sukses,,dan bisa membahagiakan orang orang yang kamu sayangi.." Ucap kakek Sastro.

"Terima kasih,,ayo kita berlatih lagi kek,,Arga sudah menyelesaikan tugas pagi ini,,Arga ingin cepat cepat menguasai ilmu yang di ajarkan.." Kata Arga bersemangat.

Lalu mereka berdua pun menuju gua seperti biasanya,sesampainya mereka di gua itu,Arga langsung berlatih bela diri lagi,dengan semangat yang membara,Arga latihan beberapa jurus yang di ajarkan kakek Sastro.

Satu bulan kemudian,akhirnya Arga sudah menguasai ilmu pengobatan leluhurnya,dan juga sudah menguasai ilmu bela diri dengan sempurna.

Pada suatu hari,terdengar jeritan seorang anak yang sedang bermain bersama teman temannya di tanah lapang.

"Tolong,,Adit di gigit ular,,tolong..!" Teriak teman temannya.

Kebetulan Arga yang habis mengantarkan ibunya ke pasar,yang membawa banyak barang dagangan lewat.

"Ada apa dek..?" Tanya Arga pada seorang anak yang berlarian meminta tolong.

"Itu bang Arga,,Adit di gigit ular berbisa di sana,,kami sedang main petak umpet tadi.." Kata anak itu dengan nafas ngos ngosan.

Lalu dengan sigap Arga bergegas ke arah yang di tunjukkan oleh teman Adit,di sana anak laki laki itu sudah mengeluarkan busa di mulutnya,dan ada bekas gigitan ular di kakinya.

Arga pun langsung bertindak,di ikatnya dengan kuat memakai kain bagian atas gigitan,lalu dirinya memejamkan mata memanggil tongkat sakti pemberian kakek Sastro,mengarahkan ke bekas gigitan.Setelah itu Arga menyedot racun dengan tongkat itu,ajaibnya tongkat saktinya berubah ubah sesuai dengan kondisi sakit pasien.

Setelah mengeluarkan racun racunnya,Arga pun mengambil beberapa daun liar tertentu,lalu menumbuknya dan kemudian menaruh di bekas gigitan tadi.Beberapa menit kemudian,wajah yang terlihat pucat dan memburu berubah normal,Adit sadar dari pingsannya.

Sedangkan dari kejauhan,tampak ayah dan ibunya Adit,dengan salah satu teman sepermainan tadi menghampiri mereka saat ini.

"Ya tuhan anakku adit,,kamu tidak apa apa kan,,katanya di gigit ular.." Tanya ibunya sambil memeluk anaknya.

"Iya bu,,tadi Adit sembunyi di semak semak itu main petak umpet,,tiba tiba saja kaki Adit menginjak ekor ular tidak sengaja,,untung lah abang Arga menolong.." Ucap Adit kepada ibunya.

"Terima kasih nak Arga,,entah apa yang terjadi jika terlambat mengobatinya,,bisa bisa kami sudah kehilangan Adit untuk selama lamanya.." Kata ayah Adit menyalami Arga.

"Ah sama sama paman,,kebetulan juga saya sedang lewat tadi,,lain kali Adit hati hati ya.." Ucap Arga mengingatkan.

"Iya bang Arga,,terima kasih.." Jawab Adit.

"Nak Arga rupanya pandai mengobati ya,,sejak kapan itu,,padahal orang tertentu saja yang bisa mengobati keracunan begini loh.." Ucap ibunya Adit.

"Ah itu,,saya reflek saja tadi bu.." Jawab Arga merendah.

Lalu sejak Arga bisa mengobati Adit yang keracunan bisa ular itu,keistimewaan yang Arga punya saat ini tersebar cepat dari mulut ke mulut.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel