Episode 4
"Nak,,kamu belajar dari mana ilmu pengobatan,,satu kampung membicarakanmu yang menolong Adit kena gigitan ular kemarin.." Tanya bu Lestari kepada Arga sepulang dari pasar.
"Mmm itu bu,,kakek Sastro yang pernah aku ceritakan waktu itu,,ibu ingat kakek yang memberikan rusa..?" Jawab Arga.
"Ah iya ibu ingat,,jadi kakek itu yang mengajarimu,,kalau ilmu untuk menolong orang ibu si setuju nak,,tapi jika kamu coba coba mencari ilmu yang sekiranya yang menguntungkan diri sendiri,,bahkan merugikan orang lain,,ibu melarangnya.." Kata bu Lestari menasehati.
"Iya bu,,Arga akan mengingat pesan itu,,memang ibu dengar dari siapa,,tentangku mengobati Adit..?" Tanya Arga penasaran.
"Di pasar semua membicarakanmu nak,,bahkan para ibu ibu langganan sayur menanyakan,,sejak kapan kamu punya keahlian.." Jawab bu Lestari.
"Ibu jawab apa..?" Tanya Arga.
"Ya ibu tidak jawab,,ibu hanya tersenyum saja lah nak,,ibu juga terkejut akan berita itu.." Jawab bu Lestari.
"Tok,,tok,,tok,,ibu Lestari.." Panggil suara wanita dari depan pintu tamu.
Bu Lestari yang masih berbincang di belakang,bergegas meninggalkan Arga menuju ruang tamu.Ketika pintu terbuka,tampak bu Saidah menggendong anaknya yang masih balita di gendongannya.
"Bu Lestari,,Arga mana bu,,saya mau minta tolong,,sembuhin anak saya yang lagi sakit ini,,dia demam dan muntah terus bu.." Kata bu Saidah.
"Duh mbak yu,,kenapa tidak di bawa ke puskesmas saja,,kenapa malah ke sini..?" Tanya bu Lestari sambil memegang dahi anaknya bu Saidah.
"Saya denger,,orang orang di pasar,,jika nak Arga bisa menyembuhkan orang sakit,,jadi saya kesini bu minta tolong,,mana punya uang,,apa lagi ongkos ke puskesmas juga lumayan.." Keluh bu Saidah.
Anaknya yang dalam gendongannya terus rewel dan menangis,Arga yang berada di belakang pun menyusul ke ruang tamu.
"Siapa bu..?" Tanya Arga.
"Nak Arga,,tolong anak ibu,,badannya panas sejak kemarin malam dan muntah terus.." Kata bu Saidah memohon.
"Tolong lah nak,,coba di periksa,,ibu tidak punya uang untuk membawanya ke puskesmas kecamatan.." Kata bu Saidah lagi.
Arga pun mengangguk,ini adalah pasien pertamanya yang sengaja datang kepadanya,lalu Arga meminta bu Saidah membaringkan anaknya di kursi panjang.
Arga mengambil satu gelas,lalu membacakan doa setelah itu membasuh wajah anak itu,alhasil menangisnya langsung berhenti seketika.
Kemudia Arga mengambil pucuk dedaunan **** di kebun belakang,lalu meremasnya dengan air,membasuh ke seluruh punggung dan bagian perutnya.Anak balita itu pun tertidur pulas,setelahnya dan panasnya berangsur angsur turun beberapa saat.
"Bu,,nanti di rumah,,tolong buatkan bubur untuk anak ibu,,di suap sedikit demi sedikit tak apa,,jangan sampai perutnya kosong,,kalau ada sayur katuk,,boleh di ambil airnya jadikan sayur di buburnya,,supaya panas dalamnya cepat reda,,kalau malam nanti agak hangat hangat lagi badannya,,tempelkan daun **** di dahinya,,jangan lupa di remas sedikit pakai air.." Kata Arga memberi arahan.
Arga mengecek urat nadi di tangannya lagi,dan memastikan kondisinya aman.
"Terima kasih ya nak Arga,,ibu tidak punya uang untuk membayarnya,,boleh kah ngutang dulu..?" Ucap bu Saidah.
"Tidak perlu bayar bu,,aku ihklas menolong kok,,jadi jangan di pikirkan bayarannya,,sesama manusia bukankah seharusnya membantu,,jika ada yang butuh pertolongan.." Jawab Arga sambil tersenyum.
"Benar apa yang di katakan Arga mbak yu,,sudah,,bawa anaknya kembali kerumah,,biar bisa istirahat ya.." Kata bu Lestari.
"Terima kasih nak Arga dan bu Lestari,,semoga keluarga kalian di lancarkan rejekinya ya,,kalau begitu saya pamit,,permisi.." Kata bu Saidah meninggalkan rumah itu.
Bu Lestari menatap Arga penuh rasa bangga,ternyata anaknya begitu baik hati,dan ilmu pengobatan yang di bilang anaknya benar adanya.
Keesokan paginya,seperti biasa Arga bekerja di kebunnya,mengurus tanaman sayur mayurnya,terdengar ada yang mengetuk pintu rumahnya beberapa kali.Arga pun bergegas membasuh tangannya dengan air,lalu menuju dalam rumah dan membuka pintu depan rumahnya.
"Bu saidah,,ada apa ya..?" Tanya Arga heran,karena tamunya datang sendiri.
"Ini nak Arga,,buat makan siang nanti,,kebetulan ibu masak banyak lauk,,dan sebagai tanda terima kasih,,sudah mengobati Dimas semalam.." Kata bu Saidah,sambil menyerahkan satu set rantang berisi makanan.
"Wah bu,,kok jadi repot repot begini,,Arga jadi merasa tidak enak ni,,tapi terima kasih makanannya.." Kata Arga,menerima pemberian bu Saidah
Kemudia bu Saidah pun pergi,dan Arga melanjutkan pekerjaannya di belakang,siang harinya Riyan dan Rini yang pulang dari sekolah pun begitu senang saat di meja makan sudah tersaji sambal jengkol,opor ayam kampung dan tempe bacem.
"Abang,,banyak sekali menunya..?" Tanya Rini.
"Iya,,tadi di kasih bu Saidah,,kalian makanlah,,pasti lapar kan pulang sekolah..?" Perintahnya.
"Wah mantap.." Kata Riyan,langsung mengambil nasi banyak.
"Eh ibu sudah pulang..? Sapa Arga,begitu ibunya muncul dari pintu belakang.
"Iya,,habisnya pintu depan tutup,,jadi lewat belakang saja,,loh,,loh,,kalian sedang makan,,ibu kan belum masak..?" Tanya bu Lestari heran.
Dirinya langsung bergegas masuk dan mendapati banyak hidangan di meja makan.
"Ini makanan dari bu Saidah,,tadi sengaja memberi kita,,katanya sebagai ucapan terima kasih bu,,anaknya sudah sehat dan ceria lagi.." Kata Arga menjelaskan.
"Wah syukurlah kalau begitu,,ini mah namanya rejeki yang melimpah dan berkah,,ibu mau gabung makan juga sudah lapar sekali.." Ucapnya dengan wajah ceria.
Bagaimana tidak,setelah pulang dari pasar dengan badan letih,tiba tiba saja sampai di rumah,ada hidangan yang menggiurkan.Akhirnya mereka berempat makan siang bersama dengan begitu lahap.
Sore harinya bu Lestari seperti biasanya,pergi ke rumah pak kades untuk mencuci baju,sesampainya di sana,tampak lebih ramai tidak seperti biasanya.Bu Lestari pun bergegas masuk ke dalam lewat belakang,tampak pak Wiryo majikannya merintih kesakitan.
"Bu kades,,pak Wiryo kenapa..?" Tanya bu Lestari memberanikan diri.
"Oh itu,,suamiku habis terpeleset,,dan jatuh di kamar mandi mbok Lestari,,duh mana nyari tukang urut ke kampung sebelah,,rupanya orangnya sedang ke kota tempat anaknya.." Kata bu Widia.
Lalu para asisten rumah tangga yang lain saling bisik bisik.
"Kalian kenapa bisik bisik begitu,,kerja sana selesaikan pekerjaan kalian masing masing..!" Perintah bu kades.
"Itu bu kades,,kenapa tidak mencoba ke anak bu Lestari,,si Arga,,bukankah kabarnya sekarang,,Arga itu bisa mengobati,,siapa tau juga bisa mengurut orang terkilir kayak pak kades.." Kata asistennya.
Pak kades pun mengangguk setuju,sedangkan bu Widia terlihat ragu ragu.
"Pak,,bagaimana kalau bertambah parah,,lagian si Arga itu juga baru terdengar punya keahlian,,takutnya masih abal abal.." Kata bu Widia.
"Tapi bapak sudah tidak tahan lagi,,panggil saja Arga suruh ke sini,,jika tidak di coba,,mana kita tau.." Perintah pak kades.
Akhirnya salah satu anak buahnya di suruh pergi ke rumah Arga,sesampainya di sana,Arga langsung di bawa oleh utusan pak kades,menuju rumah nomor satu di kampung itu.
"Arga,,tolong bantu sembuhkan kaki dan tangan bapak yang terkilir,,katanya kamu punya keahlian mengobati orang sakit,,kata warga akhir akhir ini.." Ucap pak kades.
"Baiklah,,Arga akan mengobatinya semampunya pak,,tolong tahan sedikit jika sakit nanti.." Kata Arga begitu tenang.
Padahal jika orang lain berhadapan langsung dengan orang nomor satu di kampung itu,akan gugup atau takut.Arga pun memejamkan matanya memanggil kitab pengobatannya dan membacanya,setelah membuka mata,Arga langsung mengurut menggunakan tongkat saktinya,yang berubah menjadi kecil sekali.
Arga pun mengurut urat urat syaraf di titik tertentu,pak kades pun berteriak selama proses pengurutan,tapi begitu Arga menyudahi mengurut,pak kades di buat terkejut,ya sakitnya hilang seketika dan serta tangannya bisa di gerakkan kembali tanpa rasa sakit sedikit pun.
"Wah Arga,,kamu benar benar hebat nak,,istriku,,lihat lah,,kang mas sudah sembuh.." Pak kades pun berdiri dan menggerak gerakkan kaki dan tangannya.
"Hahaha aku sembuh.." Kata pak kades senang.
"Kamu benar benar punya kemampuan mengobati Arga,,terima kasih ya.." Ucap bu Widia ikut senang,melihat suaminya sembuh.
"Bu Lestari,,kamu sungguh beruntung punya anak seperti dia,,ternyata anakmu mempunyai keistimewaan,,kampung kita tidak perlu kesusahan lagi,,karena ada Arga sekarang.." Ucap pak kades memuji.
Sedangkan Arga yang dapat pujian dari orang orangnya pak kades,hanya menanggapi dengan tersenyum..
Kemudian pak kades memerintahkan untuk menghadiahkan Arga dan ibunya sembako yang lumayan lengkap,dan banyak cukup untuk stok satu bulan ke depan tanpa perlu belanja lagi.
Rejeki mulai mengalir deras ke keluarga bu Lestari,sejak Arga menguasai ilmu pengobatan.Makin hari nama Arga semakin harum di kampungnya,hampir setiap hari ada saja tetangga yang berobat kepadanya.
