Episode 2
Keesokan paginya,Arga terbangun oleh suara ibunya yang keras memanggil dan menggedor pintu kamarnya.
"Arga bangun,,sudah adzan subuh dari tadi,,kamu tidak pergi ke mushola.." Pintu kamar Arga di gedor ibunya berkali kali.
"Ini anak,,tumben susah sekali di bangunin,,biasanya dia duluan yang bangun setiap pagi,,apa karena tidak sekolah jadi mendadak pemalas,,Arga bangun.." Teriak ibunya lagi.
Kriyet pintu kayu milik Arga terbuka,tampak pemilik kamar muncul dengan muka bantalnya,keluar kamar sambil menguap lebar.
"Bu,,jam berapa,,perasaan Arga baru terpejam lima menit deh,,kok sudah kayak gempa bumi saja banguninnya.." Ucapnya sambil melangkahkan kakinya ke kamar mandi belakang.
"Sudah adzan subuh dari tadi nak,,tidak biasanya kamu kesiangan begini,,kamu sedang sakit atau menjadi malas karena tidak pergi sekolah lagi hah.." Tanya ibunya mengomel.
Arga hanya menggeleng lalu masuk ke kamar mandi,membersihkan diri dan mengambil wudhu,lalu beribadah seperti biasanya.
Setelah itu Arga membantu ibunya seperti biasa,menyiapkan barang dagangannya untuk di bawa ke pasar.
Tiga puluh menit kemudian,dagangan sayur bu Lestari sudah siap.
"Nak,,ibu tidak sempat memasak untuk sarapan,,beli lah nasi uduk di persimpangan sana untuk kamu dan ke dua adikmu,,ini uang sepuluh ribu,,dia atas meja,,ambil lah,,doakan supaya dagangan ibu hari ini habis ya nak.." Ucap bu Lestari.
Arga mengantar ibunya sampai halaman depan saja,kemudian Arga membereskan rumah,seperti menyapu dan mencuci piring piring kotor,meski dirinya seorang laki laki,pekerjaan rumah sudah jadi makanannya tiap hari,dari dulu sambil mengasuh adiknya.
Karena mulai hari ini Arga tidak sekolah lagi,setelah selesai menyelesaikan pekerjaan rumahnya,Arga langsung ke warung membeli sarapan untuknya dan ke dua adiknya.
"Dek,,ini makan lah,,setelah itu,,kalian boleh berangkat ke sekolah,,ingat,,sekolah yang benar dan serius,,perhatikan penjelasan guru,,dan rajin lah belajar.." Kata Arga kepada ke dua adiknya.
"Baik bang.." Jawab adik adiknya.
Setelah melepas kepergian ke dua adiknya bersekolah,Arga ke kebun belakang untuk mengurus tanaman sayurannya,saat Arga mulai mencangkul hendak menanam sayur,tiba tiba seorang kakek dalam mimpinya semalam muncul di hadapannya.
"Kakek bikin terkejut saja.." Sapa Arga sambil memegang dadanya.
"Cucuku ayo ikut kakek,,kita akan melanjutkan latihan semalam,,supaya ilmumu cepat bertambah.." Kata kakek Sastro.
"Maaf kek,,aku sedang bekerja saat ini,,bagaimana jika aku selesaikan pekerjaanku dulu berkebun,,bisa bisa ibu mengomel dari pasar jika belum selesai.." Jawab Arga keberatan.
"Kamu memang anak yang berbakti Arga,,tenang saja,,kakek akan membantumu,,jangan khawatir tentang itu.." Jawab kakek Sastro.
Lalu dengan mengulurkan tangannya dan menunjuk saja ke kanan dan bergulir ke kiri,rumput rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman sayur,bersih tidak sampai lima menit,lahan yang telah kosong dan hendak di tanam lagi oleh Arga tadi,langsung selesai dalam hitungan detik.
Arga hanya terbengong melihat kakek Sasto membereskan semuanya,sekarang tanaman sayurnya telah bersih terawat,kakek Sastro bahkan menyirami tanaman dengan menggerakkan jari telunjuknya saja kesana kemari.
Untung saja posisi rumah Arga paling ujung,hingga tidak ada rumah tetangga,kejadian ini hanya Arga yang menyaksikannya saja.
"Wah,,kakek hebat sekali.." Prok prok suara tepuk tangan Arga memuji.
"Jadi bagaimana Arga,,apakah kamu sudah siap pergi dengan kakek..?" Tanya kakek Sastro.
"Baik kek,,ayo.." Jawab Arga bersemangat.
Setelah memastikan rumah terkunci dan aman,Arga pun di gandeng kakek Sastro menuju gua semalam,hanya dengan memejamkan matanya beberapa detik,mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Sebuah hutan kecil yang indah,persis seperti hutan pada umumnya,yang membedakan hanya suasana begitu tenang,dan tidak ada hewan buas di sana,di dalam gua yang cukup besar disana,di sebelahnya ada air terjun yang indah.
"Arga,,hari ini kita akan mempelajari kitab berisi pengobatan,,dengarkan dan perhatikan,,apa yang kakek akan ajarkan padamu..!" Ucap kakek Sastro.
"Baik kek.." Jawab Arga.
Kakek Sastro pun mulai mengajarkan tahap demi tahap,mengenalkan bahan bahan obat dan penyakit juga teknik pengobatannya.
Kemudian kakek Sastro juga mengaktifkan mata unik di mata Arga,keistimewaan mata ini Arga bisa menguasai bahasa apa saja dan bisa berkomunikasi dengan mahkluk tak kasat mata.
"Arga,,buka lah matamu,,dan berkedip lah tiga kali..!" Perintah kakek Sastro.
Arga pun melakukan apa yang di perintahkan,begitu Arga membuka mata,dirinya bisa melihat ke arah hutan banyak mahkluk berbentuk bermacam macam tinggal di hutan.Seperti perkampungan manusia pada umumnya,bedanya mereka bervariasi saja,dan mereka semua adalah mahkluk tak kasat mata semua.
Begitu Arga melihat dari jarak jauh,mereka mahkluk tak kasat mata ada yang tersenyum ke Arga,ada pula yang melambai benyapa,ada juga yang cuek saja,dan ada juga yang melotot tidak suka.
Anehnya Arga sedikit pun tidak merasa takut,begitu melihat hal hal aneh di sekitarnya.Padahal bentuk mereka berbeda sekali dengan manusia,sejelek jelek manusia tidak ada yang seram kan.
"Kakek,,dengan mata ini,,aku jadi bisa melihat mahkluk mahkluk seperti mereka..?" Tanya Arga terkejut.
"Benar cucuku,,kelak.tidak hanya manusia saja,,yang akan meminta pertolongan padamu,,tapi mahkluk seperti mereka juga,,tolong lah yang benar benar membutuhkan,,dan jangan merugikan orang lain,,kamu pasti mengerti maksud kakek kan,,ingat,,hidup lah berdampingan bagaimana pun semua adalah ciptaannya.." Kata kakek Sastro.
"Tetap lah rendah hati,,sabar,,dan gunakan kekuatan yang kamu miliki dengan amanah Arga,,kakek percaya padamu.." Ucapnya lagi memberi nasehat.
"Baik kakek,,semoga aku bisa memikul tanggung jawab ini,,oh iya kakek,,sepertinya sebentar lagi ibuku sudah mau pulang dari pasar,,aku harus kembali.." Kata Arga,matanya tertuju ke segerombolan rusa.
Kakek Sastro yang menangkap tatapan mata Arga pun tersenyum.
"Kenapa Arga menatap mereka..?" Tanyanya,walau pun dirinya sudah tau,apa yang di pikirkan Arga saat ini.
"Emm itu kek,,apakah rusa itu nyata dan ada yang punya..?" Tanyanya,sedangkan pikirannya membayangkan alangkah lezat jika daging rusa di masak.
Dulu,saat kecil Arga sering di ajak ayahnya berburu hewan di pinggir hutan,perkampungannya berbatasan dengan hutan yang masih alami dan di lindungi oleh pemerintah.
"Jika kamu ingin memakan rusa katakan saja Arga,,kakek akan menangkapnya untukmu.." Ucap kakek Sastro.
"Benarkah kek..?" Kata Arga antusias.
Kakek Sastro pun mengangguk,dengan gerakan ringan,tubuhnya melayang seperti kapas ke atas,lalu mengambil bambu secepat kilat,dan membuatnya runcing menjadi seperti tombak dalam hitungan detik saja.
Dengan gerakan berlari di udara secepat kilat,kakek Sastro pun menghampiri rusa dan melemparkan bambu runcing tadi dan tepat sasaran.Satu ekor rusa jantan sebesar kambing pun di dapatnya.
"Ini bawa lah pulang,,untuk lauk makan nanti,,katakan saja jika ibumu menanyakan,ini pemberian dari kakek.." Ucap kakek Sastro.
"Terima kasih kek,,wah kakek hebat sekali bisa melayang dan melesat seperti itu,,ilmu bela diri kakek pasti sudah tinggi.." Ucap Arga terkagum.
"Jika kamu rutin latihan,,suatu saat kamu bisa melakukan hal seperti tadi cu,,pulang lah,,pejamkan matamu dan pusatkan pikiran,,fokus pada rumahmu,,kakek tidak mengantarmu lagi,,coba lah..!" Perintah kakek Sastro.
Arga pun menurut dan memulai memejamkan matanya,memusatkan pikiran penuh ke rumahnya,beberapa saat kemudian tubuh Arga merasakan hembusan angin yang berbeda,dan ada suara adiknya yang menggedor pintu memanggil manggil namanya.
"Baaang,,buka pintunya,,kami sudah pulang.." Teriak Rini dan Riyan adik kembarnya.
Pintu kayu depan pun terbuka,nampak wajah ke dua adiknya yang lelah berjalan kaki ke sekolah.
"Maaf,,abang di belakang dek,,ya sudah masuk,,dan berganti baju lah,,setelah itu bantu abang di dapur ya,,siang ini kita akan makan besar.." Kata Arga meninggalkan mereka menuju dapur.
Rini dan Riyan pun masuk ke kamar masing masing,lalu berganti pakaian dan setelahnya menyusul abangnya ke belakang.
"Hah,,ini rusa dari mana bang,,wah,,sudah lama sekali kita tidak makan daging.." Kata Riyan gembira.
"Abang dapet dari pinggir hutan,,ada seorang kakek yang memberikannya pada kita,,ayo cepat bantu abang membersihkan ini dan mencucinya,,nanti jika ibu pulang,,tinggal masak saja.." Perintahnya.
Tak berapa lama,kemudian bu Lestari pulang dari pasar dengan wajah berbinar,beberapa hari ini dagangannya ludes terjual.
"Assalamualaikum nak,,kalian dimana,,kok sepi sekali rumah.." Ucapnya begitu masuk,karena pintu depan terbuka.
"Waalaikum salam,,kami.di dapur bu.." Jawab Rini.
Bu Lestari pun langsung menuju dapur dan meletakkan keranjang kosong yang biasa di pakai untuk membawa sayuran.
"Loh,,kalian lagi mencuci daging,,dari mana kalian dapatkan itu..?" Tanya bu Lestari mendekati mereka heran.
"Ini pemberian dari kakek yang tinggal di pinggir hutan bu,,tadi abang mencari kayu bakar,,lalu berkenalan dengannya,,bu cepat masak ya,,kami sudah lapar sekali dan ingin makan daging ini,,lihat bu,,walau kecil tapi gemuk sekali bisa buat stok beberapa hari ke depan lauknya.." Kata Riyan paling antusias.
"Benarkah yang di katakan adikmu Arga,,siapa kakek itu,,ya tuhan hari ini banyak sekali yang kamu berikan kepada keluargaku.." Kata bu Lestari mengangkat tangannya memanjatkan rasa syukurnya.
Arga hanya mengangguk dan tersenyum lalu berkata.
"Namanya kakek Sastro bu,,ayo bu kita masak ramai ramai biar cepet selesai,,ibu buat bumbunya.." Ucap Arga.
"Bu,,masak sate dong sebagian,,sudah tidak ingat lagi kapan terakhir makan sate.." Kata Riyan.
"Kalau aku ingin di masak semur saja bu.." Kata Rini request juga.
"Baiklah,,hari ini ibu akan buatkan sate dan semur dengan daging rusa ini,,Arga,,kamu ingin makan apa nak.." Tanya ibunya.
"Kalau Arga si apa saja bu,,sini biar Arga bantu membuat santan.." Ucapnya sambil mengambil kelapa.
Makan siang kali ini mereka semua makan dengan lahap sekali,bahkan menambah beberapa centong nasi.Bu Lestari menatap terharu melihat anak anaknya begitu senang dan bahagia di meja makan.
Setelah menyelesaikan makannya,bu Lestari kambali pergi bekerja di rumah pak kades,sebagai tukang cuci dan sore menjelang malam baru kembali.
Sedangkan Arga,lebih giat bekerja di kebun belakang sambil menjaga adik adiknya di rumah.
