Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Episode 1

"Bu,,Arga sebentar lagi ujian nasional di sekolah,,setelah lulus SMA,,Arga ingin kuliah ke kota bu..Arga ingin ngambil jurusan bisnis.." Ucapnya,di saat sela makan malamnya bersama ibu juga ke dua adiknya.

Ibunya yang mendengar impian Arga itu pun hanya tersenyum,lalu menatap wajah anak sulungnya penuh kasih sayang.

"Nak,,bermimpi boleh sayang,,tapi juga lihat kondisi ekonomi kita saat ini,,ibu hanya berjualan sayur di pasar,,dan buruh cuci yang bergaji tidak seberapa banyak,,bersyukur bisa membiayai hidup makan sehari hari selama ini,,adikmu juga butuh biaya untuk sekolah masuk SMP tahun depan,,ibu dapat uang tambahan dari mana lagi untuk biaya kuliahmu nak..?" Kata ibunya dengan suara lembut.

"Arga akan bekerja keras bu,,setelah lulus sekolah aku akan bekerja dan terus menabung,,setelah mendapat uang yang cukup,,barulah daftar kuliah di kota,," Kata Raga lagi,bersemangat.

"Kalau begitu niatanmu nak,,ibu setujuh,,dan akan mendoakan impianmu terwujud,,bekerja keras dan berdoalah ya nak,,jika terus berusaha,,insya allah keinginanmu bisa tercapai suatu saat nanti.." Kata ibunya menguatkan hati anaknya.

Arga adalah anak sulung dari pasangan suami istri bernama Budiono dan Lestari,dirinya di besarkan oleh single parents dengan ke dua adiknya bernama Rini dan Ryan.Ayah Arga sudah meninggal sejak Arga duduk di bangku SMP kelas satu,karena kecelakaan di tempat kerja sebagai kuli bangunan.

Kehidupan keluar Arga memang serba kekurangan,tapi untuk pendidikan ibunya selalu menomor satukan.

Setelah menyelesaikan makan malan,seperti biasa Arga ke kamarnya untuk belajar,Arga adalah anak yang cerdas juga baik prilakunya,tak heran jika teman temannya menyukainya di sekolah.

Hanya satu orang saja teman teman sekelasnya yang membencinya di karenakan oleh rasa iri.Dia adalah Ferdi,Ferdi adalah anak dari juragan beras sekaligus kepala desa di kampungnya yang sering di banding bandingkan dengan Arga.

Keesokan paginya setelah azan subuh,Arga membantu ibunya mengikat sayur sayuran yang di petik dari kebun belakang untuk di jual ke pasar,baru kemudian bersiap siap pergi ke sekolah.

Untunglah ayahnya meninggalkan sedikit warisan berupa tanah di belakang rumah yang cukup untuk di jadikan lahan berkebun sayur dan juga umbi umbian,setiap hari sepulang sekolah,Arga rutin mengurus kebun sayurnya.Ada beberapa aneka ragam jenis sayuran di tanam di sana.

Berbekal ilmu pertanian yang ia dapat dari sekolah,Arga mempraktekkan langsung,dan alhasil sejak ayahnya meninggal dunia,kebun di belakang itulah sumber penghasilan dan sebagai penompang ekonomi mereka sampai sekarang.

Sedangkan ibunya,bu Lestari.Setelah pulang dari pasar mencari tambahan uang untuk biaya sekolah dengan menjadi buruh cuci baju di kediaman pak kades.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya membantu ibunya,barulah Arga bersiap siap ke sekolah.Dirinya mengayun sepeda tua menuju sekolah yang jaraknya sekitar dua kilo dari rumahnya,di tengah jalan dirinya bertemu sohibnya yang bernama Indra yang mengendarai sepeda motornya.

"Hai bro,,titipkan saja sepeda kamu di sana,,ayo ke sekolah bersama naik motorku.." Ajak Indra begitu laju motornya sejajar dengan sepeda Arga.

"Duluan saja bro,,aku sekalian berolahraga melatih otot ototku,,supaya memiliki badan yang kekar dan kuat untuk bekerja hehe.." Jawabnya sambil terkekeh.

"Hu,,bilang saja kamu sayang sama sepeda tuamu itu,,oh iya,,gimana sudah bahas tentang kuliah sama ibumu,,jika setujuh bagaimana kalau kita kost bersama nanti di kota,,kamu tidak perlu bayar uang kost,,cukup temani aku saja.." Kata Indra.

"Sudah semalam,,tapi sepertinya aku harus berhenti setahun atau dua tahun dulu,,amu berencana bekerja full time,,mengumpulkan uang dan menabung,,aku tak ingin terlalu membebani ibuku bro.." Jawabnya sambil terus mengayun sepedanya.

"Ya,,kita nggak bisa sama sama dong bro,,aku ingin kuliah bersamamu padahal,,ah tidak seru jika tidak ada kamu di kota.." Kata Indra dengan raut wajah kecewa.

Beberapa menit kemudian,mereka akhirnya sampai di sekolah bertepatan dengan bel berbunyi pertanda kegiatan pembelajaran di mulai.

"Pagi Arga.." Sapa Sifa,cewek tercantik di sekolah.

Arga hanya mengangguk dan tersenyum saja,lalu duduk di bangku persis di belakang Sifa,Arga memang terkenal dingin dan irit bicara pada lawan jenis.

Sifat cueknya itu lah yang buat para kaum hawa di sekolah menjadi penasaran kepadanya.Selain berwajah tampan,Arga juga sangat sopan kepada siapa saja,Arga sengaja membatasi diri dari lawan jenis,karena bukan muhrim sesuai pesan ibunya.

Arga berprinsip tidak akan main cinta cintaan sebelum dirinya sukses meraih masa depan yang lebih baik.Dirinya hanya ingin fokus belajar dan bekerja,mencari uang yang banyak untuk mewujudkan niatnya melanjutkan kuliah dan membahagiakan keluarganya kelak.

Sedang di bawah teriknya matahari yang mulai bersinar,ibunya saat ini tengah sibuk menawarkan sayur mayur kepada orang orang yang lalu lalang di depannya di pasar.

Hanya bermodalkan tikar usang,bu lestari menggelar barang dagangannya itu di pasar tradisional di kampungnya.Kadang jjka cuaca sedang hujan yang datang tiba tiba,terpaksa bu lestari harus menggulung dulu barang dagangannya dan berteduh.

Dalam hati bu lestari,ingin sekali rasanya bisa menyewa kios untuk berjualan agar lebih nyaman dari panas dan hujan.Tapi impian masih menjadi impian semata sampai detik ini,uangnya belum cukup untuk menyewa kios.

"Sayur,,sayur,,masih segar beli lah,,murah,,murah,,ayo borong lah sayurnya bu..!" Teriaknya menjajakan dagangannya.

***TIGA BULAN KEMUDIAN***

Hari kelulusan Arga di sekolah pun tiba,semua bersorak kegirangan,akhirnya usai sudah menimba ilmu di bangku SMA,semua tampak bahagia termasuk Arga saat ini.

Dengan menggayung sepeda ontel tuanya,kenang kenangan dari almarhum ayahnya,Arga pulang ke rumah membawa hasil pengumuman kelulusan.

"Bu,,ibu dimana..?" Teriak Arga masuk ke dalam rumah mencari keberadaan ibunya.

"Ada apa nak,,ibu di dapur memasak.." Sahut ibunya.

"Alhamdulillah,,Arga lulus dengan nilai tertinggi di sekolah bu,,lihat lah kertas ini.." Ucapnya menyodorkan hasil rekap nilai.

"Wah,,kamu hebat nak,,ibu bangga sekali punya anak pintar sepertimu.." Kata ibu Lestari mengusap kepala anaknya lembut.

"Hmm,,harumnya aroma masakan ibu,,masak apa bu..?" Tanya Arga mengendus bau makanan sambil memejamkan matanya sesaat.

"Masak semur ayam kesukaanmu nak,,kebetulan dagangan sayur ibu hari ini ludes,,jadi bisa belanja beli ayam untuk lauk makan,,selamat ulang tahun yang ke 18 ya nak,,semoga berkah umurnya,,dan menjadi anak sukses.." Ucap ibu Lestari.

"Makasih bu,,jadi,,masak spesial karena Arga ulang tahun hari ini ya,,teriman kasih ibuku sayang.." Kata Arga memeluk ibunya.

"Ayo,,ganti lah bajumu dan tolong panggilkan adik adikmu untuk makan siang bersama ya,,ibu masih membereskan dapur,,sebantar lagi selesai.." Kata ibunya.

Arga pun bergegas ke kamarnya untuk mengganti baju sekolahnya,kemudian mengajak ke dua adiknya untuk makan bersama.

Siang itu,keluarga kecil itu makan dengan suka cita di lengkapi hidangan yang istimewa,sekaligus mereka merayakan ulang tahun Arga dan kelulusannya bersama,bagi keluarga Lestari,makan lauk ayam seperti ini sudah termasuk mewah.

Setiap hari ibu Lestari hanya menyajikan lauk tempe,tahu atau ikan asin di tambah sayur dari hasil kebun sendiri.Masak lauk ayam hanya sesekali,jika ingin merayakan sesuatu yang spesial sepeeti saat ini.

Malam harinya Arga tidur lebih awal seperti biasanya,entah kenapa selelas sholat isya,matanya seperti lengket sekali seolah ada lem menempel di sana.

Di dalam hatinya,Arga bermimpi aneh tapi seolah nyata,ada seorang kakek berambut putih yang sudah sangat tua,berbaju putih dengan memegang tongkat berbentuk unik menghampirinya.

"Hai cucuku jangan takut,,aku adalah kakek leluhur keluargamu,,kamu anak yang berhati baik,,jujur,,berani dan tidak sombong,,kakek akan mewariskan ilmu kepadamu.." Ucapnya menghampiri posisinya sambil menyerahkan sebuah kitab usang berisi ilmu pengobatan kepadanya.

"Siapa nama kakek,,apa ini kek..?" Tanya Arga dalam mimpinya memandang pemberian itu.

"Pangil saja kakek Sastro cu,,itu adalah kitab pengobatan leluhur,,dengan mempelajari itu,,kamu nantinya bisa menolong orang sakit,,dan terima lah tongkat ini juga.." Kata kakek Sastro menyerahkan tongkat saktinya.

Arga pun menerima pemberian itu,lalu memegang tongkatnya.

"Hanya kamu yang bisa memanggil dan melihat kitab dan tongkat itu cu,,ah iya,,terima lah perlatan untuk memfasilitasi pengobatan nantinya,,ayo ikut kakek.." Ajaknya mengulurkan tangannya ke Arga.

Arga menyambut ukuran tangan kakek Sastro pun jiwanya keluar dari raganya.

"Kek tunggu,,apa yang terjadi,,kenapa diriku ada dua..?" Tanyanya heran.

"Hahaha,,yang terbaring itu jasadmu,,yang sedang berdiri di sampingku jiwamu,,ayo ikut kakek menjelajah lorong waktu ke masa tempo dulu sebelum kamu di lahirkan.." Kata kakek Sastro.

Arga dan kakek Sastro time travel ke masa kakek Sastro dulu,sampai ke masa Satrio juga,kakek Sastro memperlihatkan berbagai teknik pengobatan yang pernah di lakukan dirinya dan Satrio pada masanya saat menolong orang orang,Arga adalah keturunan yang entah kesekian kalinya dari Satrio pewaris pertama ilmu dari kakek Sastro.

Kemudian kakek Sastro membawa ke sebuah tempat yang hanya ada pemandangan hutan yang luas nan indah,di sebuah gua mereka berhenti,Arga di mintainya duduk bersila dan kakek Sastro menyalurkan kesaktiannya secara bertahap dan memberikan sebuah mata unik tambahan kepada Arga.

Hanya orang orang yang yang mempunyai keistimewaan di mata Arga saat ini.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel