Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

bab 4 mungkin dia kekasihnya

Tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut kedua gadis itu, mata mereka selalu lurus ke depan, mengikuti setiap alur cerita film yang di lihatnya,

Kadang hanya meneguk minuman dingin atau sedikit cemilan.

Hanya tinggal beberapa menit lagi film berakhir.

Lili menoleh ke arah sahabatnya, Lestari tak menyadari bila Lili lama menatap wajahnya

Buliran basah di pipi Lestari masih belum mengering, sepanjang film berlangsung hanya Bagas yang di ingat nya.

Ya! entah kenapa ketika melihat Rizal bersama wanita lain, Lestari jadi ingat Bagas, dan yang di lihat Lestari pun sama, melihat Bagas memeluk pinggang wanita lain yang membuat pemuda itu memutuskan dia tanpa alasan.

Sesekali bayangan Rizal yang memeluk wanita berjilbab terlintas di fikirannya, Rizal tidak dia kenal, dan bukan siapa siapa buat Lestari, tapi rasa benci pada pria itu tumbuh begitu saja.

Lampu ruangan telah menyala kembali,

Film sudah selesai tayangannya.

"Tari, kamu nangis?" tanya Lili heran, ketika menoleh ke arah sahabatnya. cerita film yang di tontonnya tak begitu sedih, apa lagi detik terakhir film selesai, ending nya malah bahagia, tapi Lili melihat Lestari seperti baru saja menangis.

"Iya Li, sedih banget ceritanya" jawab Lestari dia tak sadar menjawab begitu, membuat Lili jadi bertambah heran.

"Sedih dari mananya? udah jelas kan endingnya bahagia!" ucap Lili, menyusuri lorong menuju pintu keluar, Lestari mengekor dari belakang.

"Kayanya kamu gak konsen nih nontonnya, mikirin apa sih?" ujar Lily

menoleh kearah Lestari, gadis itu tersenyum tipis.

Lestari tak menjawab, dia terus berjalan tanpa menghiraukan Lily.

Wajah nya celingukan, seperti mencari sesuatu, dia memang mencari sosok Rizal, tentu saja lelaki itu pasti keluar bersamaan setelah film usai.

Lily tahu kalau sahabatnya sedang mencari sesuatu di antara kerumunan pengunjung yang masih berebut keluar pintu bioskop.

"Kamu cari apa sih! dari tadi kepala kamu tak mau diam, liat kesana kemari!"bentak Lily kesal dengan tingkah sahabatnya.

Lestari menarik tangan Lily mengajaknya duduk di bangku pelataran parkir.

"Kenapa kita duduk disini, lebih baik kita langsung pulang! ajak Lily, terpaksa dia pun menuruti keinginan sahabatku, duduk di bangku panjang di pelataran parkir dekat pintu keluar mall besar itu.

"Sebentar Li, aku nyari Rizal!"jawab Lestari matanya memandang mobil mobil yang berjajar di parkiran gedung.

"Rizal?!" teriak Lily menarik wajahnya dengan heran dahi gadis itu berkerut.

Dia sama sekali tak mengerti

Lestari mengangguk, matanya masih saja jelalatan di antara orang orang yang berjalan di depan mereka.

Pelataran parkir memang agak ramai, mungkin karena orang orang yang baru keluar dari bioskop, atau pun hanya berjalan jalan, karena Sabtu malam ini memang cerah.

"Aku melihat Rizal di depan toilet Li, tak lama kemudian dia menggandeng wanita berjilbab yang baru keluar dari toilet itu" Lestari menjelaskan kepenasaran Lili.

"Pantas dari tadi kamu celingukan gitu, kaya yang mencari seseorang" jawab Lili.

"Untung Rizal tak melihat, aku pun tak jelas melihat wajah wanita itu, dia membelakangiku"

"Terus, sekarang kita mau apa duduk di sini?" Tanya Lili, dia menguap beberapa kali.

"Aku penasaran aja Li, mungkin saja mereka ada di antara mereka" mata Lestari masih menyusuri pelataran parkir di antara kendaraan yang terparkir dan juga orang yang berjalan.

"Terus hubungannya kamu nangis selama nonton itu apa?" tanya Lily merasa masih tak mengerti kenapa sahabatnya itu seperti menahan emosi dalam hatinya.

"Itu karena aku menghayati cerita film nya" jawab Lestari menahan senyumnya.

"Bohong kamu!" Lili mencubit lengan Lestari, gadis itu meringis kecil.

Tring! Tring!

Ponsel Lestari berbunyi, gadis cantik itu melihat pesan yang masuk di aplikasinya.

"Pesan dari Rizal!" ujar Lestari menoleh ke arah sahabatnya.

"Apa katanya?" tanya Lili mendongak ke layar ponsel sahabatnya, penasaran juga dia ingin tahu apa yang di kirim pria yang di sebut Lestari dalam ponselnya.

{ Halo Lestari, gimana filmnya kamu suka}

Lestari dan Lili saling berpandangan,

Ternyata Rizal telah melihatmya, lalu di mana dia sekarang?

Mungkin sudah berjalan pulang, atau mungkin saja dia memperhatikan kedua gadis itu.

Dan siapa wanita berjilbab itu.

"Tanya dia ada di mana?"desak Lili, wajah nya mulai geram.

Lestari mengetik balasan di ponsel nya.

{ Iya, lumayan aku suka, kok kamu taju aku nonton} kirim.

Tak menunggu lama, Rizal sudah membalas pesan yang Lestari kirim.

{Aku ada di kursi belakang kamu}

Dug!

Lestari menarik nafas panjang, apa mungkin Rizal tahu bila selama film berlangsung dia tidak menikmatinya.

Malah diam diam menangis karena teringat hubungannya bersama Bagas.

Lama Lestari memandang balasan Rizal, apa lagi yang harus dia kirim pada lelaki itu.

Apa harus dia tanyakan, dengan siapa dia datang, atau siapa wanita berjilbab itu

Tapi rasanya tidak penting dan bukan urusan nya.

Atau haruskah Lestari meminta agar Rizal jangan menghubunginya lagi.

"Kenapa kamu diam?"tanya Lily ketika melihat sahabatnya hanya memandang ponsel tanpa mengetik sesuatu.

"Apa yang harus aku balas, biarin aja lah, gak penting juga kan" jawab Lestari. memasukan benda pipih itu ke dalam tas selempang.

Mereka akhirnya memutuskan untuk segera pulang, beranjak meninggalkan pelataran parkir dan menunggu taksi online yang di pesannya.

Lestari menutup pagar pintu rumahnya, setelah bayangan punggung Lily menghilang di belokan gang yang tak jauh dari rumahnya, gadis itu langsung masuk ke dalam kamarnya, dia merasa nyaman bila berada di kamarnya sendri, mengunci pintu dan meluapkan semua yang sedang dia alami, seperti ketika baru saja di tinggal Bagas pergi.

Hanya kamar tempatnya menumpahkan tangisan kekecewaan karena di tinggal kekasih yang dia cintai.

Dan sekarang, di kamar ini, bayangan Rizal berkelakar di ingatan nya.

Lelaki yang baru di kenalnya itu ternyata pandai juga menyembunyikan keadaan dirinya.

Hanya dengan mengirimkan pesan, dia mungkin menyangka Lestari akan terjerat tali cintanya.

Tapi bayangan wanita berjilbab yang tadi dilihatnya menyadarkan Lestari.

Kenapa lelaki begitu mudah ke lain hati.

Apa masih ada lelaki setia di dunia ini.

Lestari bukan menyesali nasibnya, tapi kenyataan yang harus dia terima.

Hubungannya bersama Bagas hanya sepenggal kisah cintanya saja.

Lestari memainkan ponselnya, tak ada lagi pesan masuk dari Rizal, mungkin pria itu sedang bersama kekasihnya yang tadi ditemuinya di bioskop.

Dasar laki laki, semuanya sama saja!

Rutuknya dalam hati, tak mau berlarut dengan fikiran yang tak jelas, Lestari memilih untuk tertidur, kalau besok Rizal menghubunginya dia akan langsung menanyakan siapa wanita yang bersamanya, dan meminta jangan pernah menghubungi dan menyakiti wanita yang dekat bersamany.

***

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel