Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

bab 3 Laki laki pandai berdusta

"Boleh berkenalan?" ujar si pria berkaos putih menyodorkan tangannya, tentu saja Lestari bertambah heran.

"Nama saya Rizal" lanjutnya.

Lestari menyebutkan namanya lalu menyambut ukuran tangan Rizal, Lily pun ikut menyalaminya dan menyebut namanya.

"Saya mau minta nomor ponselnya, gak keberatan kan?"pinta Rizal dengan berani, Lestari langsung menyebutkan nomor ponselnya seperti terhipnotis.

Lily hanya bengong melihat yang di lakukan sahabatnya, kenapa Lestari dengan mudah memberikan nomor ponsel pada lelaki yang baru di kenalnya? begitu gumam Lily dalam hati.

"Kok kamu ngasih nomor ponsel kamu begitu saja sama dia? kamu kan baru mengenalnya?" Lily menegur Lestari ketika mereka sudah beranjak keluar dari mall, meninggalkan Rizal yang masih tetap di gedung bioskop, entah siapa yang di tunggunya.

"Anggap saja sebagai permintaan maaf ku padanya" jawab Lestari, menarik tangan Lily menuju kedai makanan yang tak jauh dari mall besar itu.

Mereka memang sudah sepakat untuk makan karna tak jadi pergi menonton hari itu.

Lily tak mempermasalahkan lagi Lestari memberikan nomor ponselnya pada Rizal, gadis itu malah sibuk bercerita tentang pekerjaannya, dan Lestari pun hanyut dengan cerita Lily sambil menikmati makanan yang dipesannya.

Tring!

Ponsel Lestari berbunyi, sebuah pesan masuk di benda pipih milik gadis itu, ternyata nomor baru dan itu nomor Rizal pria yang baru saja dia temui.

(Halo Lestari makasih ya sudah mau memberikan nomor ponselnya, kapan kapan kita bisa kan bertemu lagi)

Lestari membaca pesan yang di kirim Risal lalu gadis itu dengan cepat membalasnya.

(Iya mas sama sama, makasih juga sudah memaafkan kesalahan saya mengotori pakaian mas)

balasan Lestari langsung di terima dan dibaca Rizal.

(Ok gak maslah, ya sudah nanti mas hubungi lagi ya, sekali lagi trimakasih buat nomornya)

Lestari meletakan ponselnya di atas meja dan melanjutkan hidangan di hadapannya

"Cowok tadi ya?" selidik Lily curiga, dugaannya Pati benar pria yang baru di kenal Lestari yang mengirim pesan pada sahabatnya itu.

Lestari mengangguk.

"Iya cuma ngucapin makasih buat nomornya" jawab Lestari mengangkat bahunya, tanpa menoleh ke arah Lily.

"Tapi kayanya umurnya lebih tua dari kita ya Tari' ucap Lily, gadis itu menyudahi makannya, lalu meneguk air minum hangat.

Lestari terdiam seperti sedang berfikir dan mengingat wajah Rizal.

"Iya bener juga Li, kayanya udh sekitar 30 tahunan, om om dong ya hahaha" Lestari tertawa dia tak mempedulikan Rizal, tak penting juga mengingat pria itu, hanya sebuah nomor ponsel, kalau Rizal mengirim pesan yang macam macam tinggal di blokir saja , kan beres fikir Lestari.

Malam mulai merambat, Lestari dan Lily pun memilih pulang setelah perutnya sudah merasa kenyang.

Dan mereka merencanakan kembali untuk bisa menonton film, mungkin besok hari yang agak santai karena pulang cepat dan tidak akan lagi terlambat datang ke gedung bioskop.

Seperti biasa pagi itu Lestari pergi kerja bersama Lily hanya menggunakan kendaraan umum, padahal ibunya sudah menyarankan gadis itu untuk memakai motor tapi Lestari menolaknya, katanya lebih baik menggunakan kendaraan umum saja, toh jarak rumah dengan tempat kerjanya tidak terlalu jauh.

Kantor Lili memang berada satu gedung dengan Lestari, walau berbeda perusahaan, kedua sahabat itu memang selalu bersama.

Apa lagi rumah mereka pun berdekatan jadi tak ada masalah untuk pergi dan pulang bersama.

Sore ini Lestari mengajak Lily untuk menonton film yang kemarin tidak sempat mereka lihat.

Tanpa banyak waktu yang terbuang,. Kedua gadis cantik itu menuju loket dan memesan dua lembar karcis.

Menuju kabin bioskop dengan judul yang memang sedang booming saat ini.

Seorang pegawai cantik mengantar kan Lestari menuju nomor kursi yang tertera di tiket yang di belinya.

Film belum mulai, di dalam gedung pin masih terang karena lampu belum di padamkan.

Kebetulan kursi merek tidak terlalu depan jadi pasti akan merasa nyaman melihat layar yang terbentang di depan.

Dua buah minuman dingin dan satu kotak popcorn sudah mereka beli tadi..

Dan lampu pun padam, sederet iklan terpampang di layar lebar sebelum film mulai di putar.

Lestari berbisik, di telinga Lily.

"Aku ke toilet dulu ya Li, pengen pipis gak kuat dari tadi di tahan" Lestari berdiri , dia menolak sewaktu Lily akan mengantarnya.

Dan sahabatnya itu membiarkan Lestari berjalan sendiri menuju toilet di luar gedung bioskop.

Tepat di depan toilet yang bertulisan ladies, Lestari melihat sosok pria yang di kenalnya.

Pria itu Rizal, Menunggu siapa Rizal di depan toilet wanita?

Lestari enggan menegurnya, gegas dia masuk ke dalam toilet dan mencari kamar yang kosong.

Tak mungkin Lestari salah melihat, pria itu memang Rizal, untung saja dia tak melihatnya, jadi Lestari tak usah basa basi pada Rizal.

Agak lama Lestari dalam toilet, dia ingin Rizal lebih dahulu pergi dari tempat itu, dia tak mau bertemu dengan Rizal, karena mungkin saja Rizal bersama seorang wanita datang ke bioskop.

Ponsel Lestari berbunyi, sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.

Ternyata Rizal yang mengirimkan pesan padanya.

(Halo Tari lagi ngapain nih? pasti lagi malam mingguan ya?)

Lestari mencibirkan bibirnya, yang malam mingguan kan dia, buktinya ada di mall.

Lestari mengabaikan pesan dari Rizal, tapi dia belum berniat keluar dari dalam toilet itu.

(Mas di rumah saja lo ... gak ada temen nih, mau ngajak kamu keluar takut di tolak)

Kembali Lestari menerima pesan Rizal, dan gadis itu mengerutkan dahinya, Rizal bilang ada di rumah? lantas yang barusan dia lihat itu siapa?

Mulut Lestari mendengus, dasar laki laki pembohong! semua sama!

Setelah di rasa cukup lama, Lestari pun membuka pintu toilet dan sudah tidak ada Rizal di depan toilet, Lestari menarik nafas lega.

Lestari pun berjalan menuju gedung bioskop, mungkin saja film yang di tunggunya sudah di putar.

Didepan pintu masuk Lestari melihat pria yang memakai baju kotak kotak muda yang sama persis di kenakan Rizal ketika dia melihat pria itu di depan pintu toilet.

Jantung Lestari seakan berhenti berdetak, betapa tidak Rizal yang ada di depannya berjalan memasuki gedung bioskop yang sama, bersama dengan seorang wanita berjilbab tangan Rizal melingkar di pinggangnya.

Jadi Rizal datang ke tempat ini tidak sendiri, tapi mungkin dia bersama pacarnya.

Karena lingkaran tangan Rizal di pinggang wanita itu terlihat sangat mesra.

Tadi dia kirim pesan sedang di rumah sendiri saja, malah ingin mengajaknya pergi,

Ck ! Laki laki buaya ...

Pandai berbohong pandai bermain kata.

Sudah jelas dia bersama dengan wanita di gedung bioskop, bukan di rumah seperti yang di katakan dalam pesannya.

Lestari memasuki gedung bioskop setelah Rizal dan wanita yang bersamanya menghilang di kegelapan gedung, Lestari mencari kursi Lili, dan menghempaskan bokong di samping sahabatnya.

"Lama banget sih di toiletnya, tuh filmnya udah mulai" bisi Lily

Lestari tak menjawab, dia sibuk menahan butiran bening yang meleleh di ujung netranya.

***

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel