Pustaka
Bahasa Indonesia
Penulis
Ilhidayatul Husna
83.0K
Kata
2
Cerita

Cerita

Simfoni Takdir

1.0K·Ilhidayatul Husna

Rama, laki-laki yang sejak dulu Azia kagumi nyaris menjadi suaminya. Setelah Azia pulang dari Mesir, kedua orang tua mereka sepakat untuk menjodohkan anak-anaknya.Tapi Azia tidak bisa menerima perjodohan itu. Diam-diam ternyata Haura, adiknya mencintai Rama.Sebagai seorang kakak, Azia sangat ingin memberikan kebahagiaan untuk adik satu-satunya. Hingga pada akhirnya, Azia meminta Rama untuk menikahi adiknya. Lantas, apakah Azia benar-benar mampu untuk melepaskan kekasih hatinya? Lelaki yang selama ini ia sebut di dalam doa agar berjodoh dengannya. Azia sadar, menyebut nama seseorang di dalam doa adalah cara mencintai yang paling rahasia. Azia harap ia melakukan ini memang atas dasar keikhlasan. Bukan karena ingin mengharapkan agar digantikan dengan yang lebih baik."In syaa Allah saya ikhlas kamu menikah dengan, Haura.""Tapi saya hanya ingin menjadikan kamu istri saya, Azia. Apa ini artinya kamu menolak saya secara halus?"Azia menitikkan air mata. Sungguh ini bukanlah sebuah keputusan yang mudah.???Ramadhan Shidiq ArsyahlanHaura Mariam Az-zahraRaihana Azia QulaibahMarvin Immanuel PratamaAriel MuhammadArga Nugraha PradipnaLili Michaela Pradipna

RomansaTamat

Dear Melati

444·Ilhidayatul Husna

Romance - SpiritualManusia tidak ada yang diciptakan buruk. Hanya saja, Allah memberinya satu kekurangan dengan ribuan kelebihan. Terkadang, manusia hanya mampu mencemooh dengan perkataan yang begitu melukai, menganggap kekurangan adalah bentuk kesialan yang sedang menyamar sebagai hukuman Allah. Padahal, ini semua murni kehendaknya. Menciptakan sesuatu dengan tujuan yang baik. Kau merasa sedih saat tak punya sepatu? Bagaimana dengan mereka yang tidak punya kaki?Kau merasa sedih karena tidak memiliki cincin saat menikah?Bagaimana dengan mereka yang tidak punya tangan?Kau merasa sedih jika tidak punya anting?Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak punya telinga?Kau merasa sedih saat diberikan anak yang tidak sempurna?Bagaimana dengan mereka yang tidak punya anak?Kau merasa bangga karena kau punya harta berlimpah?Lalu bagaimana dengan langit yang tidak pernah sombong kepada buminya?Kau merasa sangat rendah di mata manusia?Lalu bagaimana dengan tanah yang tidak pernah lelah berdoa kepada langit untuk memberikan kehidupan pada manusia di bumi?***

RomansaTamat