Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 2

Natalie langsung marah setelah melihat Sean, "Menantu brengsek! Orang yang tak berguna! Sudah tujuh tahun lebih, kamu mau terus bergantung kepada putriku? Lebih baik aku memelihara seekor anjing penjaga daripada kamu! Kamu, bahkan anak sendiri juga tidak bisa menjaganya, benar-benar tidak berguna!"

"Orang yang mengejar anakku begitu banyak, semuanya sangat baik. Entah sihir apa yang kamu gunakan kepada anakku, hingga dia bisa menikah denganmu!" Natalie berteriak marah lalu berbalik dan berkata kepada Mega, "Dengar kata-kata Ibu, segera ceraikan laki-laki pecundang ini. Jangan menghabiskan waktumu untuk pria sampah sepertinya!"

"Benar, Kak, aku setuju!" Jennie menatap ke arah Sean dan lanjut berkata, "Biaya pengobatan Andin beberapa hari ini telah menghabiskan seluruh tabunganmu, tapi apakah dia pernah mengeluarkan uangnya sedikitpun? Orang ini tidak bisa disebut sebagai lelaki! Kudengar atasanmu yang bernama, Khair Alfarizky, tertarik kepadamu? Lebih baik kamu bersama dengannya!"

Biasanya Mega akan maju terlebih dahulu untuk memberhentikan setelah mendengar ucapan Ibu dan adiknya. Tapi sekarang ia masih saja belum membuka mulutnya. Ia sangat kecewa kepada Sean.

Laki-laki yang masih memiliki tangan dan kaki, tapi tidak berusaha untuk maju. Meskipun hanya bekerja sebagai satpam, Mega tidak akan mempermasalahkannya. Tapi saat anaknya sedang sakit berat, dia malah pergi untuk bermain?

Apakah dia masih memiliki hati dan rasa tanggung jawab?

Di saat ini, suster datang, da memandang Sean dan berkata, "Total biaya yang belum kalian bayar sekitar tiga ratus juta. Kalau hari ini tidak kalian bayar, pihak rumah sakit akan menghentikan pembeFikri obat kepada pasien."

Tanpa menunggu Mega membuka mulut, Sean mengangguk dan berkata, "Aku akan membayar biayanya hari ini."

Sean melirik kearah anaknya yang terbaring pucat dan tertidur di dalam ruang pasien. Selain sakit hati, tidak ada hal lain yang bisa dia rasakan.

"Cepat. Kalau sore ini belum membayar, akan dihentikan pembeFikri obat untuk pasien." Suster berkata dingin dan melihat remeh kearah Sean.

Setelah kepergian suster, Natalie berteriak, "Bajingan! Kamu? Berani berbicara hari ini membayarnya? Apakah kamu ingin anakku bermohon-mohon kepada orang-orang untuk meminjam uang? Sungguh tidak tahu malu!"

Jennie membalik bola matanya dan berkata kepada Mega, "Kak, saat perjalanan menuju kesini, aku telah menghubungi atasanmu, Khair. Seharusnya sebentar lagi dia tiba, dengan adanya Khair, masalah Andin akan selesai."

Mega baru saja ingin berbicara kepada Jennie, lalu terdengar suara langkah kaki dari belakang. Lelaki itu adalah Khair Alfarizky, berusia tiga puluh tahun lebih, dengan gaya yang sangat elegan. Dia adalah CEO Grup Arthaguna, juga merupakan atasan Mega.

Sean tidak terlalu peduli akan hal itu, karena dia juga adalah karyawan Grup Arthaguna. Hanya saja, Khair adalah CEO Grup Arthaguna, sedangkan dia adalah seorang satpam yang bertugas untuk menjaga pintu. Melihat kedatangan Khair, Sean mengerutkan dahinya.

Khair langsung mengabaikan Sean dan menyapa kepada Natalie dan Jennie. Ia terus menatap Mega dengan lembut dan berkata, "Mega, Jennie telah memberitahu kondisi Andin secara singkat. Andin anak perempuan yang begitu imut, namun dia tersiksa karena penyakit. Sungguh membuat orang merasa kasihan, kenapa kamu tidak memberitahuku masalah ini?"

Mega berkata dengan pelan. "Maaf, Pak. Aku tidak ingin merepotkanmu dengan masalah pribadiku."

"Kamu tidak perlu sungkan kepadaku. Kamu bawahan sekaligus teman yang cukup baik untukku. Jika bisa ku bantu, akan ku bantu masalahmu," ucap Khair dengan nada mengomel. "Aku dengar dari Jennie, kamu harus membayar biaya rumah sakit lagi. Berapa totalnya?"

"Tiga ratus juta," ucap Jennie terlebih dahulu.

Khair tersenyum senang dan berkata kepada Mega, "Kalau begitu, aku bantu kamu melunasi semuanya, anggap saja aku meminjamkannya kepadamu. Itu masalah kecil, kamu tidak perlu khawatir," Khair memandang Sean dengan raut wajah yang meremehkan.

Baginya, Sean hanyalah seorang satpam di kantornya, bagaimana mungkin cocok dengan Mega yang begitu cantik. Sejak lama, Khair memang sudah tertarik kepada Mega. Kecantikan Mega memang membuat semua lelaki normal menyukainya.

Tidak mungkin Mega tidak memahami pikiran Khair kepadanya. Rasanya, ingin sekali dia menolak, tapi setelah melihat anak perempuannya yang terbaring di dalam ruang inap ia tidak berani menolak tawarannya. Sean merasakan tatapan semangat Khair kepada Istrinya.

Dia dengan kesal berkata sambil mengepalkan tangannya, "Tidak perlu, aku akan membayar tiga ratus juta ini."

kemudian Mega marah, matanya memerah dan sambil berteriak, "Sean, masalah ini adalah nyawa anak kita. Apa kamu tidak sayang dengan nyawanya? Kita sudah tidak ada uang lagi, sekarang Pak Khair ingin meminjamkan tiga ratus juta kepada kita, mengapa kamu masih ingin menolaknya? Katakan kepadaku mengapa?"

Kepalan tangan Sean semakin erat, bahkan kukunya telah menusuk dagingnya. Tapi dia tidak merasakan kesakitan itu. Ada yang lebih membuatnya hatinya sakit, yaitu rasa tak berdaya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel