Ashley maid
"Brengsekk.. Bughh.. Bughh.. Bughh.. Kau pikir, aku pembantumu, hah" kesal Ashley, sesudah selesai membaca isi surat tersebut.
Ashley langsung menghadiahi Lucas pukulan. Dengan menggunakan map itu.
Lantas Lucas pun mencoba untuk menghindari serangan demi serangan Ashley.
"Heii.. Heii ada apa dengan mu. Kenapa kau memukulku seperti orang kesetanan" tanya Lucas heran.
"Yeahh. Kau benar, setan sudah masuk kedalam tubuhku dan ingin membunuh mu sekarang juga" timpal Ashley. Yang masih memukul Lucas tanpa henti.
Sedangkan Frans bergedik ngeri melihat Ashley memukul Lucas. Ia pun tidak mau ikut campur,
Akhirnya Frans pun berdiri untuk menghindar dari amukan Ashley. Ia tidak ingin menjadi korbannya lagi.
"Sweety, awww.. hentikan.." Lucas menutup wajahnya dengan punggung tangannya. Sebisa mungkin untuk Menghalau setiap pukulan yang Ashley berikan
Tetapi yang terjadi Ashley malah tersandung kaki Lucas dan terjatuh menubruk tubuh Lucas. Tepat di atas tubuhnya
Bibir mereka pun bertemu. Tanpa adanya Lumatan. Tatapan mata mereka bersidobrak. Menyelami keindahan mata mereka.
1 detik..
2 detik..
3 detik..
4 detik..
15 detik..
Di detik ke 15 Tidak ada satupun di antara mereka, yang mau melepaskan kontak mata. Mereka hanyut kedalam perasaan mereka.
Tak lama. Sebuah lumatan itu pun terjadi di antara mereka. Entahlah siapa yang memulainya. Mereka Memberikan Lumata-lumatan lembut. Menyesap, mendobrak dan mereka sama-sama memberikan akses untuk lidah masuk kedalam rongga mulut mereka.
Tangan Lucas menarik tengkuk leher Ashley. Agar lebih memperdalan ciumannya. Tanganya yang lain melingkar di pinggang Ashley. Supaya tubuh Ashley lebih merapat ke tubuhnya. Tanpa adanya cela sama sekali.
Frans yang berdiri tidak jauh dari Lucas. Melongo di buatnya. Frans tidak dapat berkata-kata. Saat melihat sahabatnya mencium Ashley begitu lembut. Berbeda dari biasanya. Saat Lucas bersama wanita jalangnya. Bukan sebuah lumatan lembut. Tetapi sebuah ciuman kasar dan bergairah.
Tetapi apa yang Frans lihat sekarang. Lucas begitu hati-hati memagut bibir Ashley dengan perasaan. Seperti seorang pria mencium kekasihnya. Tanpa adanya jeda.
Frans pun berpikir, mungkinkah. Sahabatnya ini, telah jatuh hati pada Ashley, jika memang, Frans akan selalu mendukung hubungan mereka. Sampai Lucas dan Ashley menikah.
••••••••••••••
Tak ada tanda dari mereka untuk melepaskan pagutan bibir mereka. Sampai Frans yang berdiri menyaksikan kedua insan berciuman. Berdehem untuk menghentikan aksi mereka. Ya secara tidak langsung. Frans menjadi obat nyamuk di antara mereka berdua.
Tentu saja, Frans tidak mau. Menyaksikan ciuman mesra Lucas dan Ashley. Membuat pikirannya kalut. Dan butuh sebuah penyegeran.
"Hmmm" Frans berdehem. Tetapi mereka tetap saja berciuman.
Frans pun mencoba lagi dengan sedikit menaiki intonasi dehemannya. Tetapi, mereka sama sekali tidak mempedulikan deheman Frans.
Sampai suara deheman ketiga Frans. Lucas dan Ashley tersadar. Dan Menarik bibir mereka masing-masing. Mereka Lupa, kalau di penthouse ini. Tidak hanya mereka berdua. Tetapi ada satu orang pria yang berada di dalam ruangan yang sama.
"Sudah puas berciumannya, tuan Franklyn dan nona Collins" Tanya Frans. Mengejek Lucas dan Ashley yang masih berada di atas tubuh Lucas
Ashley menoleh ke arah Frans. Yang tersenyum, mengejeknya.
Dengan cepat Ashley bangun. Dan duduk di sofa sebalah Lucas. Dan membenarkan sedikit rambutnya yang berantakan.
Sedangkan Lucas kesal terhadap sahabatnya. Yang telah menganggu aktifitasnya bersama Ashley. Lucas bersumpah, setelah ini, ia akan membuat perhitungan pada sahabat kurang ajarnya ini.
"Apa kau lupa. Aku masih berada di satu ruangan yang sama dengan kalian. Dan kalian. Malah asik berciuman di depanku, akhh sungguh sial sekali hari ku.. "- gumam Frans. Menjeda ucapan.- "Menjadi obat nyamuk buat kalian berdua. Sungguh kau begitu tega dan kejam pada ku Luke"- lanjutnya lagi. Mendramatisir ucapannya.
"Aku tidak menyuruhmu berada di sini. Kau sendiri yang betah berada di penthouseku, dasar peganggu sialan"- timpal Lucas. Tak ingin kalah dari Frans.
"Apa kau tidak ingat, siapa yang mengundangku semalam, dan mengancam akan membakar clubku, jika aku tidak datang ke penthousemu. Apa aku harus mengingatkanmu, Luke brengsek"- balas Frans. Menimpali ucapan Lucas tidak kalah sengit
"Ckk.. Jadi kau masih dendam padaku Wilberth"- tanya Lucas. Memicingkan matanya. Dengan sinis.
Belum sempat Frans menjawab. Kedua pria itu mendapati pukulan dari Ashley dengan menggunakan map yang berada di tangannya lagi.
"Plakkk" Satu pukulan di arahkan ke Lucas, tepat di sebelahnya.
"Plakk" Satu pukulan lagi, Ashley arahkan ke Frans yang tidak jauh posisinya dari sofa yang mereka duduki.
"Aww, kenapa kau senang sekali memukulku" kata Frans. Protes atas tindakan Ashley yang memukulnya
"Kenapa, kau ingin protes hah"
"Protes pun juga percuma. Yang ada, aku malah mendapatkan pukulan lagi" Kata Frans, pasrah
"Bagus, jika kau sadar. Sekarang kau duduk di sebelah Luca, ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan ke kalian berdua"- perintah Ashley. Yang langsung di turuti oleh Frans.
Frans pun duduk berdampingan dengan Lucas. Menunggu Ashley berbicara. Tanpa ada rasa curiga sama sekali
Beda halnya dengan Lucas. Lucas sudah pasti tau, apa yang akan Ashley bicarakan nantinya. Hanya tinggal menunggu Ashley angkat bicara.
Map yang berisi surat kesepakatan, Ashley lemparkan kemeja. Ia menatap kedua pria itu dengan sinis. Sambi bertolak pinggang.
"Siapa yang membuat surat kesepakatan ini, tanpa melibatkanku sebelumnya" Tanya Ashley. Mengintimidasi kedua pria itu.
Lucas dan Frans terdiam, Tak ada jawaban yang keluar dari mulut kedua pria itu. Mereka hanya saling menunjuk. Dan saling menyalahkan.
"Baiklah, jika kalian berdua tidak mau mengaku, tapi jangan salahkan aku. Untuk melakukan hal yang tidak kalian suka"- kata Ashley, mengambil kembali map yang berada di atas meja dan membawa mapnya. Dan lantas pergi dari hadapan kedua pria itu.
Lucas dan Frans mencerna setiap ucapan Ashley. Sampai Frans pun mendengar umpatan Lucas.- "Oh.. Shit, Ashley, map, siall, tamat sudah hidup ku"- kata Lucas. Ia pasrah dengan hidupnya di tangan Ashley nantinya.
Sedangkan Frans bertambah bingung dengan ucapan Lucas. Ia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tidak mengerti sama sekali.
•••••••••••
Isi surat kesepakatan itu Ashley ubah. Dan ada beberapa point yang Ashley tambahkan disana.
Setelah puas dengan isi suratnya. Ashley kembali ke dalam ruang tengah penthouse. Dan melihat kedua pria itu masih berada disana.
BerBeda dengan wajah Lucas yang cemas. Melihat Ashley tersenyum tanpa dosa.
Sesampainya disana Ashley melemparkan map itu ke meja dan menyuruh Lucas untuk membacanya.
Lucas menerima dan membacanya dengan begitu teliti. Sampai pada poin kedua. Lucas berteriak tidak terima.
"Whattt... Kau menyuruhku menjadi pembantu mu" protes Lucas tidak terima.
"Kenapa. Bukankah itu setimpal. Kau mengatur jamku. Dan meminta izin padamu kemana pun aku pergi, jadi itu hal yang wajarkan" jawab Ashley. Tanpa peduli protesan dari Lucas.
Lucas lanjut membaca point-point selanjutnya. Sampai ia berhenti membaca di point kelima
"Sialan.. Apa kau sedang memerasku hah, 5000 dollar/perhari" Lucas mengusap wajahnya, Frustasi dengan isi suratnya.
Sementara Ashley hanya menimpali lucas dengan mengangkat bahunya. Tak peduli dengan keadaan Lucas yang frustasi.
Lucas pun melanjutkan bacanya. Yang sempat terhenti. Membaca setiap penggalan kalimat-kalimat yang tertulis di kertas itu. Hingga sebuah sangsi jika di antara mereka melanggar point-point yang sudah tertulis jelas di atas kertas itu.
Tak lama Ashley pun memberikan Pulpen pada Lucas. Untuk Lucas membubuhkan tanda tangannya di samping tanda tangan Ashley.
Surat Kesepakatan
Antara pihak pertama : Lucas Samuel Franklyn
Dan pihak kedua : Ashley Gabriella Collins.
1. Pihak pertama, memberikan kebebasan pihak kedua untuk melakukan apa saja di penthouse ini, terkecuali di dalam ruang kerja pihak pertama.
2. Pihak pertama harus, membersihkan penthouse ini sendiri. Tanpa harus melibatkan pihak kedua. Dan tidak boleh di bantu oranglain
3. Pihak kedua harus meminta ijin terlebih dahulu. Jika ingin keluar penthouse.
4. Tepat pukul 10 malam. Pihak kedua harus segera pulang ke penthouse, atau pihak kedua tidak di izinkan masuk kedalam penthouse.
5. pihak pertama harus memberikan uang jajan nomil $5000 dollar perhari ke pihak kedua. Dan tidak boleh kurang sedikitpun.
6. Pihak pertama dan kedua harus tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing
7. Pihak pertama dan kedua harus berjaga jarak. Tidak ada kontak fiksi ataupun sebagainya.
Surat kesepakatan ini, di buat atas dasar. Kesepakatan bersama. Dengan poin-poin yang sudah di sepekati sebelumnya.
Jika pihak kedua melanggar point 3 dan 4, pihak pertama akan memberikan hukuman untuk pihak kedua. Begitupun pihak pertama jika melanggar point 2 dan 5, pihak kedua akan memberi sangsi keras pada pihak pertama.
Setelah selesai membubuhkan tanda tangannya. Lucas menghela nafas panjangnya. Tanpa mau melihat tatapan dan senyum Ashley yang mengejeknya.
Ashley tersenyum puas melihat. Tanda tangan Lucas. Ashley sangat puas mengerjai Lucas kali ini.
Tidak sia-sia, Ashley merubah isi surat kesepakatan itu. Walaupun Lucas sempat protes. Tapi Ashley tidak mempedulikan protesnya.
Semuanya belum selesai. Masih ada satu pria. Yang harus Ashley beri pelajaran. Siapa lagi kalau bukan Frans sahabatnya Lucas.
Ia tersenyum penuh arti pada Frans. Sementara Frans, yang melihat senyum Ashley merasa ada yang mengganjal dalam dirinya.
Perasaan yang tidak enak datang begitu saja. Sebisa mungkin Frans menepis rasa yang mengganjal itu. Berpikir positif. Untuk tidak terperngaruh dengan senyuman Ashley.
Ashley sedikit membungkukkan badannya. Dan berbisik.- "jangan berpikir, aku akan melepaskan mu begitu saja. Terimalah hukaman yang akan ku berikan padamu.- "Ashley mengeluarkan Apron dan serbet dari balik punggung tubuhnya Yang ia sembunyikan melalui tangannya dan memberikan apron dan serbet itu ke Frans.
"Terima ini. Dan lakukan tugasmu"
"What.. Maksudmu" Tanya Frans tidak mengerti.
"Apa aku harus menjelaskannya padamu. Hah. Ini hukam untukmu. Yang telah berani mengejekku. Dan kau Luke." tunjuk Ashley. "Kau letakan dimana 2 box cemilanku. Apa kau sengaja tidak membayarnya. Dasarr pelit"-kata Ashley. Menanyakan dua box besar yang ia beli semalam.
"Kenapa kau mengataiku pelit huh, makanan mu tidak akan hilang, aku menyuruh orang manaruhnya di lemari pendingin, sebelum kita sampai di penthouse"-
Ashley menganggukan kepalanya. Lantas ia pun pergi menuju dapur meninggalkan mereka berdua. Yang heran terhadap tingkah Ashley.
••••••••
"Kenapa kau tidak bilang, kalau gadis itu lebih berbahaya dari singa" tanya Frans. Kesal dengan sikap Ashley yang seenak jidatnya
"Percuma, aku menjelaskannya padamu. Kau tidak akan mengerti. Lebih baik kau menuruti ke mauannya dari pada. Singa itu mengamuk lagi" Lucas pun bangun dan pergi meninggalkan Frans sendiri. Yang tengah Frustasi. Dengan nasibnya.
"Akhh siall.. Benar-benar siall.." mau tidak mau Frans menuruti Ashley tanpa adany bantahan sedikit pun. Dengan terpaksa ia mengikuti perintah Ashley walaupun hatinya menolak dengan tegas.
