BAB. 2 MASA DEPAN PENERUS BANGSA
BAB. 2 MASA DEPAN PENERUS BANGSA
WEJANGAN KUNO
Saat semua teman kuliahnya bekerja dan menuntut ilmu di perguruan tinggi yang sama Sang Narendra Sanggrama malah bersikap Dinamis, tidak seperti teman lainnya yang hidup statis menjalakan aktivitas pada zona yang nyaman dan aman di Selatan Sumatera Kota.
Perbedaan yang terlihat adalah Narendra Sanggrama sekalipun bersikap terhadap teman tak berbeda dengan Dosen di Perguruan Tinggi Swasta sifatnya yang Dingin dan Cenderung tenang menjadi Intrik bagi Sang Dosen untuk dekat terhadap hidupnya yang dinilai bagian dari Doktrinisasi terhadap Karakter Narendra Sanggrama.
Apalagi banyak Dosen yang ingin dekat terhadap karakter Narendra Sanggrama yang hidup penuh Misteri.
Selama di Kampus, Dosen selalu berpartisipatif terhadap Narendra Sanggrama dengan berbagai Prestasi yang saat ini belum di samai oleh mahasiswa manapun sejak ia Lulus di Akademisi karena Prestasi yang dapat di andalkan dalam Dunia Akademik Kampus.
Narendra Tercatata Menjadi Ketua Posko KKN memimpin rekannya di Wilayah Pelosok Selatan Sumatera mengembangkan Disiplinier Keilmuan pada tahun 2016/2017, Menjadi Ketua Pimpinan Monev atau Monitor dan Evaluasi di Disiplinier Keilmuan di semua Kecamatan Selatan Sumatera yang di sponsori oleh Kampusnya pada tahun 2016/2017, Menjadi Mahasiswa Terbaik selama bertugas di Lapangan Mengembangkan Disipliner Keilmuan yang di Sponsori Kampusnya di tutup dengan Pidato Kemahasiswaan Narendra Sanggrama pada tahun 2016/2017, Menjadi Ketua Pimpinan Mahasiswa yang dikirim ke Mahkamah Konstitusi RI 2017/2018 mewakili kampusnya, Menjadi Ketua Tim Analisis Mahasiswa di Mahkamah Konstitusi RI pada tahun 2017/2018, Menjadi Mahasiswa dengan Nilai Teratas Mengungguli Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Hasanudin, Universitas Islam Bandung, dan Universitas Terkemuka lainnya yang ikut serta berkompetisi dengan mendapat Pengakuan Langsung dari Kepala Biro Badan Kepegawaian dan Kehumasan Mahkamah Konstitusi RI pada saat itu Dr.Arshinta Fitri Diyani, S.H.,M.H mewakili Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi di dampingi Inspektorat Lainnya di bidang Pengujian Akademik Ruang tertutup Panel Mahkamah Konstitusi RI.
Pengakuan Dewan Analisis dan Peneliti Dr. Aliyah Harumdani Widjaja, S.H., M.H bahwa Narendra Sanggrama adalah "Mahasiswa yang berbakat bahkan seumur hidup baru kali ini menemukan Mahasiswa yang mampu membawa Tim yang benar-benar di akui oleh Dewan Inspektorat Kelembagaan Mahakamah Konstitusi, Saya Bangga sebagai Mentormu, tetap Percaya pada Dirimu Sendiri". itulah kalimat Penutup yang disampaikannya.
Bukan hanya bidang Akademik di Akademisi yang ia tempuh, pekerjaan yang dijalani selalu menorehkan banyak pengakuan, Menjadi Direktur Pemberitaan, Ketua Koordinator Badan Pusat Statistik, Pelayanan Konsumen di bidang Finance, yang semuanya dia dapatkan dalam Tempo yang singkat yang orang lain belum ada yang menyamai rekor tersebut di Wilayah Selatan Sumatera pada usia yang sangat muda di bawah 25 tahun atau berkisar 22 tahun.
Bahkan saat itu Kepala Badan Pusat Statistik Selatan Sumatera meminta secara Langsung Permohonan Editorial tentang dirinya agar di buat menggunakan tangan Narendra Sanggrama, "Saya Sangat Ingin Ananda Membuat Rangkuman berupa Editorial, yang Saya Rasa Penting untuk Saya Apabila Ananda Bersedia". karena sudah menganggapnya sebagai Anak yang berpotensi untuk dunia akademisi yang lebih berkompeten lagi.
Kembali pada Dosen Narendra Sanggrama, yang Mengajaknya Makan di Salah Satu Taman Kota di Selatan Sumatera yang terkemuka saat itu, penuturannya yang tidal lain keluar dari mulut sang dosen dan tidak pernah terucap pada Mahasiswa lainnya, "Jangan Menjadi Katak dalam Tempurung, seadainya Adinda Mampu Menjadi Harimau yang Berperang di Medan Laga". Saya Melihat Anda Mampu melakukan itu, disamping usia Adinda yang masih sangat muda sangat perlu Menempah diri di Luar sana, sebagai Persiapan menyambut sebuah Perubahan yang Signifikan'.
Mengingat begitu banyak Jalan dan Rintangan yang sudah di hadapi di kota kelahiran, dan sebuah keinginan yang mulia adalah jalan berpikir seseorang untuk lepas dari Zona Nyaman dan Aman guna menemukan Siklus Kehidupan yang Mapan itulah Jalan Hidupnya semasa di Kota Kelahiran Sang Narendra Sanggrama.
SUMATERA - CENTRAL JAVA
Berangkat dari sebuah Pengalaman Muda Sang Narendra Sanggrama, berkesempatan menjadi Dosen Muda atau Junior Teacher di Perguruan Tinggi Swasta Universitas Katolik Semarang pada tahun 2018/2019.
Menganggap Instansi dan Lembaga Pemerintahan adalah Kalangan Pejabat yang terlalu berbelit dan Menyusahkan banyak Kalangan Masyarakat di Menengah Bawah membuat Narendra Sanggrama enggan berspekulasi dan berkeinginan masuk kedalamnya.
Ditambah Keyakinannya bahwa bidang Akademik hanyalah sebuah Strata yang Membatasi Pergaulan dengan Kalangan Elemen Lapisan Masyarakat yang sangat Menjunjung tinggi Budaya dan Budi Leluhur Bangsa tentang Etika.
Mengahabiskan Waktu Periode tahun 2019 dengan Membaur terhadap Budaya dan Etnil Masyarakat Jawa, Narendra Sanggrama ikut serta Bercocok Tanam Padi, Membaur dengan Masyarakat, Memberi Pakan dan Memelihara Hewan Ternak seperti Sapi dan Ayam, Mengajar anak usia dini di bidang Akademik Umum dan Agama secara Umum di desa Kakeknya Jawa Tengah.
Hal terpenting selama berada di Jawa Narendra Sanggrama sangat menyerap pengetahuan di bidang Pertanian, Budaya, Budi Pekerti, dan Eksistensi warga.
Masyarakat Jawa berprinsip sangat mencintai Tanah Air dan Negara dengan begitu erat Politisasi Lokal Jawa, adalah "Memilih Bangsanya sendiri Apapun yang terjadi, daripada harus mempercayakan Sesuatu terhadap Bangsa yang Belum teruji Nilai Budaya dan Budi Pekerti di kalangan Masyarakat budaya Jawa".
Itulah Mengapa Banyak Pemimpin Negara terlahir dari Latar Belakang dan Budaya Jawa yang dinilai sangat Merakyat dan Mencitai banyak Rakyat di Tengah Populasi Masyakat Jawa sebagai Paku Bumi Indonesia dengan 1/3 Indonesia adalah Mayoritas Suku Jawa.
JAKARTA - KALIMANTAN - PAPUA
Setelah berlarut di Jawa Narendra Sanggrama Melalang Buana ke Ibukota sebagai Upaya Mendapat Pengetahuan, Wawasan, dan Mengembangkan Pengalaman agar Lebih Peka dan terasah di Nusantara tanah air tercinta.
Tepatnya di Jakarta Selatan, Kantor Pusat Perkebunan Sawit teebesar di Indonesia Narendra Sanggrama menjadi Staff dan terjun ke Lapangan untuk membantu Kontribusi Perusahaan Melebarkan Sayap ke Jaringan Bisnis yang lebih baik lagi.
Periode 2019 hingga 2020 Lamanya Narendra Sanggrama di tugaskan di Wilayah Tengah Kalimantan sebagai Petugas Lapangan yang mengorganisir pekerja agar lebih berkontribusi bagi Perusahaan teesebut.
Berdinas dengan Masyarakat di Tengah Kalimantan yang Cenderung masih Primitif tentang Pengetahuan, banyak di penuhi Bukit dan Perhutanan diantara Perkebunan Sawit yang harus di kembangkan.
Narendra banyak mendapat Pengetahuan bahwa Indonesia adalah Negara Terkaya di Dunia dengan Potensi sebagai Pemilik Sumber Daya Alam terbesar di dunia Melalui Perkebunan Sawit.
Hutan Lindung, Cagar Alam dan Budaya, Perumusan Taman Nasional, Lahan Ulayat atau Adat, Tanah Sengketa, Pribumi Pemilik tanah Suket Desa adalah Perihal kesenjangan Pemerintah terhadap Pengelolaan Perusahaan Swasta yang Penuh dengan Banyak Pertanyaan sebagai upaya Monopoli Perdagangan secara Paksa.
Pemukiman Pekerja yang Kumuh, Masyarakat yang Keteebelakangan Ekonomi, Eksploitasi Tenaga Kerja dan Sumber Daya Alam, Timbal Balik yang tidak Sesuai, Hukum yang sewena-wena adalah Praktik di Lapangan yang nyata.
di Perbatasan Barat Kalimantan Bertemu dengan Diplomasi Malaysia untuk Penangkapan Masyakata Migrasi Ilegal dan Penampungan di Central Kalimantan adalah Upaya yang tepat, selain Masyarakat yang terjebak dalam Monopoli Penguasaan Pengusaha juga Keresahan Negara Perbatasan sebagai Dalih Kompetisi Antara Indonesia-Malaysia sebagai Produsen Nomer Satu Sawit terbesar di Dunia
Di Pinjamkan Ke Papua Perusahaan Pengelolaan Sawit yang diolah menjadi Barang Jadi di sebuah Perusahaan Swasta menjadikan Narendra Sanggrama yakin bahwa Negara ini benar-benar Negara Kolam Susu yang Kesejahteraannya di wakili oleh Pihak lain.
Mobil Dinas, Motor Dinas, Rumah Dinas, dan Jaminan Kesejahteraan hidup di tengah Lahan Hutan Sengketa, Keserakahan Penguasa, dan Penindasan Rakyat, membuat geram Sang Narendra Sanggrama.
Pulang Ke Jakarta, Mengundurkan Diri dari Pekerjaan dan Melepas semua Fasilitas Semu adalah Jalan Pintas bagi Narendra Sanggrama dengan Penuh Kepercayaan Diri bagi seorang anak muda yang labil akan pergolakan hidup.
Penyakit Corona yang Mengguncang Negeri ternyata tak membuatnya goncang sekalioun pekerjaan pengganti belum didapatkan.
Pengetahuan dan Pengalaman yang kian bertambah rupanya memupuk rasa percaya diri dan mental baja bagi Narendra Sanggrama.
Semua yang terjadi baginya hanya Konspirasi untuk mengeksploitasi tanpa menggunakan hati untuk memperkaya diri sendiri.
Perjudian, Prostitusi dan Semua yang sifatnya Labil, Semu, Instan adalah Khyalan Semata bagi Penikmat Kekuasaan dan Rakyat adalah Konsumen yang Nyata.
KEPERCAYAAN ORANG ASING JALAN MENUJU MAFIA
Habis Manis Sepah di Buang, itulah yang terjadi dengan Narendra Sanggrama di akhir pengalamannya sebagai Anak Muda yang Melalang Buana di Nusantara.
Ibukota, Jakarta adalah Cakrawala karenanya semua orang penjuru dari berbagai belahan pelosok desa banyak mempertaruhkan hidup dan bekerja.
Asal tidak memilih kerja, ada makanana apapun di nikmati, tahan terhadap cuaca kerna kondisi untuk menghidupi perut demi bertahan hidup selalu dialami oleh anak rantauan.
Narendra Sanggrama Kembali ke Jakarta dengan Membawa Tas berisi Pakaian buat kerja, menggiring langkah kakinya menuju ke sebuah utara arah jakarta.
Tidak Bermodal ijazah, yang ada mau bekerja dengan penuh rasa dan semangat baja, Narendra Sanggrama di pekerjakan di Pelabuhan sebagai Seorang Penjaga Kapal yang mengantar Logistik ke Kapal-Kapal Pencari Ikan yang Nantinya Kapal tersebut akan Berlayar ke Samudera untuk Mencari berbagai Hasil Laut guna mendapat Upah dari Pengusaha.
Ikut serta dikirim di Kapal Ikak sebagai Koki, Layaknya sebuah Penjara, dirinya seperti tangan Kanan Sipir di Kapal Menyiapkan dan Mengatur Pola Makan Kapten dan Anak Buah Kapal di dalamnya.
banyak perlakuan oleh orang tionghoa yang berperan sebagai Kapten Kapal mencari Nafkah, Eksploitasi Kerja tanpa Memandang Cuaca, Mendapat Makan apabila Hasil ikan yang Banyak, dan Upah Pekerja para Anak Buah Kapal yang Semaunya.
Kembali di Daratan Utara Jakarta semua Informasi di Laporkan kepada Pengusaha tapi yang terjadi para penghuni kapal di ganti, Anak Buah Kapal terlantar pergi dari Haluan, Kapten membela diri agar Narendra Sanggrama di Pecat Alhasil Narendra Sanggrama tidak beekerja bersama Kapten namun Tinggal di Pelabuhan Sebagai Pengelola Kapal itulah Keputusan Pengusaha, Penguasa atas Kapal-Kapal Koloninya.
Sampai Akhir 2024 reputasi Narendra Sanggrama sangat vital dalam menjalankan dan mendistribusikan keperluan di Lapangan dalam menjalankan bisnis Para Penguasa Kapal di Pelabuhan.
Setiap Kapal pulang barang di Jarah karena semua logistik yang lama harus di ganti dengan yang baru, para preman pelabuhan ikut makan hasil jarahan, anak buah kapal ikut makan hasil jarahan, semua senang tapi tidal berlanjut begitu lama.
Banyak Belajar tentang semua yang ada di Pelabuhan, Harus kuat terhadap Lingkungan, bermental baja mampu mengayomi yang lemah itulah perilaku Narendra Sanggrama setelah Pengaruhnya banyak di kagumi Penguasa dari Kalangan Pengusaha asing Tionghoa, Perizianan yang di balik layar penuh dengan Kemajumakan Suap, Uang, dan Koloni semata terhadap keinginan untuk menjadi Kaya, di segani Preman Pelabuhan, dan Banyak di Kenal warga Sekitar Utara Jakarta, Akhirnya dengan Lapang Dada Narendra Sanggrama Memutuskan Mencari Pekerjaan Lainnya.
Berhenti dan mendapat Pengalaman berharga menjadikan yakin bahwa semua perairan teritorial indonesia sangatlah indah dengan begitu banyak Sumber Daya.
MAFIA MODERN
Narendra Sanggrama bertemu sahabat lama di daerah Jakarta Selatan dan Pusat mengumpulkan masing-masih dana membentuk sebuah organisasi terselubung di dalamnya.
terdapat sepuluh orang anggota di masing-masing organisasi sesuai struktur dan peran di setiap daerahnya.
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi adalah Teknik Pemasaran Mulanya, sehingga apabila semua terkontruksi dan berjalan akan sangat besar peluang menguasi bisnis pasar dan menjelma menjadi Penguasa.
Sebagai Pemimpin Mafia di sebuah Organisasi yang menaungi bisnis Ilegal, ternyata Narendra Sanggrama adalah benar-benar Ahli Strategi karena sangat mengerti Lapangan.
Menjalankan Bisnis Perjudian Online dengan memakai teknologi yang sulit di lacak karena tidak sesuai dengan peta antara tempat beroperasi dan peta kantor organisasi yang sudah di program sedemikian rupa.
Praktek Perjuadian Online yang semakin berkembang Pesat melibatkan banyak aparat, Oknum-Oknum pekerja dari kalangan Prostitusi, dan sahabat-sahabat yang berasal dari kalangan birokrat alumni sekolah, juga di karenakan banyak kebimbangan masyarakat akan lapangan kerja yang susah di dapat, keperluan bertambah banyak, dan banyak terjadi Putus Hubungan Kerja dimana-mana akibat Instabilitas Politik dan Pemerintahan.
Menyebabkan Bisnis Judi Online kian menjelma sebagai Bisnis terlarang yang di gemari warga, layaknya sosok Dewi Fortuna.
Lambat-Laun Sanggrama Narendra sudah tidak beroperasi layaknya semula, semua bisnis di pegang oleh orang terpercaya.
Sekalipun Banyak Jenderal dan Anak Buah yang ditangkap dirinya tetap tenang seperti tidak terjadi masalah.
DUTA BESAR NEGARA
Menjelma sebagai Bandar Judi alias Mafia menjadikan Narendra Sanggrama semakin luas memiliki jaringan dan relasi dalam setiap sisi
Kalangan Birokrat, Aparat Pemerintahan, Tokoh Politik hingga Para Menteri- Menteri dan Elemen Pejabat kelas Atas juga dekat dengannya.
Sekian Lama Merantau Melalang Buana rupanya tak Lupa akan Kampung Halaman tercinta, Narendra bahkan pulang layaknya orang biasa bukan sebagai Mafia yang dikenal karena Eksistensinya.
Ayah dan Ibunya telah Meninggal Dunia, Adik Laki-Lakinya bekerja sebagai seorang Teknisi dan Rumah Makan.
Lalu, melalui tangan Kanannya Narendra Sanggrama berharap dapat membantu keduanya, agar di kemudian hari menjadi orang kebanggaan bagi keluarga dan kampung halaman.
Narendra Sanggrama Akhirnya menjadikan Kedua Adiknya Seketika Orang Penting dalam Negara, yang satu adiknya menjadi Seorang Pengusaha, Arsitektur ternama, dan yang satunya adalah Seorang Angkatan Militer Kelas Perwira.
Bersama Narendra Sanggrama Lalu ketiganya seperti "Trisula" yaitu Tiga Saudara Laki-Laki yang sukses dengan Karakter dan Pengalaman berbeda.
Samudera adalah Adik Keduanya berparas Tampan Melebihi Narendra Sanggrama, selain sebagai Seorang Pengusaha dan Arsitektur ternama, Narendra Menjodohkan dengan Anak seorang Tokoh Masyarakat di Desa Kakeknya dan Menjadi Seorang Kepala desa di Daerah Central Jawa.
Satria adalah Adik bungsu Narendra Sanggrama yang kemudia ia jodohkan dengan Anak Seorang Teman Lamanya di daerah Sumatera Kota selain menjadi Seorang Perwira Muda, juga suatu saat dapat menjaga relasi dan pengaruh Narendra Sanggrama di Kota dan Kampung Halaman tercinta tempat mereka di Lahirkan.
Perkenalannya dengan Seorang Tokoh Politik Negara yang Mulanya cerita Khayal Belaka justru membawa sebuah Awal dari Konspirasi sebuah Kepemimpinan akan Penguasa Negara.
Sebuah Organisasi Politik yang memiliki Citra Permata dengan Banyak Pendukung dan berbagai Kepentingan di dalamnya membawa Narendra Sanggrama ke dalam Kancah Perpolitikan Negara.
Di dukung semua Adiknya yang Masing-masing di rasa punya sebuah Kewajiban, Tanggungjawab dan Pengaruh di Wilayahnya Narendra Sanggrama akhirnya menjalani sebuah Cita - Cita besar demi mewujudkan Cita-Cita Luhur warisan Ayahnya.
Mendukung Partai Bercitra Permata dan Mengenal Sosok Mas Bagus Dirgantara Narendra Sanggrama yang kental akan Kehidupan Strata Lapisan Masyarakat dan tidak asing dengan Dunia Lapangan Serta Analisis Data membawa Kemajuan yang Signifikan.
Aspirasi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Ibukota Jakarta di lain sisi Pengaruh Finansial Narendra Sanggrama sebagai Mafia, Dukungan dari Kedua Adiknya, serta Sahabat Lamanya sangat mendekatkan Narendra Sanggrama pada Kekuasaan Negara.
Partai dan Figur bercitra Permata pada akhirnya memenangkan Kontestasi Pemilihan Umum Rakyat selama Lima Tahun Periode Kepemimpinan Selanjutnya.
Setelah Figur Partai Bercitra Permata Naik Tahta, Narendra Sanggrama di Lantik menjadi Duta Negara.
Di Kemudian Hari Narendra Sanggrama Menikahi Gadis Pilihannya Seorang Jelita bernama Putri Dewi Santika anak seorang yang juga Tokoh Masyarakat di daerah Central Jawa
MENTERI SWASEMBADA
Karir yang cemerlang karena kinerja Narendra Sanggrama sebagai Duta Negara dalam menjalankan Diplomasi dan permasalah mendorong kemajuan Bangsa Presiden akhirnya mengangkat Narendra Sanggrama sebagai Menteri Pertanian Negara.
seperti pepatah mengatakan "Pucuk di Cinta Ulampun Tiba" tak disangka memiliki latar belakang sebagai Mafia Ibukota, Pengalaman Hidup yang penuh dengan Kata jauh dari Cahaya Membawa kehidupan Narendra Sanggrama menjadi Orang Mulia.
Belum Habis Masa Jabatannya sebagai seorang Duta Negara yang dinilai mendapat pangkat Kenaikan Luar biasa tentu menjadi tantangan tersendiri.
Selama Kepemimpinannya sebagai Menteri Negara bidang Swasembada atau Pertanian, Kehidupan Masyarakat menjadi Sejahtera, Petani Mendapat perhatian secara Khusus dalam mengelola Modal dan Lahan Pertanian, Negara selalu Ekspor Beras karena Hasil petani yang Melimpah, Harga Beras yang murah mempengaruhi harga lainnya yang ikut murah sehingga daya beli masyarakat menjadi bertambah.
MAHAMENTERI MUDA
Mengawali Karir Kancah Perpolitikan di balik layar sebagai Aparatur Pemerintahan bukan Tokoh Politik tidak membuat Narendra Sanggrama ragu di percaya oleh Pemerintahan khususnya melalui Mandataris Presiden Langsung.
Ikut serta Mengantarkan Langsung seorang Tokoh Figur Partai Bercitra Permata Bagus Dirgantara menjadikan dirinya sebagai orang yang sangat dekat dengan Presiden Pilihan Rakyat tersebut.
Namun semua "Track Record" tentang apa yang dilakukan dan dicapai menjadi kekhawatiran tersendiri di sela-sela pencalonan kembali Bagus Dirgantara sebagai Presiden untuk Kedua Kalinya dalam Pemilihan Umum.
Melalui Sidang Umum tertutup, Bagus Digantara Menyampaikan sebagai Presiden bahwa dirinya dirasa masih di cintai rakyat dan berhak melakukan pencalonan diri sebagai Presiden melalui Pemilihan Umum dari Partai Bercitra Permata.
Demikian Mengenai Semua Menteri yang Bertanggung Jawab atas semua Bidannya Masing-Masing tentu di Akhir Masa Jabatan akan di Lakukan "Resuffle" mengingat tentang solidaritas menteri yang juga nantinya akan tetap ikut berjuang pada periode selanjutnya.
Selesai Rapat Narendra Sanggrama, setiba di kediamannya mulai menggambar situasi politik tentang kedudukannya sebagai menteri akan tergeser.
Kemudian Bagus Dirgantara secara pribadi mengirimkan surat yang berisi undangan untuk membicarakan mengenai kemungkin yang terjadi tentang Pemilihan Umum Presiden secara Langsung di Akhir Jabatannya sebagai Presiden.
Secara Pribadi Narendra Sanggrama memberikan pandangannya sebagai Menteri Swasembada bahwa semua yang dilakukannya banyak mendapat dukungan masyarakat agar di periode selanjutnya dapat di terealisasi kembali semua program yang berjalan.
Untuk itu Narendra Sanggrama secara pribadi memberitahukan kepada Bagus Dirgantara bahwa Pencalonan Presiden Kedepan lebih baik dengan melobby semua partai yang ikut berkompetisi dalam Pemilihan Umum sehingga Masa Jabatan Periode Selanjutnya akan tetap di Jabat oleh Bagus Dirgantara.
Menciptakan Calon Tunggal dalam Pemilihan Umum akan menimbulkan sebuah Sejarah bangsa di kemudian hari dan Aib, Oleh karenanya lebih baik apabila Menciptakan Lawan Bayangan yang Cenderung Lebih Memprioritaskan Bagus Dirgantara sebagai Presiden terpilih Melalui penunjukan Langsung Bagus Dirgantara tentang Calon Lawan Pemilihan Umum sebagai Presiden di Masa Jabatan Selanjutnya.
Semua Saran di jalankan sebagaimana strategi dan konspirasi yang sudah terencana, sebagai Calon Petahana Pemilihan Umum Presiden, Bagus Dirgantara hanya melawan satu Calon yang merupakan orang Bagus Dirgantara Sendiri guna Melunakkan pandangan Masyarakat agar lebih dominan memilih Bagus dirgantara sebagai Presiden di periode Selanjutnya.
Suksesi berlanjut Bagus Dirgantara Melalui Pemilihan Umum Serentak secara Langsung berjalan Mulus tanpa sebuah hambatan yang berarti, dirinya kembali terpilih sebagi Presiden Periode selanjutnya 2039-2043.
Sebagai Balas Jasa dan Kontribusi, setelah resmi pengangkatan di Tahun yang sama Narendra Sanggrama melalui Mandaris Negara dipilih Oleh Dewan Aspirasi Rakyat melalui Rekomendasi Langsung Bagus Dirgantara sebagai Presiden terpilih, Narendra Sanggrama di Lantik Menjadi Menteri Koordinator Investasi dan Kesejahteraan Ekonomi Rakyat periode 2039-2043 atau Mahamenteri Muda dalam Periode Kedudukan Jabatan di Sejarah Demokrasi Nusantara.
Mahamenteri Muda yang menjamin kesejahteraan Rakyat yang penuh akan sebuah problema tentang latar belakang sebagai bandar judi yang akan memberi kemakmuran bagi Bangsa dan Negara.
Kepercayaan dan Keyakinan tentang hidup adalah bukan perihal yang kaya dan miskin dan yang muda atau tua melainkan tentang "siapa yang masih dapat bertahan untuk tetap hidup".
Generasi muda adalah Penerus Bangsa boleh jadi dahulunya seseorang menjadi Anak Kecil yang di Kesampingkan oleh Banyak Pihak Kemudian Menjadi Srigala yang begitu menakutkan di Medan Perang layaknya Mahamenteri Muda, Bandar Judi.
