Pustaka
Bahasa Indonesia

Tahta

35.0K · Tamat
Walker Danny
26
Bab
269
View
8.0
Rating

Ringkasan

Prahara Cita-Cita dan Ambisi besarnya membawa kepada pergolakan fenomena sosial, Karakternya yang kuat, gigih, tangguh dan jenius dapat melalui semua rintangan pengembaraan waktu

actionTuan MudaPengembara WaktuSupernatural

BAB. 1 LATAR BELAKANG

BAB. 1 LATAR BELAKANG PANGERAN TANPA MAHKOTA

Asal -Usul dan Kelahiran

1. Asal-Usul Keluarga

Ayahnya bernama Bramono, yang Lahir pada tanggal 17 Agustus 1967, dari Pasangan Jasman dan Katemi di daerah Jawa di dekat dataran tinggi daerah yang bernama Morotopo.

Jasman Bekerja sebagai Kaming Tuwo dalam bahasa jawa atau biasa disebut Kepala bidang Pemerintahan Desa, selain mengurus berbagai macam kepntingan desa dan membantu mengatur urusan warga, Jasman juga sibuk menanam padi, memberi pakan ternak, serta berbisnis jual-beli rumah di desanya.

Jasman secara silsilah merupakan keturunan langsung dari pelopor perintis desa, dan keturunan ulama besar di daerah Jawa Tengah.

Katemi, sehari-hari bekerja membantu suaminya menanam padi dan memberi pakan ternak sapi serta mengurus keempat anaknya yang semuanya adalah laki-laki.

Saat Bramono berusia Tiga tahun, ia sudah menjadi anak piatu, ayahnya yang bernama Jasman Wafat ketika peristiwa pemberantasan organisasi terlarang yang ingin kudeta terhadap pemerintahan Orde Lama Presiden Sukarno.

Bramono semasa remaja banyak menghabiskan waktu bersama dengan Paman dan Kemenakannya.

Dalam Keluarga diantara Saudara Laki-laki, Bramono adalah Anak yang paling tinggi tingkat pendidikannya yaitu Sekolah Dasar Kelas Lima.

Sekalipun tidak sempat menyelesaikan Pendidikan Sekolah Dasar di Desanya, Bramono sehari-hari menyibukkan diri dengan membantu Kebutuhan Keluarganya.

Bersama Pamannya Bramono ikut warga mengambil Pohon Jati yang menjadi sengketa teehadap desanya, oleh karena itu sangat hati-hati apabila mengambil pohon jati yang nantinya akan dijual kepada orang guna memenuhi kebutuhan hidup, karena apabila tertangkap aparat maka dapat dihukum penjara dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu Bramono Remaja juga menyempatkan diri untuk bermain bersama teman sebayanya di Mushola Desa sambil belajar Ilmu Agama.

Bramono di didik Pamannya tentang Bercocok Tanam Padi dan Memberi Pakan ternak Sapi, tidak hanya itu Bramono juga di beri kepercayaan Paman dan warga untuk mengawal Sapi ternak yang akan di Jual ke Pasar dengan Imbalan Upah apabila telah Selesai Melakukan Transaksi Jual-beli Sapi.

Kemudian Bramono Bersama teman sebaya, ingin Merantau ke daerah lain mencari kehidupan yang lebih baik, karena ketiga saudara tuanya sudah merantau ke luar desa dan ada yang sudah lebih dahulu berkeluarga.

Bramono akhirnya merantau ke daerah Selatan Sumatera namun ketika pulang ke kampung halaman semua temannya tidak lagi melanjutkan perjalanan merantau di karenakan ada yang menikah dan hidup mendiami keluarga di desa.

Lambat laun berjalannya waktu Bramono berinisiatif untuk melanjutkan menyelesaikan Sekolah Dasar hingga Sekolah Lanjut Tingkat Akhir sambil bekerja di daerah Selatan Sumatera.

Kembalinya Bramono ke Kampung Halaman selain memberikan uang untuk keperluan Ibunya yang sudah tua juga membantu membangun Rumah Ibunya yang di nilai sudah tidak layak.

Namun, karena kasih sayang Ibunya yang terlalu besar menginginkan Bramono seperti saudara tuanya untuk disegerakan menikah dan mendiami desa.

Bramono secara Halus menolak di karenakan ada hal impian yang harus dia capai untuk mengembalikan kejayaan keluarganya yang sudah sirna sejak kepergian ayahandanya.

Ibunya yang Bernama, Marnila Putri adalah Wanita Cantik Jelita yang Lahir pada 19 November 1977 di Solo, Jawa Tengah merupakan keturunan Ningrat dari Ibunya yang bernama Sugiyem binti Karyadimeja dengan Kertadikrama yang merupakan Abdi Dalem Keraton.

Marnila Putri sedari Remaja sudah menjadi Kembang Desa kemudiam ikut merantau bersama saudari tuanya ke daerah Selatan Sumatera kota.

Marnila Putri Bekerja sebagai Kasir di salah satu Mall terbesar di Selatan Sumatera Kota dan Tinggal bersama dengan Saudara tuanya.

pada suatu hari Bramono yang tinggal di sekitaran daerah Selatan Sumatera Kota, juga sering datang ke Mall Selatan Sumatera Kota untuk belanja keperluan hidup Sehari-hari yang akhirnya mempertemukan kedua insan tersebut.

Waktu singkat berlalu mereka berkenalan, dan Bramono Melamar Marnila Putri di Selatan Sumatera Kota dan Hidup membangun Keluarga Kecil.

2. Kelahiran

Narendra Sanggrama, adalah Nama yang di berikan Ayahnya karena Mencintai budaya Jawa dengan penuh Makna dan Filosofi tersendiri.

Narendra memiliki arti Putra Dewa Indra, Sanggrama adalah Rama yang artinya kuat dan Berkedudukan sehingga memadukan arti Narendra Sanggrama adalah Seorang Putra Terhormat yang Memiliki Jiwa dan Raga yang Kuat dalam menjalankan Prinsip.

Lahir pada 16 Januari 1997 pada masa pemerintahan Orde baru di indonesia sudah mulai tenggelam, di sebabkan Ekonomi Krisis Moneter karena ketidakstabilan Politik dan Pemerintahan yang terjadi.

Pada Masa itu Lahirnya di ceritakan Seperti Layaknya Kisah Budaya Jawa, Petir Menggelegar, Angin Besar datang, Paceklik Air Bersih di tengah kehidupan yang sedang dilanda ketidakstabilan Perekonomian seperti Layaknya Kelahiran Dewa Indra pada Masanya.

Narendra Sanggrama juga memiliki Dua adik Laki- Laki sekandung, Satu Ayah dan Satu Ibu dengannya.

MASA KECIL

Pada saat usianya masih balita, Narendra Sanggrama di Rawat dan diasuh silih berganti baik oleh Kemenakan Ibunya maupun rekan dari Ayah dan Ibunya.

Narendra Sanggrama saat masih Balita di rawat pertama kali oleh seorang ibu rumah tangga yang memiliki suami sebagai seorang Kepala Pimpinan Polisi Resort di daerah Selatan Sumatera yang merupakan Rekan Ayah dan Ibunya.

Karena Ayahnya Narendra Sanggrama yang Bekerja sebagai Manager Logistik di Perusahaan Swasta yang bergerak pada Kontruksi Bangunan maka sudah wajar apabila Narendra Sanggrama sangat jarang bertemu dengan Ayahnya yang sibuk bekerja dan Pindah Tugas di temani Sang Ibu.

Bahkan Rekan Ayah dan Ibunya yang Mengasuh Narendra Sanggrama sangat senang tinggal bersama mereka karena selalu di selimuti rasa bahagia, selain memang belum mempunyai anak, keduanya sangat merasakan bahwa kehadiran Narendra Sanggrama selalu membawa kebaikan, rezeki, dan terkadang mereka merasa dapat menyelesaikan setiap masalah yang datang bagi keluarga mereka pada saat Narendra Sanggrama tinggal bersama mereka.

Kepala Kepolisian daerah Provinsi di Selatan Sumatera Mereka terkena suatu Masalah yang menyebabkan Mutasi hingga di gantikan oleh Kepala Kepolisian Resort daerah di Selatan Sumatera yang juga mengasuh Narendra Sanggrama dan Sang Istri kemudian Pindah ke daerah Provinsi Kota Selatan Sumatera hingga pada Akhirnya Narendra Sanggram di Asuh dan di Titipkan kepada Mantan Anak buah Sang Ayahnya yang dulu ikut bekerja Ayahnya namun sudah pensiun.

Mantan Anak Buah Ayahnya sangat gembira saat Narendra Sanggrama di Asuh oleh mereka, selain mereka sudah merasa berisitirahat bekerja mereka dapat menghibur diri dengan mengasuh Narendra Sanggrama.

Setelah beranjak dan tumbuh Narendra Sanggrama sudah mulai bersekolah di salah satu Taman Kanak- Kanak daerah Selatan Sumatera hingga Mantan Anak buah Ayah dan Ibunya tersebut wafat.

Karena Sudah menginjak masa Taman Kanak-Kanak Narendra Sanggrama kemudian di Asuh Oleh Kemenakan Ibunya yaitu Sepupu tua dari pada Narendra Sanggrama.

Sepupu tua Narendra juga Sekolah Menengah Atas seraya mengasuh Narendra Hingga Lanjut ke Sekolah Dasar.

MASA REMAJA

Sepupu Narendra Sanggrama yang sedang mengenyam pendidikan Sekolah Mengah atas hingga Akhirnya Menyelesaikan Pendidikan sambil bekerja juga mengawasi pertumbuhan Narendra Sanggrama, hingga Narendra Sanggrama menyelesaikan Pendidikan Sekolah Dasar.

Guru Sekolah Dasar Narendra, memberikan Apresiasi yang di wakili wali murid, yaitu Sepupu tua Narendra Sanggrama menyatakan bahwa Narendra Sanggrama adalah Anak yang Jenius dan berperilaku Teladan sehingga teman-teman dan Lingkungan Narendra Sanggrama sangat memuji Narendra Sanggrama.

Selama Kurang Lebih Tiga tahun dari Tamat Sekolah Menengah Atas, sambil bekerja dan Mengasuh Narendra Sanggrama, Sepupu tua Narendra Sanggrama mengajak Narendra Sanggrama Kembali kepada Ayah dan Ibunya dikarenakan Sepupu tua Narendra Sanggrama ingin merantau ke daerah lain guna Melanjutkan Studi Pendidikan yang Lebih tinggi.

Sekembalinya Narendra Sanggrama kepada Ayah dan Ibunya, Narendra merasa sudah nyaman tinggal di daerah dimana ia sekolah dan diasuh oleh orang lain sampai dengan ia menginjak Sekolah Menengah Pertama.

Tempat Kelahiran, Sekolah, di Asuh dan beradaptasi dengan Lingkungan yang dulunya adalah tempat ayahnya bekerja baginya adalah Kehidupan yang sudah menyatu dalam dirinya.

Ayahnya Narendra Sanggrama, sedemikian rupa sudah merintis daerah tempat tinggal Narendra Sanggrama karena latar belakang ayahnya yang juga sebagai Manager Logistik Kontruksi Perusahaan Swasta juga sudah mengenal elemen lapisan masyarakat di derah Selatan Sumatera.

Sehingga Elemen Lapisan Masyarakat dapat menghargai Narendra Sanggrama selayaknya jasa Sang Ayah sebagai perintis daerah tersebut.

Narendra Sanggrama Melanjutkan Sekolah Menengah Pertama sebagai Murid yang Rajin, Teladan, dan Mengisnpirasi banyak teman di Sekolahnya.

Disisi Lain Narendra Sanggrama sudah mulai berpikir bahawa Ayah dan Ibunya yang selalu berpindah Tugas juga sudah mempunyai keturunan lain, sebagaimana kedua Adik Laki-lakinya yang harus di penuhi kebutuhan akan pendidikan sama seperti dirinya dan hal tersebut dapat mengurangi beban pikiran orangtua baginya.

Nadendra Sanggrama, sebenarnya tidak asing bermain bersama teman wanita namun ia lebih sering bergaul dengan teman laki-laki baik disekolah ataupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Oleh karena hal itu Narendra Sanggrama yang Memiliki sikap dingin, Lembut, jenius di sekolah mendapat perhatian khusus dari anak perempuan yang sebaya dengannya.

Beberapa anak perempuan sangat mengagumi sifat dan sikap yang dimiliki oleh Narendra Sanggrama namun selama itu juga Narendra Sanggrama selalu menanggapi secara santai sebagaimana teman lainnya.

Guru Sekolah Menengah Pertama Narendra Sanggrama bahkan terkadang di buat kaget, dengan sikap dan perlakuan murid wanitanya yang berharap dapat memberikan perhatian balik dari Narendra Sanggrama.

ANAK EMAS DI DESA

Masuk di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Favorit, menjadi beban tersendiri bagi Narendra Sanggrama, karena harus belajar ekstra untuk dapat beradaptasi dengan keilmuan agama yang lebih detail lagi.

Narendra Sanggrama hanya di bekali ilmu agama secar teori dan praktek dari berbagai guru mengaji di tempatnya tinggal, karena selama sekolah sebelumnya ia belajar bidang keilmuan umum.

Jurusan Ilmu Sosial adalah Jurusan yang Narendra Sanggrama ambil pada saat Sekolah Menengah Atas di Madrasah.

Selain Jurusan tersebut merujuk pada ilmu sosial ternyata memang semua murid berbeda dengan Jurusan Pengetahuan Alam yang dinilai Kurang Pergaulan terhadap Lingkungan.

Prestasi Sekolah selama di Madrasah yaitu Menjadi satu- satunya murid laki-laki yang masuk ranking Dua Besar di Madrasah, satu-satunya murid yang mewakili sains bidang Ekonomi dan Geografi pada tingkat Provinsi Selatan Sumatera strata Sekolah Menengah Atas.

Kejeniusan, Kepintaran, dan Sifatnya yang dingin membuat banyak gadis Sekolah Menengah Atas yang jatuh cinta padanya, bahkan ada yang berani mengungkapkan perasaan secara terbuka di depan kelas hanya demi mendapat perhatian dari Narendra Sanggrama.

Di Lingkungan Masyarakat tempat ia tinggal, dirinya menjadi sosok yang berpengaruh selain dekat dan hangat kepada masyarakat, sikapnya yang ramah, Narendra Sanggrama juga menjadi tempat bercurah hati para Pejabat Desa seperti Ketua Rukun Warga dan Tokoh Masyarakat Lainnya.

Ketua Tokoh Masyarakat banyak yang meminta masukan, saran terhadap kinerja dan hal-hal yang harus di kembangkan dalam ruang lingkup hubungan masyarakat yang ada di Desanya.

Hal tersebut menjadi Julukan tersendiri bagi Narendra Sanggrama, selain di nilai mempunyai bakat kepemimpinan yang turun dari Ayahnya, dirinya juga di ketahui merupakan sosok yang sangat pintar di Sekolah, bahkan banyak masyarakat yang menganggapnya sebagai Sosok Penerus Desa, karena Pemikirannya yang bisa melebihi batas pemikiran orang dewasa dan anak seusianya.

Organisasi Politik yang juga sangat berpengaruh di Pembangunan Desa tempat ia tinggal, Narendra Sanggrama selalu di tawari untuk menjadi Pengurus ataupun Pengelola Organisasi Politik.

Peranan Organisasi Politik di Desa selaku Fasilitator atas Pembangunan Jalan, dan Lain sebagainya menjadikan Narendra Sanggrama berpikir bahwa Organisasi Politik adalah Wadah yang tepat bagi masyarakat untuk menyalurkan Aspirasi dan suara yang dinilai peran pemerintah terhadap masyarakat sangat kurang memperhatikan masyarakat karena sikap pemerintahan di daerahnya yang begitu kaku dan Lambat terhadap pembangunan.

Masyarakat memberi Julukan sebagai " ANAK EMAS" yang selalu memberi harapan bagi masyarakat dan pendorong akan potensi Desa serta menjadi Pelopor Pembangunan Desa sebagaimana dahulu peran Ayahnya sebagai Pelopor dan Perintis Desa.

Bab.5 Bekerja dan Kuliah di Tengah Krisis Karakter

Pergaulan dinilai mempengaruhi bagaimana potensi individu ke depan dalam membangun jaringan agar menjadi individu yang lebih peka terhadap lingkungan dan sebagai jalan untuk mewujudkan suatu harapan yang ingin di capai, begitulah pemikiran Narendra Sanggrama saat usai menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas dengan Predikat Sangat Memuaskan.

Karakter Masyarakat yang sangat kental akan pikiran bahwa berpendidikan tinggi hanya dapat diraih dengan susah payah dan sama sekali tidak menjanjikan sesuatu hal yang begitu "wow" terdengar bagi kalangan masayarakat ke bawah.

Banyak Anak Muda yang mengabiskan masa muda dengan hura-hura, pacaran bebas, bekerja semaunya, dan menganggap kalo kedepan tidak akan ada suatu perubahan yang berarti dalam hidup.

Narendra Sanggrama, sempat memulai karier pada bidang Komunikasi tepatnya sebagai "ANNOUNCHER"atau biasa di sebut pembawa acara di salah satu Stasiun Radio Swasta di daerah Selatan Sumatera Kota.

Kuliah di Perguruan Tinggi Swasta terbaik di daerah Selatan Sumatera Kota, dengan Studi Ilmu Pemerintahan menjadi Motivasi bahwa Kesenjangan dan Keterbelakangan Masyarakat di Indonesia adalah sebab ketidakstabilan terhadap pergolakan Politik dan Pemerintahaam di sela-sela Angka Buta Huruf masyarakat karena Pendidikan hingga buta akan Politik di Negeri Sendiri.

Karir Lain yang sempat ia coba adalah Lembaga instansi Pemerintahan "Badan Pusat Statistik" dengan jabatan sebagai Koordinator Wilayah Pemetaan, Strategi Analisi data dan Sensus Ekonomi Masyarakat di Selatan Sumatera Kota dengan Catatan Staff Kontrak, karir ini menjadi pekerjaan sampingan baginya karena di salah satu Stasiun Radio Swasta di Selatan Sumatera Kota dirinya masih tercatat sebagai Staff tetap.

Dirinya sempat menjalin Asmara dengan Beberapa gadia Kampus di berbagai bidang Studi Keilmuan tapi semuanya Kandas karena di Narendra Sanggrama selalu sibuk akan pekerjaannya dan pembelajaran di Kampus.

Di Radio, salah satu Stasiun Radio Swasta Selatan Sumatera Kota, Manager Radio memiliki permasalahan yang mengancam tentang reputasinya bukan hanya di mutasi sebagai Manager namun pihak pimpinan pusat meminta untuk mengundurkan diri apabila permasalahan tersebut tidak dapat diatasi oleh Manager Narendra Sanggrama, karena Kejeniusannya pula Narendra Sanggrama di minta membantu Manager yang tengah di rundung kegelisan, sehingga pada Akhirnya Masalah tersebut dapat di Selesaikannya dengan Bijak.

Menjadi "News Director" atau Kepala Media Pemberitaan di Stasiun Radio karena pernanya sebagai sumbangsih atas permasalahan yang dapat terselesaikan dengan baik oleh Narendra Sanggrama, seharusnya Narendra Sanggrama sudah mampu memimpin sebagai Manager dengan permasalahan tersebut di karenakan belum memiliki ijazah perguruan tinggi maka hal tersebut juga menjadi faktor penghambat dirinya untuk bisa memimpin Radio tempatnya bekerja.

Pekerjaan yang Sibuk selain membuatnya harus banyak menjalani Asmara yang selalu Kandas, ternyata tidak membuatnya kehilangan waktu untuk belajar di Kampus, tercatat sampai dengan Kuliahnya selesai, Narendra Sanggrama menjadi Mahasiswa Laki-laki Kampus yang memiliki Nilai tertinggi di Bidang Studi pada Era Angkatannya dengan Hasil Sangat Memuaskan.

AKHIR KULIAH DAN PEKERJAAN DI TEMPAT KELAHIRAN

Mengakhiri Kuliah dengan segenap Prestasi, Karier cukup Gemilang, dan Banyak Asmara yang Kandas karena Keterbatasan Waktu.

Berkarir di Dunia Gelap, terdengar begitu pekat namun itulah keadaan yang dijalani Narendra Sanggrama, mencoba keberuntungan di Bidang Finance atau Pendanaan sebagai seorang"Debt Collector".

Narendra Sanggrama, tercatat sebagai Debt Collector dengan Jabatan "Junior Coordinator" di salah satu Lembaga Pendanaan Swasta Terbaik yang ada di Selatan Sumatera Kota.

Selama Tiga bulan Percobaan dirinya akan di Janjikan sebagai Staff tetap dalam Lembaga tersebut dengan Syarat dan Ketentuan yang berlaku.

Sebelum Tiga Bulan Lamanya, Kurang lebih berjalan Sebulan Lima Belas Hari dirinya mendapat Surat yang berisi Pengangkatan Staff tetap dalam bidang Debt Collector dengan Jabatan Junior Coordinator.

Bidang tersebut sekalipun adalah hal yang berbeda dengan bidang pekerjaan lainnya, namun seketika dapat beradaptasi dengan baik oleh karena banyaknya dukungan dari Senior, juga memang karena Prestasinya yang dapat mengatasi Setiap Tugas yang di Berikan Pimpinan berhubungan dengan Perusahaan Pendanaan tersebut.