5
Tenda yang didirikan ini terlihat begitu kasar dan asal - asalan.
Tanah di sekitarnya dipenuhi rumput liar dan batu - batu kecil, menandakan bahwa tempat ini benar - benar tidak dipersiapkan dengan baik.
Jelas sekali, ini bukan tempat yang layak bagi seorang pengantin.
Meng Lanyue berdiri di depan pintu tenda, mengamati sekelilingnya dengan teliti.
Setelah menilai tempat ini, ia tak bisa berkata apa - apa.
Sepertinya, memang inilah tempat tinggalnya mulai sekarang.
Semoga keadaan tidak semakin memburuk.
Jika situasi menjadi lebih buruk dari ini, ia mungkin tidak akan sanggup bertahan lama.
Sambil menghela napas panjang, ia berbalik, berencana berbincang dengan Liu Xiang untuk segera merapikan tempat ini.
Jika tidak, saat malam tiba, mereka berdua benar - benar hanya bisa tidur di atas tanah.
Namun, begitu ia berbalik, ia langsung melihat Liu Xiang menangis terisak - isak.
Tangisannya tanpa suara, tetapi tubuhnya bergetar hebat, seolah benar - benar putus asa.
Meng Lanyue melihatnya dari atas ke bawah, kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
Ia tidak tahu harus mengatakan apa untuk menghiburnya.
Bagaimanapun, menangis pun tidak akan mengubah keadaan.
Mata Liu Xiang semakin memerah saat ia menatap Meng Lanyue, air matanya semakin deras mengalir.
"Tuan Putri Ketiga… kita benar - benar sudah hancur."
Meng Lanyue mengangkat alisnya sedikit.
"Kenapa kamu berpikir begitu?"
Apakah menjadi pengantin di sini berarti kematian?
Jika iya, apakah itu berarti ia bisa kembali ke dunia asalnya?
Liu Xiang mengusap wajahnya dengan tangannya yang gemetar, suaranya semakin lirih.
"Tuan Putri Ketiga… mungkin Anda sudah lupa, tapi… di dalam kamp militer, hanya ada satu jenis perempuan yang diizinkan berada di sini."
Meng Lanyue menyipitkan matanya.
"Perempuan seperti apa?"
Liu Xiang menggigit bibirnya, sebelum akhirnya mengucapkan dua kata dengan suara penuh ketakutan.
*"Jūn Jì." (军妓)
Meng Lanyue tertegun.
Untuk sesaat, otaknya terasa kosong.
Jūn Jì?
Seorang prostitusi militer, perempuan yang ditugaskan untuk melayani para prajurit.
Seorang wanita yang dipaksa menjadi hiburan bagi pasukan.
"Jadi, kamu ingin mengatakan… bahwa aku… akan dijadikan seperti itu?"
Liu Xiang menangis semakin keras, tubuhnya bergetar.
"Itulah satu - satunya jenis perempuan yang bisa ada di dalam kamp militer…!"
Namun, Meng Lanyue tidak langsung panik.
Ia mengamati tenda reyot di depannya.
Jika memang tempat ini diperuntukkan bagi seorang "Jūn Jì", bukankah seharusnya tempat tinggalnya jauh lebih… ‘berwarna’ dan ‘menarik’ bagi para prajurit?
"Perempuan seperti itu tinggal di tempat seperti ini?"
Liu Xiang terisak, lalu menggelengkan kepala.
"Tidak, hamba juga pernah mendengar bahwa Jūn Jì mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik. Tempatnya dihiasi kain warna - warni…"
Ia melongok ke dalam tenda yang bobrok, dan jelas tempat ini tidak seperti yang ia bayangkan.
Sangat berantakan, sangat kotor. Sangat sengaja dipesulit.
"Baiklah," ujar Meng Lanyue sambil menyilangkan tangan.
"Menurutku, sejauh ini kita hanya sedang dipersulit. Tetapi… menjadi Jūn Jì? Sepertinya itu tidak akan terjadi."
Namun, ia terdiam sejenak, sebelum melanjutkan,
"Kecuali… "
Mata Liu Xiang terbelalak lebar.
"Kecuali apa?!"
Nada suaranya penuh dengan kecemasan.
"Kecuali… aku melakukan sesuatu yang salah."
Meng Lanyue menatap Liu Xiang, perlahan memahami posisi dirinya di tempat ini.
Dari semua yang dikatakan Liu Xiang, dari sikap orang - orang di sepanjang perjalanan, hingga perlakuan yang ia terima sejak awal, jelas bahwa pemilik tubuh ini sebelumnya bukanlah wanita yang ‘terhormat’.
Dia mungkin wanita yang penuh skandal, seorang yang dicap hina oleh masyarakat.
Seorang wanita yang tidak tahan kesepian.
Dan wanita seperti itu… hanya perlu melakukan satu kesalahan kecil saja, maka kehancurannya akan menjadi kenyataan.
Jika ada seseorang yang berniat menjebaknya, mereka hanya perlu menunggu dia berbuat sesuatu.
Liu Xiang menelan ludah, matanya yang sembab menatap Meng Lanyue dengan sangat ketakutan.
"Tuan Putri Ketiga… bisakah Anda tidak melakukan apa pun? Tolong?"
Nada suaranya nyaris memohon.
Namun, bukannya menjawab dengan serius, Meng Lanyue justru tersenyum.
"Sulit dikatakan."
Liu Xiang menatapnya dengan ekspresi ketakutan yang semakin menjadi.
Punggungnya terasa dingin, dan bulu kuduknya berdiri.
Jika keadaan benar - benar seperti yang dikatakan Meng Lanyue, maka mereka berdua bisa hancur hanya dalam hitungan waktu.
Tenda itu terlalu buruk untuk dihuni.
Tanah dipenuhi rumput liar, batu - batu kecil, dan bahkan serangga merayap di mana - mana.
Liu Xiang segera merapikan pakaiannya dan masuk ke dalam untuk membersihkan tempat itu.
Sementara itu, Meng Lanyue berdiri di luar tenda, mengalihkan perhatiannya ke beberapa peti yang dibuang begitu saja beberapa meter darinya.
Menurut kabar, semua ini adalah ‘mas kawin’ - nya.
Ada lebih dari sepuluh peti besar, ukurannya tidak kecil.
Apa yang ada di dalamnya?
Dalam bayangannya, mas kawin di zaman kuno pasti sangat mewah—seperti yang sering ia lihat dalam drama sejarah.
Penuh dengan perhiasan emas, kain sutra, atau barang - barang berharga lainnya.
Ia melangkah mendekat dan mencoba membuka salah satu peti yang tidak terkunci.
Begitu kunci logam kecil dilepas dan tutup peti didorong ke belakang…
Bau busuk langsung menyerangnya!
Meng Lanyue segera menutup mata dan melangkah mundur, berusaha menghindari bau menyengat itu.
Ia menoleh ke samping, menarik napas dalam - dalam untuk mendapatkan udara segar, sebelum akhirnya menoleh kembali untuk melihat isi peti tersebut.
Dan ternyata…
Di dalam peti itu terisi penuh dengan sepatu dan kaus kaki bekas yang busuk!
Benar - benar lusuh dan menjijikkan!
Sepatu - sepatu itu rusak parah, sobek, berlubang, dan penuh kotoran.
Bahkan sebagai seorang dokter yang sudah sering menangani pasien dengan berbagai penyakit aneh, Meng Lanyue baru kali ini menyadari bahwa bau kaki manusia bisa seburuk ini.
Dengan kesal, ia menutup peti pertama, lalu beralih ke peti berikutnya.
Kali ini, ia sudah bersiap.
Sebelum membuka peti, ia menahan napas.
Dan benar saja—isinya masih sama!
Lusinan sepatu dan kaus kaki busuk, mengeluarkan bau yang lebih menyengat dari yang sebelumnya.
Meng Lanyue mendongak ke langit dengan putus asa.
Benar - benar luar biasa!
Kini, ia semakin yakin seperti apa ‘dosa’ pemilik tubuh ini sebelumnya.
Penghinaan ini begitu jelas dan terang - terangan.
Bahkan orang yang otaknya lamban pun bisa mengerti maksudnya.
Namun, satu hal membuatnya penasaran.
Sejauh yang ia ketahui, masyarakat kuno biasanya lebih konservatif dan feodal.
Wanita yang memiliki skandal biasanya hanya akan disingkirkan secara diam - diam, bukan dihina sekejam ini.
Kecuali…
Zaman ini tidak seketat yang ia bayangkan.
Atau…
Ada alasan khusus yang membuat semua orang ingin mempermalukan dirinya seperti ini.
"Tuan Putri Ketiga, lebih baik kita buang saja semua ini. Hamba lihat ada tempat bagus di belakang bukit."
Liu Xiang mengangkat batu dari dalam tenda dan membawanya ke luar, kemudian secara tidak sengaja melihat Meng Lanyue masih berdiri di sana, menatap tumpukan sepatu dan kaus kaki busuk dalam peti.
Entah kenapa, hati Liu Xiang terasa sedikit tidak enak.
Di ibu kota, semua orang menyebut Meng Lanyue sebagai ‘wanita hina’.
Namun, melihat tumpukan penghinaan di depan mata, ia tetap merasa bahwa ini terlalu kejam.
Meng Lanyue menutup peti, lalu tersenyum tipis.
"Mas kawinku ternyata hanyalah tumpukan sepatu dan kaus kaki rusak. Menarik juga."
Bagi orang lain, mungkin ini adalah penghinaan yang menyakitkan.
Tetapi bagi Meng Lanyue, ini hanya menunjukkan betapa kreatifnya orang yang melakukan ini.
Liu Xiang menggigit bibir, lalu berkata, "Tuan Putri Ketiga, sebenarnya semua mas kawin asli sudah diambil oleh Nona Besar. Ia menggantinya dengan barang - barang ini."
Meng Lanyue melirik Liu Xiang. "Nona Besar?"
Liu Xiang buru - buru menunjuk dua peti di sisi lain.
"Tapi dua peti ini berbeda. Di dalamnya ada pakaian dan sepatu Anda. Hamba sudah melihatnya."
Meng Lanyue menoleh ke arah dua peti yang dimaksud.
Sejenak, ia hanya bisa terdiam.
Dari belasan peti yang ada, hanya dua yang berisi barang - barang pribadi.
Dan sisanya? Semua dipenuhi dengan sepatu dan kaus kaki busuk.
Orang yang melakukan ini benar - benar luar biasa.
"Nona Besar…" Meng Lanyue mengulanginya pelan.
"Seharusnya, dia adalah kakakku, bukan? Kenapa dia melakukan ini?"
Jika niatnya hanya untuk mempermalukan dirinya, bukankah sebagai saudari kandung, dia juga akan terkena dampaknya?
Liu Xiang tampak gelisah, jelas ia tahu sesuatu.
Meng Lanyue menghela napas, lalu kembali melirik ke arah deretan tenda militer yang menjulang megah di kejauhan.
Di sana, terdapat dunia yang sepenuhnya berbeda dari tempatnya saat ini.
"Bicaralah."
Ia menatap Liu Xiang.
"Aku kehilangan beberapa ingatan penting, jadi sekarang hanya bisa mengandalkanmu untuk memberi tahu kebenaran."
Jika Liu Xiang tidak menjelaskannya, ia tidak akan bisa menebak seberapa ‘dramatis’ masa lalu pemilik tubuh ini.
Liu Xiang menundukkan kepala, tampak ragu.
Setelah berpikir sejenak, ia akhirnya mendongak dan berbicara dengan suara pelan.
"Karena… karena Tuan Putri Ketiga dulu pernah berselingkuh dengan suami Nona Besar."
"Uhuk! Uhuk!"
Meng Lanyue hampir tersedak oleh udara.
Ia mengira hanya ada persaingan atau pertengkaran kecil antara saudara perempuan.
Tapi siapa yang menyangka alasannya seburuk ini?!
Liu Xiang mundur sedikit, wajahnya tampak canggung.
Matanya penuh kewaspadaan, takut Meng Lanyue akan tiba - tiba marah dan meledak.
Meng Lanyue menenangkan dirinya, lalu berkata dengan nada tak percaya,
"Benarkah? Aku… berselingkuh dengan suami kakakku sendiri?"
Ia merasa pemilik tubuh ini benar - benar luar biasa.
Tidak hanya membuat skandal besar, tetapi juga melakukannya di dalam keluarga sendiri.
"Apa dia tidak pernah mendengar pepatah bahwa kelinci tidak makan rumput di sarangnya sendiri?"
Liu Xiang tidak berani bernapas terlalu keras, hanya bisa mengangguk perlahan.
"Semua orang tahu. Bahkan Nona Besar memergoki kalian berdua di atas ranjang."
Meng Lanyue menghela napas panjang.
Sekarang, ia mengerti kenapa penghinaan ini begitu besar.
Bukan hanya karena pemilik tubuh ini terkenal buruk, tetapi juga karena ia telah melakukan sesuatu yang benar - benar merusak kehormatan keluarganya.
Ia tidak bisa membantah apa pun.
Karena dengan status seperti itu, siapa pun pasti akan dihina dengan cara yang sama.
"Baiklah."
Meng Lanyue menatap peti - peti yang berisi sepatu busuk itu.
"Sekarang aku mengerti kenapa semua orang sangat membenciku."
Dan juga, kenapa ia harus dikirim jauh ke Xijiang sebagai pengantin dari pria yang bahkan bukan pria sejati.
Semua ini bukan hanya hukuman.
Ini adalah penghapusan total dari eksistensinya.
Mereka ingin Meng Lanyue lenyap.
