Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 2 HEWAN BUAS BABI KAKI EMAS TINGKAT DUA

BAB 2 HEWAN BUAS BABI KAKI EMAS TINGKAT DUA

Berkelebat bayangan hitam dan kuning ternyata babi hutan berkaki emas salah satu hewan buas tingkat dua dihutan Loyuan, menerkam salah satu murid klan Ye yang dibelakang rombongan dan langsung dicabik-cabik oleh makhluk tersebut, melihat hewan buas tingkat dua para murid dan Ye Long dan tiga saudaraya ada yang ketakutan dan siaga. Melihat kesempatan rombongan saudaranya masih sibuk dengan hewan buas iblis tingkat dua tersebut. Dengan gemetar seluruh tubuhnya, dan menguatkan hati bergerak cepat berpaling lari terus tampa sadar kedalam hutan dan masuk wilayah tengah hutan Loyuan, kabar yang tersiar dari turun menurun para sesepuh masa lalu bahwa didalam hutan Loyuan, ada sebuah makhluk buas yang berkuasa didalamnya, dan banyak gunung yang tinggi dan jurang yang dalam dihutan tersebut.

Sepeninggalnya Ye Tian dari rombongan yang Ye Long, Ye Long bersama saudaranya dan murid-murid klan Ye, berhadapan dengan babi kaki emas hewan buas tingkat dua dengan besar tinggi tiga meter panjang lima meter, yang sudah mencabik-cabik murid klan Ye yang bernama Ye Tong anak dari tetua klan yang bernama Ye Lanchen. Ye Long dengan siaga mudur dan babi kaki emas tingkat dua tersebut berlari menyeruduk dengan maksud mencabik-cabik Ye Long, Ye Long pun dengan sigap mengeluarkan jurus tapak besi dari klan Ye tingkat satu, yang sudah sempurna dan Kultivasi Alam Penempaan Tubuh Tahap 2 Puncak puncak.

DUAR!!!...

Babi kaki emas tersebut terguling-guling dan berdarah mulutnya namun masih kuat dan marah, hewan buas tingkat dua masih belum mempunyai akal seperti mausia hanya ada insting marah dan takut. Mulut berdarah dan mata memerah, babi berkaki emas berlari dengan kuat menyeruduk Ye Long, dan Ye Long mengelak kekiri dengan sigap memusat tenaga ditelapak tangannya serta memukul pinggir tapak tangannya kekepala babi kaki emas, dengan kekuatan penuh tapak besi “Duar!!..” kepala babi kaki emas pecah dan mati.

Ye Long sadar memandang larinyanya Ye Tian, Ye Long berteriak marah “Kurang ajar Ye Tian lari kedalam hutan, apakah kita masuk”

“Kakak Long”. Ye Hong menjawab. “Tak perlu kak Long” “mungkin saja dia sudah mati dimakan hewan buas tingkat di tengah hutan loyuan ini”. Ye Long diam dan berpikir sejenak “benar juga kata mu adik Hong, kalau dipikir-pikir Ye Tian sudah luka parah, dan merediannya sudah rusak tidak dapat berjalan jauh”.

“Bagaimana pendapat kalian”, kata Ye Long pada yang lainnya. Ye Yuan berkata, “biarkan saja lagi, kak Long, si sampah itu mati di makan hewan buas di dalam hutan ini”... Ye Long menatap rombongan semua seakan mencari jawaban, bagai dikomando semuanya menganggug bersama meng iyakan pendapat Ye Yuan.

“Baiklah..”

“Ayo, cepat kita keluar dari hutan ini, sebelum hewan-hewan buas yang lain datang, cepat!!...” ujar Ye Long. Maka adiknya Ye Hong, Ye Lan, Ye Yuan, serta murid-murid klan Ye berangsur keluar dengan cepat, dengan penuh kewaspadaan dan saling berjaga takut kejadian tadi terulang lagi, mereka berlari serta dihati mereka masih memikirkan apa yang haru di jawab jika ditanya nantinya jika sesampainya di klan, dengan sesapainya dipinggiran hutan rombongn beristirahat, dan duduk Ye Long menyampaikan kepada yang lain bahwa Ye Tian dibawa hewan buas tingkat 4 ke tengah hutan loyuan, hari pun sudah mendekati sore ,

Sesampainya rombongan di klan Ye, dipintu gerbang penjaga rombongan sudah ditanya, penjaga menyapa “Tuan Muda Long, apakah Tuan muda bertemu dengan Tuan muda Yen Tian”. “Sudah sore, Tuan muda Yen Tian belum pulang, padahal biasanya, beliau sudah pulang jam sigini”, namun rombongan tidak menjawab dan penjaga pun rupanya tidak mengharapkan jawaban dari rombongan, hanya bertanya melepas kekhawatirannya dan kebiasaanya seorang pejaga gerbang. Sesampainya di ruang induk mereka bertemu dengan tetua Ye Tong, tetua Ye Lanchen langsung bertanya “dimana saudaramu Ye Tong, Tuan Muda Ye Long?”.

Ye Long maju membungkuk berkata, “tetua Lanchen, pada saat kami jalan dipinggiran hutan, dan masuk kehutan belakang klan ini”..

“Apaa!!.. kalian masuk kedalan hutan Loyuan”. Kata tetua Ye Lanchen. Dengan pandangan khawatir dan muka pucat seketika, tersirat dipikiran tetua Lanchen anaknya sudah dimakan hewan buas atau diterkam hewan buas.

“Iya tetua Lanchen, dan pada saat itu kami berjumpa dengan Ye Tian, yang sedang marah kepada kami, katanya, kami mengganggu dia”... “terus”, kata tetua Lanchen, Ye Tian dengan segaja dan cepat memukul Ye Tong dan terluka parah, Ye Tian lari kedalam hutan kami mengejarnya, tampa kami sadari saat mngejar tampa sadar kami memasuki hutan terlalu jauh, kam bertemu dengan hewan buas tingkat dua babi kaki emas, Ye Tong mati dicabik-cabik oleh hewan tersebut. Mendengar penyampaian Ye Long, muka tetua Ye Lanchen merah menahan amarah serta mengepal tinjunya, matanya mengkilat tajam seakan apapun yang ada didepan akan dibunuhnya, apalagi tingkat kultivasi tetua Ye Lanchen saat ini Tingkat Kultivasi Lautan Ilhai Tahap 3 puncak. Udara disekitar nya bergetar berhnti bergerak seakan ikut marah bersama tetua Ye Lanchen, Ye Long dan rombongan pada saat tertekan seakan tak bisa bernapas dan mundur beberapa langkah, mulai yang lain menetes darah dibibirnya, untung saja Ye Long dan saudaranya di Kultivasi Alam Penempaan Tubuh Tahap 2 Puncak, jika dibawah itu sudah sama keadaannya seperti murid-murid yang lainnya, sejenak tetua tersadar apa yang terjadi dikelilingnya, serta melihat rombongan tuan muda Ye Long yang sudah saat keritis, dengan secepatnya tetua Lanchen menarik kultivasinya yang sudah bocor tanpa sadar, dengan pura-pura meminta maaf kepada tuan muda Ye long, setelah kejadian ini mata tetua Lanchen melotot marah mengingat anak semata wayang mati di hutan dicabi-cabik hewan buas, disebabkan Ye Tian yang nak sampah digelar didalam klan, tetua Lanchen bertanya?..

“Sekarang Ye Tian Dimana?!!... Tuan muda Ye Long, apakah dia tidak ikut bersama kalian?!!...” tetua Lanchen mandar mandir menahan amarahnya. Ye Long menjawab dengan hati-hati melihat perubahan raut muka tetua Lanchen yang merah dan bergetar kedua giginya, menahan amarah yang memuncak. “Ye Tian, setelah memukul saudara Ye Tong lansung lari kedalam hutan, kami juga mengejarnya sampai kedalam hutan, pada saat itulah datang babi kaki emas tingkat dua menerkam Ye Tong, dan mencabik-cabiknya, hewan tersebut juga menerkam kami, dengan sigap saya berkelahi dengan hewan tersebut hingga hewan babi kaki emas mati, ini bangkainya tetua!!..”sekelabat didepan rombongan bangkai babi kaki emas tingkat dua di keluarkan oleh Ye Long dari kantong penyimpanannya. Ye Long terus menyampikan bahwa, “sedangkan Ye Tian terus berlari kedalam hutan, sedang kami pulang takut para saudara semua terjadi seperti saudara Ye Tong, dan pada saat Ye Tian berlari hewan buas yang lain mengejar Ye Tian”. Ye Long memandang tetua dengan rasa takut terus menunduk kan mukanya, agar berharap tiada pertanyaan lagi.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel