
Ringkasan
Steve menyukai Sheenaz sudah sejak lama. Hampir setiap hari Steve selalu mencoba mendekati Sheenaz. Gadis sederhana itu ternyata bukan hanya memikat hati Steve saja, namun juga Juan kakak kelas yang seangkatan dengan Steve. Hingga suatu hari terkuak sebuah fakta yang mengejutkan dan tidak disangka-sangka tentang Sheenaz.
prolog
"Lo mau kan jadi pacar gue?" Seorang lelaki berseragam putih abu-abu itu tampak tersenyum menatap seorang gadis berseragam yang sama dengannya. Lelaki itu merapalkan do'a dalam hati, berharap agar gadis itu menerima nya.
Dan gadis itu dengan perlahan menganggukkan kepalanya. Ia juga tersenyum menatap seorang lelaki tampan yang berdiri di hadapannya ini.
"Iya kak, aku mau." Ujar nya pelan.
"Se-serius?"
"Iya." Ujar gadis itu dengan anggukan kepala yang antusias.
Mata lelaki itu sontak membulat dengan diiringi senyuman lebarnya. Benarkah? Benarkah gadis ini menerimanya? Ah. Demi apapun, ia sangat bahagia sekarang.
"YEEYY!!!! MAMI!! STEVE UDAH GAK JOMBLO!!"
Lelaki itu tampak meloncat-loncat kegirangan dengan senyuman lebar yang terukir di bibir nya. Sedangkan gadis yang kini tengah menatapnya hanya mampu menggelengkan kepala sambil tersenyum manis. Ah, lelaki ini seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru dari orang tua-
Bruk!
Bibir tebal milik lelaki bertubuh atletis itu mencium lantai dengan tidak elit nya. Mata nya yang semula terpejam, kini terbuka akibat kuatnya ia terjatuh. Wajahnya terlihat meringis menahan sakit pada pinggang serta tubuh lainnya.
Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul, lelaki itu perlahan bangun kemudian menoleh kearah jam weker miliknya yang berada di atas nakas. Jam weker itu menunjukkan pukul 7 pagi. Itu tanda nya ia kesiangan!
"Anjing mimpi!"
"Mimpi?" Mata lelaki itu lantas membulat sempurna saat matanya menangkap angka yang tertera di jam weker nya.
"AHHH!! MAMI! STEVE TELAT!!"
