Part 2
Di bangsa werewolf, mereka mengenal lima tingkatan status. Yakni Alpha, Beta, Deltha, Gamma, dan Omega.
Alpha, para pemimpin yang menempati puncak pemerintahan. Hanya akan ada satu Alpha mutlak untuk memimpin. Untuk status Alpha lain selain pemimpin, mereka akan menyeleksinya lalu membuat yang kalah memilih status lain untuk di sebut. Jiwa mereka Alpha, namun tidak untuk sebutan mereka. Kebanyakan dari mereka -Alpha yang terbuang ini- memilih untuk mengambil status Beta, karena Beta adalah status dengan satu tingkat di bawah Alpha. Namun tak jarang juga ada yang mengambil status Gamma dan bergabung dalam Warrior. Untuk ke status Deltha, mereka harus berpikir ulang tentang reputasi buruk status mereka. Untuk menjadi Omega, pasti mereka akan menghindari hal ini karena tak ingin harga diri mereka semakin jatuh ke tingkat dasar.
Beta, status di bawah Alpha dan merupakan status dengan populasi paling banyak. Kebanyakan mereka di anugrahi kebijakan dan menempati posisi pemerintahan di bagian dalam atau bagian tata kelola pemerintahan. Banyak Beta yang bekerja sebagai orang di balik layar namun tak jarang juga bagi mereka terjun langsung dan menjadi Warrior.
Deltha,status yang ‘seakan’ terancam punah karena jumlahnya yang teramat sedikit. Deltha di kenal dengan pengendalian wolf yang buruk karena ketika mereka bertransformasi menjadi serigala, mereka seolah menjadi diri yang lain dan tidak bisa terhubung antara jiwa serigala dengan manusianya. Hanya saja jika dalam kondisi tubuh manusia, mereka bisa berkomukasi tanpa hambatan. Jiwa mereka seolah dikutuk. Mereka akan sadar setelah berubah dan akan merasakan rasa bersalah. Hal ini juga menjadi penyebab banyak dari mereka yang mati muda karena mengalami stress berkepanjangan. Ada juga yang menyerah akan jiwa manusia mereka dan menjadi serigala seutuhnya. Jika mereka melakukan hal itu, maka dua warna berbeda sebagai ciri khas yang para Deltha miliki akan berubah menjadi satu warna saja. Karena itulah, jumlah Deltha menjadi teramat sedikit dan mendapat pengawasan khusus. Beberapa Deltha dominant bisa memiliki kekuatan setara para Alpha.
Gamma, populasi status paling banyak kedua setelah Beta. Kebanyakan dari mereka menjadi Warrior karena para Gamma memiliki daya tahan tubuh yang kuat namun tak bisa melebihi ketahanan Beta dan Alpha.
Omega, status yang di pandang rendah oleh status lain. Para Omega memiliki tubuh yang lemah namun memiliki perasaan yang lemah lembut. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai pelayan dan untuk shewolf-nya, mereka akan menjadi ibu rumah tangga biasa ketika telah bertemu dengan mate-nya.
Dan untuk Warrior, mereka di pilih berdasarkan beberapa ujian fisik maupun pengetahuan. Mereka terdiri dari beberapa divisi. Entah itu bekerja di dalam, perbatasan, maupun luar wilayah. Mereka akan di seleksi dari para werewolf muda di rentang usia 15-18 tahun yang telah mendapatkan status dan menerima pelatihan. Selama menerima pelatihan, mereka akan mendapat julukan Schouts. Ujian untuk menjadi Warrior diadakan satu kali dalam kurun waktu tiga tahun. Sedangkan untuk pemimpin Warrior, diadakan ketika ada jabatan yang kosong dan pesertanya tidak boleh berusia lebih dari 25 tahun. Kebijakan itu dinilai berdasarkan pengamatan akan kemampuan inteligensi seorang Warrior yang dirasa sangat baik untuk dikenali di rentang usia itu.
Lunar tak ingin berharap terlalu banyak. Ia hanya memiliki tujuan utama untuk menggantikan posisi ayahnya yang akan berganti tiga tahun kemudian. Dan memiliki jadwal latihan yang teramat singkat membuatnya ragu jika ia bisa meraihnya. Apalagi ketika kakak angkatnya mendapat porsi latihan yang lebih banyak dan mendapat pantauan langsung dari ayahnya. Hal itu jujur saja mampu membuat nyali Lunar menciut. Namun apa mau di kata, jika ia ingin mencapai tujuannya, tentu ia hanya perlu berlatih lebih keras.
"Dan, aku tak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi. Lunar sudah kuanggap sebagai anakku sendiri semenjak kakakku menitipkannya padaku di malam itu."
Hana -ibu angkat Lunar- menghembuskan napas pelan saat ia merasa jika Lunar telah tertidur usai makan malam mereka. Sejak awal dirinya mengundang guru dari putrinya itu adalah untuk saat seperti ini. Beruntung, suami dan putri sulungnya tengah pergi untuk seminggu lamanya. Jadi ia tidak khawatir akan aroma temannya yang tertinggal di beberapa sudut rumah. Suaminya itu posesif sekali, jadi dia akan marah ketika menemukan bau feromon serigala lain di rumahnya.
"Aku mengerti dan hentikan tentang pemikiranmu itu padaku. Lunar juga sudah ku anggap sebagai putriku dan anggap ini bukan bantuan dariku, melainkan tugasku sebagai pengganti ayahnya."
Hana menunduk dan hanya bisa menatap cangkir berisi teh dan piring dengan beberapa kue kering sebagai isinya. Entahlah, sepertinya hidangan di meja menjadi terasa lebih menarik ketimbang bahasan pembicaraan mereka.
“Han, jangan sungkan meminta bantuanku atau mate-ku. Aku dan mate-ku ada untukmu dan Lunar. Jadi berhentilah merendahkan dirimu dan percayakan pelatihan Lunar padaku. Meski aku tahu aku tak akan bisa sebaik mate-mu dalam melatih, namun aku akan memastikan jika aku telah melatihnya dengan cara terbaik yang aku miliki.”
Hana mengangguk. Dengan perlahan ia mulai mengangkat kepalanya dan melihat rekan yang ada di kursi seberang itu dengan pandangan sendu. Ia tahu jika di antara mereka, pria itulah yang paling merasakan kesedihan. Kehilangan sahabat sedari kecil dan harus melihat putri dari sahabatnya itu tumbuh dengan kebencian dari kakak dan ayah angkat yang seharusnya menyayanginya.
“Sudah berulang kali aku mengingatkan mate-ku. Namun ia tetap keras kepala dan tidak mau memandang Lunar barang sedikit pun. Jika ia tak bisa menerima Lunar sebagai putri angkatnya, setidaknya aku ingin ia menerimanya sebagai keponakannya yang malang, yang telah ditinggal mati oleh ayahnya dan ibu yang entah di mana keberadaannya.”
“Kau tak bisa memaksakan kehendakmu pada mate-mu, Han. Dia adalah manusia paling keras kepala yang pernah aku temui selama ini. Aku juga sudah pernah memperingatkannya akan hal ini namun yang kudapatkan hanya rasa kecewa. Ia lebih memilih mempertahankan egonya. Dan malah berujung dengan pertengkaran kami.”
Hana kembali menunduk dan bergumam lirih, “Sekali lagi maafkan aku dan mate-ku.”
Dan memalingkan mukanya. Ia tahu jika hal ini pasti berat mengingat kakak Hana telah meminta langsung padanya untuk menjaga putri semata wayangnya dengan baik dan menyayanginya seperti putrinya sendiri. Hana bisa menerimaLunar, namun tidak dengan mate-nya. Ia lebih memilih menghiraukan Lunar dan menyayangi putri kandungnya sendiri hingga menyebabkan Hana merasa bersalah pada mendiang kakaknya itu. Hana menyayangi kakaknya melebihi dari apapun di dunia ini karena sedari kecil ia hanya hidup berdua dengan kakaknya di pack ini. Kakaknya, seorang Deltha dengan status yang diwarisi dari mendiang kakek buyut mereka membuat ruang gerak kakaknya terbatas.
