Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Part 1

“Selamat, kini kau menyandang status Deltha.”

Iris sebiru langit itu mengerjap pelan ketika setelah membuka matanya, ia mendengar nada sinis itu terlontar dari pria yang sangat ia kenal. Beberapa detik kemudian, barulah ia paham mengapa kalimat bernada sinis itu ditujukan padanya.

Bahwa setelah ini perjuangannya tak akan menjadi mudah. Dan hal itu dimulai dari ia yang terbangun dari shift pertama kali, dengan keadaan sekitar yang kacau balau. Karena kejadian itu, menjadi sebuah titik balik yang menunjukkan jati dirinya. Sebuat status yang disandang, dengan pertanggungjawaban yang berat dan tidak bisa disepelekan. Apalagi ketika ia tinggal di tegah-tengah keluarga angkatnya.

***

“Arrggggg!”

Tubuh kecil itu terpental beberapa meter begitu sosok serigala besar berbulu hitam dengan garis badan putih menubruknya setelah sebelumnya serigala itu berusaha mencakar dan tak berhasil. Dengan tubuh tegapnya yang besarnya melebihi serigala normal, serigala itu menggeram pelan. Ia lantas berjalan mendekat kearah tubuh yang diserangnya tadi tanpa aura permusuhan atau tanda-tanda akan menyerang seperti yang ia lakukan beberapa saat yang lalu.

“Wow, wow, sabar, Guru Dan. Aku lengah tadi, jadi jangan memasang wajah menyebalkanmu itu padaku. Lagi pula aku sudah terlalu lelah hari ini, jadi ayo kita selesaikan sebelum ayahku pulang dan memarahiku karena aku tak ada di rumah," ujarnya. Sebuah senyuman menghiasi wajah itu, yang sudah tak sebersih saat pertama kali ia datang. Wajah penuh lumpur dan beberapa luka kecil. Namun, jika diteliti lebih lanjut, luka kecil itu perlahan menghilang, dan tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

Tak ada rasa takut yang menghiasi wajah yang telah kotor di beberapa bagian. Meski sebelumnya ia telah diserang oleh serigala besar, dan sempat terpental hingga meninggalkan beberapa luka kecil karenanya. Setelah mendapat ucapan demikian, serigala itu berhenti mendekat lalu berbalik dan pergi ke sebuah pohon besar hingga tak lama, seorang berbadan tegap berambut ungu panjang muncul dengan hanya memakai celana pendek saja.

“Kenapa hari ini kemampuanmu seolah menurun? Aku bahkan belum bisa berkeringat sama sekali dan kau sudah mendapat banyak luka,” ujar sosok berambut ungu itu.

Sebuah cengiran di dapatnya dari seorang yang tadi terpental itu. Ia, gadis berambut pirang pendek itu lantas menepuk-nepuk beberapa bagian tubuhnya yang kotor oleh debu. Ia terlihat tidak memperdulikan luka-lukanya sama sekali.

“Badanku lelah, kemarin ayah menyuruhku membersihkan gudang hingga larut malam, dan aku hanya mendapat tidur beberapa jam setelahnya. Oh iya, Guru Dan. Ibuku sempat mengatakan padaku, jika ada yang ingin beliau katakan padamu nanti malam.”

Sosok yang dipangil Guru Dan oleh gadis kecil itu sempat terkejut, tentu saja. Mengapa tiba-tiba temannya itu mengundangnya secara terbuka? Berani sekali. Apa temannya itu tidak takut kepada pasangannya, karena mengundang orang lain ke rumahnya?

“Tenang saja, Guru. Ayah dan kakak sedang pergi tugas dan akan berangkat nanti sore. Mungkin berlanjut hingga seminggu kedepan jadi Guru bisa bernapas lega.” Seolah membaca kekhawatiran gurunya, gadis berambut pirang itu langsung mengutarakan kata yang membuat hati gurunya tenang.

Pria itu mengangguk. “Jika begitu, Lunar. Sampaikan salamku untuknya agar ia memasakkan makanan kesukaanku lebih banyak dari biasanya karena mate(1)-ku sedang pergi bertugas di perbatasan utara.”

Gadis yang di panggil Lunar itu mengangguk. Ia mengerti apa yang tengah sang guru sampaikan. Diam-diam ia tersenyum kecil, membayangkan bagaimana keadaan gurunya yang kerepotan dalam mengurus dirinya sendiri saat mate-nya sedang berada di lingkup yang jauh darinya. Ia sangat tahu betapa gurunya itu amat buruk dalam memasak. Untuk saja pack(2) ini termasuk pack luas dan terdapat beberapa kedai di wilayahnya, jadi ia yakin gurunya itu akan mencari kedai untuk menghilangkan rasa laparnya. Dan mendapat undangan makan malam dari ibunya, pasti mampu membuat hati gurunya itu merasa senang karena mendapat makan malam berupa hidangan masakan rumahan.

Lunar, gadis yang tersenyum setelah mendapati gurunya itu telah meninggalkannya itu kemudian mengikuti jejak gurunya untuk melangkah menuju jalan pulang.

Gadis kecil itu, Lunar, seorang werewolf(3) perempuan atau biasa disebut Shewolf(4). Ia kini berusia 15 tahun dan tengah menjalani pelatihan secara diam-diam di sebuah tempat dekat perbatasan dan jarang dikunjungi karena merupakan wilayah sepi dengan dua orang penjaga yang ditugaskan untuk berjaga di sana. Lunar dan guru yang mengajarinya tadi sudah mengenal dengan baik kedua penjaga itu, jadi ia tak merasa khawatir lagi jika berlatih di sana.

Sejak mengetahui statusnya yang seorang Deltha dua tahun yang lalu, Lunar mendapat pengawasan yang cukup ketat dari ayah angkatnya. Menjadi seorang Deltha tidaklah mudah. Sebagai status yang menjadi kelas paling minoritas, membuat segala gerak geriknya terbatas. Terutama untuk sebuah mimpi yang Lunar gantungkan sedari dulu. Ayah angkat Lunar adalah seorang werewolf berstatus Gamma dengan kedudukan di pack sebagai ketua Warrior. Dan dengan jabatan itu, ayah angkat Lunar memberikan perintah bahwa Lunar hanya boleh mengikuti latihan dua hari dalam seminggu di hari Selasa dan Jumat. Berbeda dengan anggota lain yang hanya boleh beristirahat di hari Selasa atau Jumat. Dan itu berarti, hari latihan Lunar adalah hari libur latihan untuk anggota lain.

Ketik ia menanyakan hal itu, ayah angkatnya menjawab dengan disaksikan beberapa petinggi dan anggota Warrior lainnya bahwa ia melakukan hal itu karena Lunar berstatus Deltha. Para werewolf berstatus Deltha di kenal akan pengendalian serigala mereka yang buruk hingga menyebabkan keputusan itu dibuat. Lunar mengiyakan saja keputusan itu mengingat dulu ketika pertama kali ia shift dan mendapat statusnya, ia hampir menghancurkan arena latihan dan melukai beberapa Warrior seorang diri. Karena alasan itulah ia menerima keputusan ayah angkatnya begitu saja.

Untungnya, saat ini ia tidak lagi latihan seorang diri karena beberapa bulan yang lalu ada juga yang berstatus Deltha sepertinya. Seorang hewolf(5) yang bahkan beberapa bulan lebih tua darinya namun baru mendapat statusnya beberapa bulan yang lalu. Umumnya, para werewolf akan mendapat status mereka di rentah usia 10-15 tahun. Namun ada juga sebagian kecil dari mereka mendapatkannya di usia sebelum itu atau bahkan lebih dari itu karena kondisi dan keadaan tertentu. Misalnya seperti calon Alpha yang mendapatkannya lebih awal.

Dan tentu saja, latihan keras bukan satu-satunya hal yang harus Lunar hadapi.

Tbc

Note:

1. Mate : pasangan

2. Pack : tempat berkumpulnya manusia serigala dan membentuk badan otonom sendiri. Biasanya mereka memiliki daerah/wilayah teritori yang jelas.

3. Werewolf : manusia serigala.

4. Shewolf : manusia serigala berjenis kelamin perempuan.

5. Hewolf : manusia serigala berjenis kelamin laki-laki.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel