Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

(5) KABAR GEMBIRA BUKAN???

Key terbangun dari tidur lelapnya, mata Key menelisik sekitar. Sepertinya kini sudah malam, karna suasana begitu sepi. Dikamar tinggal Key seorang diri, bahkan brankar Claudia pun saat ini kosong. ‘Kemana semua orang? Apa bunda dan ayah tidak berkunjung?’ batin Key bertanya.

Ceklek

Pintu ruang rawat terbuka, muncullah Claudia dengan kursi roda yang di dorong oleh Dickson. “Eh, lo udah bangun Dek?” Tanya Dickson tak sengaja melihat Key sudah membuka matanya.

Key bangun untuk duduk bersandar. Key merasa tubuhnya pegal-pegal efek tidur sedari tadi. “Dimana Bunda dan Ayah?” Tanya Key tanpa menjawab pertanyaan unfaedah dari Dickson.

“Mereka dirumah, lagi ada acara makan malam untuk penyambutan calon mantu” Jelas Dickson membantu Claudia naik ke brankarnya. Key melihat wajah Claudia begitu pucat. Sudah dipastikan Claudia habis disuntik. Claudia paling takut yg namanya suntik sedari kecil.

“Eh wait wait, penyambutan calon mantu? Kan lu berdua disini, calon mantu mana yang mau di sambut?” Tanya Key penasaran setelah sadar dengan perkataan Dickson tadi. “Ya calon mantu dari lp lah” Terang Dickson santai.

“WHAT? CALON MANTU DARI GUE? MAKSUD LO? GUE MAU NIKAH KAK?!” Tanya Key heboh. Gimana engga heboh, Key mau dinikahi. Sedangkan dirinya saja tak pernah punya pacar.

Pletak!!

“Aww, sakit begok” Erang Key mengusap dahinya baru saja mendapat sentilan dari si Dickson kampret. “Ribut” Ketus Dickson kesel. “Iya, lo mau dinikahin. Tadi tu pak Alger tu, dia mau ngelamar lo. Jadi malam ni keluarganya datang minta restu gitu “ Terang Dickson panjang.

“Lo nggk lagi becanda Kan kak?” Tanya Key untuk kesekian kalinya dengan mata berkaca-kaca. “Eh eh, lo kok nangis sih Dek?” Dickson yang sudah mengambil posisi disamping Claudia yang lebih dulu terlelap langsung bangkit ke arah Key. Dickson dengan sigap memeluk sang adik.

“Gue takut Kak, gue takut kalau kalian udah engga sayang lagi sama gue” Terang Key mengeluarkan isi hatinya. “Kami semua bakal tetap sayang kok sama lo Dek. Gue dan semua yakin kalau Pak Alger orang baik. Jadi lo engga usah khawatir okey” Dickson berusaha menenangkan Key yang berada dalam pelukannya.

“Dari pada sedih-sedih mending sekarang kita ketaman. Mau engga?” Ajak Dickson sambil menghapus air mata Key yang sudah mengalir sedari tadi. “Pacar kesayangan lo gimana?” Tanya Key dengan wajah sembab sehabis nangis. “Mami sama papi udah didepan. Gue juga udah pamit tadi” Terang Dickson sambil ngambil kursi roda untuk sang adik.

----------------------

30 menit Key dan Dickson sudah duduk ditaman rumah sakit. Menikmati waktu malam dengan memandangi sekitaran yang ramai dengan anak-anak tengah sibuk bermain. Dari saat tiba hingga saat ini, mereka sama-sama larut dengan kegiatan masing-masing. Key dengan pemikiran tentang si Om yang beneran mau nikahin dirinya. Dan Dickson yangg sedari tadi sibuk dengan gamenya.

Doorrrr….

Seseorang mengejutkan mereka dengan teriakan yang menggelegar. Siapa lagi kalau bukan Ayesha. “Ihh, kok gue dikacangi sih?” Tanya Ayesha dengan wajah menekuk masam karena tak ada yang merespon kehadirannya.

“Eh lo calon kakak ipar, ngomong kek jangan ngelamun mulu” Timpal Ayesha mengambil duduk disamping Key. “Kakak ipar apaan sih?” Ketus Key kesel dengan panggilan kakak ipar.

“Yahh.. Kan tadi Kak Alger udah minta restu ke Ayah, Bunda. Mereka juga udah ngerencanai semuanya” Jelas Ayesha sambil nutup mulut setelah sadar dengan apa yang diucapkannya. Sepertinya Ayesha sudah keceplosan deh.

“Maksud lo apaan?” Tuding Key menyelidik. Ni anak baru nongol udah ngasih berita yang engga baik. “Hehe…” Ayesha salah tingkah sambil bangkit dari duduk nya. “GUE NGGK TAU APA APA KEYYY...” Teriak Ayesha sudah berlari pergi dari taman.

Key mandangi Dickson yang ternyata juga sudah mandangi dirinya. “ Gue nggk tau apa apa” Ujar Dickson dengan wajah serius dan kedua tangan terangkat saat melihat Key menatap dirinya begituntajam. “Gue mau balik” Pinta Key datar.

Dickson langsung mendorong kursi roda yang sudah Key duduki. Diperjalanan menuju kamar, Key dan Dickson sama-sama kembali diam.

Setiba dikamar, Key dikejutkan dengan ramainya orang yang sudah berada di kamar rawatnya. Ada orang tua Dickson, Claudia dan Ayesha. Ada Alger dan perempuan yang menggendong Ale tadi pagi juga. Perempuan itu sambil menggendong Ale yang sepertinya sudah tertidur. Ada juga sepasang suami istri yang Key belum tahu siapa.

“Sayang” Panggil Melly lembut mengambil alih kursi roda Key untuk didorong menuju sofa. “Ini ada apa Bun?” Tanya Key mandangi mereka satu persatu. “Sayang, kamu Percaya kan sama Ayah sama Bunda?” Tanya Landow pada Key yang dibalas dengan anggukan.

“Mereka ini orang tuanya nak Alger. Tujuan mereka kesini ingin meminta kamu untuk menjadi menantu dikeluarga mereka. Kita semua sudah setuju, sekarang tinggal keputusannya ada dikamu” Terang Landow memandang Key lembut.

“Apa kalian yakin kalau si Om, emm.. maksud Key Pak Alger adalah orang yang cocok buat Key?” Key melontaran pertanyaan dengan suara pelan. “Kami yakin dia orang yang pas untuk kamu” Ujar Landow mantap. Key menarik nafas dalam dan membuang perlahan “Yasudah, kalau begitu Key setuju” Final Key.

“Nak Key serius?” Tanya Adney memastikan dengan pandangan penuh harap. Key hanya menjawab dengan anggukan. “Okey, 3 hari lagi pernikahan kalian di laksanakan

Disalah satu hotel milik Alger” Jelas Adney sambil tersenyum senang. “APA?? 3 hari lagi tante?” Tanya Key sontak terkejut.

Key perhatikan yang terkejut hanya dirinya. ‘Apa yg lain sudah tahu? Ah bodoh, kan tadi mereka sudah makan malam bersama. Ya pasti sudah dibicarakan semuanya dong’ batin Key merutuki kebodohannya.

“Engga kok, semua mudah urusannya. Jadi engga ada yang kecepatan” Jelas Adney sambil megang tangan Key. “Ohiya, manggilnya Daddy sama Mommy aja jangan tante lagi” Pinta Adney dengan senyum yang tak pernah pudar. Ini adalah hal paling menyenangkan dalam hidupnya. Bisa memiliki menantu perempuan dengan cepat.

“Kalau begitu saya mohon pernikahan ini jangan terpublish. Cukup keluarga saja yang tau, bagimana? Saya engga mau ada orang luar yang tau. Saya pun masih sekolah” Usul Key serius.

Semua yang mendengar hanya diam. Semenit kemudian Alger berdehem dan mengatakan “Semua akan berjalan sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Yang penting kamu bahagia ” Ujarnya tenang. “Kalau begitu Key pamit istirahat dulu” Pamit Key berjalan menuju brankar dan langsung mengambil posisi buat tidur.

Sebenarnya Key belum mengantuk apalagi ingin tidur. Key hanya memejamkan mata saja. Key tengah memikir ulang semua kejadian yang hari ini terjadi. Semuanya terjadi begitu cepat.

Dari Key yang tidak sengaja menabrak mobil Alger. Ale yang tiba-tiba nempel dengan dirinya. Kejadian disekolah yang mengakibatkan Key harus dibawa ke rumah sakit oleh Alger. Lamaran dadakan yang berakhir Key harus nikah 3 hari lagi. Kepala Key bener-bener pusing memikirkan semuanya. Secara tak sadar Key terlelap ke alam mimpi.

-------------------------

Siang ini Key dan juga Claudia sudah diperbolehkan pulang. Key akan dijemput oleh Alger dan juga Ale. Sebenarnya Key akan dijemput dengan Dickson sekalian dia mengantar pacarnya. Tapi tadi pagi setelah Dickson mengabarkan akan dating, Key malah mendapat pesan dari nomor baru yang mengatakan “Saya sudah dilobby bersama Ale, dia dari pagi menangis ingin bertemu kamu”.

Dan kini Alger tengah membantu Dickson membereskan perlengkapan Key. Ale? Dia sedang bermain bersama Ayesha dan Claudia ditaman rumah sakit. Katanya ingin ketemu Key, begitu melihat Ayesha saja dia langsung merengek minta ikut. Bahkan say hello saja tidak ada pada Key.

Key, Claudia, Ayesha dan Dickson dikasih libur seminggu ini dari sekolah dengan alasan kami harus keluar negeri karna ada urusan. Hanya kepala sekolah yg tahu kalau Key dan Alger akan menikah.

Selesai beres-beres, mereka langsung jalan menuju mobil. Tadi Key sudah kirim pesan pada Ayesha kalau akan balik sekarang.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel