(4) UNGKAPAN
Selepas Ayesha menjelaskan, Daniel dan beberapa dokter datang buat meriksa keadaan Key dan Claudia. Princess kecil yang manis tadi masih betah dalam lelapnya. Sedangkan Alger permisi keluar sebentar mencari angin ‘katanya’.
Key masih sedikit syok dengan bisikan dari Ayesha tadi yang mengatakan “Tau engga lo? Karna kejadian tadi pagi yang lo nabrak mobil Kak Alger. Dia jadi seperti jatuh cinta pada pandangan pertama gitu loh sama lo. Dan dia niat mau nikahin lo karna dia seneng akhirnya ada cewek yang bisa di terima Ale dengan mudahnya. Karna Ale dari bayi sangat susah dengan orang baru”. Kata-kata itu terus berputar diotak Key. Bahkan dari tadi Daniel berbicara saja tidak didengarkan dengan baik oleh Key.
“Mommy” Suara itu mampu menarik kembali Key dari lamunannya. Princes kecil itu bangun dengan begitu lucunya. Bangun dengan mengucek mata dan bibir sedikit mengerucut, dengan pipi yang begitu chubby. “Uhh.. Anak siapa sih pingin dikarungin rasanya” Batin Key menjerit.
“Mommy udah bangun?” Tanya Ale sewaktu melihat ke arah Key. “Udah dong princess, engga enak tau tidur mulu” canda Key sambil menoel-noel pipi Ale. “Mommy, Ale mau susu. Dimana Daddy? Ale engga bisa minta susu sama Auty Lala. Karenakan Aunty Lala disuruh pulang sama Daddy. Sekarang Daddy juga meninggalkan Ale” Celoteh Ale dengan wajah sedih. Aunty Lala adalah panggilan Ale untuk Bella. “Daddy keluar sebentar princess, mungkin mencari makanan” Key mencoba menenangkan balita imut tersebut.
Ceklek
Pintu kamar rawat Key dibuka dari luar. Ternyata itu adalah Pak Alger. “Daddy dari mana saja?? Ale mau susu Dad, Aunty Lala engga ada dan Ale belum bisa membuatnya sendiri” Semprot Ale pada Alger yang bahkan belum melangkah masuk. Kasian Key melihat Alger seakan terhakimi dengan anak sendiri.
“Ale udah bangun? Turun yuk, Mommynya pegel tuh dipeluk terus sama Ale terus. Kita minum susunya di sofa aja okey. Tadi Daddy keluar cari makanan sayang” Alger berkata lembut dengan kaki melangkah mendekati sisi brankar yang ditempati Ale.
"Ohiya, dimana Aunty Caca? Kenapa Ale tidak meminta susu kepadanya?” Tanya Alger saat tak mendapati orang yang dimaksud disekitar ruangan. Alger mengangkat tubuh gembil Ale membawanya pada sofa yang tersedia.
“Aunty Caca? Benarkah Auty Caca ada disini Dad? Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya? Mom, dimana Aunty Caca? “ Tanya Ale menuntut ke arah Key. Key sedikit terbengong memandang Alger yang dengan lihainya membuatkan susu untuk sang putri. Suamiable sekali bukan??
“Mommmy!!” Panggil Ale lagi saat tak kunjung mendapat jawaban dari Key. “Oh, siapa yang kau maksud dengan Aunty Caca princess?” Tanya Key sedikit gelagapan saat sadar ternyata Alger dan Ale sedari tadi memdandang dirinya. Key juga tak tahu siapa yang dimaksud oleh Ale.
“Ayesha. Ale memanggilnya dengan sebutan Aunty Caca” Terang Alger membantu menidurkan tubuh Ale agar memudahkan balita itu untuk meminum susu yang sudah disajikan. Oh Tuhan, hot daddy sekali pria itu.
Kalau kalian bertanya dimana Claudia? Jawabannya, Claudia tengah tertidur dengan nyaman dibrankarnya yang berada tepat disebelah brankar Key. Tadi Claudia baru saja mendapat suntikan lagi, jadi wajar saja kalau dirinya kembali mengantuk.
Sebenarnya sehabis minum obat tadi Key juga sudah mengantuk. Tapi kasian juga Ale tak ada yang menjaganya. “Aunty Caca sedang disekolah sayang. Karna sore ini Aunty memiliki kelas latihan princess” Key menjawab dengan mata memandang ke arah Ale yangg tengah begitu tenang meminum susu dengan dotnya disofa.
Ah, sepertinya dia masih mengantuk. Lihata lah, baru sebentar diusap kepalanya balita itu sudah kembali tertidur.
Ceklek
Pintu ruang rawat Key kembali terbuka. Menampilkan seorang lelaki seusia Key dan juga seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Dickson dan bunda.
“Dasar gadis bodoh, kenapa kau tak mengabariku atau pun orang rumah kalau kau berada dirumah sakit? Untung saja pacarku yang baik hati ini menghubungiku” Semprot Dickson kesal ke arah Key saat dirinya tiba dibrankar Claudia. “Apa kau tidak tahu seberapa khawatirnya bunda dirumah?” Lanjut Dickson dengan wajah kesal.
Tadi Dickson tidak masuk sekolah, jadi wajar saja kalau Dickson tidak tahu kejadian yang terjadi disekolah. Hari ini adalah hari penyambutan pemilik sekolah yang baru. Jadi tak ada proses belajar mengajar yang dilakukan. Karna itu Key dan Dickson kompak tidak masuk sekolah.
Key tipe gadis yang tidak menyukai keramaian dan acara. Dirinya mudah jenuh dan bosan kalau dalam keramaian seperti itu. Jadi Key memilih libur saja hari ini walau sekolah tidak meliburkan murid. Berbeda dengan Dickson, Dickson memilih mengerjakan pekerjaan kantor membantu kerjaan Key dikantor.
“Sudahlah Dickson, Bunda sudah tenang setelah tahu keadaan adikmu ini. Jagalah bicaramu dengan adikmu, dia sedang sakit” Seru Melly lembut sambil mengelus puncak kepala Key.
“Maafkan aku Bunda. Aku hanya kesal dengan putri kecil bunda ini” Tutur Dickson melembut. “Maaf Bun, Key sudah membuat Bunda khawatir” Sesal Key memandang sedih kearah Melly. Key benar-benar merasa bersalah telah membuat Melly khawatir.
“Tunggu, bukan kahkau adalah Bapak Alger Raymond Adalson? Pemilik sekolah yang baru?” Celetuk Dickson tiba-tiba saat Ia menyadari ada orang lain diruangan ini. Walau tidak sekolah, Dickson tahu tentang Alger.
“Iya benar, saya Alger pemilik sekolah yang baru” Jawab Alger sopan. “Ah, maafkan saya yang tidak menyadari ada orang lain disini. Kenapa bapak ada diruang rawat anak saya?” Tanya melly berjalan memilih duduk disofa samping Alger. Bagaimanpun Alger adalah tamu yang harus dihormati.
“Oh, tadi saya yang membawa Key kesini nyonya” Terang Alger sopan pada Melly. “Oh, kalau begitu terima kasih banyak Tuan Alger” Ujar Melly tulus.
“Ah, panggil saja saya dengan Alger tanpa ada embel-embel apapun nyonya” Pinta Alger ramah. “Oh baikahh, jangan Juga memanggilku nyonya. Sebelumnyaa perkenalkan Saya Melly bundanya Key dan itu Dickson kakaknya Key. Kau bisa memanggilku dengan tante atau pun bunda seperti yang lain” Tutur Melly.
“tepat sekali, saya ingin menyampaikan niat baik saya kepada anda” Ungkap Alger. “Oh, apa itu nak Alger” Tanya Melly serius. “ Saya ingin menyampaikan tentang rasa ketertarikan saya kepada anak anda” Sampai Alger jujur.
Jelas saja Melly dan Dickson begitu terkejut. Melly dengan cepat merubah ekspresinya kembali tersenyum. “Masalah kau tertarik, aku hanya tergantung kepada Key nya saja. Bagaimanapun itu adalah masalah hati” Papar Melly diakhiri dengan senyuman.
“Dickson. Aku ingin tidur, peluklah aku” Pinta Key begitu manja pada Dickson. Key sudah benar-benar tak tahan dengan kantuk yang sudah menyerang sedari tadi. Sebenarnya Key juga terkejut mendengar ungkapan Alger tadi. Dirinya fikir Ayesha hanya bercanda, ternyata tidak. Tapi saat ini Key tidak ingin ambil pusing, dirnya sudah sangat mengantuk.
Dickson berjalan ke arah Key meninggalkan brankar Claudia. “Dasar gadis kecil, kau selalu saja mengganggu waktu pacaranku” Gerutu Dickson pelan masih bisa Key dengar walau samar.
Di sofa, Alger tengah bercerita tentang kehidupan dan keluarganya kepada Melly.. “Aku memberi izin kepadamu untuk menjalin hubungan dengan Key. Tapi kau juga harus menemui ayahnya guna membicarakan niat baikmu dengannya” Titah Melly.
“Sebenarnya kami hanyalah orang tua angkat Key. Jika nanti kau telah mendapat restu dari ayahnya. Datanglahh ke makam orang tua Key buat meminta restu kepada mereka langsung” Sambung Melly mampu membuat Alger terkejut.
‘Jadi wanita ini bukan ibu kandungnya? Ah, satu kebenaran yang aku tau’ batin Alger.
“Ah, siapa anak kecil yg sedang tidur dipangkuanmu ini?” Tanya Melly setelah memandang ke arah Ale. “Dia anakku tante” Terang Alger lagi dan lagi mampu membuat Melly terkejut.
“Apakah kau seorang duda?” Tanya Melly memastikan maksud dari pengakuan Alger. “Oh bukan tante, dia adalah anak angkatku, dia adalah...” mengalirlah cerita tentang Ale yg saat ini menyandang status sebagai anak Alger.
“Sungguh kau pemuda yang baik hati” Kagum Melly mendengar cerita Alger. Semoga kau bisa meluluhkan Key dengan mudah ya. Ohiya, jangan pernah membuatnya sakit hati atau kecewa denganmu nak” Nasihat Melly beranjak dari duduknya.
“Aku harus ke kantor dulu menemui suamiku. Sepertinya kedua anakku sudah tertidur. Datanglah nanti malam kerumah kami untuk membicarakan niat baikmu tadi. Terima kasih juga sudah membawa Key kerumah skit. Kalau begitu saya permisi dahulu” Papar Melly meletakkan sebuah kerta dimeja berisikan sebuah alamat.
Selepasnya pergi keluar setelah mengecup dahi kedua anaknya beserta dahi Claudia.
‘Sungguh malang nasib gadisku’ Batin Alger menatap Key dalam perlukan Dickson dengan tatapan iba. Gadisku? Ya, sejak awal bertemu dengan Key, Alger telah mengklaim Key sebagai gadisnya. Diumur Key yang masih belia sudah tidak dapat merasakan kasih sayang dari orang tuanya lagi. Walau yang Alger lihat keluarga angkat Key sangat menyanginya.
---------------------
Alger berjalan keluar meninggalkan kamar rawat Key menuju ruangan Adelio. Beberapa menit lalu Alger sudah mengirim pesan pada Adelio kalau dirinya ingin bertemubeserta dengan sang Mommy. Adelio mengatakan langsung saja menuju ruangannya.
Alger telah tiba didepan ruangan sang Adelio. Mengetuk beberapa kali, Alger melangkah pasti setelah mendengar suruhan masuk dari arah dalam. Didalam Alger melihat Adelio dan Adney duduk berdampingan disofa. Sepertinya mereka telah menanti kedatangan Alger.
“Duduklah son, sepertinya ada hal penting yang ingin kau sampai kan sampai tidak bisa berbicara nanti dirumah”Suruh Adelio. Alger mengambil duduk pada sofa single yang tersedia.
“Aku ingin menikah minggu depan Dad” Ungkap Alger pasti. Alger melihat wajah Daddy dan Mommynya selepas mengutarakan keinginannya. Kentara sekali mereka sangat terkejut.
“Lanjutkan” Suruh Adelio lembut. Jangan lupakan mereka yang mengutamakan penjelasan. Mengalirlah cerita Alger tentang bagaimana dirinya dan Key bertemu, Ale yang sangat dekat dengan Key dan restu yang telah didapat dari ibu angkat Key.
“Bisa kau membawaku dan Mommymu ke ruang rawat gadis itu? Aku penasaran dengan gadis yang bisa kembali meluluhkan hati anakku yang beku itu” Pinta Adelio seraya tersenyum kepada sang istri. Mereka benar-benar bahagia melihat Putra tunggal mereka mulai kembali pada sifat awalnya.
“Baiklah” tukas Alger seraya bangkit dan berjalan keluar dari ruangan sang Daddy menuju ruang rawat Key diikuti Adelio dan Adney dibelakangnya. Alger membuka perlahan pintu kamar rawat Key. Tak lupa mempersilahkan Adelio dan Adney untuk masuk duluan.
“Itu abang angkatnya Mom” Jelas Alger menjawab kebingungan yang terlihat jelas diwajah Adney pada saat melihat Dickson memeluk Key begitu mesra.
“Kau yakin mereka hanya sebatas abang dan adik angkat?” Tanya Adney memastikan kala berada disamping brankar Key. “Ya, aku yakin Mom. Karna gadis yang berada dibrankar sebelah adalah pacar dari Dickson” Terang Alger menghampiri Ale yang menggeliat dalam tidurnya.
“Bukankah ini ruang VVIP? Kenapa ada dua brankar disini?” tanyaAdelio setelah mendaratkan bikongnya pada sofa single disamping Alger. “Ay yg memintanya” Ujar Alger. “Ay??” tanya Adney menatap Alger dengan kernyitan di dahinya. “Ya. Mereka lah sahabat Ay yg sering diceritakan kepada kita mom” Tutur Alger lembut.
Tanpa alasan, terbitlah senyum lebar di wajah Adney yang mampu membuat Alger heran. “Mommy setuju kau bersama gadis ini. Dia cantik, baik juga Mommy lihat. Dan dia juga penyayang sama anak kecil yang Mommy rasakan” Papar Adney masih dengan senyum yg tak pernah pudar.
“Nanti malam kita diundang untuk acara makan malam dikediaman keluarganya” Ujar Alger melihatkan kertas alamat yang atdi diberi oleh Melly. “Baiklah” Ucap Adelio mengggukkan kepalanya. “ Persiapkan dirimu son” Pesan Adelio pada Alger.
