Pustaka
Bahasa Indonesia

Pernikahan Rahasia Guru Dan Murid

6.0K · Ongoing
barze
4
Bab
23
View
9.0
Rating

Ringkasan

Eren dikenal sebagai siswa paling nakal di sekolah. Namun tak ada yang tahu, ia menyimpan rahasia besar dengan seorang guru cantik. Semuanya bermula dari sebuah pesta malam yang berakhir kacau. Saat pagi tiba, Eren dan gurunya terbangun di kamar hotel yang sama—dan keluarga Eren memergoki mereka. Demi menjaga nama baik, keduanya terpaksa menikah secara diam-diam. Sejak saat itu, mereka harus menjalani kehidupan aneh: di depan semua orang tetap guru dan murid, tetapi diam-diam adalah suami istri yang menyimpan rahasia berbahaya.

RomansaNovel MemuaskanIstriCoganLove after MarriageLembutSetiaDewasaBaperSweet

##Bab 1. Kamar Hotel

"Astaga... Hai, Eren bangun! Apa yang kalian lakukan? Bisa-bisanya kalian tidur berdua di kamar hotel begini?" terdengar suara pria dewasa sedang memergoki putranya tidur berdua dengan sosok wanita dalam satu kamar di sebuah hotel bintang lima.

Seketika keduanya pun terbangun. Iya, putranya itu bernama Eren, sementara perempuan yang bersamanya adalah guru yang mengajar di sekolahnya eren, namanya Ibu Guru Deby.

"Apa... apa yang sebenarnya terjadi? Tidak, ini tidak nyata kan?" kaget Eren, begitu pula dengan Ibu Guru Deby, mata mereka saling tatap satu sama lain, apalagi saat membuka mata mereka melihat satu sama lain terbangun di atas tempat tidur yang sama.

"Cepat jelasin kenapa kalian bisa tidur berdua dalam satu kamar begini! Dan lihat, kalian tidak mengenakan baju lagi!" tanya papanya meminta penjelasan dari Eren.

"Bentar pa, aku sendiri juga tidak tahu kenapa bisa begini..." sahut Eren, juga kebingungan karena sama sekali tidak ingat apa yang sebenarnya terjadi semalam.

Saat Eren mencoba mengingat kejadian semalam, terakhir kali dalam ingatannya adalah ketika dia dan keluarganya sedang mengadakan pesta kumpul bersama. Iya, orang tua Deby dan orang tua Eren itu sahabat baik dan mereka sering sekali mengadakan pesta kumpul bersama setiap tahun baru.

Singkat waktu, semua keluarga pun berkumpul, baik keluarga Eren maupun keluarga Deby, untuk membicarakan masalah itu.

Dan sekarang mereka sudah berkumpul di kediaman keluarga Eren.

"Deby, apa benar yang dikatakan Om Roni kalau kalian berdua didapati bermalam di kamar hotel berdua?" tanya mamanya kepada Deby.

"Iya ma, benar. Tapi tidak seperti yang kalian pikirkan, tidak ada yang terjadi antara aku dengan Eren," jawab Deby. Kelihatan dia juga sama bingungnya seperti Eren, sebab dia juga tidak ingat sedikit pun tentang kejadian semalam antara dia dengan Eren.

"Apa maksudmu tidak terjadi apa-apa? Jelas-jelas kalian didapati berduaan di kamar hotel, bahkan kalian ditemukan tanpa busana. Siapa pun tidak akan percaya kalau tidak ada hal aneh terjadi," ujar mamanya.

"Ma... aku sungguh sama sekali tidak ingat. Terakhir kali yang aku ingat waktu kita merayakan pesta dengan minuman, dan setelah itu aku gak ingat apa-apa. Aku juga bingung kenapa bisa berada di kamar itu..." kata Deby terus mencoba menjelaskan.

Akan tetapi kedua pihak keluarga sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasan mereka seolah itu hanya bualan mereka saja.

"Deby... kamu tahu kan apa yang harus dilakukan kalau sudah didapati seperti ini? Kamu dan Eren harus segera menikah," ungkap papanya yaitu Tuan Bram langsung meminta mereka untuk segera dinikahkan.

Mendengar itu Eren dan Deby tentu saja tidak mudah menerima itu. Apalagi mereka adalah guru dan murid di sekolah, tidak mungkin bagi mereka untuk menikah.

"Tunggu... apa-apaan ini? Tidak-tidak, itu tidak mungkin terjadi. Eren adalah muridku dan aku adalah gurunya. Apa kata orang kalau kami menikah?" ujar Deby segera membantah.

"Iya, kami juga tahu kalian ini guru dan murid. Tapi apa boleh buat, kalian sudah terlanjur didapati berduaan semalam di kamar hotel. Jadi mau tidak mau kalian harus menikah. Itu sudah tradisi keluarga kita," kata papanya tidak mau tahu.

Mendengar itu keduanya hanya bisa menundukkan kepala, bingung harus menyangkalnya dengan cara apa. Walaupun mereka sama sekali tidak ingat atau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, mau tidak mau mereka harus menuruti perintah orang tua mereka.

"Bagaimana Tuan Roni, apa anda setuju untuk menikahkan mereka? Sebab kalau tidak ini bisa merusak nama baik keluarga?" tanya Tuan Bram kepada Roni, papanya Eren.

"Hemm, iya. Mau gak mau harus seperti itu, lagian gak ada pilihan lain," setuju Roni langsung.

"Pa... plis pa pertimbangkan dulu. Aku juga masih sekolah, masa iya harus menikah. Kan bisa ditunda dulu, lagian kan belum tentu kalau terjadi sesuatu di antara kami," kata Eren memohon kepada papanya untuk mempertimbangkan kembali keputusan itu.

"Gak ada! Kalian harus tetap menikah. Memangnya kamu mau keluarga kita dan keluarga Tuan Bram jadi bermusuhan gara-gara perbuatan kalian? Papa gak peduli kamu masih sekolah atau tidak. Kamu harus tetap bertanggung jawab atas perbuatan kamu," tolak papanya langsung.

"Tapi pa, gimana dengan sekolah Eren? Jika orang-orang tahu atau teman-teman tahu Eren menikah dengan Ibu Guru Deby gimana? Reputasi keluarga akan lebih parah pa..." ujar Eren terus memohon agar bisa dipertimbangkan kembali soal pernikahan itu.

Tuan Bram langsung menengahi, "Tenang soal itu. Keluarga akan berupaya membantu kalian menyembunyikan status kalian jika sudah menikah nanti. Intinya pernikahan harus tetap dilaksanakan. Kamu juga tetap akan melanjutkan sekolah kamu, begitu pula dengan Deby. Dia seperti biasa akan mengajar juga. Di sekolah kalian tetap sebagai guru dan murid..."

"Betul apa yang dikatakan Om Bram. Sekarang kalian bicarakan soal pernikahan kalian berdua dulu. Biarkan kami para orang tua mempersiapkan semuanya untuk kalian," kata Roni papanya Eren.

Saat itu juga Deby menarik tangan Eren untuk ikut dengannya menuju ke belakang rumah, karena dia ingin berbicara empat mata dengan Eren.

Setibanya di belakang rumah, Deby langsung melampiaskan semuanya kepada Eren.

"Eren, aku mau kamu jujur. Ini bukan rencana kamu kan? Saya ingat betul terakhir kali kita minum bersama keluarga, lalu kenapa bisa berakhir di kamar hotel segala? Ini pasti ulah kamu kan?" ujar Deby menuduh Eren kalau semua ini Eren yang sengaja memanfaatkan situasinya yang sedang mabuk.

"Bu... jangan asal nuduh ya. Aku sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mana mungkin aku melakukan apa yang ibu tuduh. Jadi jangan asal bicara ya, atau justru ibu sendiri yang merencanakan itu lalu menuduhnya ke aku?" respon Eren menuduh balik.

"Enak saja! Apa untungnya coba saya melakukan itu? Ini pasti kamu yang menyebabkan semua ini terjadi kan?" balas Deby tidak mau kalah.

"Hai... aku sama sekali tidak pernah kepikiran ke arah situ. Nol persen dari seribu persen gak ada dalam pikiranku tentang hal yang anda tuduhkan," ungkap Eren.

Mereka terus berdebat hebat sampai akhirnya mamanya Eren datang untuk melerai keduanya.

"Apa-apaan ini, kenapa kalian malah ribut begini sih? Eren, dengar papamu meminta kalian berbicara berdua dengan baik-baik, bukannya malah bertengkar seperti ini. Jadi tolong hentikan," ujar mamanya.

Keduanya pun berhenti berdebat.

Sementara di dalam ruangan tadi, tempat papanya Eren dan papanya Deby berada, keduanya sedang membicarakan soal rencana mereka yang berhasil.

"Gimana Roni, rencanaku berhasil kan? Haha... jadi sekarang Deby dan Eren bisa menikah," kata Bram begitu senang.

"Ya... tidak kusangka kamu pintar juga. Dalam sekejap mereka akhirnya akan menikah juga. Kalau sudah begini mereka gak akan bisa menolak pernikahan ini, haha..." balas Roni juga begitu bahagia.

Dari obrolan keduanya bisa kita simpulkan kalau yang membuat Eren dan juga Deby berakhir berduaan semalaman di kamar hotel adalah rencana keduanya, di mana mereka memang berencana untuk menjodohkan mereka secara diam-diam.

Jauh beberapa tahun yang lalu ketika Roni dan Bram baru sama-sama menikah dan memiliki istri, mereka sudah berjanji untuk menikahkan anak mereka nanti ketika mereka memiliki anak.

Sayangnya ketika istrinya Bram melahirkan, istri Roni justru mengalami kendala yaitu masalah kesuburan membuat istri Roni tidak kunjung hamil. Barulah setelah berselang sekitar lima tahun istri Roni akhirnya hamil.

Mendengar kabar itu Bram langsung memberitahu istrinya dan mereka berencana untuk segera memiliki anak lagi, dan itu berhasil. Istri Roni dan istrinya Bram sama-sama mengandung dalam waktu yang bersamaan.

Namun rencana menjodohkan anak mereka lagi-lagi gagal, di mana keduanya justru melahirkan anak yang sama-sama laki-laki.

Tidak mau menyerah begitu saja mereka terus mencoba. Akan tetapi ketika istrinya Roni mengandung, istrinya Bram yang mendapatkan kendala di mana istrinya Bram tidak bisa hamil lagi karena jika dia melahirkan lagi maka besar kemungkinan nyawanya yang jadi taruhannya.

Oleh karena itu Bram dan istrinya tidak bisa melanjutkan perjanjian bersama yang telah disepakati oleh Roni dan Bram.

Bertahun-tahun kemudian ketika Eren tumbuh besar seperti sekarang, Roni pun memberi tahu Bram kalau mereka masih bisa melunasi perjanjian mereka dengan cara menjodohkan Eren dengan Deby walaupun usia mereka terpaut lima tahun.

Mendengar usulan Roni itu Bram langsung setuju. Dan yang membuat Bram mendapatkan rencana seperti yang sekarang dialami oleh Eren dan Deby itu karena Bram takut jika ditunda terus Deby keburu menemukan pria lain yang dia pilih menjadi suaminya.

Selama Deby sampai sekarang belum memperkenalkan calon suaminya kepada orang tuanya, Bram pun bergegas membuat rencana dan memberitahu Roni tentang rencananya agar secepatnya membuat anak mereka menikah, tidak peduli Eren masih sekolah atau tidak.

Yang pasti pernikahan mereka harus dipercepat, sebab cuma itu menurut Bram satu-satunya cara agar perjanjian mereka bisa terpenuhi.

Eren maupun Deby sama sekali tidak tahu soal akal-akalan papa mereka, makanya mereka tidak tahu kalau mereka sedang terjebak oleh rencana orang tua mereka sekarang.

"Hah... hampir saja aku putus asa soal perjanjian kita Bram. Untungnya kamu punya ide cemerlang jadi semuanya bisa berjalan lancar haha..." ujar Roni sambil menepuk pundak Bram.

Persahabatan mereka yang terjalin dari kecil benar-benar awet hingga sekarang. Dan agar semakin awet dan keluarga mereka bisa semakin dekat, mereka merencanakan agar anak mereka menikah suatu saat.

"Baik... apa kalian sudah membicarakan apa yang perlu kalian bicarakan berdua? Sebab papa dan Om Roni sudah mengambil keputusan, rencananya kalian berdua akan menikah tiga hari lagi," kata Bram memberitahu Eren dan Deby.

"Apa... tiga hari? Apa itu tidak terlalu cepat?" respon Deby dan Eren bersamaan.

"Lebih cepat lebih bagus," timbal Roni.

"Baik, karena sudah diputuskan dan kalian sudah setuju, jadi kalian berdua persiapkan diri. Tenang, untuk semua kebutuhan biar kami yang atur. Kalian berdua cuma perlu menyiapkan diri itu saja," tutup Bram.

"Siapa yang setuju...?" timbal Eren dan Deby lagi-lagi bersamaan.

Sayangnya orang tua mereka tidak mempedulikan mereka. Yang orang tua mereka pedulikan cuma satu, mereka tetap harus menikah itu saja.