Temuan
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ye Chen tidak bisa untuk tidak bergumam saat menyaksikan tubuhnya yang sudah kembali normal.
Pengalamannya barusan sungguh berada di luar imajinasinya, dan dia tidak bisa memahaminya sama sekali. Tapi dia ingat, bahwa semua hal sebelumnya dimulai dari biji hitam yang tiba-tiba masuk ke keningnya.
"Kalung itu..." Ye Chen segera memeriksa dadanya dan tidak menemukan biji hitam kecil itu, hanya tersisa tali yang terbuat dari kulit.
"Apakah sungguh masuk ke dalam keningku?"
Ye Chen tidak yakin, dan mulai memeriksa dirinya menggunakan kesadaran spiritualnya. Sampai akhirnya dia menemukan bahwa biji yang sebelumnya memasuki keningnya ternyata masih ada di sana, melayang di tengah keningnya, tepat di antara kedua alisnya.
Ukurannya sedikit lebih besar dari sebelumnya, dan bentuknya menjadi bulat sempurna. Meskipun itu masih berwarna hitam legam, samar-samar Ye Chen menyadari bahwa dia memiliki hubungan dengannya.
Kemudian dia mencoba untuk melihat lebih dalam, dan sekali lagi jiwanya muncul di ruangan aneh itu.
Melihat ke sekeliling dan menemukan bahwa itu memang tempat yang sama, ruang sepuluh meter persegi dengan dinding abu-abu dan tanah hitam, Ye Chen akhirnya yakin jika jiwanya memang bisa memasuki biji hitam di keningnya kapan saja.
Kembali memandang pohon kecil misterius yang berdiri di tengah ruangan, Ye Chen melihatnya untuk waktu yang lama dengan perasaan campur aduk.
Tapi saat dia memandangi pohon kecil itu, dua berkas cahaya keemasan tiba-tiba keluar dari pohon kecil itu dan langsung melesat ke arah keningnya!
"Apa—!" Ye Chen bahkan tidak sempat bereaksi sebelum kedua sinar emas itu memasuki keningnya.
WUSSH!
Informasi yang sangat besar langsung membanjiri otaknya! Ye Chen menjerit tanpa suara, tubuh jiwanya gemetar hebat. Tapi berbeda dengan saat menyentuh daun pohon sebelumnya, kali ini informasi yang masuk tidak brutal, lebih seperti air yang mengalir perlahan.
Beberapa saat kemudian, cahaya keemasan memudar, dan Ye Chen terengah-engah. Kepalanya terasa kembung karena dipenuhi oleh dua jenis pengetahuan yang sangat luas.
Yang pertama adalah pengetahuan tentang alkimia. Nama-nama ramuan spiritual, cara mengolah dan memurnikan pil, kombinasi bahan, semua informasi dasar tentang alkimia mengalir ke dalam kepalanya.
Tapi yang aneh adalah, meskipun informasi itu sudah masuk ke otaknya, Ye Chen merasa bahwa dia hanya bisa memahami sebagian kecil saja. Mungkin sekitar sepuluh persen. Sisanya masih tertutup kabut, seolah-olah menunggu untuk dibuka di masa depan.
"Apakah ingatanku tidak cukup kuat untuk menerima semua informasi ini?" Ye Chen bergumam dengan wajah pucat.
Tapi meskipun hanya sepuluh persen, pengetahuan yang dia pahami sudah sangat luas. Nama ratusan ramuan spiritual, puluhan jenis pil untuk kultivator pemurnian qi, semua itu sekarang ada di kepalanya.
Dan yang kedua adalah teknik kultivasi.
Lima Elemen Kembali Ke Asal (Guiyuan Gong).
Nama teknik itu terdengar di dalam kepalanya dengan jelas. Berbeda dengan pengetahuan alkimia, teknik kultivasi ini bisa dia pahami sepenuhnya, dari pemurnian qi tingkat pertama sampai penyempurnaan qi agung.
Yang paling membuatnya terkejut adalah penjelasan di awal teknik itu: Guiyuan Gong tidak memerlukan akar spiritual tertentu. Lima elemen semuanya bisa dilatih dengan teknik ini.
Mata Ye Chen terbuka lebar. Tidak memerlukan akar spiritual tertentu?
Ye Chen ingat, saat dia mencari informasi di pasar sebelumnya, dia mendengar bahwa untuk mengolah keabadian, seseorang harus memiliki akar spiritual yang sesuai dengan teknik kultivasi yang dilatih. Teknik air hanya bisa dilatih oleh yang berakar spiritual air, dan seterusnya.
Sedangkan Ye Chen, dia tidak tahu apa akar spiritualnya. Dia juga tidak tahu bagaimana cara melihatnya. Tapi dia yakin bahwa dia memiliki akar spiritual, karena dia bisa berlatih kultivasi.
Selama ini, dia selalu ragu untuk berlatih formula lain yang dia dapatkan. Tapi sekarang, dengan Guiyuan Gong ini, dia tidak perlu khawatir lagi!
Dengan hati-hati, Ye Chen menyentuh salah satu daun hitam pohon itu dengan kesadarannya, dan kembali ke tubuh fisiknya.
---
Ketika Ye Chen membuka matanya di kamar penginapan, dia langsung memeriksa pengetahuan yang baru dia terima.
Dari sepuluh persen pengetahuan alkimia yang bisa dia pahami, Ye Chen akhirnya mengetahui nama-nama pil yang selama ini tidak dia ketahui.
Tujuh pil putih adalah Pil Vitalitas, pil penyembuhan untuk kultivator pemurnian qi. Empat pil biru adalah Pil Pengumpulan Qi, pil yang meningkatkan kecepatan absorpsi qi. Empat pil merah adalah Pil Ledakan Darah, pil yang meningkatkan kekuatan dengan membakar darah.
Adapun ramuan yang dia miliki, Rumput Qi Hijau, Akar Ginseng Spiritual, Daun Lotus Biru, semuanya adalah bahan untuk membuat Pil Pengumpulan Qi. Tapi masih kekurangan bahan utamanya.
"Seandainya aku bisa menanam dan merawatnya sendiri..." Ye Chen bergumam, lalu tiba-tiba terdiam.
Ruang di dalam biji!
Jika pohon kecil itu bisa tumbuh di dalam ruang, bukankah ramuan spiritual juga seharusnya bisa tumbuh?
Tanpa menunggu lagi, Ye Chen segera mengirimkan jiwanya kembali ke dalam ruang, sambil membawa beberapa benih ramuan di tangannya.
Sesaat kemudian, dia muncul di samping pohon kecil. Dengan hati-hati, dia mulai menanam benih-benih itu di tanah sekitar setengah meter dari pohon, cukup dekat agar mudah diawasi.
Tapi begitu benih-benih itu ditanam—
HISSS!
Energi spiritual di dalam benih langsung tersedot keluar dengan sangat cepat! Bahkan sebelum sempat berkecambah, benih-benih itu sudah menjadi kering dan layu, kehilangan semua vitalitasnya.
"Apa?!" Ye Chen terkejut dan buru-buru mencabut benih-benih itu.
Tapi sudah terlalu terlambat, benih itu sudah mati, tidak ada lagi aura kehidupan sama sekali.
"Sial!" Ye Chen menggertakkan giginya dengan frustrasi.
Dia kehilangan beberapa benih berharga hanya untuk percobaan bodoh!
Tapi kemudian, dia menyadari sesuatu. Energi spiritual yang diserap dari benih tadi sekarang mengambang di udara dalam bentuk kabut tipis yang hampir tidak terlihat dan perlahan mengalir ke arah pohon kecil.
"Jadi pohon ini menyerap energi spiritual dari segala sesuatu yang terlalu dekat dengannya..."
Ye Chen mundur beberapa langkah, memandangi pohon kecil itu dengan tatapan yang rumit. Pohon ini seolah memiliki wilayahnya sendiri, area di sekitarnya yang tidak boleh diganggu.
"Kalau begitu, bagaimana jika aku menanam lebih jauh?"
Dengan hati-hati, Ye Chen berjalan menjauh dari pohon kecil, sekitar lima meter, lalu mencoba menanam benih lagi.
Kali ini, benih tidak langsung layu. Energi spiritual di dalamnya tetap stabil.
Ye Chen menunggu dengan tegang, memperhatikan benih yang baru dia tanam. Dan kemudian, dia melihat sesuatu yang luar biasa.
Benih itu mulai berkecambah!
Dengan mata telanjang, dia bisa melihat tunas kecil muncul dari tanah, tumbuh perlahan tapi pasti. Dalam waktu kurang dari satu jam, tunas itu sudah tumbuh menjadi setinggi satu jari!
"Ini..." Ye Chen terkejut.
Tanah di luar wilayah pohon kecil ternyata memiliki sifat yang berlawanan, alih-alih menyerap energi, tanah ini justru mempercepat pertumbuhan!
Seolah-olah wilayah pohon kecil adalah area terlarang yang menyerap segalanya, sementara tanah di luarnya adalah tanah yang diberkati.
"Luar biasa..." Ye Chen bergumam dengan mata berbinar.
Dengan cepat, dia mulai membuat kebun kecil sekitar lima meter dari pohon kecil, dan menanam semua benih ramuan yang dia miliki. Sepuluh batu spiritual dia tempatkan di sekitar kebun sebagai sumber energi spiritual tambahan.
Setelah selesai, Ye Chen mundur dan memandangi kebun kecilnya dengan puas. Ramuan-ramuan itu tumbuh dengan cepat, jauh lebih cepat daripada di dunia luar.
Dengan kebun ramuan yang bisa tumbuh secepat ini, dia tidak perlu lagi khawatir kekurangan bahan untuk membuat pil!
Ye Chen tersenyum lebar, lalu dengan hati-hati kembali ke tubuh fisiknya.
Sekarang, dia punya dua hal penting untuk dipelajari: Guiyuan Gong dan pengetahuan alkimia. Dan dengan kebun ramuan di dalam ruang biji, dia sekarang punya modal untuk menjadi seorang alkemis!
"Baiklah," Ye Chen bergumam sambil duduk bersila. "Mari kita mulai dari Guiyuan Gong dulu..."
