Ruang portable
Ketika Ye Chen terbangun, dia menyadari bahwa dia tidak lagi berada di dalam kamarnya.
Melihat ke sekitarnya, dia menemukan bahwa dia sedang berada di ruang aneh yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya. Ruang ini sangat kecil, hanya sekitar sepuluh meter persegi, dikelilingi oleh dinding abu-abu kusam yang terlihat seperti kabut yang membeku.
Menoleh ke bawah, dia juga menemukan bahwa tubuhnya bukanlah tubuh fisik, melainkan tubuh jiwa. Mengapa dia tahu bahwa dia bukan tubuh daging adalah karena Ye Chen pernah melihat jiwa seseorang keluar dari tubuhnya.
Tapi kondisi Ye Chen kali ini berbeda, dia tidak melayang atau transparan seperti jiwa pada umumnya. Tubuhnya terlihat nyata dan lengkap, meskipun sedikit kabur dan tembus pandang jika diperhatikan dengan seksama.
"Apakah jiwaku masuk ke dalam biji?" Ye Chen mulai menebak dan tiba-tiba menjadi waspada.
Jika diingat-ingat lagi, sepertinya dulu jiwa orang tua itu secara paksa tersedot ke dalam biji di kalungnya. Ye Chen tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang, tapi melihat keadaan ruang kosong ini...
Dengan hati-hati, Ye Chen mulai berjalan di ruang sempit itu, mencoba mencari tahu tempat aneh macam apa ini.
Tidak butuh waktu lama sebelum pandangannya tertuju pada satu-satunya hal yang ada di ruang kosong ini, sebuah tanaman kecil yang tumbuh tepat di tengah ruangan.
Tanaman itu sangat mungil, hanya setinggi sekitar lima sentimeter. Batangnya yang tipis berwarna hitam gelap. Di puncak batang itu, ada dua helai daun berbentuk oval yang juga berwarna hijau.
Meski sangat kecil dan sederhana, tanaman itu memancarkan aura yang... menakutkan.
Semakin Ye Chen memandangi tanaman kecil itu, semakin kuat perasaan tidak nyaman yang muncul di dalam jiwanya. Seolah-olah ada bahaya tersembunyi yang mengintai di balik penampilan mungil tanaman itu.
Ketika Ye Chen mencoba melangkah lebih dekat, perasaan krisis yang sangat kuat tiba-tiba menyerang jiwanya!
Tubuh jiwanya yang kabur bergetar hebat, seolah berteriak memperingatkan bahwa dia sedang mendekati sesuatu yang sangat berbahaya, sesuatu yang bisa memusnahkan jiwanya dalam sekejap.
Ye Chen buru-buru berhenti, wajahnya pucat. Keringat dingin, meskipun dia dalam bentuk jiwa mulai muncul.
"Ini..." Ye Chen menatap tanaman kecil itu dengan campuran takut dan waspada.
Dia mundur beberapa langkah, dan perasaan krisis itu perlahan mereda. Tapi hatinya masih berdebar kencang.
Berdiri di kejauhan, Ye Chen memandangi tanaman kecil itu dengan tatapan yang rumit.
Sebenarnya tanaman itu hanya diam di sana, dua helai daun hitamnya tidak bergerak sama sekali. Tidak ada angin, tidak ada suara. Hanya keheningan yang mencekam. Tapi entah kenapa, semakin Ye Chen memandanginya, semakin dia merasa bahwa tanaman kecil itu... hidup. Bukan hanya dalam artian biologis, tapi hidup dengan cara yang jauh lebih dalam dan misterius.
Seolah-olah tanaman itu memiliki kesadaran.
Seolah-olah tanaman itu... sedang memperhatikannya.
Ye Chen menelan ludah dengan susah payah.
"Jiwa pria tua itu..." gumamnya pelan, suaranya sedikit gemetar. "Apakah dia... dilahap oleh tanaman ini?"
Semakin dia berpikir, semakin masuk akal dugaan itu.
Dulu, jiwa pria tua itu secara paksa tersedot ke dalam biji. Dan sekarang, di dalam biji ini, hanya ada tanaman kecil yang memancarkan aura berbahaya.
Tidak ada jiwa pria tua.
Tidak ada sisa-sisa jiwa lainnya.
Hanya tanaman kecil ini.
"Mungkin..." Ye Chen bergumam dengan suara yang hampir tidak terdengar, "jiwa pria tua itu menjadi... nutrisi untuk tanaman ini?"
Pikiran itu membuat bulu kuduknya berdiri.
Jika benar demikian, maka tanaman kecil di depannya ini adalah sesuatu yang sangat mengerikan, sesuatu yang bisa melahap jiwa kultivator untuk tumbuh.
Tapi di sisi lain...
Ye Chen memperhatikan tanaman itu dengan lebih seksama. Meskipun memancarkan aura berbahaya, tanaman itu masih sangat kecil. Setinggi lima sentimeter dengan hanya dua helai daun.
Jika jiwa pria tua itu, yang merupakan jiwa kultivator tingkat tinggi benar-benar dilahap oleh tanaman ini...
"Apakah tanaman ini... baru saja mulai tumbuh?" Ye Chen berbisik pada dirinya sendiri.
Mungkin, sebelum jiwa pria tua itu masuk, tanaman ini bahkan belum tumbuh sama sekali. Hanya sebuah biji mati yang tersembunyi di dalam kalung.
Tapi setelah jiwa pria tua itu tersedot dan dilahap. Biji itu mulai berevolusi. Mulai tumbuh dan akhirnya hidup.
Pikiran itu membuat Ye Chen merinding sekaligus terpesona.
Tanaman macam apa ini?
Kenapa dia bisa melahap jiwa?
Dan yang paling penting... kenapa tanaman ini sekarang ada di dalam jiwanya sendiri?
Ye Chen mencoba menyebarkan kesadaran spiritualnya ke seluruh ruangan, dan menemukan bahwa ruang ini sangat kecil, hanya sepuluh meter persegi, tidak lebih. Dinding abu-abu di sekelilingnya terasa solid tapi juga kabur, seolah-olah terbuat dari sesuatu yang bukan materi fisik.
Dan di tengah ruang itu, hanya ada tanaman kecil dengan dua helai daun hitam.
Tidak ada yang lain.
Ye Chen mencoba berbagai cara untuk keluar,bmenyebarkan kesadaran untuk mencari pintu, mencoba memaksa jiwanya keluar, bahkan mencoba berkomunikasi dengan ruang itu.
Tapi tidak ada yang berhasil.
Dia terjebak.
"Bagaimana aku keluar?" Ye Chen mulai panik.
Pandangannya kembali tertuju pada tanaman kecil itu, satu-satunya hal yang ada di ruang ini.
"Apakah... aku harus mendekatinya lagi?" gumamnya dengan ragu.
Tapi ingatan tentang perasaan krisis tadi masih segar di benaknya. Jika dia terlalu dekat, jiwanya mungkin akan...
Ye Chen menggelengkan kepalanya dengan cepat. Terlalu berbahaya.
Tapi kemudian, dia menyadari sesuatu.
Perasaan krisis itu muncul ketika dia mendekati tanaman. Tapi... apakah tanaman itu benar-benar akan menyerangnya?
Atau perasaan krisis itu hanya... peringatan?
Dengan hati-hati, Ye Chen mencoba melangkah lebih dekat lagi. Satu langkah. Dua langkah.
Perasaan krisis kembali muncul, tapi kali ini, Ye Chen tidak mundur. Dia terus melangkah dengan sangat perlahan, memperhatikan setiap reaksi dari tubuh jiwanya.
Tiga langkah. Empat langkah.
Perasaan krisis semakin kuat, tapi anehnya, tidak ada serangan. Tanaman kecil itu hanya diam di sana, dua helai daunnya tidak bergerak sama sekali.
Akhirnya, Ye Chen berhenti tepat di depan tanaman itu, hanya berjarak satu meter. Perasaan krisis di jiwanya sudah sangat kuat, hampir tidak tertahankan. Tubuh jiwanya gemetar hebat, seolah berteriak agar dia segera menjauh.
Tapi Ye Chen tetap bertahan.
Dengan tangan yang gemetar, dia perlahan mengulurkan tangannya ke arah salah satu daun hitam itu.
Semakin dekat tangannya, semakin kuat perasaan krisisnya. Tapi tanaman itu tetap tidak bergerak.
Akhirnya, jari jiwanya menyentuh permukaan daun hitam yang halus—
WUSH!
Tiba-tiba, dunia di sekitarnya berputar, dan kesadaran Ye Chen ditarik keluar dari ruang itu dengan paksa!
Ketika dia membuka matanya lagi, dia sudah kembali di dalam kamarnya. Tubuh fisiknya terbaring di tempat tidur, berkeringat dingin dan terengah-engah.
"Hah... hah... hah..." Ye Chen memegang dadanya yang berdebar kencang.
Dia memeriksa tubuhnya dengan cepat, dan menemukan jika semuanya normal. Tidak ada luka, tidak ada masalah. Tapi ketika dia menyebarkan kesadaran spiritualnya ke dalam tubuhnya sendiri, dia menemukan sesuatu yang membuat jantungnya hampir berhenti.
Di keningnya, tepat di antara kedua alisnya, ada sebuah ruang kecil yang diam-diam melayang dan tertanam jauh di kepalanya.
