Pustaka
Bahasa Indonesia

Perjalanan Cinta

48.0K · Ongoing
Ashe Yoya
51
Bab
139
View
9.0
Rating

Ringkasan

Maulana yang akrab disapa dengan Mula, memiliki kisah cinta yang berliku,mencintai seorang gadis namun naas cintanya kandas di tengah jalan, akhirnya dia memutuskan kembali ke negara kelahiran orang tuanya, di negara itu Mula sering kali mendapat cobaan dimana wanita yang selalu mencari perhatian darinya namun tidak ada salah dari mereka yang mampu menarik perhatiannya, namun di sela-sela beberapa wanita yang mencoba memikat hatinya Mula justru sibuk mengejar Gadis yang pertama dia temui di sebuah danau, gadis itu sangat sederhana selalu riang, dia terlihat cantik alami tanpa riasan apapun karena gadis itu memang terlahir dari keluarga miskin, apakah Mula akan dapat menemukan gadis yang bahkan dia tidak mengenal namanya? Dan apakah gadis itu bisa meluluhkan hati Mula? Dan gimana kisah antara Mula dan Gadis itu selanjutnya?...

Cinta Pada Pandangan PertamaFantasiTuan MudaRomansaBillionairePernikahanDewasa

Bab 1 Retakan Di Balik Kesempurnaan

Maulana Tahmid Elq adalah putra sulung dari keluarga Tahmid yang namanya telah lama menjadi simbol kekuasaan bisnis lintas negara. Ayahnya, Tahmid Elq, merupakan pendiri Tahmid Group, sebuah konglomerasi raksasa yang menguasai berbagai sektor usaha—mulai dari perbankan, properti, manufaktur, hingga energi. Ibunya, Ayu Lestari, adalah sosok perempuan anggun yang dikenal tenang dan berwibawa, selalu berdiri di sisi suaminya dalam diam, namun penuh pengaruh.

Maulana—yang akrab disapa Mula—memiliki dua orang adik. Mikael, adik laki-laki yang berjiwa bebas dan cenderung menjauh dari dunia bisnis keluarga, serta Maulifia, adik perempuan bungsu yang lembut dan cerdas. Saat ini, keluarga Tahmid menetap di London untuk mengurus pusat kendali bisnis internasional mereka, sementara sebagian besar anak perusahaan di Negara A tetap berjalan di bawah pengawasan orang-orang kepercayaan Tahmid Elq.

Sebagai putra sulung, Mula telah lama dipersiapkan untuk menjadi penerus. Ia menempuh pendidikan manajemen bisnis di salah satu universitas ternama di London dan lulus dengan prestasi gemilang. Usianya masih muda, tetapi pembawaannya mencerminkan kematangan dan ketegasan seorang pemimpin. Sejak kelulusannya, ayahnya mulai memberikan kepercayaan penuh dengan menempatkannya sebagai pengelola utama salah satu cabang besar Tahmid Group di London, meski tetap berada dalam pengawasan langsung.

Dalam setiap langkahnya, Mula selalu didampingi oleh Ahsa Byian—asisten pribadi yang telah bersamanya sejak kecil. Usia mereka terpaut hampir sepuluh tahun, namun hubungan keduanya jauh melampaui sekadar atasan dan bawahan. Ahsa mengenal Mula luar dan dalam, memahami kebiasaannya, bahkan mampu membaca perubahan suasana hatinya hanya dari sorot mata. Kesetiaan Ahsa kepada keluarga Tahmid tak pernah diragukan, karena sejak kecil ia telah dibesarkan dan dididik langsung oleh Tahmid Elq.

Di balik kesempurnaan hidupnya, Mula memiliki satu titik lemah: Juliet.

Juliet adalah kekasih yang selama ini ia cintai tanpa syarat. Seorang wanita bertubuh tinggi dengan kulit putih bersih dan paras menawan. Ke mana pun mereka pergi, Juliet selalu mencuri perhatian. Banyak wanita lain mencoba mendekati Mula, namun hatinya tertutup rapat—hanya untuk Juliet seorang.

Hampir setiap keinginan Juliet selalu dipenuhi Mula tanpa ragu. Makan malam mewah, barang bermerek, hingga liburan dadakan—semua terasa wajar bagi Mula selama senyum Juliet tetap terukir.

Siang itu, setelah makan bersama Juliet di restoran favorit mereka, Mula kembali ke kantornya. Gedung megah berlantai tinggi itu berdiri anggun di pusat kota London, menjadi simbol kekuatan Tahmid Group.

"Ahsa, hari ini masih ada jadwal lain?" tanya Mula sambil melonggarkan dasinya.

"Masih ada satu pertemuan, Tuan Muda," jawab Ahsa tenang. "Penandatanganan kontrak dengan Perusahaan X."

"Setelah itu?"

"Tidak ada agenda lain, Tuan."

"Bagus."

Pertemuan bisnis berjalan lancar. Seperti biasa, Mula tampil tenang, tegas, dan penuh perhitungan. Saat malam menjelang, ia kembali ke rumah keluarganya.

Makan malam berlangsung hangat. Setelah itu, Tahmid Elq mengajak Mula ke ruang kerja.

"Bagaimana perkembangan perusahaan?" tanya Tahmid sambil menuangkan teh.

"Cukup baik, Pah. Tapi saya masih harus banyak belajar," jawab Mula jujur.

Tahmid tersenyum tipis. "Kamu akan belajar seiring waktu. Oh ya, dua hari lagi ada pertemuan penting di Negara I. Ayah tidak bisa hadir. Kamu yang menggantikan."

"Baik, Pah."

Keputusan itu menjadi awal dari segalanya.

Dua hari kemudian, Mula berangkat menggunakan jet pribadi keluarga. Ia tak tahu bahwa perjalanan singkat itu akan mengubah hidupnya.

Setelah urusan bisnis selesai lebih cepat dari perkiraan, Mula memutuskan kembali ke London malam itu juga. Ia ingin memberi kejutan pada Juliet.

Namun kejutan itu justru berbalik menghantam dirinya.

Di depan apartemen Juliet, Mula melihat pemandangan yang tak pernah ia bayangkan—Juliet bergandengan tangan mesra dengan seorang pria bernama Andi, yang selama ini diperkenalkan sebagai sepupunya.

Dunia Mula runtuh dalam sekejap.

Ia mengikuti mereka diam-diam. Di depan pintu apartemen, keduanya berpelukan dan berciuman tanpa malu. Bahkan percakapan mereka terdengar jelas—tentang mobil baru, tentang uang, tentang rencana masa depan yang sama sekali tidak melibatkan Mula sebagai pasangan, melainkan hanya sebagai sumber.

Hati Mula hancur, tetapi ia menahan diri. Malam itu, ia memilih pergi tanpa konfrontasi.

Di club malam, alkohol menjadi pelarian. Untuk pertama kalinya, Mula kehilangan kendali.

Babak hidupnya pun berubah arah.