Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Chapter 4

Kini Allen duduk termenung di meja, dengan kedua tangan memangku dagunya. Bukan cuman itu bibirnya pun maju beberapa cm kedepan, namun terlihat menggemaskan untuk beberapa orang yang melihatnya.

"Eh nyet Napa cemberut gitu? Ada masalah?" Tanya Karin yang kini duduk di depannya. Allen menghela nafas pelan dari mulutnya.

"Gue tuh bingung Rin, gimana bisa gue nidurin anak orang padahal nih seinget gue dalam kamar itu cuman ada gue doang" jawab Allen, yab wanita itu sudah menceritakan semua

yang terjadi kemarin pada sahabatnya itu.

Walau sebenarnya Karin sudah tau tapi dia cukup tercengang karena Allen harus menikahi kakak Arga, ya bukan apa-apa dia sangat menyayangkan jika wanita cantik itu harus berjodoh dengan Allen. Bukan mau menistai temen sendiri tapi ya gimana ya

emang itu kenyataannya, Anissia itu cantik, modis dan juga dia sangat terkenal. Semua orang tau wanita itu begitu cantik dan menarik, pasti banyak hujat-hujatan jelek jika mereka tau kalau idola mereka bakal nikah sama manusia macam Allen.

Sudah jorok, kutu buku, malas dandan pokoknya paket komplit lah. Tapi disisi lain Allen juga memiliki penampilan yang cukup menarik, apa yang dia pakai selalu terlihat pas dan serasi untuk wanita itu. Bahkan begitu banyak yang suka dengan Allen dan ada yang

diam-diam mengagumi sosok Allen, Karin sendiri pun salut akan ke cuekkan Allen akan sekitarnya. Bagaimana tidak cuek, Allen itu suka ngupil sembarang, suka garuk-garuk perut dan hal yang memalukan lainnya dan anehnya dia terlihat sangat percaya diri.

Dan bahkan mungkin ada kebiasaan buruk lainnya yang belum Karin tau, entahlah dia tidak sanggup membayangkan betapa menyedihkan kakaknya Arga harus hidup bersama

Allen.

"Ya Lo aja Bingung apalagi gue nyet, oh ya katanya Rudi pulang hari ini loh" jawab Karin.

"Wah beneran?, Jiaaa bisa minta oleh-oleh dong gue dari Jepang" ujar Allen sangat antusias mendengarkan jika sahabatnya yang indo Jepang itu akan pulang.

Yab, selain Karin dia juga punya sahabat lainnya. Namanya Rudi, dia cowok blasteran Indonesia Jepang. Bapaknya orang Surabaya dan ibunya orang Jepang, hihihi hebat ya

bapaknya Rudi bisa jajah Jepang. Pertemuan keduanya sih cukup romantis, menurut cerita Rudi. Bapaknya dulu sebelum sukses seperti sekarang, itu cuman tukang ojek

sepeda. Walau pun gitu dia banyak yang suka, gimana gak dia ganteng pakek banget.

Untuk ukuran pribumi sih ganteng bahkan manis karena ada dua lesung pipi dia kedua pipi pria itu, waktu itu ayah Rudi lagi jalan-jalan sore. Namanya juga bujangan, cuci mata

dulu. Sambil lirik sana sini, dia jalan dengan kerennya. Tapi tiba-tiba aja ada yang nabrak dia refleks pria itu langsung menyanggah tubuh yang menabraknya, ya otomatis jatuh

mana jalannya itu banyak bebatuan jadi pasti bakal sakit banget.Selayakanya adegan romantis di film-film, keduanya saling Padang. Baik ayah dan ibu Rudi terpesona satu sama lain, sejak saat itu mareka jadi dekat namun pas mau serius dan ngajak ibu Rudi nikah nah disinilah cinta mereka di uji. Orang tua ibu Rudi menolak mentah-mentah

ayah Rudi bahkan menghina pria itu karena miskin, ya menurut pandangan orang tua ibu Rudi doang sih pada kenyataannya ayah Rudi itu cukup kaya dan keluarganya cukup terpandang di daerahnya.

Ayah Rudi sih iseng-iseng saja jadi ojek sepeda katanya sih untuk nambah uang jajan sekaligus cari pengalaman, tapi untungnya ayah Rudi itu orangnya gigih, dia terus membujuk orang tua ibu Rudi agar menerimanya. Bukan masalah kasta yang misahin mereka, tapi juga agama. Ibu Rudi itu agama Buddha sedangkan ayahnya agama Hindu,

entah mungkin karena terlalu cinta ayah Rudi rela pindah agama asal bisa menikah dengan ibu Rudi.

Setelah perjuangan panjang akhirnya ibu dan ayah Rudi bersatu, mereka di karunia 4 anak dan Rudi anak ke tiga itu artinya dia masih memiliki adik yang sekarang masih duduk di bangku SMA. Lain halnya dengan orang tua Karin, mereka di satukan karena perjodohan. Bak cerita novel lambat laut mereka saling jatuh cinta dan memiliki 2 anak,

Karin anak pertama jadi hanya Allen yang tidak memiliki adik.

Bukan gak punya sih maksudnya adik kandung, dia itu anak tunggal tentu saja dia tidak memiliki adik. Ngomong-ngomong soal penampilan, Karin itu cewek yang terbilang cantik. Saat mereka SMA dulu banyak yang suka dengan Karin, bahkan setiap bulan

wanita itu gonta-ganti pacar.

Allen suka jenah sendiri liatnya, sedangkan Rudi mah kesenangan karena dapet makan gratis. Karin itu indo Sumatera, kenapa bilang indo Sumatera ya karena dia itu darah

campuran. Bapaknya orang Palembang sedangkan ibunya asli Jakarta, entah dimana dan bagaimana bapak dan ibunya bertemu secara mereka jauh banget. Lain halnya dengan

Allen, dia bukan berdarah campuran tapi asli bukan tipu. Ibunya orang lahat sedangkan ayahnya orang pagar alam, Allen tidak tau bagaimana mereka bisa ketemu yang jelas Allen sudah brojol aja. Lagian Allen tidak berminat mendengar cerita kedua orang tuanya,

bukan apa-apa dia tidak mau nginget masa-masa sulitnya saat kedua orangtuanya berpisah.

Sedangkan Rudi, ya tau sendiri. Dia cowok tampan dengan mata sipit, kulitnya putih dan tubuhnya tinggi mirip bapaknya. Banyak cewek yang suka sama Rudi tapi sayangnya Rudi

itu rada lekong dan sialnya lagi dia suka yang Maco alias gay, dulu pas tau Rudi gay baik Allen maupun Karin tercengang bahkan hampir serangan jantung untungnya mereka gak

ada penyakit jantung.

Tapi walaupun gitu mereka gak jauhin Rudi malah mendukung pria itu, karena sulit naginya untuk hidup sebagai gay. Apalagi banyak orang yang tak berperikemanusiaan mengatakan dengan seenaknya kalau orientasi seksual itu penyakit jiwa, alias gila.

Padahal nyatanya mereka tidak gila, mereka sama kayak orang seperti umumnya bahkan mungkin mereka lebih unggul dari orang-orang yang menghujat dengan nistanya. Apa

orang tua Rudi tau akan hal itu? Tentu saja iya, mereka tau karena Rudi begitu dari kecil.

Dan Allen sendiri, dia cewek yang berwajah imut. Matanya bulat tapi sedikit sipit, pipinya sedikit tembem hidung tidak terlalu pesek jika dibandingkan dengan orang Indonesia

pada umumnya. Karena ayahnya itu punya campuran darah Belanda, walau udah jauh sih tapi semua anggota keluarga ayahnya itu gak ada yang pesek.

Sedangkan ibunya pribumi, namun memiliki wajah yang ayu jadi sangat tidak mungkin jika ayah Allen tidak menyukai ibunya. Yang menarik dari Allen adalah manik matanya dan juga tatapan sendu miliknya, manik coklat kebiruan yang dia warisi dari ayahnya

mampu membuat siapapun tenggelam dan tatapan sendunya selalu berhasil membuat siapapun merasa tenang juga damai.

Tubuhnya kurus tapi tidak ceking, tinggi badannya hanya 158 cm. Kulitnya kuning cerah, bibirnya sama rata tidak terlalu tipis atau tebal. Rambutnya lurus, namun selalu dia ikat kuda tapi kadang-kadang dia gerai atau di ikat setengah, kadang juga dia sanggul.

Warnanya sedikit kecoklatan saat terkena matahari warnanya akan terlihat jelas. Untuk ukuran pribumi Allen cukup menarik, apalagi body tubuhnya cukup membuat salfok para

pria. Walau badannya tidak terlalu berisi namun body tubuhnya begitu terbentuk, itu karena dia memiliki bokong yang montok dan payudara yang cukup besar untuk ukuran tubuhnya.

Sayangnya itu akan terlihat jika dia memakai pakaian ketat dan itu jarang terjadi, selama dia hidup Allen selalu memakai pakaian longgar dan sedikit kebesaran kecuali saat dia ada di tempat-tempat umum atau pesta dia kan memakai pakaian yang cukup

membentuk tubuhnya. Jadi tidak heran jika ada yang menyukai wanita itu, ya dari segi fisik Allen itu terbilang menarik apalagi wajah imutnya yang selalu bikin orang gemes sendiri.

Tapi untuk sifat dan kebiasaannya mungkin semua orang akan mengelus dada, apalagi yang baru mengenal wanita itu mungkin akan beridik jijik karena sifat jorok dan tak tau

malunya. Namun dari semua kebiasaan buruk Allen hanya satu yang Karin benci, yaitu saat dia tidur tangan nakal milik Allen selalu saja menyusup masuk kedalam kaos dan melintir puting payudara siapapun yang tidak dengannya.

Maka dari itu baik Karin mau pun Rudi harus berpikir dua kali bahkan sepuluh kali lipat jika mau menginap di aparteman Allen, ya itu kebiasaan buruk Allen yang paling vulgar

menurut kedua sahabatnya. Jika bukan puting orang yang tidur dengannya yang dia pelintir biasanya, dia akan melakukannya pada payudaranya sendiri. Bukan tanpa alasan

dia tidak akan bisa tidur jika tidak begitu, itu sejenis sindrom sih sebenarnya maka dari itu susah untuk di sembuhkan.

Entah apa namanya dia lupa, jadi Karin bisa membayangkan Anissia menahan gejolak nafsu akibat ulah Allen. Dia saja dulu pas belum tau kaget dengan tingkah Allen, dia pikir wanita itu berniat Kurang ajar Bahkan dengan teganya Karin menendang bokong Allen

hingga wanita itu terjatuh dari ranjang.

Bukan cuman Karin saja tapi juga Rudi bahkan pria itu hampir mendesah, namun setelah tau dari Aminah ibu Allen tentang kebiasaan buruk Allen mereka jadi merasa bersalah

telah berbuat nista pada sahabat mereka sendiri. Tentu saja Allen memaafkan mereka karena dia juga salah, seharusnya dia memperingati mereka akan kebiasaan Allen.

Salahkan saja sifat pelupanya itu.

"Oleh-oleh aja yang Lo pikirin hadeh" ujar Karin sinis, Allen hanya menyengir kuda.

"Ya Lo pasti mau juga kan oleh-oleh kalau di kasih rudi, kalau Lo bilang gak! fix buat gue semua" ucap Allen sambil membayangkan oleh-oleh yang Rudi bawa untuknya apalagi jika itu semua miliknya tanpa berbagi dengan Karin.

PlakkkkkkkK…….

"Itu sih mau Lo monyet" ketus Karin, sambil memukul Allen dengan botol kecap yang ada di meja mereka.

Allen meringis kesakitan, walau botol itu terbuat dari plastik tapi kalau di pukul ke ke kepala sakit juga. Karin terlihat acuh dengan Allen yang kini mengelus-elus kepalanya, sambil menggerutu lengkap dengan bibir monyongnya. Sebenarnya Karin sedang menahan ketawa, tapi ya dia tidak mau menambah dosa dengan menertawakan temannya sendiri.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel