Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 1. Inilah Aku

Tit …tit tit tit … tit … tit tit tit … !!!! Suara alarm dari hp berbunyi nyaring dan sangat menyebalkan buat kita yang mendengarnya. Ya…. Michele selalu memasang alarm hpnya berbunyi keras sampai ayam tetanggapun ikut terbangun karena kagetnya.

Hoaaaam …. Michele menguap tanpa saringan di mulutnya karena dia baru saja tersadar setelah mendengarkan alarmnya itu, dan terbangun dari mimpi indahnya di pagi hari, yang menurut Michele indah. Sambil dia membolak-balikan badannya ke kiri dan kanan ranjangnya … Michele meraba mejanya mencari letak hp yang berada di sebelah kiri ranjangnya. Dan akhirnya suara menyebalkan itupun terhenti.

Waduuuuh … Michele berteriak pelan dan tersadar bahwa dari luar jendela kamarnya terdengar suara gemercik air berjatuhan dari atas genteng rumahnya. Sambil mengedipkan matanya sebelah Michele melihat kearah jam yang terletak di dinding atas di hadapannya. Waktu menunjukkan pukul 5 pagi, Michele bangun dan duduk di ranjang sambil berfikir, tujuan hari ini mau ke mana dan apa saja yang akan di lakukannya… hari ini pakai baju apa yach?

Itulah yang dilalukan Michele setiap ia bangun dari tidurnya dan duduk di atas ranjang sambil berfikir rencana apa yang akan dia lakukan seharian itu. Setelah berfikir kurang lebih 3 menit, dia berlari pelan namun pasti ke kamar mandinya. Dan yang pertama kali di lihatnya adalah cermin besar di kamar mandinya sambil melihat wajah kusyuuutnya serta menampar pipi kiri kanannya dengan pelan.

“Hmm … masih cantik kok suaranya dalam hati”, sambil tersenyum kecil, kemudian Michele membalikkan tubuhnya ke arah bathtub dan menyalakan keran untuk dia berendam di dalamnya, lalu kembali kehadapan kaca sambil tangan kanannya mengambil gosok gigi dan odolnya.

Kemudian setelah selesai …. dia mebuka baju tidurnya dan berbalik ke arah bathtub dan melepas semua yang menutupi tubuh putih mulusnya… dan berbaring di dalamnya sambil mengusap tangan serta kakinya.

Setelah selesai melakukan ritual mandi paginya selama 30 menitan, Michele berjalan ke arah ruangan di samping kamar mandinya dengan menggunakan handuk yang dibalutnya dari dada hingga pahanya … dia membuka lemari besar kaca dan memilih baju kerjanya satu persatu.

Sekedar info nih, jadi ruangan besar di samping kamar mandi itu, adalah tempat seluruh baju, tas, jam tangan, sepatu, jaket, syall, topi dan lain-lain saking banyaknya …. Michele membuat ruangan khusus untuk itu semua sehingga dia tidak perlu repot-repot mendapatkan barang-barang yang diperlukannya untuk kesehariannya. Semua telah jadi satu lokasi, sebut saja ruang wardobe.

Setelah selesai berpakaian ala princess Diana, kecuali topi tentu tidak dipakainya untuk ke kantor, Michele keluar kamar dan turun ke lantai 1 dan menuju ke meja makan untuk sarapan…

Bi Jum sudah menyiapkan sarapan berupa roti dan teh hangat kesukaan Michele. “Papa mama belum bangun bi Jum ?” kata Michele sedikit berteriak … “Belum non Michele” … semalam tuan dan nyonya pulang jam 12 malam, kata bi Jum bercerita. “ Oh … Michele berkata dengan singkat. Michele melirik ke arah jam ditangannya … waktu menunjukkan pukul 7 pagi dan waktunya Michele untuk berangkat menuju kantornya.

Ya, Michele selalu berangkat lebih awal ke kantornya, karena perjalanannya ke kantor memakan waktu kurang dari 1 jam dan ia tidak mau terlihat lebih santai seperti boss besar lain yang datang seenak jidatnya menentukan sendiri jam masuknya. Michele selalu on time tiba di kantornya pukul 8 pagi. Michele tidak mau memberi contoh yang buruk soal kedisiplinan yang datang terlambat ke kantor.dia sangat membenci itu.

“Pak Soleh…” panggil Michele. “Ya Non …” kata pak Soleh menjawab sambil berlari cepat dari pos satpam di rumah Michele. Rumah Michele sungguh besar, dan meiliki pos satpam sendiri, taman yang besar dan kolam renang besar di belakan rumahnya. Michele langsung masuk ke dalam mobil yang sudah dari tadi menyala, dan pak Soleh yang sudah tua berumur 60 tahun masuk ke dalam mobil dengan sedikit ngos-ngosan nafasnya…. “Kenapa mesti lari sih” … Michele berkata kepada pak Soleh yang sudah duduk di belakang kemudi sambil tersenyum. Iya maaf non Michele, jawab pak soleh singkat.

Setelah tiba di pelataran halaman kantornya, Michele dibukakan pintu oleh pak Soleh dan Michele menurunkan kaki sebelah kirinya dengan sepatu high heels putihnya dengan rok putih di atas lututnya 10 cm kurang lebih, kemudian dia berjalan dengan langkah anggun dan terdengar suara sepatunya berirama dalam berjalan menyusuri lobby kantornya. Banyak mata melihat ke arah Michele sambil berimajinasi menjadi pasangan ibu bossnya itu.

Sekedar info saja, kecantikkan Michele banyak dikagumi, hampir seluruh gedung kantornya. Walau terlihat galak, tapi pancaran kecantikkan alaminya, tidak akan di dapat dari manapun. Keluasan dalam berjalan dan cara berpakainnyapun terlihat sopan. Hingga langkah terhenti tepat di depan lift yang diperuntukan khusus untuk Direksi saja.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel