Pustaka
Bahasa Indonesia

Mistake

68.0K · Tamat
Libra Girl
32
Bab
3.0K
View
7.0
Rating

Ringkasan

Mobil audi berwarna hitam metalic, melaju membelah jalan kotaJakarta sore itu. Tidak jarang sang pengemudi berdecak kesal karena mobilnya yang baru saja dicuci, harus rela terkena cipratan air karena kotaJakarta baru saja diguyur hujan. Jika tidak mengingat saat ini ia ingin bertemu dengan gadis yang sudah menjadi kekasihnya selama satu tahun, sudah pasti Rey memilih untuk tetap di rumah daripada harus membuat mobil kesayangannya kotor.Sebuah boneka teddy bear besar, dan sebuket bunga mawar berwarna putih turut hadir disampingnya. Ini adalah hari anniversary hubungan Rey dan Tiara─kekasihnya, yang pertama. Tiara adalah gadis pertama yang berhasil meluluhkan hati Rey karena sifat lembut dan baik yang dimilikki gadis itu.Rey bisa jadi adalah lelaki paling beruntung di dunia karena bisa mendapatkan gadis sebaik Tiara, gadis itu juga mempunyai wajah yang sangat cantik, gadis paling sempurna nomor dua di hati Rey setelah Ibunya.Mobil Rey sudah tiba tepat di depan pagar rumah Tiara. Seperti biasanya, satpam yang berjaga di rumah besar itu langsung membuka pagar untuk Rey bisa masuk. Lelaki itu kembali melajukan mobilnya ke depan halamn rumah kekasihnya sesaat setelah ia membunyikan klakson untuk menyapa Pak Andri─satpam di rumah itu.Rey turun dari mobilnya dengan senyum cerah, seraya menggendong sebuah boneka teddy bear serta menggenggam sebuket mawar merah. Ini adalah pertama kalinya Rey bersikap romantis, karena sebenarnya Rey adalah sosok lelaki yang cuek. Karena dorongan dari para sahabatnya, ia akhirnya mau melakukan hal semacam ini.Tanpa mengetuk pintu, Rey langsung melangkah masuk ke dalam rumah mewah dengan gaya minimalist itu, jangan tanya kenapa Rey berani masuk ke rumah Tiara tanpa izin, justru ia sudah mendapatkan lampu hijau dari orang tua Tiara. Ayah Tiara selalu menyuruh Rey agar tidak segan menganggap rumah mereka sebagai rumahnya sendiri."Ini udah setahun, Pah! Aku capek harus drama terus!" Tiara menghempaskan tubuhnya ke sofa."Kamu harus sabar, Nak! Kalau kamu menyerah sekarang, mana bisa kita mendapatkan harta keluarga Wirawan?!"Tiara mendengus kesal, "Tapi aku capek, aku capek harus pura-pura cinta sama Rey!""Halah, kamu mau makan cinta? Yang penting itu harta! Kapan lagi kamu jadi menantu orang paling kaya se-Indonesia?!""Jangan mimpi," suara berat Rey membuat Tiara dan Ayahnya menoleh."Rey," Tiara berjalan mendekat ke arah Rey, "aku sama Papah cumin bercanda, kok. Ini nggak seperti yang kamu denger, ak─""Lo kira gue bego?" Rey menghempaskan tubuh Tiara hingga gadis itu tersungkur ke lantai, "kita putus."Rey melempar asal boneka dan buket bunga yang tadi ia bawa, lalu melangkah ke luar rumah Tiara dengan rasa marah serta kecewa yang membuncah. Kenapa harus Tiara? Kenapa harus orang yang bahkan Rey jadikan prioritas nomor satu di dalam hidupnya? Kenapa harus dia?Mulai hari ini, Rey mempelajari satu hal. Bahwa merekayang terlihat baik, belum tentu benar-benar baik. Mereka yang memelukmu erat,ternyata hanya ingin menancapkan pisaunya lebih dalam.

TeenfictionKampusSweet

Prolog

Mobil audi berwarna hitam metalic, melaju membelah jalan kotaJakarta sore itu. Tidak jarang sang pengemudi berdecak kesal karena mobilnya yang baru saja dicuci, harus rela terkena cipratan air karena kotaJakarta baru saja diguyur hujan. Jika tidak mengingat saat ini ia ingin bertemu dengan gadis yang sudah menjadi kekasihnya selama satu tahun, sudah pasti Rey memilih untuk tetap di rumah daripada harus membuat mobil kesayangannya kotor.

Sebuah boneka teddy bear besar, dan sebuket bunga mawar berwarna putih turut hadir disampingnya. Ini adalah hari anniversary hubungan Rey dan Tiara─kekasihnya, yang pertama. Tiara adalah gadis pertama yang berhasil meluluhkan hati Rey karena sifat lembut dan baik yang dimilikki gadis itu.

Rey bisa jadi adalah lelaki paling beruntung di dunia karena bisa mendapatkan gadis sebaik Tiara, gadis itu juga mempunyai wajah yang sangat cantik, gadis paling sempurna nomor dua di hati Rey setelah Ibunya.

Mobil Rey sudah tiba tepat di depan pagar rumah Tiara. Seperti biasanya, satpam yang berjaga di rumah besar itu langsung membuka pagar untuk Rey bisa masuk. Lelaki itu kembali melajukan mobilnya ke depan halamn rumah kekasihnya sesaat setelah ia membunyikan klakson untuk menyapa Pak Andri─satpam di rumah itu.

Rey turun dari mobilnya dengan senyum cerah, seraya menggendong sebuah boneka teddy bear serta menggenggam sebuket mawar merah. Ini adalah pertama kalinya Rey bersikap romantis, karena sebenarnya Rey adalah sosok lelaki yang cuek. Karena dorongan dari para sahabatnya, ia akhirnya mau melakukan hal semacam ini.

Tanpa mengetuk pintu, Rey langsung melangkah masuk ke dalam rumah mewah dengan gaya minimalist itu, jangan tanya kenapa Rey berani masuk ke rumah Tiara tanpa izin, justru ia sudah mendapatkan lampu hijau dari orang tua Tiara. Ayah Tiara selalu menyuruh Rey agar tidak segan menganggap rumah mereka sebagai rumahnya sendiri.

"Ini udah setahun, Pah! Aku capek harus drama terus!" Tiara menghempaskan tubuhnya ke sofa.

"Kamu harus sabar, Nak! Kalau kamu menyerah sekarang, mana bisa kita mendapatkan harta keluarga Wirawan?!"

Tiara mendengus kesal, "Tapi aku capek, aku capek harus pura-pura cinta sama Rey!"

"Halah, kamu mau makan cinta? Yang penting itu harta! Kapan lagi kamu jadi menantu orang paling kaya se-Indonesia?!"

"Jangan mimpi," suara berat Rey membuat Tiara dan Ayahnya menoleh.

"Rey," Tiara berjalan mendekat ke arah Rey, "aku sama Papah cumin bercanda, kok. Ini nggak seperti yang kamu denger, ak─"

"Lo kira gue bego?" Rey menghempaskan tubuh Tiara hingga gadis itu tersungkur ke lantai, "kita putus."

Rey melempar asal boneka dan buket bunga yang tadi ia bawa, lalu melangkah ke luar rumah Tiara dengan rasa marah serta kecewa yang membuncah. Kenapa harus Tiara? Kenapa harus orang yang bahkan Rey jadikan prioritas nomor satu di dalam hidupnya? Kenapa harus dia?

Mulai hari ini, Rey mempelajari satu hal. Bahwa merekayang terlihat baik, belum tentu benar-benar baik. Mereka yang memelukmu erat,ternyata hanya ingin menancapkan pisaunya lebih dalam.