Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 5 Kejutan Agnes Untuk Susi

Hari semakin sore, pembicaraan Agnes dan Susi masih gantung. Agnes merasa tidak yakin dengan apa yang disampaikan Susi kepadanya.

“Susi, nanti malam mau kemana?” tanya Agnes.

“Ngak ada mbak, kan Susi memang ngak tau daerah ini. Paling di hotel lah istirahat.” Jawab Susi.

“Tar malam malam minggu lo, ress lantai tiga biasanya ada hiburannya. Mau gak Agnes ajak makan malam bareng disana. Kan Susi ada pesen kamar, tar makan disana pasti ada potongan 50% dan selebihnya Agnes yang traktiir. Gimana?” ajak Agnes.

“Wah boleh banget tu, tar yang 50% Susi bayar juga ngak papa kok mbak.” Jawab Susi.

“Justru Susi seneng, mbak Agnes mau nemenin Susi.” Lanjut Susi.

“O ya mbak, sudah sore. Susi balik ke hotel lagi ya.” Pamit Susi.

“Oke lah, eh Foto dulu yuk. Untuk kenang-kenangan kalau hari ini kita pertama kali berteman dan Susi pertama kali main ke rumah Agnes.” Ujar Agnes.

“Boleh mbak.” Sahut Susi menyetujui ajakan Agnes untuk berfoto bersama.

Susi dan Agnes berfoto bersama hingga beberapa kali, mereka sudah tampak seperti teman akrap saja sore itu.

“Susi pamit ya mbak.” Susi berpamitan kepada Agnes untuk kembali ke hotel.

“Iya Sus, hati-hati ya dijlan.” Sahut Agnes semberi melepas tangan Susi secara berlahan.

Susi kembali ke hotel, ia memperlambat jalannya ketika sampai di tepi jalan. Sepertinya ia berharap akan bertemu dengan Riyan.

Melihat gelagat yang mencurigakan dan tidak biasa dari Susi, akhirnya Agnes menghubungi Riyan.

“Assalamualaikum.” Salam Agnes dalam saluran telpon.

“Walaikumsalam, ada apa Nes?” tanya Riyan.

“Mas kenal Susi ngak?” tanya Agens.

“Susi! Susi mana ya? Banyak yang namanya Susi.” Riyan bertanya lagi.

“Yang mana ya, tar Agens kirim fotonya ya.” Sahut Agnes sembari mematikan ponselnya.

Agnes segera mengirimkan beberapa foto selfinya bersama Susi.

Setelah di kirimkan melalui wa, Agnes langsung menghubungi Riyan lagi.

“Gimana kenal?” tanya Agnes.

Rian mematikan hp nya.

“Lo kenapa malah dimatikan?” Agnes merasa heran.

Tidak lama kemudian pintu rumah Agnes di ketuk.

“Tok tok tok! Assalamualaikum!” suara Riyan.

“Ya kak.” Jawab Agnes.

Agnes segera keluar dan benar, suara itu adalah suara Riyan.

“Waw langsung kesini, ada apa dengan mereka?” tanya Agnes dalam hati.

“Dimana Susi sekarang?” tanya Riyan.

“Jadi kakak kenal dengan Susi?” tanya Agnes dengan senyum termanisnya.

“Alah Agnes, malah senyum-senyum sih.” Protes Riyan.

Riyan berusaha menghubungi Susi. Namun Agnes mencegahnya dengan mengambil hp Riyan.

“Tunggu dulu dong kak. Agnes punya berita bagus buat kakak, tapi ada saratnya.” Pinta Agnes.

“Ayo dong Nes, jangan main-main. Tu anak bukan anak sini, dimana Susi sekarang?” tanya Riyan.

“Kakak percaya deh sama Agnes, Susi dalam keadaan baik.” Sahut Agnes.

.“Trus dia dimana?” tanya Riyan.

“Jangan buru-buru dong kak, makanya kakak ikuti mau Agnes. Pasti malam ini kak Riyan bisa ketemu dengan Susi.” Sambung Agnes.

“Oke ke, apa syaratnya?” tanya Riyan.

“Kakak ngak boleh hubungi Susi malam ini, ingat ya sampai nanti malam ketika kak Riyan dan Susi bertemu.

“Tapi Agnes janji ya, Agnes jamin keamanan Susi dan pastikan kami bisa ketemu.” Pinta Riyan.

“Oke kak, ngak masalah itu. Semuanya Agnes lakukan demi kakak kok.” Sahut Agnes.

“Trus syarat terakhir, kakak harus janji ke Agnes juga. Kalau kakak berhasil ketemu dengan Susi, maka kakak harus cerita ke Agnes tentang Susi dan ada apa antara Susi dan kak Riyan. Gimana?” tanya Agnes membuat kesepakatan bersama Riyan.

“Duh, ngak gitu juga dong Nes.” Riyan sedikit keberatan.

“Ya sudah, ni hp kak Riyan. Hubungi aja Susi, tapi kalau kakak ngak berhasil temui Susi. Tolong jangan minta Agnes untuk hubungi Susi lagi.” Lanjut Agnes dengan memberikan kembali hp milik Riyan.

“jangan gitu dong Nes, jangan bikin kakak bingung.” Riyan menjadi ragu.

Agnes hanya tersenyum kepada Riyan dengan rasa percaya diri yang kuat bahwa Riyan akan menceritakan semua yang ia ingin tahu tentang Susi dan Riyan.

“Oke, oke. Kakak janji jika kakak bisa bertemu dengan Susi. Besok kakak akan ceritakan semuanya.” Riyan menyetujui kesepakatan bersama Agnes.

“Oke sepakat ya kak.” Sahut Agnes dengan wajah bahagia penuh makna.

“Kak tar malam datang ke hotel jam 19.30 ya. Jangan terlambat ya kak.” Pesan Agnes.

“Agnes tunggu di res lantai tiga ya kak.” Usap Agnes sambil berjalan menuju pintu rumahnya.

“Lalu Susi?” tanya Riyan.

“Kakak datang saja kesana.” Jawab Agnes dengan singkat.

“Ini dah hamppir jam 18.00 kak, Agnes perlu siap-siap.” Agnes mengusir dengan cara halus sembari menahan tawa kepada Riyan yang terlihat penasaran sekali dengan keberadaan Susi.

Agnes segera bersiap-siap untuk segera pergi.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 18.35 Riyan sudah menunggu Agnes di depan rumahnya.

“Ayo kakak antar.” Ajak Riyan.

“Boleh tapi, kakak ngak boleh langsung ke ress lantai 3 sebelum Agnes kabari. Gimana?” Agnes mengajukan syarat lagii.

“Pleas dong Nes, kenapa gitu banget sih?” tanya Riyan.

“Agnes pengen momen pertemuan Susi dan kak Riyan tu jadi berkesan. Gimana, mau ya kak?” pinta Agnes.

“Oke lah, kakak setuju aja.” Sahut Riyan.

Riyan dan Agnes langsung pergi ke hotel dimana Susi sedang menginap.

Dan sesuai dengan janji Susi dan Agnes. Mereka bertemu berdua di ress hotel lantai tiga malam itu.

“Hai, Sus. Dah lama ya?” tanya Agnes.

“Ngak juga mbak, takut mbak Agnes nunggu jadi sengaja Susi datang agak cepet. Sambil nikmati alunan musik yang bikin baper mbak. He he he.” Jawab Susi dengan perasaan enjoy.

“Pesen makanan dan minumannya mbak.” Susi menawarkan kepada Agnes.

“Susi dah pesen?” tanya Agnes.

“Ya barengan aja mbak.” Sahut Agnes.

Agnes dan Susi memesan makanan dan minuman. Susi juga tidak lupa memesankan makanan dan minuman untuk Riyan.

Agnes dan Susi menikmati alunan musik sembari menunggu hidangan makan malamnya selesai disiapkan.

Tidak butuh waktu lama, makanan untuk tiga orang pun siap di hidangkan.

“Silahkan mbak.” Pelayan mempersilahkan mereka menyantap hidangannya.

“Tiga porsi mbak?” Tanya Susi sedikit bingung.

“Iya kan bertiga.” Sahut Agnes.

“Bertiga? Bertiga dengan siapa?” tanya Susi.

“Eh iya malam miggu kok ya. Pasti dengan cowok mbak ya?” Susi menebak-nebak.

“Ngak dong. Kalao Agnes bawa cowok Agnes yang ada tar Agnes bisa cemburu karna pasti cowok Agnes bakal kasih perhatian ke Susi terus.” Sahut Agnes membuat Susi semakin bingung.

“Trus siapa yang satu lagi?” tanya Susi.

“Tu orangnya.” Sahut Agnes sambil menunjuk ke arah belakang Susi.

Susi sedikit ragu untuk melihat ke belakang, tapi karna Agnes memberikan kode kepada Susi untuk melihatnya langsung. Maka Susi pun berlahan berpaling ke arah belakang.

Susi terdiam mematung melihat sosok pria yang ada didepannya malam itu.

Jantung Susi seolah berhenti berdetak beberapa saat ketika ia mengetahui seseorang yang ada dihadapannya adalah Riyan.

“Malam Susi.” Sapa Riyan sembari memberikan bunga mawar kepada Susi.

“Malam mas.” jawab Susi dengan gugupnya.

Riyan tau Susi terkejut dengan kedatangannya di acara makan malam kali ini. Riyan berusaha untuk menyadarkan Susi agar ia kembali tenang dan santai untuk makan malam bersama malam ini dengan mengudap-usap lengan Susi hingga beberpa saat.

“Yuk duduk.” Ajak Riyan.

Susi pun duduk disamping Riyan, Susi tampak gugup dan mulai salah tingkah.

Susi meletakkan bunga pemberian Riyan di atas meja. Jantungnya berdetak berdetak sedikit lebih kencang dari biasanya.

Susi masih menenangkan dirinya karna ia tidak menyangka akan bertemu dengan Riyan disaat ia datang ke kota ini.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel