Bab 11 siapa dia 2 ?
Kampus
di kampus ayu sedang duduk di bangku taman sambil melamun sesekali dia menghela nafasnya.
"hhhmmm.... " ayu memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menghembus ke wajahnya.
"gue harus gimana lagi... mamah marah banget sama gue... sedangkan perasaan gue ga bisa nerima ini.. apa yang harus gue lakuin supaya mamah ga marah dan perjodohan ini ga terjadi "gumamnya, terlihat seorang pria di belakan ayu yang memperhatikan ayu dari tadi dengan minuman kaleng yang ada di tangannya lalu dia berjalan menghampiri ayu. ayu tidak menyadari kehadiran pria ini karena dia sedang memejamkan matannya . pria tadi memperhatiakan wajah ayu sejenak lalu dia menempelkan minuman kaleng dingin ke pipi ayu yang sontak membuat ayu terkejutkan oleh dinginnya kaleng itu.
"aaww... dingin "ucapnya lalu membuka matannya dan menjauhkan wajahnya dari kaleng tersebut lalu menengok ke arah samping kirinya dia melihat sosok pria tinggi putih dan tampan .
"rico... gue kirain siapa ngagetin aja "ucapnya sambil mengusap pipinya yang dingin, pria yang di sebut namanya tadi itu hanya tersenyum. Rico pernando adalah teman sekampusnya semenjak dia masuk kuliah awal pertemuan mereka adalah saat acara kemah penerimaan mahasiswa baru saat itu ayu satu kelompok dengan rico mereka tersesat di hutan karena ayu salah menunjukan arah saat jurit malam hingga membuat mereka bermalam di hutan hanya berdua dari situlah hubungan mereka berdua dekat hingga saat ini.
"boleh gue duduk "tanya rico
"duduk aja kali orang tempat duduknya juga bukan punya gue "balasnya kepada rico
"ok...ok.. gue duduk ya "ucapnya lalu duduk di samping ayu
"nih buat lo... minuman kesukaan lo susu rasa strawbery "ucapnya sambil membuka kaleng minuman dan memberikannya kepada ayu lalu ayu mengambil minuman yang di berikan rico
"makasih ya.. "ucap ayu lalu meminum susunya
"lo kenapa pagi-pagi udah ngelamun aja... lagi ada masalah "tanya rico dengan penasaran membuat ayu yang sedang minumpun tersedak ayu melirik ke arah rico
"uuhhuk.. uhukk.. "rici sontak langsung menepuk pundak ayu
"ya ampun ayu minumnya pelan pelan dong " ucapnya lalu memberikan sapu tangannya kepada ayu untuk membersihkan tumpahan minuman tadi
"ee..engga kok ga ada masalah apa-apa.. gue cuman stres aja sebentar lagi kan skripsi gue udah mau beres gue bingung mau ngelamar ke perusahaan yang mana gitu "ucapnya yang sedikit malu karena dia harus berbohong walaupun tidak sepenuhnya bohong.
"kenapa bingung kan lo bisa magang di perusahaan papah lo "ujar rico kepada ayu, membuat ayu menggaruk lehernya yang tidak gatal .
"eehh.. hhhmmm itu... iya sih memang... cuman gue ga mau bergantungan aja sama papah gue.. kalo gue kerja di perusahaan papah gue yang ada gue ga nyaman aja nanti orang kantor pada ngegosip tentang gue... mending gue nyari perusahaan lainkan buat magang usaha gue sendiri lebih nyaman "ucapnya sedikit terbata-bata rico hanya menganggukan kepalanya
"iya sih .... pokoknya lo ga boleh patah semangat kalo lo berusaha pasti lo bisa gue yakin lo pasti bisa "ujarnya menyemangati ayu .ayu mengepalkan tangannya dan mengangkatnya "bukannya maksud gue mau berbohong sama lo rico... cuma gue ga mau lo tau bahwa sebenernya perusahaan papah gue bangkrut "gumamnya dalam hati
Rs.medical hospital
rey duduk sambil tertidur dengan tanggannya ia lipat ke kasur rumah sakit dan kepalnya ia tumpukan pada lengannya dahinya di perban akibat luka di atas ranjang ada seorang gadis yang ia tabrak kemarin malam, gadis itu sudah sadar dari pingsannya di duduk tersandar sambil melihat wajah reyhan yang sedang tertidur senyuman sedikit terukir di wajahnya.
"siapa pria ini tampan sekali ...pria idaman "gumamnya dalam hati saat sedang asyik melihat wajah rey tiba-tiba rey pun terbangun dari tidurnya
"hhmmmm... "dia merentakangkan tubuhnya yang kaku dia belum sepenuhnya sadar lalu dia melihat ke arah ranjang dia melihat gadis itu sudah siuman.
"ouh... mba sudah sadar "ucapnya gadis tadi hanya menganggukan kepalanya
"gimana badannya apa ada yang sakit atau gimana bilang aja biar nanti dokter periksa lagi "tanyanya lagi
"gapapa kok udah lebih baik "jawab gadis itu
"syukurlah.. "ucapnya lega mendengar bahwa gadis itu tidak apa-apa
"kamu siapa? "tanya gadis itu kepada rey
"aah.. saya yang nabrak mba semalem... saya bener-bener minta maaf karena sudah nabrak mba "ucapnya meminta maaf
"biaya rumah sakit sudah saya tanggung semua jadi mba ga usah khawatir soal biaya "ucapnya lagi
"oh.... iya terimakasih..."jawab gadis itu
"ini kartu nama saya kalo ada apa-apa sama mba... mba bisa hubungi no itu "ucapnya sambil menyerahkan kartu nama kepada gadis itu. gadis itu mengambil kartu namanya dan melihatnya "reyhan shacio ...jadi namanya reyhan nama yang bagus "gumamnya dalam hati "nama saya bianca "ujarnya menjulukan tangan memperkenalkan diri kepada reyhan reyhan pun menjabat tanggan gadis itu "reyhan "jawabnya lalu dengan segera melepaskan jabatan tangan itu. dari arah pintu masuk terdengar seseorang memanggil manggil nama reyhan.
"tuan reyhan... tuan reyhan "panggil pria itu lalu dia menanyakan ke resepsionis pasien yang bernama reyhan berada di ruangan berapa.
"sus ada pasien yang namanya reyhan "tanyanya
"sebenyar saya cari dulu pak "jawab suster lalu mencari data pasien. pria ini terlihat cemas sekali
"ada pak di sebelah sana pak di bansal yang ujung "ucapnya lalu menunjuk ke arah tempat reyhan berada.
"terimakasih sus "jawabnya lalu berlari ke bangsal di ujung.
"tuan.. tuan reyhan "panggilnya lalu membuka pintu kamar pasien lalu di melihat rey dan seorang gadis di dalam dia langsung berlali menghampiri rey
"ya ampun tuan apa yang terjadi sama tuan.. tuan ga terluka parahkan tuan baik-baik saja kan "tanyanya lalu memutar mutarkan tubuh rey. rey yang sesikit risi pun menghentikan pria itu
"udah dong mang ujang pusing di puter-puter terus... saya gapapa kok cuma sedikit luka aja yang lainnya aman "ucapnya
"mamang kira tuan kenapa-kenapa khawatir banget mamang tuh denger dari pak samuel kalo tuan kecelakaan semua orang rumah pada khawatir sama tuan ...terus mamang di suruh nyonya buat ikut sama pa samuel ke rumah sakit "ucapnya sambil mengusap air mata membuat rey sedikit tertawa
"hahaha... udah tua mang ujang jangan nangis malu sama anak kecil "candanya kepada mang ujang membuat mang ujang kesal
"ih tuan.. mamang tuh kan khawatir sama tuan malah di ketawain "ujarnya
"iya iya maaf..... terus pa samuelnya mana "tanya rey
"pak samuel ada di belakan dia lagi bawain baju buat tuan "jawabnya. lalu samuel pun tiba di ruangan
"ini bajunya pak... bapak tidak apa-apa kan "tanya samuel, rey mengambilnya
"tidak papa cuma sedikit goresan "jawab rey. lalu samuel melihat ke arah ranjang dia melihat seseorang gadis disana.
"lalu dia siapa pak "tanyanya lagi dengan penasaran
"ouh kenalin dia bianca... dia orang yang saya tabrak waktu itu " ucap rey.lalu pak samuel sedikit membungkuk memberi salam kepada bianca dan biancapun sebaliknya
"kamu tolong urus dia ya samuel.... kalo ada apa-apa nanti kamu hubungin saya... saya hari ini ada meating penting jadi saya harus pergi "ujarnya
"apa tidak sebaiknya bapak dirawat dulu saya khawatir dengan kondisi bapak "tanyanya yang khawatir
"tidak apa-apa meating ini jauh lebih penting untuk perusahaan kita terus saya juga baik-baik saja jadi kamu ga usah khawatir...nanti biar mang ujang yang nganter saya ketemu klien kamu disini urus semuanya ya "ucapnya lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian. bianca yang memperhatikan rey sedari tadi kagum mendengar ucapan rey "wah keren banget dia di saat kaya gini dia masih bisa kerja "gumamnya dalam hati. samuel yang memperhatikan wajah bianca mengerutkan dahinya beratnya tanya kenapa dia melihat reyhan bossnya seperti itu. membuat semuanya terasa aneh. apa yang akan terjadi selanjutnya?
Bersambung.....
