
Ringkasan
"Kau siap?" Affry terkejut, tubuhnya menegang, Rayner sedang memeluknya erat dan mengecup lehernya yang terbuka, "Le-lepas." Affry meronta, mencari celah lepas dari pelukan Rayner. "Ahh ... Lepas!" Affry mendesah, memohon untuk di lepas, dia belum siap untuk melakukan itu dan dia tidak menyukai Rayner, "AKU BILANG LEPASKAN!" Rayner terkejut, pelukannya meronta dan ...PlakSatu tamparan mengenai pipi Rayner, Rayner terdiam menatap Affry heran dan seketika tatapannya menjadi tajam, "Beraninya kau!" Rayner mencengkeram dagu Affry, mencium Affry kasar."Aku awalnya ingin bersikap lembut tapi sepertinya kau lebih suka yang kasar?" Rayner marah besar, dia menarik tangan Affry kasar, menjatuhkan tubuh Affry kasar di kursi dekat ranjangnya, melucuti pakaian Affry dan mengoyak pakaian dalamnya. Rayner kalang kabut, lekukan tubuh Affry membuatnya bernafsu. Dengan cepat dia melepas semua pakaiannya juga, mencium Affry kasar dan meremas payudaranya
Bab 1
BAB 1
Affry is my mine
Ini adalah kisah seorang gadis, gadis polos yang tak tahu apa itu sex. Hidupnya sangat membosankan, Ayahnya mengekang dirinya di sangkar mewah yang indah dan tak tersentuh oleh orang luar. Mereka yang memiliki kesempatan bekerja di sangkar emas tempatnya terkurung hanya orang-orang tertentu.
Langkah kaki terdengar dari tangga, menampilkan sesosok gadis yang tadi kita ceritakan. Tubuh mungil, mata bulat berwarna hitam pekat yang tak memperlihatkan kemiripan dengan orang Eropa, dia lebih mirip dengan masyarakat yang tinggal di asia, wajah mulus dengan bibir tipis sedikit berwarna merah cerah. Semua orang menyayanginya, mencintai dan menghormatinya. Tutur katanya yang sopan dan tingkah lakunya yang baik budi membuat setiap orang yang mengenalnya menyayanginya. Tapi di balik setiap sikap yang ditunjukkannya, dia adalah gadis pembangkang dan keras kepala.
"Papah ...?" Suaranya sangat merdu, panggilan kesayangannya untuk sang ayah. Kaki jenjangnya melangkah dengan sempurna menuruni setiap anak tangga.
"Papah ...!" Kakinya yang tadinya melangkah dengan anggun berubah menjadi sedikit berlari.
Ayahnya tersenyum di pintu rumah besar mereka, menampilkan gigi putihnya, menyambut putri kesayangannya ke dalam pelukan hangatnya. Putrinya berlari begitu lucu, rambutnya yang tergerai terbang ke sana sini, dengan senyuman dan tatapan bahagia dari sang putri membuat semua rasa lelahnya hilang begitu saja.
"Affry ... rindu pada ayah?"
Gadis itu adalah Affry, namanya sangat indah, berciri khas masyarakat timur sekali. Dia sangat tidak mirip dengan Ayah atau Ibunya, banyak yang berpikir apakah dia itu anak kandung atau bukan. Tapi semua pertanyaan dalam setiap pikiran semua orang telah terjawab. Affry adalah gadis yang cukup ceria, dengan segala kasih sayang yang dia dapat.
"Hm ...." Affry berdiri di depan ayahnya, memeluk ayahnya dalam rasa rindu. Ayahnya baru kembali dari LA, jauh dari sang ayah selama dua minggu benar-benar menyiksa Affry, dia tidak terlalu terbiasa dengan kesendirian. Sebenarnya dia tidak sendiri, ada Ibu, pengasuh dan beberapa pelayan yang bekerja untuk ayahnya.
"Jangan terlalu manja sayang ...." Ayahnya menegur dengan lembut.
Affry menatap ayahnya garang, "Kenapa? tidak boleh!?"
"Hahaha ... Astaga putriku marah?" Ayahnya mencubit pipi Affry pelan.
"Ya! Tuan Devon Scott, putrimu sedang marah dan tak mau bicara denganmu lagi!" inilah kebiasaan Affry, saat marah dia akan menyebutkan nama lengkap ayahnya.
Tunggu! kita belum menjelaskan siapa itu Devon Scoot bukan? Devon Scoot adalah salah satu pengusaha sukses di Russia, dengan tampilan fisik yang cukup mengesankan untuk pria umur-an 50 tahun ke atas. Dia merintis usahanya saat dia berumur 30 tahun, di mana putri tersayangnya pertama kali membuka mata dan mengeluarkan suara indahnya ke muka bumi. Dengan tekat yang kuat dan berbekal dukungan Istri, dia mulai menjalankan bisnisnya dari nol hingga saat ini.
"Baiklah ... papah minta maaf, hm ...." Devon mengalah, memeluk putrinya erat.
"Hm ... Aku pamit ya pah." Affry melepas pelukannya, dan manyalimi tangan ayahnya.
"Bye Dad ...."
Langkah kaki Affry terhenti, seseorang menahannya. Affry menoleh mendapati ayahnya yang mencengkeram lengannya cukup kuat, "Ayah ...?" tanyanya.
"Siapa yang mengizinkanmu keluar rumah?" nada ucapan Devon membuat suasana begitu mencekam, tatapannya terlihat seolah ingin memakan Affry hidup-hidup.
"Kembali ke kamar dan tunggu gurumu datang." Affry diam, kalau sudah begini lebih baik mengalah, ayahnya terlihat sedikit marah, hanya sedikit tidak lebih dan kurang.
Affry melangkah meninggalkan ayahnya di ruang tamu, menaiki gundakan anak tangga yang tadinya di pakai untuk turun dan bergegas menemui sang kekasih. Sepertinya pertemuan kali ini harus di tunda, kakinya melangkah dengan malas memasuki kamarnya. Affry menoleh sebentar menatap ayahnya sendu, mencoba meluluhkan hati ayahnya agar mengizinkannya pergi keluar rumah tapi yang di dapat hanya tatapan tajam dari ayahnya.
***
Di ruang tamu ...
Affry menatap ayah dan ibunya bingung dengan kondisi saat ini, 'Kenapa mamah terlihat sedih? dan siapa pria ini' tanyanya dalam hati. Devon terlihat biasa saja saat mendapat tatapan bingung putrinya.
"Tuan Rysh, apakah dia sesuai kriteria anda?"
Pria yang duduk di sofa single tepat berhadapan dengan Affry tersenyum, pria itu sangat manis dan tampan di saat bersamaan jikalau dia tersenyum, Affry sempat terpana sebentar.
'Rysh?, kenapa rasanya aku pernah mendengar nama itu,' Affry menatap lekat pria tampan itu. "Dalam kurun waktu tiga hari persiapkan dia, aku menyukainya dan akan membantu perusahaanmu Tuan Scoot." Pria itu bicaranya sangat kasar pada orang yang lebih tua darinya. Terlihat sekali dia sedang memamerkan keangkuhannya, Affry menatap pria itu jengah, ingin mencemooh tapi tidak bisa, andai ayahnya tak di sini dapat dipastikan pria itu sudah di maki-maki dan ... di cakar.
"Terima kasih tuan Rysh, Anda sangat bermurah hati, saya benar-benar berterima kasih." Devon bangkit, berterima kasih pada pria itu, pria itu hanya diam tak merespon Devon, dia lebih tertarik menatap Affry yang menatapnya tajam seolah ingin memakannya.
Setelah kepergian tamu tak jelas ayahnya, Affry lebih banyak menghabiskan waktu di kamarnya, menunggu balasan pesan dari pacarnya-Jonathan. Jonathan cinta pertama Affry, menjalin hubungan diam-diam selama tiga tahun lebih, benar-benar setia bukan? Jonathan hanyalah anak dari supir pribadi ayah Affry, selama tiga bulan Affry tak pernah lagi bertemu dengan pria itu dan selama itu pula dia selalu menghubungi kekasihnya dari berbagai media baik itu pesan, telpon, chat dan lainnya tapi satu pun tak kunjung mendapat balasan dan tadi siang adalah kesempatannya untuk bertemu setelah tiga bulan kamanya tapi ayahnya malah menjadi penghalang besar.
Kriet
Pintu kamarnya terbuka, Affry menoleh mendapati ayahnya yang menatap dirinya dengan senyuman hangat yang setiap malam menjadi penghantar tidurnya.
"Apa papah boleh masuk?"
"Iya ...."
Pria paruh baya itu masuk, duduk di sebelah Affry yang sedang bermain dengan ponselnya, mengelus surai putrinya dengan kehangatan dan cinta kasih yang sangat besar.
"Katakan umur berapa sekarang sayang?" Affry menoleh menatap ayahnya penuh curiga, "Kenapa bertanya tentang umur, ayah 'kan tau umur Affry sudah 20 tahun bulan lalu." Devon tersenyum, mencium pipi putrinya.
"Ya papah tau, bagaimana menurutmu rekan kerja papah tadi?" Affry heran kenapa ayahnya bertanya hal yang aneh-aneh, "Dia cukup tampan, berwibawa dan misterius pah."
"Papah berniat menikahkanmu dengannya dan dia tadi bilang menyukaimu, jadi papah akan menikahkan kalian dalam tiga hari." Devon tersenyum, mengelus rambut hitam legam putrinya dengan lembut.
"Tidak mau! Aku tidak mau ...!" Dua kata, tidak dan mau mampu membuat seorang Devon merasa tersinggung, tadinya ia berharap putrinya pasti senang dan menerima keputusannya tapi ternyata ia salah, putrinya menentang dirinya.
"Setuju atau tidaknya kau, ayah pastikan kau akan menikahi teman kerja ayah!" Devon berlalu, meninggalkan putrinya yang menatapnya tajam, tak peduli lagi apa yang akan putrinya lakukan nantinya, yang harus dipastikannya hanyalah pernikahan ini berjalan lancar agar perusahaannya tidak bangkrut.
Hai semua selamat membaca karya saya, jangan lupa komen dan kasih rate 5 agar menjadi semangat bagi saya. Silakan ikuti karya saya yang lain di Wattpad dengan nama akun tirigo2203. Sampai jumpa di karya saya yang lain.
