Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 14 Kelucuan Natan

Bab 14 Kelucuan Natan

Yuda menyetir mobilnya sambil menahan rasa sakit di bahunya, tangannya mulai lemas dan dengan sisa tenaga yang ada, Yuda sampai juga di Rumah Sakit, Yuda segera datang ke UGD, Dokter segera membawa Yuda keruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bahunya, dokter bertindak dengan cepat, tidak lama Yuda keluar dari ruang Operasi dan di pindahkan ke ruanga Rawat inap, setelah siuman dan rasa sakitnya mulai menghilang Yuda keluar dari kamar walaupun masih terasa lemas, Yuda menemui Raya. semua orang diruangan kaget melihat Yuda memakai baju pasien dan selang infus menancap di tangannya,

"kamu kenapa Yud?" Raya hampir menangis, menatap Yuda dengan cemas, Yuda duduk di kursi samping tempat tidur Raya,

"Tidak apa- apa, tadi cuma kena tembak." Jawaban Yuda santai dan mencoba tersenyum padahal dirinya sedang menahan ngilu di bahunya,

"Kena tembak bilang tidak apa- apa, mana yang kena?" Raya berkaca- kaca, Yuda menunjuk bahunya.

"Jangan khawatir aku baik- baik saja, yang penting orang yang berurusan sama kamu udah aku tangkap." Yuda tersenyum menatap Raya, sambil menggenggam tangan Raya,

"Tapi kamu terluka, aku tidak suka." Raya mulai menangis, Yuda memeluk Raya dan mengusap punggungnya agar tenang.

"Ini memang tanggung jawabku, aku tidak bisa menghindar." Raya terdiam menatap Yuda, Raya sadar, kalo memang ini sebagian pekerjaan Yuda.

"Udah tertangkap semua Yud?" Tanya Siska masih penasaran, Yuda mengangguk.

"Udah tinggal di interogasi aja." Siska merasa lega

"Syukurlah."

"Kamu belum makan Yud, makan dulu!"

"Iya aku makan."Yuda duduk di sofa dan mulai makan.

"Kamu udah makan Ray?" Yuda menatap Raya

"Udah." jawab Raya pelan, Yuda melanjutkan makannya.

Pintu ruangan Ada yang mengetuk...

dan masuklah seorang perawat mengedarkan pandangannya melihat orang- orang yang ada di dalam kamar rawat Raya, seperti mencari seseorang dan terakhir tatapannya melihat Yuda.

"Mas kok malam- malam keluyuran, saya mondar- mandir cari mas hampir keseluruh tempat, saya kira mas kabur setelah melihat CCTV masnya masuk ke ruangan ini, harusnya mas istirahat di ruangan mas." perawat laki- laki itu mengerutkan keningnya, dan terlihat kesal, Yuda nyengir .

"Aku di sini aja, di sini juga bisa istirahat, ini kamar pacarku."

perawat itu geleng- geleng tapi tentu tidak berani memaksa, perawat itu akhirnya pamit, Siska dan Dafa tertawa,

"Pasien bandel." gumam Dafa, Raya juga tersenyum

"Mana bisa aku jauh dari bidadariku." Jawab Yuda cuex sambil memegang handphone menerima panggilan

"Yaaaa."

"Gimana keadaan bapak?"

"Baik..., mungkin beberapa hari ini saya tidak bisa masuk bekerja dulu."

"Baik pak, semoga lekas sembuh." Yuda menutup sambungan teleponnya. Yuda melihat Raya belum tidur, Yuda bangkit duduk di sebelahnya.

"Tidur...!" Perintah Yuda, Raya malah mengelus muka Yuda.

"Aku tidak bisa tidur." Yuda meremas lembut tangan Raya,

"Mau aku tidurin...?" bisik Yuda sambil nyengir, pipi Raya merona dan salah tingkah.

"Yuda." Yuda nyengir, dia menyadari kata- katanya ada yang salah.

"Ayo Tidur!." Perintah Yuda terus mengecup kening Raya, tangannya mengelus lembut rambut Raya, sampai akhirnya Raya tertidur lelap. Yuda pindah ke sofa lagi sebelah Dafa dan ikut tertidur.

***

Jam 5 pagi Siska dan Dafa sudah pulang tanpa membangunkan Raya dan Yuda....

Raya bangun terlebih dahulu, turun dari tempat tidur, kekamar mandi dan duduk di sofa membetulkan selimutnya. Karna kelelahan jam 9 pagi, Yuda belum bangun, Dokter masuk memeriksa luka Raya dan sudah diperbolehkan pulang,

"Itu pasien kamar sebelah ya Nona?" Dokter bertanya, Raya mengangguk. Raya turun dari tempat tidur membangunkan Yuda pelan, Yuda bangun dan duduk, Dokter mendekat,

"Selamat pagi pak Yuda... boleh saya periksa?" Yuda mengangguk, dokter segera memeriksa,

"Pak Yuda bisa pulang hari ini, tapi badan bapak agak demam saya buatkan resepnya, bapak perlu istirahat yang cukup!"

"Baik dok,terimakasih." Saat mereka mengemasi barang- barangnya mama Raya datang.

"Raya udah dibolehin pulang mam." Mama Raya senang mendengarnya,

"Yuda mana?" Mama Raya mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan,

"Di kamar sebelah, lagi berkemas juga?"Mama Raya mengerutkan alisnya.

"Yuda juga sakit?" Raya mengangguk.

"Kena tembak mam." Mama Raya menghentikan aktivitasnya menatap Raya...

"Semalem nangkap orang yang nusuk Raya." Mama Raya merasa tidak enak.

Yuda masuk membawa beberapa pakaian yang ada di kamar rawatnya dan di masukin ke tasnya,

"Ayo pulang!" Yuda berdiri di pintu,

"Sebentar, Aku belum nyelesein Administrasinya." Raya mengambil dompet.

"Udah beres, kita pulang sekarang!" Raya terdiam tapi segera mengangguk,

"Kenapa mesti kamu yang bayar sih?" Raya sedikit tidak suka lalu menatap Yuda,

"Kamu bagian dari aku." Raya tersipu,

"Sebaiknya kamu pulang kerumah Tante Yud, di rumahmu Bi Noi tidak 24 jam ada di rumah, Tante takut kamu kenapa- napa." Yuda hanya mengangguk, tapi hatinya senang pake banget lagi... dengan ikut kerumah Raya dia bisa lama- lama di dekat Raya,

Mang Ujang masuk dan membantu membawakan barang- barang mereka dan mengantarnya pulang kerumah Raya.

"Mang, saya tidak pulang kerumah, standby aja ya mana tau saya butuh mamang." mang Ujang mengangguk dan pamit.

"Mamaaaa." Suara Natan dari dalam rumah, lari memeluk Raya, Raya mencium kening dan pipi Natan,

"Apa kabar sayang?" Mata Natan membulat.

"Baik mama... Om ikut pulang?" Raya mengangguk.

"Om belum sembuh total jadi mama bawa ke sini."

"Horee... Natan punya teman." Natan gembira dan memeluk Yuda, Yuda tersenyum melihat tingkah Natan.

"Sudah- sudah! Om Yuda mau istirahat dulu, mainnya nanti sore." Neneknya mengingatkan Natan.

"Baik Nek, Nanti sore mainnya ya Om!." Yuda mengangguk terus masuk ke kamar dan tidur nyenyak.

Raya mengganti pakaian dan pergi kedapur melihat mamanya yang sibuk di dapur,

"Mama masak apa?" mama Raya menoleh ke arah Raya.

"lagi buat sup iga kesukaan Yuda dan kamu." mata Raya melebar mendengar kata- kata mamanya.

"Sejak kapan mama tau makanan kesukaan Yuda?" Raya mengerutkan keningnya.

"Mama tanya Bi Noi, jadi mama tau." Raya tersenyum.

"Selain sup iga dia suka apa lagi mam?" mama Raya melotot ke arah anaknya.

"Raya... kamu malah tanya mama, harusnya kamu berusaha donk cari tau sendiri!" Raya merasa pertanyaannya memang konyol, Raya nyengir.

"Kan mama sudah tanya ke Bi Noi, sekarang Raya tinggal nanya mama, masa Raya harus bertanya lagi ke Bi Noi." Mama Raya berfikir sebentar dan menganggukan kepalanya.

"Bener juga kamu Ray... Yuda itu suka buah Apel sama Anggur, ikan bumbu kuning, sama tumis kangkung campur udang."

"Makasih mam infonya... Lain kali Raya yang masak buat Yuda." Raya mencium pipi mamanya, mama Raya mengangguk, Jam 12 siang makanan siap di meja makan, Raya masuk kekamar Yuda untuk membangunkan Yuda, badan Yuda masih hangat.

"Yuda... bangun! makan dulu!" Raya sedikit mengguncangkan badan Yuda, mata yuda terbuka dan bangkit dari tempat tidur.

"Badan kamu demam Yud, aku bawain makan siangnya kesini aja ya." Raya cemas, tapi Yuda menggeleng.

"Aku cuma demam, jangan di manjain." Yuda mencium pipi Raya dan pergi kekamar mandi, Raya tersenyum malu dan keluar dari kamar.

Yuda keluar dari kamar dan duduk di ruang makan.

"Makan Yang banyak Yud! kemaren- kemaren makan sama tidurmu berantakan." kata mama Raya, Yuda hanya mengangguk.

"Supnya enak Tante..." Yuda dengan semangat memakannya, mama Raya cuma tersenyum, walaupun sekarang , dia senang sudah punya cucu laki- laki tapi dulu Mama Raya pernah menginginkan anak laki- laki tapi sayang anak laki- laki itu keluar bukan dari rahimnya melainkan dari wanita simpanan suaminya, umurnya di bawah Raya 2 tahun.

"Ini sup kesukaan Natan juga Om, makanan Nenek memang enak, mama juga bisa masak tapi suka tidak sempat masak." ucap Natan polos, Yuda menatap Natan,

"Wah makanan favorit kita sama dong ." Mata Natan berbinar menatap Yuda dan tersenyum

"Berarti kita jodoh Om." ucapnya serius memandang Yuda, Yuda yang sedang menelan makanan hampir tersendak, Raya dan mamanya tertawa...

"Natan pintar." kata mama Raya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel