19. Juara 9
"Pemirsa Kita mulai babak ke 2 Pertarungan ini siapa yang akan menang dan siapakah yang akan kalah dan menjadi Juara No. 9 Kita akan menyaksikan bersama sama, Baik Tidak usah menunggu lama 2 Kontestan sudah mulai memasuki Arena" Ucap Host Di Stadion.
"Kalian sudah mengetahui peraturan nya bukan untuk tidak boleh membunuh satu sama lain ?" Ucap Wasit Euro.
"Saya Mengerti" Ucap Ice dan Aluka hanya tersenyum.
"Baiklah, pertarungan dimulai" Ucap Wasit Euro.
"TENGTENGTENG" Tanda suara dimulai.
"Baiklah aku yang akan terlebih dahulu menyerang mu rasakan lah sayatan peluru angin ini" Ucap Ice.
"Ya pemirsa terlihat Ice mengeluarkan peluru angin dari telunjuk nya dengan sangat cepat, namun Aluka mampu melompat menghindari beberapa serangan bertubi tubi dari Ice" Ucap Host Di Stadion.
"Tampak terlihat Aluka masih melompat lompat kesana sini menghindari serangan dari Ice, Tak lama Aluka membuat Tembok Es Raksasa yang memberi batas antara Ice dan dan dirinya" Ucap Host Di Stadion.
"Ada apa ini pemirsa, Aluka membuat blokade Es Raksasa apakah yang dia rencakan selanjutnya ?" Ucap Host Di Stadion.
"Kau tidak akan mampu menyerang aku, sekali pun kau terus menembaki dinding ini" Ucap Aluka.
"Sialan aku tidak bisa melihat nya karena Dinding Es raksasa ini, dimanakah dia ?" Ucap Ice.
"Aku akan menyelesaikan mu dengar jurus ini Rasakan lah lipatan dari Es ini" Ucap Aluka.
"Apa celaka Es Ini akan runtuh menimpah ku" Ucap Ice.
"Pemirsa Balok Es raksasa itu sepertinya akan menimpah seluruh lantai yang ada di dalam Arena apakah pertandingan ini akan segera berakhir ?" Ucap Host Di Stadion,
"Ice terpojok apa yang akan dia lakukan pemirsa ?" Ucap Host Di Stadion.
"Kau fikir aku akan kalah dengan Jurus Kekuatan Spritual murahan seperti ini
akan aku belah es ini menjadi dua" Ucap Ice sambil melompat.
"Pemirsa apa yang terjadi Ice mampu membelah balok Es raksasa itu dengan menggunakan angin berbentuk pedang yang ada di kedua tangannya ternyata dia 'Ice' berhasil pemirsa" Ucap Host Di Stadion.
"Aku akan menyerang kamu secara langsung rasakan ini bodoh" Ucap Ice.
"Tidak semudah itu kau fikir kemampuanku hanya sebatas itu saja majulah kamu sini" Ucap Aluka.
"Pemirsa terlihat Ice dan Aluka melakukan Pertarungan jarak dekat terlihat Es berbentuk pedang milik Aluka saling beradu kuat dengan Angin berbentuk pedang milik Ice apakah yang akan terjadi selanjutnya pemirsa hampir saja beberapa kali Aluka terkena pedang angin milik Ice" Ucap Host Di Stadion.
Terlihat mereka berdua Ice dan Aluka saling beradu pedang Menggunakan Hawa kekuatan Spritual masing masing dengan sangat cepat.
Ice terlihat mundur dan berkata
"Sialan aku akan menghancurkan dirimu dengan serangan ini bocah kurang ajar" Ucap Ice.
"Apa yang terjadi Arena Hancur oleh Angin Torpedo yang Ice Ciptakan pemirsa apakah ini akhir dari pertandingan ini" Ucap Host Di Stadion.
"Ini bukanlah angin torpedo biasa bahkan siapa saja yg terkena angin ini akan merasakan kesakitan yang teramat sakit seperti teriris iris oleh pisau" Ucap Ice.
"Aku tidak akan membiarkanmu menang begitu saja" Ucap Aluka.
"Pemirsa apa yang terjadi lagi dan lagi Aluka mengeluarkan tembok raksasa apakah mampu tembok itu menahan serangan dari Ice yaitu Kekuatan Hawa Spritual Angin Torpedo" Ucap Host Di Stadion
"Bruaaaaaakkkkkkkk" Terdengar suara benturan yang memecahkan Tembok Es itu.
"Apa yang terjadi terlihat Gunung Es terbalik diatas Ice pemirsa" Ucap Host Di Stadion.
"Aku tidak akan membiarkan kamu menang dengan mudah biarlah aku kalah disini namun kamu tidak akan lagi mempunyai kekuatan saat bertemu kakak ku yaitu Mostrad maka dengan ini akan aku keluarkan seluruh Hawa Kekuatan Spritual ku yang aku beri nama Gunung Everst terbalik" Ucap Aluka.
"Apa itu kurang ajar bocah ini masih mempunyai kekuatan sebesar ini, aku harus segera mengeluarkan seluruh Kekuatan Hawa Spritual ku juga maka rasakanlah Pisau Angin Torpedo Ganda" Ucap Ice.
...
Terdengar suara benturan yang sangat keras.
"DUAAARRR" Suara benturan Kekuatan Hawa Spritual Ice dan Aluka.
"Apa yang terjadi Pemirsa angin kabut dan Es bertebaran kemana mana apa yang terjadi" Ucap Host Di Stadion.
"ALUUUKKAA" Teriak suara Simon, Mostrad dan Elber bersamaan memanggil nama Aluka.
"Tampak Terlihat seseorang masih berdiri menahan Gunung Es Everst pemirsa ternyata Itu adalah Ice" Ucap Host Di Stadion.
Tak lama terdengar suara benturan keras lagi
Brrrruuuuuuaaaaakkkkkkkk ....
"Gunung Es itu menimpah Ice Pemirsa dimanakah Aluka ?" Ucap Host Di Stadion.
Ternyata Aluka telah terbaring karena terkena sayatan Pisau Torpedo Ganda milik Ice.
"Siapakah yang akan menjadi pemenangnya pemirsa apakah Aluka masih hidup dan apa yang terjadi Pemirsa Gunung Es itu Retak terbelah menjadi dua belah apakah Ice bisa selamat dari timpahan Es tersebut" Ucap Host Di Stadion.
Kreeekkkkkkk kreeeeekkkkkkkk kreeeeekkkkk
Suara Retakan Es.
"Duaaaarrrrrrrrrr" Suara Gunung Es yang menimpah Ice retak lalu pecah berkeping keping.
"Kurang ajar bocah itu ternyata mempunyai kekuatan yang menakutkan sebesar ini didalam dirinya" Ucap Ice sambil menahan kesakitan dan muntah muntah darah serta memandang Aluka yang terkapar.
"Pemenangnya adalah Ice" Ucap Wasit Euro memecah dalam hening stadion yang terkejut dengan apa yang mereka semua lihat.
"Whoaaaaaaaaaaaaaa Whoaaaaaaaaaaaa" Suara Penonton yang senang melihat pertandingan yang baru saja terjadi.
Tak lama Mostrad, Simon dan Elber berlari ke arah Aluka.
Mostrad langsung memegang kepala dan tubuh Aluka. Mostrad berkata
"Apakah kamu baik baik saja Aluka ?" Tanya Mostrad
Aluka tersenyum dan berkata
"Maafkan aku, aku telah kalah tapi setidaknya dia 'Ice' sudah tidak akan mempunyai kekuatan lagi saat bertemu denganmu kak" Jawab Aluka.
"Apa yang kamu fikirkan Aluka hampir saja kau terbunuh kenapa kau tidak membuat perisai untuk dirimu sendiri malah kau membuat Gunung Es untuk menyerangnya" Tanya Mostrad.
"Tidak apa apa aku suka melakukannya untukmu kak" Jawab Aluka
"Bodoh" Ucap Mostrad lalu memeluk Aluka di kelilingi Simon dan Elber.
Terlihat Ica pun menghampiri kembaran nya Ice Lalu Ica berkata,
"Kamu tidak apa apa ?" Tanya Ica
"Mana mungkin aku akan kalah dengan mudah" Jawab Ice
"Bodoh kau teralu gegabah dan meremehkan musuhmu" Ucap Ica namun ice hanya tersenyum dan tak lama dia berkata
"Tapi setidaknya aku masuk ke putaran selanjutnya sama sepertimu" Ucap Ice lalu terawa hehehe
"Pemirsa sungguh di luar nalar pertarungan kali ini, mereka berdua saling menyerang satu sama lain tanpa membuat pertahanan dan memfokuskan Kekuatan Spritual mereka berdua untuk penyerangan tanpa membuat Perisai perlindungan untuk mereka sungguh pertarungan yang sangat mematikan, lalu Bagaimana menurut Master Chu dan Master William pada pertandingan ini ?" Ucap Host Di Stadion.
"Pertandingan ini sungguh Epik mereka berdua mempunyai Hawa Kekuatan Spritual yang sama namun di detik detik akhir sama dengan saudaranya Ica, Dia 'Ice' melakukan hal yang diluar Nalar kita semua sungguh kekuatan si kembar Ica & Ice ini sangat menakutkan" Ucap Master Chu.
"Lalu bagaimana menurut Master William dengan pertarungan babak kedua ini ?" Tanya Host Di Stadion
"Sama banget seperti yang di katakan Master Chu Si Kembar Ica & Ice ini sangat memukau sekali, selalu saja di detik detik terakhir kedua orang kembar ini melakukan hal yang membuat kita semua terkejut" Ucap Master William lalu melanjutkan bicara kembali,
"Walau kali ini Aluka sudah melakukan sesuatu yang optimal tapi saya rasa ke depan nya Si Kembar Ica & Ice tidak akan lagi mempunyai stamina yang cukup, terlebih jika dilihat pertarungan mereka berdua Si kembar Ica & Ice akan melawan petarung juara 1 & 2 setelah ini tapi kita tidak ada yang akan mengetahuinya apa yang terjadi nanti" Ucap Master William.
"Jadi menurut penilaian Master William Si kembar Ica & Ice akan terlihat kesulitan di pertandingan selanjutnya begitu ?" Tanya Host Di Stadion.
"Tepat sekali sepertinya itu mereka berdua si Kembar Ica & Ice akan kesulitan di dalam pertarungan selanjutnya" Ucap Master William.
"Baik Para pemirsa selagi para Juri merapihkan dan menyiapkan Arena pertandingan kembali untuk selanjutnya kita akan menghadirkan Band musik Rolling Water maka nikmatilah" Ucap Host Di Stadion.
Terdengar suara penonton bernyanyi mendengarkan musik dengan meriah,
"Whoaaaa Whooaaaa Whoaaaaa" Suara Penonton bernyanyi.
"Terlihat beberapa juri sedang melakukan perbaikan arena menggunakan kekuatan Spritual dengan perlahan lahan namun pasti menyusun batu di arena kembali".
