Pustaka
Bahasa Indonesia

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda

43.0K · Tamat
Silviarita
41
Bab
27.0K
View
9.0
Rating

Ringkasan

Menjadi istri kedua seorang CEO arogan dan sombong, tidak lah mudah bagi Sanum. apalagi diusianya yang relatif masih sangat muda. semua ini tidak terlepas dari permintaan sang majikan, yang sangat mengharapkan kehadiran cucu, ditengah-tengah pernikahan anaknya Reyhan dan Fiona. Mampukah Sanum menarik perhatian dan membuat Tuan Muda Reyhan jatuh cinta atau malah sebaliknya?

PresdirTuan MudaPernikahanLove after MarriageDewasa

Suara-suara aneh

“Kruuugghh..., Kruuugghh...”

“Aduuh, laper banget nih. Mending sekarang aku nyari makanan kedapur dulu.”

Sanum refleks memegangi perutnya, saat mendengar bunyi nyaring yang berasal dari dalam sana, seketika gadis itu tersadar jika dia belum makan malam, mengingat saat ini dia begitu fokus dalam menyelesaikan tugas sekolah yang menumpuk pasca libur beberapa hari kemaren, karena nenek satu-satunya keluarga yang dimiliki Sanum pergi untuk selamanya.

“Mendingan aku makan roti saja.”

Berjalan keluar kamar, namun saat melintasi kamar anak majikan nya, Tuan Muda Reyhan dan istri nya Fiona, yang kebetulan malam itu sengaja menginap dirumah Bu Sinta, langkah kaki Sanum sempat terhenti, ketika telinganya yang polos mendengar desahan yang aneh dan saling bersahutan dari arah dalam kamar.

“Mas terus....aku su... su.... sudah ingin keluar lagi. Kamu memang hebat mas, selalu berhasil untuk memuaskan aku.”

“Tentu sayang, makanya aku tidak ingin jauh dari kamu.” Terdengar suara Reyhan yang serak karena gairah.

“Ayo sayang, kita nikmati malam ini dengan percintaan panjang.”

“Iya mas, aku mencintaimu mas...ayo sayang. Lebih dalam lagiiii...”

“Tahan Fio, aku masih ingin bermain-main dengan tubuh indah mu sayang.” bisik Reyhan pada sang istri yang sudah dinikahi nya selama tiga tahun ini.

Suara desahan dan bisikan lembut, terus keluar dari bibir Fio maupun Reyhan. nafas keduanya ngos-ngosan seperti lari maraton dengan jarak tempuh sudah mencapai titik puncak keindahan Dunia.

Keduanya, semakin berpacu menikmati gairah yang terus memuncak. Memberikan sensasi yang membuatnya keduanya tidak ingin mengakhiri permainan panas ranjang ini, tanpa peduli dengan keringat yang sudah membasahi tubuh mereka yang polos.

Suasana kamar kini terasa panas, ditambah lagi desahan nikmat yang keluar dari bibir seksi dan mungil Fiona. Seakan-akan dinginnya AC tidak menyentuh kulitnya.

Diluar kamar, Sanum mempercepat langkahnya menuju dapur, sambil melepas tangannya dari kuping yang semula dia tutup.

“Ya Tuhan, telinga ku yang suci, kenapa engkau harus mendengar mereka yang tengah bercinta.”

Sanum bergumam dalam hati, Sambil berjalan menuju kulkas, dia sengaja tidak menghidupkan lampu. Membuka perlahan kulkas majikan yang terisi penuh makanan dan minuman segar, Sanum mengambil minuman dan beberapa potong roti untuk dimakan di kamar.

“Lumayan, buat nganjal perut ku.”

Saat hendak berbalik, tubuh Sanum langsung menabrak tubuh kekar yang ternyata sudah berdiri dibelakang nya.

“Aaaagghhh.”

Sanum terlonjak kaget, namun dia seketika menguasai keadaannya kembali, begitu menyadari jika yang berdiri dibelakang nya saat ini adalah tuan muda Reyhan, yang telanjang dada menampakkan bulu-bulu halus diseputaran dada bidang yang terlihat begitu seksi.

“ Ngapain kamu malam-malam begini kelayapan didapur?”

“Maaf Tuan muda, aku haus dan lapar habis belajar, aku mau ngambil roti dan minuman.” Jawab Sanum sambil menunduk, dia tidak berani untuk mengangkat kepalanya, ditambah lagi harus melihat penampilan Tuan muda Reyhan sekarang, tanpa malu apalagi dihadapan gadis muda belia seperti Sanum.

Laki-laki dewasa dan sangat tampan itu terlihat santai, telanjang dada dan mengunakan celana pendek. Berdiri seolah-olah tanpa dosa dihadapan Sanum yang berusaha memalingkan wajahnya.

“Minggir kamu.”

Sanum menggeser posisi nya berdiri, yang sebelumnya membelakangi kulkas. Reyhan dengan tingkah cueknya membuka kulkas mengambil dua buah minuman kaleng lalu berjalan menuju kamar nya dan Fiona, tanpa melirik kembali Sanum, dia mengabaikan gadis yang masih menatap Kagum pesona ketampanan yang dimiliki nya.

Reyhan, CEO Tampan yang sudah berumur dua puluh delapan tahun, istri nya Fiona sudah dua puluh lima tahu. Sedangkan Sanum sendiri, gadis cantik itu belum genap delapan belas tahun. Dan masih kelas tiga SMA.

Sanum yang merupakan anak yatim piatu, sebenar bekerja dengan ibu Sinta, menggantikan posisi sang nenek yang sudah mengasuhnya sedari kecil. Sebelum meninggal dunia, sang nenek sempat menitipkan Sanum dan menyuruhnya bekerja dirumah Bu Sinta, mengingat dia tidak punya siapa-siapa lagi.

Selepas kepergian nenek, Sanum pindah kerumah besar dan mewah Bu Sinta, dia sangat menyayangi Sanum, bahkan Bu Sinta bersedia membiayai sekolah Sanum, memberikan kamar yang layak. Sanum dirumah itu juga tidak sepenuhnya diberi tugas, mengingat Bu Sinta masih mempunyai pelayanan yang lain.

Bu Sinta memberikan kasih sayang nya pada Sanum, juga sebagai bentuk balas Budi, karena dulunya nenek Sanum lah yang merawat dan mengasuh Reyhan sewaktu kecil.

Setelah dewasa, Reyhan sukses memimpin perusahaan besar, menggantikan posisi papanya. Dia pun memutuskan untuk menikahi sang kekasih Fiona, yang berprofesi sebagai seorang model terkenal, yang sangat memerhatikan penampilan dan kemolekan tubuhnya.

Reyhan mengabulkan apapun permintaan Fiona, karena dia begitu mencintai sang kekasih. Pernikahan mewah pun berlanjut, dihatinya terkecil nya sang Mama Sinta kurang menyukai Fiona yang menjadi menantu nya. Namun karena Reyhan bersikeras, mau tidak mau Sinta akirnya menurut saja. Meskipun diawali dengan perdebatan bahkan pertengkaran dulu.

“Apa tidak ada wanita lain selain Fiona, kehidupan nya terlalu bebas dan sibuk dengan dunianya sendiri. Mama khawatir jika dia tidak akan mampu menjalani kewajiban nya sebagai seorang istri yang baik untuk mu, nak.”

“Tidak ma, Reyhan dan Fiona saling mencintai. Rey yakin Fiona bisa Menjadi istri yang baik untukku nantinya.”

“Tapi nak.”

“Pokoknya Reyhan ngak bakalan menikah, dengan wanita lain. selain Fiona, ma.”

"Pikirkan umur mu sekarang nak, sudah cukup dewasa, sudah waktunya kamu memiliki istri. Dan menentukan yang terbaik sebagai pendamping mu. Bukan wanita yang tidak tahu diri itu, masih banyak wanita di luaran sana yang bisa kamu pilih, bahkan mereka dari keluarga baik-baik dan tentunya tidak kalah cantik dibandingkan dengan Fiona." ucap Mama yang sering mengingatkan Reyhan.

"Ma, berapa kali Reyhan jelaskan, jika pilihanku tetap pada kekasih ku Fiona, titik.”

"Tapi nak, Fiona sudah pernah mengatakan pada Mama jika dia tidak ingin cepat-cepat hamil anakmu, dan memilih berkarir dulu, sementara masih banyak wanita baik-baik yang bersedia memberikan Mama seorang cucu.”

“Kalau masalah itu Mama tidak perlu risau, kita bisa mendapatkan seorang bayi adopsi.” Terang Reyhan santai.

“Tidak nak, mama ingin anak yang terlahir dari darah daging mu. seandainya saja ada suara tangisan dan tawa seorang anak yang berlarian dirumah ini. tentu nya akan membuat kami senang di sisa hari tua kami ini nak, dan itu bukan anak hasil adopsi.”

Mama Sinta yang terlihat sedih, hampir setiap berkumpul dengan Reyhan dan suaminya maka pertengkaran pasti terjadi.

Ujung-ujungnya Reyhan akan pergi dari rumah untuk beberapa hari kedepannya, dan akan pulang kembali jika mamanya mengeluh sakit atau pura-pura terbaring sakit.

“Aku akan membujuk Fiona, dia Pasti mau memberikan dan mengabulkan harapan mama.” Pikir Reyhan.

“Baiklah Reyhan, Mama tunggu janjimu.”

Sehingga mau tidak mau Mama, akirnya memberikan Restu, mengingat keputusan Rey yang tidak bisa dihalangi lagi.

Reyhan begitu bahagia, duduk di pelaminan bersama Fiona, bahkan pesta pernikahan mereka pun diliput media luar dan dalam negeri. setelah menikah, Reyhan dan Fiona sengaja tinggal diapartemen mewah milik pribadinya, sesekali mereka akan nginap dirumah besar Bu Sinta untuk menghibur sang Mama dari rasa sepinya.