Pustaka
Bahasa Indonesia

Istri Gendut 100 kg

40.0K · Tamat
FITRIANI DAMANIK
29
Bab
1.0K
View
9.0
Rating

Ringkasan

Hari ini,atas saran Ibu mertuanya,Ayunda datang kekantor Deon. Dera,ibu mertuanya menyarankan agar Ayunda masak dan mengantarkan makan malam untuk suaminya. Dia berharap hal itu bisa meredakan jarak diantar mereka. Namun,apa yang Ayunda hadapi hari ini lebih dari yang dia bayangkan. Sebuah pertunjukkan yang merobek hatinya. " Ayunda,mengapa kamu ada disini ?" Tanya Deon dengan sikap santainya,seakan tak bersalah. Mata jernihnya tiap memperlihatkan sedikitpun rasa bersalah. Dengan cepat,Deon kembali mengenakan pakaian yang sebelumnya terlepas. Saat mata Ayunda melirik ke arah leher wanita yang ada disampingnya,dia tidak bisa mengabaikan tanda-tanda merah yang tercetak di sana. Hatinya semakin terluka. Hampir seketika, Ayunda merasa kesulitan bernafas.

One-night StandMengandung Diluar NikahPerceraianPengkhianatanMenantuTuan MudaRomansaIstriMenyedihkanPerselingkuhan

Luka Hati

" Apa yang ku lihat ,Kak Deon !" Sergah Ayunda,matanya menatap tajam sepasang manusia yang terperangkap gelagapan,wajah mereka penuh panik ketika berduaan mesra.

Dengan spontan, Ayunda menjatuhkan kantong plastik yang dipegangnya,yang berisi makan malam yang dia bawa khusus untuk suaminya,Deon.

Kedua tangan Ayunda tergenggam erat disisi tubuhnya. Dia berdiri di hadapan pemandangan yang tak mungkin dia lupakan. Seorang wanita duduk dipangkuan suaminya,sedang berpagutan dengan mesra . Bahkan pakaian wanita itu tampak berantakan. Nyatanya, ini bukanlah urusan anak-anak,mereka bukan tak tahu apa yang mereka lakukan.

Selama setahun pernikahan mereka, kesabaran Ayunda telah diuji berkali-kali. Deon belum pernah menyentuhnya,seringkali pulang malam dengan dalih pekerjaan,bahkan sering lembur. Di rumah,sikapnya dingin dan menjauh,jauh dari suasana pengantin baru yang seharusnya penuh kehangatan.

Hari ini,atas saran Ibu mertuanya,Ayunda datang kekantor Deon. Dera,ibu mertuanya menyarankan agar Ayunda masak dan mengantarkan makan malam untuk suaminya. Dia berharap hal itu bisa meredakan jarak diantar mereka. Namun,apa yang Ayunda hadapi hari lebih dari yang dia bayangkan. Sebuah pertunjukkan yang merobek hatinya.

" Ayunda,mengapa kamu ada disini ?" Tanya Deon dengan sikap santainya,seakan tak bersalah. Mata jernihnya tiap memperlihatkan sedikitpun rasa bersalah.

Dengan cepat,Deon kembali mengenakan pakaian yang sebelumnya terlepas. Saat mata Ayunda melirik ke arah leher wanita yang ada disampingnya,dia tidak bisa mengabaikan tanda-tanda merah yang tercetak di sana. Hatinya semakin terluka. Hampir seketika, Ayunda merasa kesulitan bernafas.

Ayunda terpaku,tak mampu bergerak. Dia Tidak ingin maju mendekat,tidak ingin melihat noda-noda kenangan merasa mereka yang mungkin masih berserakan dilantai,yang tersembunyi di balik meja.

" Ini adalah lembur yang kau maksud,Kak ? Lembur yang memberikan kenikmatan dengan wanita itu ?" Ucap Ayunda dengan senyum pahit.

Dia melempar tatapan tajam kepada wanita yang berdiri disamping suaminya. Mata Ayunda beradu dengan mata wanita itu,dan dalam pandangan penuh arti. Michel, wanita itu,menunduk dengan pandangan penuh bangga.

Ayunda memperhatikan wanita itu dengan seksama,dari ujung kaki hingga ujung kepala,dan tak bisa menghindari perasaan perbedaan yang timbul antara keduanya.

Wanita itu memiliki tubuh yang ramping dan kulit yang putih pucat. Pakaian yang dipakainya begitu ketat sehingga menyoroti dengan jelas bagian-bagian yang memancing hasrat orang-orang yang melihatnya. Tidak hanya itu,ada dua tonjolan yang mencuat dengan percaya diri,seakan ingin melepaskan diri pembatasan nya.

" Deon, dari mana kamu menemukan wanita pemikat itu ?" tanya Ayunda,menahan rasa sesak di dadanya.

" Berbicaralah dengan hormat,Ayunda. Namanya Michel,dan dia adalah sekretaris saya." tegur Deon dengan tegas,merasa tidak senang dengan ujaran Ayunda.

" Aku baru menyadari bahwa kamu memiliki sekretaris yang merangkap sebagai.....pemikat

Berapa gajinya perbulan,Deon ? Apakah kamu membuatnya hanya untuk melayani kamu sendiri,atau adalah bonus boneka menarik untuk teman-teman di kantor dan lainnya?" Ayunda tersenyum sinis,setiap katanya pedas penuh tajam.

Michel mengangkat kepalanya dengan bangga, tatapan nya menantang kata Ayunda sebagai respon atas hinaan yang dia terima.

Deon bangkit dan mendekati istrinya. Kini,mereka berdiri berhadapan satu sama lainnya . Tatapan tajam yang menusuk melesat diantara mata mereka.

" Ayunda, berhati-hatilah dengan ucapanmu !kamu tidak berhak berbicara dan merendahkan Michel seperti itu . Dia Jauh lebih berharga darimu. Setidaknya,dia bisa memberikan kepuasan yang tidak pernah kamu berikan sebagai suamimu ." Deon berteriak membela wanita yang menjadi simpanannya.

" Kamu menyalahkan ku Deon. Bukan aku yang tidak menjalankan tanggung jawabku sebagai seorang istri . Tetapi,kamu yang jauh menghindari ku dan enggan menyentuhku !" Balas Ayunda,matanya berkaca-kaca.

Kenangan akan setiap momen dimana mereka berdua berada dalam satu ruangan terus menerpa Ayunda. Deon selalu berusaha menghindar ketika tanpa sengaja hanya.melihatnya dengan handuk. Bahkan, dia mungkin akan marah jika ayunda memilih tidur ditempat tidur yang sama . Mungkin hanya sofa yang menjadi tempat Ayunda tidur,sementara Deon tidur di tempat tidur mereka.

" Ckk ," hahahaha," Deon tertawa sambil menggelengkan kepala ,nada ejekannya kentara. " Ayunda,apakah kamu tidak melihat dirimu ? Tubuhmu sudah mirip dengan seekor babi putih. Tanpa lekuk-lekuk yang indah, Ukuranmu yang besar membuatku merasa tidak nyaman. Tidak bisa ku kendalikan alat kelaminku ketika melihatmu memakai pakaian terbuka. Apapun usahamu untuk merayuku,tidak akan berhasil membangkitkan gairahku. pakah kamu mengerti, sekarang ?" Deon menjelaskan dengan nada keras dan tajam.

Tajamnya kata-kata seperti tusuk jarum pada gendang telinga, menusuk Ayunda dengan begitu kejam. Hinaan itu tak hanya merobek harga dirinya sebagai seorang istri dan wanita,tetapi juga meruntuhkan keyakinan dirinya.

" Dengar, Michel ! Inilah contoh sejati seorang wanita, sementara kamu....."! Deon menunjuk elegan kearah wanita anggun,lalu dengan penuh tawa menyisir tampilan Ayunda dari ujung kepala hingga ujung kaki.

" Aku benar-benar bingung, apakah seharusnya aku mendeskripsikan dirimu sebagai wanita atau sebagai kaleng bekas yang berisi minyak. Wajah bulat mu,tubuh yang tak terurus ,semuanya berminyak dan tak memiliki daya tarik sebagai seorang wanita . Aku sungguh menyesal bahwa aku harus memanggilmu istriku. Kalaulah bukan karena paksaan dari Kakek, tak pernah walau dalam mimpi pun aku kan menikahi wanita sepertimu.

Bibir Ayunda tertutup rapat,tak ada kata-kata yang mampu melintasinya. Amarah merayap di dalam dadanya,dan air mata jatuh sebagai kehinaan yang dia rasakan.

Namun,sudut matanya menangkap senyum mengejek dari selingkuhan Deon. Langkahnya yang anggun mendekati Deon,dengan penuh keberanian,wanita centil itu merangkul pinggang leon ketika Ayunda masih berdiri disana.

" Berapa tidak tahu malunya perempuan ini,berani sekali kau menggoda suamiku di depan mataku sendiri," gumam Ayunda, kesabarannya telah mencapai batasnya.

Dengan tiba-tiba,Ayunda meraih rambut Michel dengan kuat,mencoba menjauhkannya dari Deon. Michel dengan salah perhitungan telah menantang lawan yang salah. Ayunda bukankah perempuan yang pasrah saat apa yang menjadi miliknya sedang direbut.

Tangan Ayunda merengkuh dengan kuat,menyebabkan Michel berteriak dan merintih. Kulit kepala Michel nyaris terlepas dari tengkoraknya.

" Lepaskan, Ayunda ! Apa kau gila ? Lepaskan !" teriak Deon,berusaha keras meredakan situasi. Pandangannya tajam terarah pada istri sahnya. Ia memegang erat tangan Ayunda,memaksanya untuk melepaskan cengkeramannya.

" Terasa sakit sekali kepala ini ! Istrimu benar-benar keluar dari kal sehat !" Keluh Michel sambil meraih pelipisnya wajahnya mengerut kesakitan dan Deon merasa iba melihatnya.

Dengan gerakan yang tiba-tiba,Deon mengacungkan tangannya dan menyapukan telapak tangannya yang lebar ke pipi istrinya dengan keras. Jejak lima jari tercetak jelas di pipi kiri wanita itu.

Ayunda terdiam,tangan gemetar meraba pipinya yang memerah dan terasa terbakar. Rasa panas itu sepertinya menjalar hingga ke hatinya. Dia membiarkan air mata jatuh tanpa suara.

" Kamu.pilir ini hutan belantara ? Sampai kamu bisa berlaku sembrono seperti ini ?" tegur Deon dengan suara tajam.

" Mas." Sambil berlari mendekap tubuh suaminya . Tangannya meraih rambut yang kusut, seolah-olah melupakan rasa sakit yang baru ia alami . Semua perhatiannya tercurah pada wanita itu,tanpa memperdulikan istri yang menderita.

" Apa kamu lebih memihak dia dari pada aku,Kak ? Aku ini istrimu sedangkan dia....."

" Cukup,Ayunda ! Aku tak mau mendengar kekuatanmu lagi. Tak perlu berpura-pura terluka disini. Sejak awal,aku tak pernah mencintaimu . Aku mencintai Michel dan berniat menikahinya." Potong Deon Tegas.

Mata Ayunda melebar. " Kamu pikir aku akan setuju ? Tidak ,aku tak ingin menjadi istri kedua . Apa lagi dengan wanita itu,aku menolak, kak !"

" Aku tidak membutuhkan persetujuan mu.Sebagai laki-laki , aku bisa menikahi siapapun Yang aku mau. Jika kamu tak setuju,aku bisa menceraikanmu ! Pilihlah ,setuju atau kita berpisah !" Deon menjelaskan dengan keras ,membuat tubuh Ayunda melemas.

Kakinya seperti tak mampu berdiri,dan jiwanya merasa hancur ditengah kebenaran pahit yang kembali menyerangnya. Ayunda terduduk lemas dilantai.

Halo guys,ini adalah karya pertamaku.

ini adalah cerita itik buruk rupa yang berubah menjadi Angsa cantik versi author dengan segala Lika likunya!

jika ada yang pernah mengalami didunia nyata mohon maafkan author ya teman-teman? karena author tidak pernah tahu!

Oh ya,baca cerita versi author ya, teman-teman! dijamin pasti seru? jangan di skip-skip bacanya agar tahu alur ceritanya? terimakasih! silahkan tinggalkan komentarnya disetiap episode nya!