Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 2 - DAY 1 ( FAKTA & RUMAH)

Hari pertama Naoki terjebak dalam karakter nya Nao di game VRMMORPG 'World of Netherland'. Entah sudah berapa lama ia termenung di atas sebuah batu besar yang tengah ia duduki saat ini, yang Naoki ingat karakternya telah berada di sana semenjak ia membaca inbox dari tim pengembangan game favoritnya ini.

Tidak ada yang tahu berapa lama bug akan berlangsung. Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh tim game developer untuk memperbaiki masalah yang terjadi pada sistem. Tidak ada yang tahu apakah mereka bisa kembali ke dunia nyata mengingat konsol VR tidak bisa dilepas secara paksa seperti biasanya.

Ada banyak keanehan yang Naoki rasakan dari bug yang terjadi pada game World of Netherland ini. Pertama mereka tidak bisa logout seperti biasanya, kedua konsol VR mereka tidak bisa dilepas, ketiga mereka tidak bisa mematikan konsol VR secara paksa meski Naoki telah mencobanya berapa kali. Ketiga keanehan itu tentu saja membuat Naoki lantas berpikir. Apakah mereka saat ini masih ada di dalam game VRMMORPG 'World of Netherland' atau dunia yang mirip dengan game tersebut?

"Semua fitur masih ada, mulai dari item box, ramuan, serta skill. Semuanya masih sama saat aku mengecek status, hanya saja saat memencet tombol logout, itu tidak bisa di tekan meski aku dah berulangkali mencoba" Gumam Naoki saat mengecek statusnya dan seketika ada satu hal yang membuatnya sadar.

"Tunggu!"

"Tidak, ini tidak mungkin!" Kata Naoki tidak percaya.

"Di mana hilangnya fitur recall?" Tanya Naoki kembali membuka status, pengaturan dan kontrol pada game. Namun nihil, fitur recall tidak ada.

"Apa yang terjadi? Apakah fitur recall hilang karena bug?" Tanya Naoki.

"Jika ada player yang tidak menyadarinya dan tetap melakukan misi berbahaya, bukankah karakter mereka akan mati? Itu berarti saat ini semua player setara dengan NPC!" Tebak Naoki.

NPC adalah singkatan dari Non-Playable Character atau Non-Player Character, yang merujuk pada karakter dalam permainan (video game atau game peran tradisional) yang tidak dikendalikan oleh pemain, melainkan oleh sistem atau komputer. Karakter ini memiliki peran seperti pemberi misi, pedagang, informan, atau sekadar pengisi dunia permainan agar terasa hidup. 

Naoki mengenyahkan pikirannya, ia lantas dengan cepat membukan forum chat global yang ternyata telah gaduh sebab ada beberapa player yang karakter nya tidak dapat recall kembali saat HP dan MP mereka telah sekarat. Mereka menjelaskan fitur recall tidak ada atau hilang sehingga player-player yang juga terjebak dalam game pun mulai panik dan berkata jika game VRMMORPG yang mereka maini saat ini mulai terasa horor.

Dari forum chat global, beberapa player mulai mengerti jika saat ini karakter mereka hanyalah karakter biasa yang setara dengan NPC. Meski karakter mereka mungkin jauh lebih unggul dari para NPC mengingat yang mengontrol dan mengendalikan karakter mereka masih mereka (para manusia) yang juga terjebak sama sepertinya saat ini, bukan sistem pada game. Tetap saja jika mereka mati dalam game dengan HP dan MP habis atau nol, maka mereka tidak bisa hidup kembali.

Mengetahui fakta tersebut, tetap saja masih ada beberapa player bodoh dan egois yang masih berpikir bahwa itu hanyalah bug semata dan fitur recall akan kembali. Pemikiran mereka yang dangkal membuat mereka tetap nekad melakukan banyak hal berbahaya tanpa berpikir lebih jauh kedepan. Alhasil di hari pertama mereka terjebak di tahan Netherland ini, sudah banyak korban jiwa berjatuhan dari para karakter player-player dungu.

"Kesampingkan saja mereka. Aku tidak ingin terlalu terlibat dengan masalah player lain. Lebih baik mementingkan diri sendiri" Putus Naoki beranjak bangun dari duduknya.

Naoki membawa karakternya Nao menuju serikat dagang. Serikat dagang merupakan serikat tempat transaksi terbesar yang dilakukan baik oleh para petualangan maupun para pedagang. Di tempat ini kita dapat membeli atau menjual item yang kita dapat dari berburu monster atau hasil menjarah dungeon. Selain menjual item, di serikat dagang pun bisa menjual barang atau properti.

Tidak ada yang tahu berapa lama bug akan berlangsung. Membuat karakternya terus menginap di sebuah penginapan terus menerus tentu saja bukanlah pilihan yang tepat. Bukan karena Naoki kekurangan uang sehingga ia tidak ingin tinggal di penginapan, hanya saja karena ia tahu uangnya ada banyak sehingga keputusan untuk membeli rumah adalah pilihan yang sangat tepat. Maka dari itu Naoki memutuskan untuk membeli rumah sederhana untuk karakternya tempati, lagi pula memang sudah sepantasnya karakternya memiliki rumah mengingat ia adalah player sepuh.

"Selamat datang tuan Nao, ada yang bisa aku bantu?" Tanya Sela, resepsionis yang bekerja di serikat perdagangan ibukota kerajaan Netherland.

Sela tentu saja tidak asing dengan Nao. Nao merupakan petualangan solo dengan rank tinggi di kota. Ia sering menjual item yang ia dapatkan dari mengalahkan para monster atau hasil jarahan yang ia dapatkan setelah menjelajahi sebuah dungeon.

"Aku ingin membeli sebuah properti Sela" Jelas Nao.

"Tunggu sebentar. Aku akan memanggil kan tuan Fredin. Tuan Fredin adalah salah satu penanggung jawab masalah properti di serikat dagang ini" Jelas Sela.

"Anda bisa menunggu di kursi tunggu terlebih dahulu" Sambungnya meninggalkan Nao.

Nao pun duduk di kursi tunggu sembari menyaksikan orang-orang bahkan player yang berlalu lalang. Ngomong-ngomong masalah bagaimana Nao bisa membedakan NPC dan player, itu bisa Nao lihat dari status mereka. Para player bisa melihat status para NPC dengan leluasa, namun para player tidak bisa melihat status player lain dengan leluasa. Maksudnya player dengan level karakter rendah tidak dapat melihat status player dengan level karakter tinggi. Player level rendah hanya mampu melihat status player yang sama tingkatan levelnya atau jauh dibawahnya, sedangkan player dengan level tinggi bisa melihat status player yang levelnya jauh dibawahnya. Meskipun dapat melihat status mereka, namun semua skill dan item box tidak dapat di lihat.

"Tuan Fredin, ini tuan Nao yang sedang mencari properti" Kata Sela memperkenalkan pria paruh baya dengan setelan jas berwarna abu gelap.

Nao lantas bangkit dan menjabat tangan tuan Fredin sebagai tanda perkenalan, tak lupa ia mengenalkan namanya juga statusnya sebagai petualang.

"Aku sudah mendengar banyak tentang anda, tuan Nao. Anda sudah banyak berkontribusi dengan menjual berbagai item yang Anda dapat di sini" Kata Fredin memulai percakapan selepas Sela pamit kembali untuk mengurus pekerjaannya.

"Anda terlalu memuji tuan Fredin" Balas Nao.

"Tidak-tidak. Aku tidak sedang memuji. Berkat Anda transaksi di serikat perdagangan makin stabil. Ketua guild serikat perdagangan pun sangat ingin bertemu dengan Anda dan mengucapkan banyak terima kasih. Namun beliau saat ini berada di kota Rune menghadiri rapat ketua serikat perdagangan kerajaan" Jelas Fredin.

"Tanpa membuang waktu anda, jika boleh aku tahu, properti apa yang Anda cari? Apakah sebuah toko, rumah, atau sebuah vila?" Tanya Fredin.

"Aku merasa sudah waktunya memiliki sebuah rumah. Aku telah memutuskan untuk menetap di kota Lune" Jawab Nao.

"Apakah anda ingin menikah?" Tanya Fredin.

"Tidak" Jawab Nao cepat.

"Maafkan aku tuan Nao. Aku berpikir Anda ingin menikah sehingga mencari rumah untuk tinggal bersama" Kata Fredin memohon maaf.

"Tidak masalah tuan Fredin" Balas Nao.

"Rumah seperti apa yang Anda cari? Di sini aku memiliki beberapa rekomendasi sketsa rumah yang cocok dengan Anda. Terlebih mengingat Anda merupakan petualang rank tinggi di kota ini" Tanya Fredin mulai mengeluarkan sketsa kertas biru rumah-rumah yang di jual.

"Aku mencari rumah dengan halaman sedikit luas. Tidak perlu rumah yang besar atau mewah, karena untuk saat ini hanya akan aku tempati sendiri. Suasana sekitar rumah tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu jauh dari kota. Akses jalan bagus dengan lingkungan yang masih asri dan paling penting, rumah tersebut memiliki permandian pribadi" Kata Nao menjelaskan secara rinci rumah yang ia inginkan.

"Mendengar penjelasan Anda, hanya ada tiga sketsa biru rumah yang di jual atau di sewa mendekati keinginan anda" Kata Fredin menyodorkan tiga sketsa pada Noa untuk ia lihat.

"Apakah anda bisa mengantarku lansung tuan Fredin? Kurasa aku ingin melihat rumahnya secara langsung" Pinta Nao.

"Baik tuan Nao. Mari kita melakukan survei pada tiga rumah tersebut" Kata Fredin tampak semangat.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel