Bab 7. Kuis tidak masuk akal
Pagi ini mei tampak sibuk, kedua tangannya tampak penuh oleh buku-buku kuliahnya. Ternyata mei masih tetap gadis yang gila belajar, dan itu tak berubah sama sekali.
Sudah hampir sebulan sejak kepulangannya dari jakarta, mei masuk universitas ternama yang ada di jogja.
Mei mengambil jurusan manajemen di Universitas tersebut. Dengan uang beasiswa ia hanya perlu mengeluarkan sedikit uang hanya untuk ongkos perjalanan pulang perginya saja.
Saat akan sedang berjalan menuju ke kelasnya, dia bertemu dengan susan teman barunya di kampus. Susan menghampiri mei ketika melihat mei yang memmbawa buku cukup banyak dan membantunya.
"kamu ini memang benar-benar gadis yang gila belajar ya, padahal meski sehari saja kamu tidak belajar kamu tetap pintar dan masih bisa mendapat nilai yang tinggi. " mei hanya menanggapi nya dengan senyuman.
Ketika hampir sampai dikelas mereka tiba-tiba susan mengalami sakit perut. "Mei,, kayaknya aku perlu ke toilet dulu deh, maaf ya bisa kamu izinin ke dosen kalau aku masuk telat" mei mengangguk dan secepat kilat susan sudah menghilang dibalik tembok.
Fengying dengan setelan jas nya turun dari mobilnya yang berhenti tepat di gedung yang menjadi tempat ayah dan kakeknya bekerja lebih tepatnya perusahaan keluarga Lu.
"kenapa aku harus repot datang kesini, memang tidak bisa dibicarakan lewat telpon?"
"tidak bisa tuan, karena tuan Lu ingin bicara secara langsung dengan anda" jawab seorang pengawal utusan tuan Lu.
"memang ada hal penting apa sehingga aku harus datang ketempat ini. "
"maaf tuan tapi jika anda ingin tau makan lebih baik anda segera masuk kedalam"
Di mejanya, mei duduk berdampingan dengan susan. Susan yang sedang haid berbisik kepada mei meminta pembalut pada mei, dan mei langsung memberikannya.
Susan terlihat kesakitan dan memegang perutnya sambil berkata kalau dia benci sekali haid.
"ada gak sih sihir yang bisa membuat kita haid setahun sekali saja?! "
"dasar konyol kamu, kalau kamu hamil baru kamu gak haid" komentar mei. Orang yang dikomentari malah cengengesan dengan bertingkah sok imut.
Fengying yang sudah ada di ruangan kakeknya bertanya kenapa kakek dan juga ayahnya mengapa menyuruhnya untuk datang kekantor. Ayahnya menceritakan masalahnya. "ayah ingin kamu merampungkan masalah pabrik kayu yang sampai sekarang masih menjadi sengketa. Penduduk di tempat itu selalu menghadang staf yang datang dengan berdemo, dan itu membuat ku pusing."
"jadi aku harus mengahadapi para pendemo itu? "
"iya bisa dibilang begitu" ucap lucas, kakek Fengying dengan santainya.
"ahhh... kakek aku ini seorang idol terkenal di Korea dan aku juga seorang produser musik masa aku harus menghadapi para pendemo itu? " protesnya.
"itu urusan mu, kami tidak menyuruh mu untuk menjadi idol ataupun produser musik lagian kamu juga yang setuju untuk menangani bisnis kami jika kami membutuhkan mu kan?"
Fengying hanya bisa menghela nafas dan dengan berat hati ia akhirnya menerima apa yang diminta oleh kedua orang penting itu. Karena memang ia juga yang berjanji kepada ayah dan kakeknya meski ia berkarir dalam industri hiburan ia akan tetap membantu mereka jika dibutuhkan.
Mei yang baru saja pulang kuliah segera membantu sang ibu untuk menyiapkan makan malam.
"Mei, cepat panggil bapak sama adekmu makan malam udah siap" perintah mira pada mei.
"iya bu"
Saat akan memanggil bapak dan juga diknya tiba-tiba kepala nya terasa sangat berat namun tetap ia tahan.
Semua orang sudah berkumpul di meja makan. Ada beberapa macam sayur dengan lauk ayam yang tersedia di atas meja.
"wahh,, dalam rangka apa nih ibu masak banyak banget?" ucap zen yang antusias ketika melihat hidangan yang cukup banyak di atas meja.
"bukan dalam rangka apapun hanya saja, sedang ingin masak yang sedikit banyak." jelas bu siti.
"ayo cepet kita makan jadinya udah lapar nih" ucap jagain diiringi dengan suara perutnya yang keroncongan bertanda perutnya minta segera disini.
Mei tersenyum melihat tingkah adiknya yang terkadang terlihat seperti anak-anak, tapi ia selalu bilang kalau dia sudah besar dan tidak pernah mau jika dicium oleh mereka dengan alasan malu jika di lihat orang.
Saat akan menyiapkan makanan ke mulutnya tiba-tiba mei merasa mual dengan bau ayam goreng. Padahal ayam goreng adalah makanan favoritnya. Tapi kali ini dia malah mual dan merasa tidak nafsu makan ketika mencium aroma ayam goreng di hadapan nya.
"Mei... kamu kenapa nak? " tanya mira yang cemas.
"Mei gak apa-apa bu, mungkin mei lagi masuk angin kan tadi mei pas pulang kehujanan"
"makanya jangan lupa sedia payung sebelum pulang kak! kan ini musim hujan jadi waktu hujannya susah diprediksi makanya kita harus siap siaga." ucap jadinya yang terkesan cuek tapi syarat akan perhatian.
"iya-iya dek besok kakak pasti bawa payung kok"
Fengying bersama teman-teman nya berkumpul di barat untuk menikmati waktu luangnya. Tanpa sengaja disana juga ada anna mantan pacar Fengying.
Anna datang menghampiri Fengying dan juga menyapa Fengying "bagaimana kabar mu Fengying? Apa kamu gak merindukan aku Fengying?" dengan tak tau malunya ia bertanya seperti itu. Fengying hanya menatap acuh pada anna, dan felix yang berada disebelah Fengying langsung menyuruh anna untuk tidak berlebihan karena mereka sudah ada hubungan apa-apa.
"ohh.. apa aku tidak boleh bertanya hal seperti itu setidaknya kan aku pernah menjadi orang yang penting di dalam hidupnya." Anna berkata dengan ramah walau terlihat hanya pura-pura saja.
"Ckkkk, dasar wanita murahan berwajah dua" ketus chen yang jengah dengan keberadaan anna disana.
Tiba-tiba Fengying menjawab dengan ketus “Aku juga sangat merindukanmu, sampai aku sering terbangun tengah malam.”
anna syok mendapat balasan seperti itu, dia tahu itu sindiran dari Fengying untuknya. Tapi dia sudah kebal dengan hal semacam ini. Ia sudah menebalkan telinganya dan juga kulit wajahnya hingga ia tidak punya rasa malu lagi seperti nya.
Mei yang sudah berada di kamarnya tengah mencoba kuis penguji kehamilan yang ada di ponselnya, ia buka tanpa sengaja karena rasa penasaran nya. Dia hanya perlu memberi jawaban ya atas setiap jawaban yang dia rasa benar dan terjadi pada tubuhnya. Hanya satu jawaban yang dia jawab dengan kata no di pertanyaan itu. Kini, mei tinggal menunggu hasil dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Benarkah dia hamil?.
"hahhhh... apa ini?!" jenna tampak lesu, tes penguji kehamilan itu berkata kalau dia positif berbadan dua.
"rasanya ini gak mungkin deh, aku kan cuma melakukan nya sekali masa iya aku bisa hamil?!" mei bergumam kalau ini rasanya gak mungkin.
Karena tidak mau ambil pusing akhirnya mei menyimpan gawaynya dan bersiap untuk tidur.
"kuis itu pasti mengada-ngada, kuis yang sama sekali tidak masuk akal" komentar mei pada hasil test tersebut karena tidak sesuai keinginannya.
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungan kalian kalau kalian suka dengan cerita ini yang gak suka juga harus dukung ya??
