Sugar Baby | Prolog
Aku tercenung menatap keluarga kecil di depanku dengan pandangan iri. Gadis kecil itu tampak sangat bahagia berada di gendongan ayahnya yang masih terlihat sangat tampan walau terlihat sudah tak lagi muda. Aku taksir usianya mungkin berada di akhir 30-an. Tak jauh berbeda dengan istrinya yang masih terlihat cantik dengan balutan dress mahal yang sangat cocok dikenakannya.
"Baby, kenapa kamu melamun?" tanya orang yang berada di sampingku. Dia adalah lelaki hidung belang yang saat ini menyewaku.
"Nothing, Daddy." jawabku sekenanya. Kembali bersikap ceria dengan memamerkan senyum palsuku.
Lelaki itu membalas senyumku. Kemudian menarik tubuhku agar semakin merapat. Berada sangat dekat dengan seorang lelaki seperti ini sudah menjadi hal biasa bagiku.
"I want to kiss you, right now." bisik lelaki bernama Eddy tepat di telingaku.
Aku menggeliat tidak nyaman, namun inilah pekerjaanku. Aku harus menahan diri untuk tidak memberontak jika tidak ingin ayahku memukulku karena tidak mau menuruti pelangganku.
"Jangan di sini, Daddy. Ada banyak anak kecil." aku membalasnya dengan berbisik.
Eddy, lelaki yang ku panggil "Daddy" itu tersenyum menyeringai dan mulai menggiringku meninggalkan pelataran taman. Aku hanya bisa pasrah ketika dia mulai beraksi, menjamah tubuhku dengan penuh nafsu.
***
