Prolog
Sebuah acara pernikahan tengah diadakan didalam gedung mewah nan luas tersebut. Para tamu undangan menatap kagum pada kedua mempelai yang menurut mereka sangat cocok.
Setelan jas hitam yang melekat pada tubuh mempelai pria terlihat sangat pas dan gagah dengan wajah datar dan dingin nya. Ah, tak lupa disamping pria tersebut seorang wanita cantik berdiri dengan setelan gaun mewahnya yang terliht anggun ditubuh rampingnya.
Keduanya sudah seperti pasangan raja dan ratu.
Reagan Kano Ardafa dan Sheva Alverta, nama kedua mempelai tersebut.
"Mama senang kamu menerima perjodohan ini nak, terimakasih." Rani, ibunda Kano menepuk bahu putranya yang terlihat gagah.
Sedangkan Kano, ia hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan sang bunda. Kano sebenarnya ragu sekaligus takut. Ia tidak tahu, bisa atau tidak membina rumah tangga dengan wanita yang sama sekali tidak ia cintai.
"Bunda titip putri bunda ya nak, jaga dia." Deva, ibunda Sheva ikut berbicara.
Kano hanya mengangguk pelan. Sheva yang melihat itu pun, hanya mampu menghembuskan nafasnya pelan.
Kalo emang ini yang buat bunda sama ayah seneng, Sheva ikhlas lakuin. Sheva akan perlakuin Kano kayak bunda perlakuin ayah. Batin Sheva. Hatinya sangat lega sekaligus senang saat matanya menangkap wajah bahagia dari bunda dan juga ayahnya.
"Ya sudah. Acaranya sudah selesai, kalian istirahat saja dulu. Kano, ajak istrimu istirahat." Ujar Dafa, ayah Kano.
"Iya pah."
Huh, kehidupan baru dimulai Sheva.
