Bab 2 First Day
Ayla Winarta berdiri tepat di depan gerbang yang menjulang tinggi, dia menggigit bibir bagian dalam dan meremas ponsel yang dia genggam.
Dirinya merasa bimbang harus masuk ke dalam atau kembali pulang ke rumahnya, Ayla memejamkan matanya pikirannya kembali membawanya pada kejadian kemarin.
Ayla Winarta, gadis tujuh belas tahun dengan pakaian rapi baru saja keluar dari dalam mini market untuk membeli minuman kaleng dingin untuk menyejukkan tengorokannya.
Kini dia berada di luar mini market duduk di bangku besi panjang sambil meneguk minuman kaleng di genggamanya, Ayla menatap segemelintir orang-orang yang berlalu lalang di jalanan luas itu. Namun fokusnya teralihkan pada seorang anak-anak yang membagikan selembaran brosur yang menarik perhatiannya.
"Selembaran apa ya?" tanya Ayla pada seorang anak laki-laki yang menurutnya masih sangat mudah ini.
Anak laki-laki itu menyerahkannya pada Ayla, "Ini, Kak."
"Terima kasih,"
Lowongan Pekerjaan
Baby Sitter
Syarat : Pria / Wanita
Usia : 20 tahun atau lebih
Gaji : 10 juta/bulan
Nomor : 0857-xxxx-xxxx
Ayla meneguk air ludahnya saat membaca nominal angka yang tercantum di sana, "Tapikan harus umur 20 tahun, gue kan masih 17."
Tanpa memperdulikan untuk usia dia langsung mengambil ponsel miliknya dan segera menghubungin nomor tersebut, yang terpenting sekarang dia harus mencobanya dulu.
"Hallo, selamat siang?"
"Siang juga."
"Apa benar di selembaran ini menjelaskan untuk mencari baby sitter?"
"Iya"
"Apa masih ada kesempatan untuk saya melamar pekerjaan di sana?"
"Tentu, tentu bisa. Nama kamu siapa?"
"Ayla. Ayla Winarta."
"Ok, terima kasih telah menghubungi. Nanti saya beritahu alamatnya, kamu datang besok ya."
Sambungan terputus, Ayla tersenyum senang. Akhirnya dia bisa mendapatkan pekerjaan dan mulai besok dia akan kesana.
0857-xxxx-xxxx: Perumahan Casa Goya Park Rasidence Nomor 37, rumah berpagar tinggi dengan pohon kelapa di depanya
Ayla berseru senang, akhirnya dia mendapatkan pekerjaan juga. Dia akan memberitahukan berita ini pada keluargaanya.
***
Ayla memejamkan matanya, kemudian dia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dia kembali menatap pagar yang menjulang tinggi itu, berharap ada orang di dalam sana.
"Permisi, apa ada orang?!" ucap Ayla setengah berteriak.
"Pagi, Pak." sapa Ayla dengan ramah saat pintu gerbang mulai terbuka.
"Iya neng. Pagi juga, oh ya. Nama neng Ayla kan? Itu Bu Nessya sudah menunggu di dalam sana, neng Ayla langsung masuk aja, nggak papa." ucap pak satpam tersebut sambil membukakan pintu gerbang.
"Yaudah, Pak makasih ya."
Setelahnya Ayla masuk, Ayla sangat kagum halaman depan rumah keluarga Sabian sangat luas. Sampai pada akhirnya Ayla berhenti di depan pintu rumah keluarga Sabian yang di dominasi warna putih. Ayla mencoba mengatur napasnya lalu mencoba untuk menekan bel.
Namun belum sampai tangannya menyentuh bel, pintu besar tersebut telah terbuka menampilkan wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut.
"Maaf saya tidak bisa kerja disini! Meski anda membayar dengan gaji besar sekali pun saya tetap tidak mau!"
***
Ayla duduk di sofa ruang tamu keluarga Sabian, Ayla terlihat sedikit gugup, sedangkan Nessya dan Abrani duduk berdampingan, Abrani berusaha untuk menenangkan Nessya, istrinya.
"Maaf atas kejadian tadi." ucap Abrani, tuan rumah untuk memulai percakapan.
"Dia adalah salah satu orang yang mencoba untuk melamar menjadi baby sitter untuk anak kami-" ucap Nessya.
"Ini sudah ke sembilan belas, dan kami berharap kamu mau menerima menjadi baby sitter di sini." lanjut Arbani dengan mantap membuat Ayla meneguk ludahnya. Ada persaan ragu dan sedikit takut.
"Emm, m-maaf nih s-sebelumnya. Tapi umur saya masih 17 tahun,"
Ayla merasa gugup dan takut. Bagaimana tidak takut? Nessya dan Abrani mengatakata kalau anak yang akan Ayla urus berusia tiga tahun lebih tua dari dirinya, yang berarti anak yang akan dia asuh berusia 20 tahun. Ini gila!
Nessya dan Abrani menatap penuh mohon agar Ayla mau bekerja sebagai baby sitter, mereka juga sudah menduga saat melihat penampilan Ayla yang masih terlalu mudah. Tapi tidak ada pilihan lain, mereka benar-benar berharap pada Ayla.
"Kami akan menggaji kamu berapa saja yang kamu mau." ucapan spontan dari Nessya membuat Ayla membulatkan matanya dengan sempura.
Ayla menganggukan kepalanya dengan pasti, Nessya dan Arbani mengulas senyum dengan perasaan senang.
"Terima kasih Ayla kamu mau bekerja disini." Ayla tersenyum menanggapinya, "Oh ya nama anaknya siapa ya?"
"Namanya Arion Sabian, panggil saja, Rion." Ayla menganggukan kepalanya.
"Bu Nessya, kamar Arion di mana, saya ingin langsung kenalan sama Arion."
Nessya menatap suaminya dan mengangguk sekali, "Mari saya antar kamu ke kamar Arion."
***
ARION GANTENG
Ayla melongo menatap depan pintu kamar Arion, Ayla mencoba menggetuk pintu. Namun pintu masih tidak terbuka, sampai akhirnya Nessya mencoba membukakan pintu yang ternyata tidak di kunci, di dalam kamar tersebut Arion sedang bermain dengan mainan legonya dan beberapa mainan miniatur.
Nessya menghampiri putranya di ikuti Ayla di belakang. Mereka kompak duduk di bawa lantai kamar Arion, Ayla menatap kesekeliling kamar ini. Sangat luas dan tentu saja banyak sekali mainan, mulai dari lego, miniatur karakter avengers seperti Iron Man, Hulk, Captain America, Thor, Black Panther, Ant Man, Vision, Thanos dan masih ada banyak lagi.
"Arion coba lihat dulu doang Mama sama siapa?" ucap Nessya, Arion langsung meletakkan mainanya dan melihat ke belakang Nessya ada cewek yang tampak seusia dengannya. Mungkin lebih muda darinya?
Arion tidak bergeming, dia kembali menyusun lego-lego yang baru saja dia hancurkan dan menyusunkanya kembali dan menghancurkan kembali.
Nessya tiba-tiba bangkit dan keluar meninggalkan Arion dan Ayla. Ayla hanya mampu menatap kepergian Nessya seketika dia merasa gugup, dia kembali memperhatikan bocah di hadapannya ini yang masih bermain dengan dunianya tanpa memperdulikannya.
"Hai," sapa Ayla memulai percakapan.
Hening. Bocah di hadapannya ini sangat menikmati dunianya tanpa menganghapnya di sini, dirinya seperti patung tak berguna sekarang.
"Ambil Captain America sama Iron mannya" pinta Arion dengan seenaknya, tanpa menunggu lama Ayla langsung mengambilnya dari kota besar di samping Arion dan memberikan kepadanya.
"Serang Thanos!" seru Arion yang mulai menyerang karakter Thanos yang sudah tergeletak di lantai.
Ayla terus memperharikan bocah berusia 20 tahun itu bermain sampai pada akhirnya Nessya datang kembali.
"Rion, kamu mandi dulu ya, nanti lanjut lagi mainnya." ucap Nessya setelah membuka kembali pintu kamar putranya. "Oh ya Ayla kamu siapin susu untuk Arion ya, sama baju untuk Arion."
Ayla sedikit terkejut saat mendengar perintah dari Nessya, namuan sepersekian detik kemudian di kembali mengingat bahwa anak berusia tiga tahun lebih tua darinya ini adalah bayi besar.
Tubuhnya saja besar tapi sifat anak 5 tahun, cibir Ayla dalam hatinya.
Ayla menuruti perkataan Nessya, dia berjalan ke arah walk in closet untuk melihat beberapa baju milik bayi besar ini.
Arion menatap Ayla yang mulai menyiapkan baju untuknya. "MANDIIN!!!"
Ayla terperajat mendengar teriakan dari Arion yang tepat di belakangnya, dia mulai menarik ujung baju yang Ayla pakai membuat Ayla menahan diri untuk tidak meneriakki anak ini.
"Eh! Jangan di ganggu Aylanya. Sini cepetan, udah mama siapin air hangat!"
Arion mengercutkan bibirnya, "Tapi sama Aylakan?"
"Enggak!" jawab Ayla cepat, dia masih mewajari sikap anak ini tapi tidak untuk memandikan. Apa kata Ibunya nanti saat tahu dia melakukan ini semua? Bisa-bisa kondisi ibunya akan semakin parah.
Mendengar jawaban dari Ayla seketika membuat mata Arion tampak berkaca-kaca. "MAAA! AYLA JAHAT!!!" adu Arion pada Nessya.
***
Sudah hampir 20 menit Ayla menunggu di dalam kamar yang terbilang terlalu luas jika hanya untuk di penuhi dengan mainan saja.
"Ayla!" teriak Nessya membuat Ayla yang sedang duduk di kursi dekat jendela kamar bangkit, "Baju untuk Arionnya bawa ke sini!"
Tanpa menunggu lama Ayla membawa baju milik Arion ke kamar mandi, Ayla mengulurkan tangannya saat melihat uluran tangan Nessya dari balik pintu.
Tak berselang lama pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Ayla tampak lebih segar di tambah dengan baju rumahan senderhan, "Arion sekarang kamu minum susunya, itu udah di buatin. Jangan lupa tidur siang juga,"
"Iya Ma," setelah mengatakan itu Nessya segera keluar dari dalam kamar, Ayla menyodorkan segelas susu dan langsung di teguk habis.
"Ngantuk," ucapnya sambil menguap.
