Pustaka
Bahasa Indonesia

CEO TERJEBAK CINTA MAHASISWA

83.0K · Baru update
Sri Mulyani
64
Bab
24
View
9.0
Rating

Ringkasan

Seorang CEO bernama Leon Jagat atau biasa disebut Jagat akan dijodohkan oleh orang tuanya. Karena itu, dia mencari agar perjodohan itu dibatalkan. Pria itu memutuskan mengajak seorang gadis anak kampus bernama Lovela Arum Prasetyo untuk menjadi kekasihnya. Awalnya, gadis itu menolak. Tetapi, karena dia butuh uang untuk kuliah. Dia terpaksa mengiyakan tawaran CEO itu. Akhirnya ide Jagat berhasil. Kedekatan mereka semakin lengket. Bahkan, Arum sendiri mulai tertarik dengan pria CEO yang awalnya dia kira pria itu sangat aneh. Namun, kedekatanhubungan status pura-pura itu tercium oleh orang tua Jagat. Keduanya mulai mengalami kebimbangan. Bagaimana tentang perjodohan Jagat? Bagaimana dengan perasaan Arum? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Saksikan selengkapnya.

RomansaCeritaCeritaDramaPlot TwistTuan MudaKampus

1. Mengajak Pacaran

Malam berlalu cepat. Langit berganti cerah dan terlihat membiru. Seorang wanita kembali bersiap ke aktivitasnya. Dia adalah seorang mahasiswi di Universitas Galaxy Jakarta.

Lovela Arum Prasetio, dikenal di kampus dengan nama Arum, usianya menginjak 20 tahun. Orang bilang hidup wanita itu terlihat sempurna. Memiliki kedua orang tua yang masih utuh, dia cantik dan juga si paling beruntung karena cewek satu-satunya yang dekat dengan pria kaya bernama Varel Dion atau biasa dipanggil Dion atau Ion, panggilan dari Arum. Namun, sayangnya keduanya hanya sebatas sahabat. Dan Arum memiliki sahabat baik lain bernama Sumi.

Usai mengemas barang ke dalam tas, dia terburu-buru naik motor matic menuju kampus. Jaraknya dari rumah cukup memakan waktu hampir 30 menit.

Namun, sayangnya perjalanan yang katanya tidak memakan banyak waktu itu, kini justru terjadi kendala yang tak pernah Arum bayangkan.

"Aaaa awas!"

Brak!

Mobil menabraknya cukup keras dari sisi lain. Dan berhenti di depannya.

"Aww! Aduh! Pinggangku sakit sekali." Gerutunya sembari memegang pinggangnya yang ngilu terbentur sisi jalan. Arum membuka helm. Matanya melotot. Sementara itu, motornya sudah tergeletak. Dan mati. Emosi. Dia bangkit dengan tergopoh-pogoh.

Berani-beraninya ada orang yang mengganggu perjalanannya untuk menuju kampus!

"Turun kau!" teriak Arum. Seolah tak takut dengan pemilik mobil mewah itu. Tetapi, ya, bagaimana lagi daripada motornya rusak dan orang itu tak bertanggung jawab. Lebih baik dia menghampiri seorang yang dengan entengnya menabraknya begitu saja.

"Turun! Buka kaca mobilnya!"

Dalam hati, perempuan itu berdecih. 'Mentang-mentang orang kaya, seenaknya menabrakku!'

Dia terus mendumel, sebal. 'Apa dia tak berani menghadapiku? Mobil saja keren, nyatanya? Nyalinya ciut!'

Sepersekian detik, kaca mobil terbuka. Wajah Arum sudah terlihat ingin mengamuk. Dan yang dilihatnya adalah pria tampan, dengan rahang tegas, rambut hitam, dengan mata yang tertutup kacamata hitam. Penampilan pria itu juga serba menggunakan jas hitam. Arum menelan ludah. Pria itu mampu membuat emosinya seketika hilang. Tapi, sadar kembali kalau motornya sudah rusak.

"Tanggung jawab sekarang! Kau sudah membuat motorku mati di jalan! Dan aku-"

Belum selesai bicara, pria tersebut lebih dulu berkata. "Berapa yang kau butuh?"

Bola mata Arum membulat. Benar-benar sombong sekali.

"5 juta. Tidak! 10... 10 juta!" tutur Arum dengan sedikit gugup.

Pria tak dikenalnya lalu memberi kartu. "Hubungi nomor itu." Usai menerima kartu nama tersebut kaca mobil ditutup dengan cepat. Arum terkejut dan mendesis.

"Memang sih tampan. Tapi, dia menyebalkan!" geramnya.

"Duh, bisa sampai kampus tepat waktu gak, ya?"

Tanpa berlama-lama, kartu itu dimasukkan ke dalam saku dan Arum segera menyalakan motornya lagi.

***

Pria tampan itu sudah tidak lagi tinggal di rumah bersama kedua orang tuanya. Sudah sejak 2 tahun lalu dia memutuskan untuk tinggal seorang diri di apartment. Dan sejak itu pula dia sudah diberi tanggung jawab diperintahkan Jaenal, ayahnya, untuk mengurus perusahaan.

Namanya Leon Jagat Gevin. Umur 25 tahun, yang sudah dikenal banyak orang sebagai CEO muda sukses yang memimpin LJ Big. Ya. CEO Jagat. Terkenal dingin, namun jago dalam berbisnis.

Tak disangka, pagi tadi, CEO itu harus mengalami hari yang nahas. Duduk di kursi kerjanya, dia memijat kening. Meskipun pekerjaannya telah usai, Jagat masih pening mengingat momen tadi pagi. Kenapa dia harus ceroboh sampai-sampai menabrak seseorang yang tak dikenal?

Ini bukan perkara dia harus ganti rugi dan keluar uang bahkan puluhan juta. Tetapi, seharusnya dia bisa membujuk orang tuanya dulu saat di telepon tadi. Semua itu karena kesalahan orang tuanya yang tiba-tiba ingin menjodohkannya. Kalau saja mereka mau mendengarkan perkataannya mungkin dia juga tak emosi.

"Arrgh!" teriaknya frustrasi. Ketukan pintu terdengar. Dia berkata lantang. "Masuk!"

"Permisi, Pak. Ada yang mau bertemu Pak Jagat."

Jagat mengernyit. Hari ini dia sedang tidak membuat janji pada siapapun sore ini. Tetapi, siapa orang yang mau bertemu? Wanitakah atau seorang pria?

"Usir saja, saya sedang tidak buat janji dengan siapapun!" tegas Jagat.

"Saya sudah berusaha mengusirnya, Pak. Tapi, perempuan itu ngotot ingin bertemu Pak Jagat."

Jagat menghela napas. Bangkit dari kursi. Memang sepertinya dia harus turun tangan. Sebagai bawahan, Soni merasa tidak berguna.

***

"Jadi kau pemilik perusahaan ini?" dumel Arum. Dia melemparkan kartu nama itu di depan wajah CEO tersebut. "Aku tidak butuh kartu namamu! Cepat ganti rugi dengan uang karena motorku sudah rusak karena nabrak sisi jalan!" ocehnya.

Dan hal itu disaksikan cukup banyak karyawan LJ Big. Termasuk asisten pribadinya sendiri. Untuk kali pertamnya dalam hidup, Jagat dipermalukan di depan umum oleh seorang perempuan yang bahkan sama sekali tak ia kenal. Jagat hanya diam dengan wajah datar. Membiarkan kartu namanya terjatuh di lantai.

Namun, segera dia mengeluarkan ponsel. Dan menyuruh perempuan singa, ya, baginya dia itu singa. Mengetik nomor rekening. Jagat mentransfer uang tersebut dalam jumlah besar yang bukan hanya untuk membetulkan motor rusak. Tetapi, bisa untuk beli motor baru.

"Puas?" tutur Jagat. Arum mengangguk. "Bisnis selesai!" Arum tersenyum lebar.

25 juta nominal yang ditransfer pria itu. Lebih dari permintaan Arum sebelumnya. Dan saat Arum ingin melangkah pergi, Jagat lebih dulu menahan. Dan pria itu membisikkan kalimat, "dengan satu syarat, jadi pacarku sekarang!"

"Apa?!" teriak Arum. Bola matanya membulat.

"Kau gila?" desis Arum. Dia sudah melihat di sekelilingnya ada banyak karyawan perusahaan yang memperhatikan.

"Aku sudah menggantikan motormu dan kau jadi pacarku? Bagaimana, deal?"

Sial.

Kenapa ada manusia random seperti ini? Lalu, apa yang terjadi selanjutnya? Apa dia benar-benar menerima tawaran CEO itu?

Apa yang harus dia katakan? Wanita itu seperti mati kutu. Tapi, kemudian dia menjawab tawaran pria itu.

"Tidak! Sama sekali aku tidak tertarik dengan ajakan gilamu. Terima kasih untuk uangnya!" ketus Arum segera pergi.

"Aku tidak mau menjadi pacarmu!"

Ucapan itu sontak menyita perhatian di kantor. Apakah barusan seorang CEO LJ ditolak?

"Hei, mau ke mana kau?" ucap Jagat. Napasnya naik turun. Semua menatapnya kasihan. Jagat seketika langsung pergi juga.

Dia tak akan biarkan hari ini terulang. Dan akan membuat gadis itu menyesal di kemudian hari.

***

Wanita itu sering kali bertemu pria random dalam hidup. Namun, ini kali pertamanya dalam hidup dia bertemu pria yang terlalu random. Aneh, kocak juga di waktu yang sama. Ajakan pacaran itu sama sekali tak membuat Arum tertarik.

Kalau saja sang ayah tak menyuruhnya untuk menemui pria itu dan meminta tanggung jawab secara langsung soal masalah motor yang rusak. Mungkin saja kejadian itu tak akan terjadi.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Tak apa juga. Dia sudah mengantongi uang 25 juta. Haha. Dan karena itu dia bisa membeli motor baru untuk pergi ke kampus.

"Tak masalah. Aku tidak peduli ajakan pria itu. Pasti dia sudah gila tiba-tiba memintaku untuk menjadi pacarnya!" oceh Arum.

Waktunya berangkat ke Galaxy dengan motor baru. Pasti sahabatnya nanti akan terkejut. Motor berwarna pink itu sangat cocok digunakannya.

"Cantik banget motor ini. Akhirnya, aku bisa punya motor impianku," senang Arum. Motor yang juga sudah jadi motor idaman sejak lama.

Hari ini hari bahagia. Semoga saja tak ada kejadian nahas lagi. Apalagi bertemu pria gila itu. Tidak. Jangan sampai.

Dan saat mengendarai motor tersebut dia membatin dalam hati, 'kenapa dia mudah sekali memberi orang lain uang dalam jumlah yang besar?'

'Apakah dia tulus bertanggung jawab sudah merusak motorku?'

'Huh, kenapa pula aku memikirkan pria itu.'