Kekesalan Aldebaran
Pagi harinya, Aldebaran Presdir tampan dengan segala pesona itu, mengeliat merenggang kan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku dengan mata terpejam, namun tiba-tiba dia kembali membuka mata ketika teringat kejadian semalam. Tangan kekarnya langsung menyibak selimut tebal disebelah nya.
“Kosong dimana gadis yang semalam bercinta dengan ku?” gumam Al, sambil menatap fokus bercak merah disepray berwarna putih tersebut.
“Ternyata gadis itu benar-benar masih suci, hanya dia wanita kedua yang pernah aku sentuh setelah Marina.” Aldebaran mengusap rambutnya frustasi.
“Apa dia sedang mandi?” Aldebaran berjalan menuju kamar mandi untuk memastikan namun juga kosong.
“Aku harus mencari tahu tentang gadis itu.” Aldebaran segera membersihkan tubuhnya. Saat mengenakan pakaian nya kembali, Aldebaran teringat asisten Rey pasti mengetahui hal ini.
Asisten siap siaga itu langsung datang menghadap Aldebaran, dengan nafas yang memburu.
“Ada apa bos?”
“Kamu tahu tentang gadis yang tidur dengan ku semalam?”
“Ya bos, aku yakin gadis itu masih bersegel. Mengingat hotel ini tidak mungkin memberikan wanita sembarangan pada bos.” Ucap Rey.
“Bukan masalah itu, tapi dia menghilang begitu saja.”
“Trus gimana bos?”
“Cari dan temukan gadis itu, aku ingin menjadikan dia sebagai wanita ku satu-satunya.” Terang Al.
“Baik bos,” Rey pergi mencari informasi tentang gadis itu pada pihak perhotelan, namun hasilnya diluar dugaan nya. Pihak hotel memberi tahukan jika mereka tidak mengirim seorang gadispun kekamar Tuan muda Aldebaran.
“Tapi jika tuan muda Al menginginkan seorang gadis, malam itu i kami akan mengirimkan gadis terbaik kekamarnya.” Ucap manager hotel.
“Tidak perlu.” Balas Rey yang langsung pergi menuju salah satu ruangan untuk mengecek cctv.
“Ternyata dia sudah kabur bos,” terang Rey menemui Al sambil memperlihatkan rekaman cctv.
“Aku yakin gadis itu adalah wanita baik-baik, tapi kenapa dia bisa masuk kekamar ku?” gumam Al yang mendapat informasi jika pihak hotel mewah ini tidak mengirimkan seorang wanita kekamarnya.
“Aku yakin wanita itu masih disekitar sini, cepat kalian cari.” Perintah Aldebaran yang mulai emosi. Memerintahkan Rey untuk mengumpulkan orang-orang terpercaya dan handal. Cukup lama Aldebaran menunggu sambil sesekali mengusap kasar wajahnya.
“Bagaimana, apa kalian sudah menemukan wanita itu?” setelah orang-orang yang berjumlah sepuluh orang itu kembali menghadap.
Mata elang yang memancarkan aura dingin, membuat suasana diruangan VIP seketika hening. Semua menunduk ketakutan tanpa ada yang berani untuk mengeluarkan suaranya.
“Oya jawab, kenapa kalian semua bungkam.?” teriak Aldebaran.
“Mengejar satu wanita saja kalian tidak becus, mana kelihaian dan kepintaran kalian yang selama ini dalam melacak?”
Tendangan keras menghantam tubuh salah seorang bodyguard yang bertubuh dan mempunyai otot paling besar dibandingkan yang lain.
Tubuh besar itu terhempas ke sisi sofa, darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Dia mundur beberapa langkah dan ikut bergabung dengan teman-teman yang lain, semua menunduk dan pasrah dengan amukan sang bos Besar Aldebaran.
