Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 4 Aku masih peduli

Semuanya tertulis jelas di sana bahwa penyebab utama kebangkrutan perusahaan NEW pada beberapa tahun yang lalu adalah keluarga Wibisono. Zaneta Wibisono – ibu Gea berselingkuh dengan Andi Gumilang ayah Ariana. Sejak perselingkuhan itu, Nyonya Sukesi – ibu Ariana mulai sakit-sakitan karena memikirkan suaminya.

Ken Anyu menghela napas panjang, dia tahu banyak masalah yang menimpa Ariana di masa lalu. Bagi Ariana waktu itu adalah merupakan badai besar yang menimpa keluarganya.

“Jadi, dia waktu itu pindah ke rumah neneknya?”

“Ya, Tuan. Dari yang saya dengar, Nona Ariana pindah ke kampung halaman Nyonya Sukesi. Sementara Tuan Andi tetap tinggal di ibukota dan mengurus pemindahan saham terakhir untuk Nyonya Zaneta.”

“Zaneta tidak bercerai dengan Wibisono, kenapa Tuan Andi tidak menyerah?”

“Pada masa itu Tuan Wibisono mengurus usaha kecil di pedesaan dan dia hanya mengirim sedikit uang ke kota, Nyonya Zaneta meski bersuami lebih sering bersama dengan Tuan Andi. Dari yang saya tahu Tuan Andi yang menanggung semua kebutuhan Nyonya Zaneta. Nona Ariana tidak tahan lagi tinggal di ibukota karena rumah besar yang menjadi tempat tinggalnya pun mulai ditempati oleh Nyonya Zaneta dan putrinya Gea. Dan mereka masih tinggal di rumah itu sampai detik ini,”

“Ariana tidak menceritakan apa pun padaku.”

“Perselingkuhan Tuan Andi sudah sangat memalukan baginya, jadi bagaimana mungkin dia ceritakan pada Tuan?” Lufi menundukkan kepalanya.

“Setidaknya dia memberikan alasan padaku waktu itu!” Ken Anyu mengepalkan tangannya, dia merasa kesal karena menurutnya Ariana sangat tidak adil padanya.

Ken Anyu menyimpan banyak kemarahan di dalam hati setelah mengetahui masalah yang dihadapi oleh Ariana di masa lalu.

“Sikapnya juga terlihat sangat buruk! Walau bagaimanapun sebelumnya kami berdua adalah pasangan! Dia acuh dan tidak peduli sama sekali! Kenapa dia tidak berusaha menebusnya? Dia sudah membuangku tanpa alasan di masa lalu!”

Lufi terdiam mendengar perkataan Ken Anyu, siapa yang acuh dan siapa yang terus marah-marah, semua itu dilakukan oleh satu orang yaitu Ken Anyu sendiri. Ariana dilihatnya hanya menurut dengan perintah dan melakukan pekerjaannya.

“Nona Ariana sangat logis, dia tidak mungkin bersikap manis untuk merayu Tuan.” Hanya itu yang bisa Lufi katakan pada Ken Anyu karena dia tidak tahu cara untuk meredakan emosinya.

“Bagaimana dengan mobil yang menjemputnya kemarin? Kamu tahu siapa dia?”

“Itu adalah Tuan Arka, beliau merupakan dokter yang merawat Nyonya Sukesi. Selama beberapa tahun ini mereka cukup dekat.”

Ken Anyu menyunggingkan senyum aneh di bibirnya. Dia meremas berkas dokumen di tangannya.

“Dia memutuskanku lalu memilih dokter sebagai penggantiku!”

Wajah Lufi memucat seketika. “Tuan, mereka hanya dekat biasa, tidak ada catatan bahwa mereka berpacaran.”

“Hanya dekat biasa? Dokter mana yang sudi menjemput putri dari pasien yang dia tangani di tengah hujan! Jika Arka tidak memiliki perasaan sama sekali, dia juga tidak perlu repot-repot datang!”

Lufi langsung bungkam, dia pun tidak tahu harus bagaimana menjawabnya. Tidak lama setelah itu dia menemukan jawabannya.

“Tuan, Dokter Arka memiliki keponakan kecil, Sisil adalah salah satu murid Nona Ariana. Sebelum bekerja di perusahaan Nona Ariana memberikan les pada beberapa anak. Sepertinya mereka dekat karena hal itu juga.”

“Dia tidak menulis kalau dia memiliki pekerjaan sampingan di dalam dokumen!”

“Itu ... Saya kurang tahu alasannya,”

***

Saat tiba di perusahaan, Ken Anyu langsung menuju ke ruangan kerjanya. Di sana Ariana tidak ada. Dia teringat dengan kata-kata Lufi sebelumnya, mungkin Ariana membutuhkan berkas di ruangan karyawan yang ada di sebelah ruangan Ken.

Ken Anyu memutuskan untuk melihatnya. Ketika masuk ke dalam pintu, petugas yang berjaga membungkuk dan memberikan hormat padanya.

Sementara Ariana sedang berdiri di atas kursi untuk mengambil map di rak atas. Ken Anyu berjalan mendekat dan berdiri di sampingnya.

Ariana tidak menyadarinya dan ketika dia menemukan berkas yang dia cari, Ariana segera mengambilnya tapi kursi yang dia jadikan pijakan oleng dan tubuhnya pun terjatuh ke samping.

Ken Anyu sekali lagi menangkapnya, dan menurunkannya di samping.

“Kamu selalu memiliki cara untuk menggoda atasan!”

“Maaf, Presdir!” Ariana menunduk dan memberikan hormat pada Ken Anyu.

Ken Anyu tidak menghiraukannya, dia mendahuluinya berjalan keluar dari dalam ruangan dan kembali menuju ke ruangan kerja pribadinya.

“Bagaimana dengan pekerjaan yang aku berikan padamu?”

“Sudah hampir selesai, Presdir. Hanya kurang sedikit.”

“Selesaikan kembali setelah jam makan siang!” perintahnya.

Di dalam ruangan Ariana melihat Ken Anyu berdiri memunggunginya menghadap jendela kaca besar di dinding. Seperti ada jarak yang sangat besar di antara mereka berdua, Ariana tidak mungkin mendekat untuk menghilangkan jarak itu. Lagi pula tujuan dia masuk ke dalam perusahaan Ken Anyu bukan untuk mendekatinya atau mengikat hubungan cinta kembali.

“Baik, Presdir.”

Ariana patuh, dia pergi ke meja dan mulai merapikan berkas di sana untuk dia kerjakan nanti.

Saat Ariana pergi keluar dari dalam ruangan, Ken Anyu memeriksa pekerjaan Ariana. Menurutnya Ariana sangat berpengalaman dalam bidang ini, dia mengerjakan semuanya dengan sangat baik dan juga teliti.

“Ariana sangat cerdas, dia bisa menyelesaikan tugas-tugas ini, jangan-jangan sebelumnya dia yang memegang cabang NEW? Setelah lulus SMA? Apakah mungkin gadis seusianya waktu itu mampu mengelola perusahaan?” banyak pertanyaan muncul di dalam benak Ken Anyu.

Kebetulan Lufi datang dan meletakkan secangkir kopi di meja kerjanya. Ken Anyu segera bertanya pada asistennya itu.

“Apa ada catatan lain tentang Ariana? Tidak mungkin orang yang baru masuk ke perusahaan bisa mengerjakan semua berkas ini dengan begitu teliti!”

Lufi menggaruk keningnya. “Oh, itu, Nona Ariana sempat memegang anak cabang perusahaan. Hanya saja semua pekerjaannya waktu itu diakui oleh Nyonya Zaneta demi mencari muka di depan Tuan Andi. Tuan tahu, bagi laki—laki yang dibutakan oleh cinta penglihatan mereka mulai kabur dan tidak bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah?”

“Jangan-jangan perusahaan cabang itu-”

“Ya! Perusahaan cabang yang berhasil diselamatkan waktu itu sudah dialihkan menjadi milik Nyonya Zaneta.”

Ken Anyu menghela napas panjang. Dia tidak tahu di luar pintu Ariana sudah berdiri selama lima menit, Ariana mendengar semuanya. Hatinya sangat terluka dan sakit. Sebelumnya dia melihat Ken Anyu sangat dekat dengan Gea, kemungkinan sebentar lagi keduanya akan menjadi pasangan. Pada saat itu Ariana merasa pasti Gea akan menendangnya dari ENCEN.

Sebelum masuk ke dalam, Ariana mengetuk pintu agar tidak mengejutkan dua orang di dalam ruangan.

Melihat Ariana masuk ke dalam ruangan, Lufi segera keluar dari sana. Ariana melihatnya pergi dengan tergesa-gesa, sebenarnya Ariana ingin bertanya pada Lufi sampai kapan dia akan mengerjakan semua pekerjaan di dalam kantor pribadi Ken Anyu. Apa dia sungguh-sungguh diterima sebagai karyawan atau hanya dites lalu dikeluarkan.

Ariana kembali duduk di sofa dan mulai melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Sementara Ken Anyu duduk di kursi meja kerjanya, pria itu juga sibuk menandatangani beberapa berkas.

Di tengah kesibukan mereka berdua, tiba-tiba pintu ruangan dibuka dari luar dan Gea masuk ke dalam.

“Kakak Ken ....”

Ariana mendengar suara panggilan yang begitu manja, dia hanya melirik Gea sekilas lalu kembali sibuk.

Gea melihat Ken Anyu sedang menatap Ariana yang kini sibuk mengerjakan berkas. Tatapan mata itu membuatnya sangat cemburu, Gea mengambil gelas air dari meja dan langsung menumpahkannya ke wajah Ariana.

“Dasar wanita penggoda!”

Ken Anyu mengalihkan pandangan matanya lalu menatap Gea dengan aura dingin. Tapi Ken tidak bisa menunjukkan perasaannya di depan Ariana, mengingat sebelumnya dia sudah dibuang dan diputuskan oleh Ariana.

Ariana tidak berkata apa-apa, dia hanya menyeka wajahnya yang basah, dia langsung berdiri dari sofa.

Ken Anyu segera mengubah ekspresinya dan menunjukkan sikap lembut di depan dua wanita itu.

“Sayang, apa yang kamu lakukan di sini?”

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel