
Ringkasan
Apa yang terjadi saat arwah jatuh cinta? Namaku Yuh Ri, aku memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik. Ruhanna namanya. Namun, takdir tidak membiarkan kami selalu bersama. Saat ini aku telah menjadi arwah. Kecelakaan tragis yang membuat jalan hidupku berubah. Kehidupanku sebelum meninggal terbilang cukup sempurna, memiliki harta, dan cinta dari keluarga. Namun di suatu hari yang merubah segalanya, aku mengetahui perselingkuhan suamiku dan juga rencana jahatnya untuk menguasai harta peninggalan Kakekku. Bukan hanya itu Jing Hae, suamiku juga merencanakan hal buruk untuk putri kami Ruhanna yang saat ini masih berusia enam tahun. Di hari itu juga sebuah kecelakaan merenggut nyawaku, hingga aku menjadi arwah yang bisa kembali ke dunia ini demi melindungi putriku. Tapi waktuku tidak banyak, aku hanya memiliki waktu 50 hari di dunia ini. Setelah itu aku harus menjalani kehidupan abadiku di alam sana. Tapi aku tidak sendiri, aku bersama seorang sahabat yang selalu ada untukku. Yang sangat tulus membantuku dan Ruhanna. Dia adalah Lee, sahabat masa kecilku. Bersama Lee sedikit demi sedikit aku membongkar semua kejahatan Jing Hae. Dan karena Lee aku pun terjebak dalam sebuah cinta.
BAB 1
“Tolong Tuan Rodigres, Saya mohon.” Ucapku sambil memohon dengan derai air mata di hadapan laki-laki yang sedang duduk di singgasana permadani.
“Hai Yuh Ri, sadarlah! Kau hanya membuang-buang waktu.” Kata perempuan setengah baya yang berdiri tak jauh dariku.
Beberapa orang yang ada disitu juga mengatakan hal yang sama. “Sadarlah Yuh Ri, kau sudah di alam yang berbeda. Tolong jangan kau persulit tugas kami!” Beberapa laki-laki dengan wajah tampan berpakaian serba putih berusaha meyakinkanku.
“Tuan Rodigres, hanya Tuan yang bisa membantu Saya.” Aku berucap lirih, suaraku hampir habis, kakiku pun terasa lemas hingga aku tak mampu untuk tetap berdiri. Aku terjatuh dengan lunglai.
“Yuh Ri, jangan biarkan dirimu tenggelam dalam kehidupan dunia. Kita sudah hidup di tempat berbeda.” Perempuan setengah baya itu kembali berusaha menjelaskan kepadaku.
“Aku tidak bisa berpisah dari putriku Bibi.” Aku berusaha menjelaskan kepada perempuan itu, perempuan yang aku sebut Bibi.
“Aku tau Yuh Ri, aku bisa merasakannya.” Perempuan itu berjalan ke arahku dan menghapus air mata yang membanjiri pipiku.
“Tapi semua ini tidak seperti yang kau fikirkan Bi. Putriku dalam bahaya. Dia dikelilingi oleh orang jahat yang siap menyakitinya kapanpun. Dia hanya seorang diri.” Aku berteriak kemudian berjalan kembali ke arah Tuan Rodgres yang merupakan Raja alam ini. Aku bisa melihat wajah tercengang Bibi yang tadi membujukku.
“Tuan aku mohon, izinkan aku kembali untuk menjaga putriku.” Aku menunduk kembali memohon.
“Baiklah.” Suara besar berwibawa dari Tuan Rodigres membelalakkan mata semua yang ada di tempat ini. Aku tersenyum, “benarkah Tuan?” Ucapku berusaha meyakinkan apa yang aku dengar.
“Aku mengizinkanmu kembali ke dunia ke alam manusia. Tapi kamu juga harus menyadari jika kamu telah berbeda dari mereka. Kamu hanya bisa melihat anakmu tanpa bisa menyentuh bahkan berbicara dengannya. Semua orang juga tidak bisa melihatmu, kecuali orang yang mencintaimu dengan tulus yang dapat melihat dan menyentuhmu. Kamu hanya memiliki waktu selama lima puluh hari. Setelah waktu itu habis, kamu tidak bisa mengelak lagi untuk menerima takdirmu Yuh Ri.” Ungkap Tuan Rodigres.
“Baik, baik Tuan. Saya akan mengingat itu semua. Terimakasih Tuan Rodigres, terimakasih.” Aku bersujud di hadapannya sambil berkali-kali mengucapkan terimakasih.
“Mereka akan mengantarmu kembali ke rumahmu di dunia, setelah itu mereka akan pergi. Dan mereka akan kembali menghampiriku jika waktumu telah tiba.” Imbuh Tuan Rodgres dengan wajah yang sangat tenang, damai, dan meneduhkan.
Aku mengangguk dan membiarkan dua laki-laki tampan berbaju putih itu membawaku ke sebuah cahaya yang sangat terang. Sama seperti saat mereka membawaku ke mari ke tempat ini.
****
Aku adalah arwah, namaku Yuh Ri seorang wanita tiga puluh tahun yang meninggal karena kecelakaan. Mobil yang aku kendarai menabrak truk besar gara-gara aku sangat shock dengan apa yang sebelumnya aku lihat. Ahh, lebih baik aku ceritakan terlebih dahulu tentang kisahku.
Hidupku sangat sempurna. Dari kecil aku sudah terbiasa hidup mewah, bergelimang harta. Betapa tidak, aku dibesarkan oleh kakekku yang memiliki kerajaan bisnis paling besar di negara ini. Semua yang aku inginkan selalu aku dapatkan. Aku adalah cucu kakek satu-satunya. Dia selalu ingin melihatku bahagia. Apalagi setelah kedua orangtuaku meninggal dunia. Hanya tersisa aku dan kakek di keluarga ini.
Setelah dewasa aku menikah dengan laki-laki pilihanku. Laki-laki yang sangat aku cintai, Jing Hae namanya. Dia begitu tampan, baik hati, dan sangat mencintaiku setidaknya itu yang aku rasakan. Jing Hae bukan dari kalangan berada, dia hanya karyawan biasa di kantor kakek. Dengan berani Jing Hae mengungkapkan rasa cintanya padaku, yang membuatku merasa melayang karena selama tidak ada satu pun laki-laki yang berani mendekatiku, mungkin semua orang takut denagn latar belakang keluargaku. Aku pun juga tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa laki-laki ini juga telah mencuri tempat di hatiku. Awalnya kakek tidak menyetujui hubungan ini, namun kasih sayangnya kepadaku lebih besar daripada segalanya. Sehingga kakek pun menyetujui lamaran Jing Hae.
Tak lama setelah kami menikah, kakekku meninggal. Sebuah kejadian yang sangat membuatku terluka. Satu per satu orang yang aku sayangi pergi meninggalkanku. Ayah, Ibu, dan kini Kakekku. Aku sangat terpuruk. Kematian kakekku seperti kematian bagi diriku sendiri. Aku sangat menyanyangi Kakek. Setelah Ayah dan Ibu tiada hanya kakek lah yang aku miliki, yang selalu ada bersamaku dalam setiap suka dan duka. Yang selalu berjuang dan berusaha untuk tetap membuatku bahagia.
Untunglah ada Jing Hae, suamiku dengan sabar membantuku keluar dari keterpurukan. Mengajarkanku hidup kembali setelah aku mati.
Seluruh harta warisan yang kakek tinggalkan menjadi milikku. Aku adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis yang entah apa itu, aku tidak tahu menahu. Saat kakek masih hidup, aku tidak ingin dan tidak mau ikut campur masalah pekerjaan kakek. Aku tidak menyukai bekerja di kantor seperti kakek. Aku hanya ingin di rumah melakukan apa yang aku suka sambil menunggu kakek pulang. Sehingga aku mempercayakan masalah semua bisnis yang kini menjadi milikku kepada suamiku, Jing Hae. Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Dia suamiku, hartaku juga merupakan harta dia begitu juga sebaliknya. Meskipun pengacara kakekku selalu memintaku untuk turut ambil bagian di kantor terutama untuk masalah keuangan, tapi aku selalu menolak. Bahkan aku selalu marah saat dia mulai menceritakan hal yang tidak-tidak tentang suamiku. Aku hanya ingin suamiku merasa nyaman bekerja melanjutkan bisnis kakekku.
Hingga kami dikaruniai seorang putri kecil yang sangat cantik, aku memberinya nama Ruhana. Ruhana adalah segalanya bagiku. Dia adalah permata hatiku, aku bersedia melakukan apapun untuk putriku.
Delapan tahun sudah pernikahanku dengan Jing Hae berjalan, putri kecil kami kini berusia enam tahun. Wajahnya terlihat semakin cantik, hatinya lembut. Dia tumbuh menjadi putri kecil yang pintar dan ceria.
