Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 1

Kring kring. Dering alarm di ponselku seakan mengoyak gendang telingaku. Ku raih ponsel ku dan melihat notif pesan dari grup 3l. 'berisik woi anjem!!! Perasaan gue tiap buka hp liat notif klean mulu' ketik ku menengahi drama lae dan leo.

'pagi leah, jangan darting dong masih pagi nih, kita jadi ke pantai kan?' notif dari lae yang nampaknya tidak sabaran. Aku akui lae itu anaknya ambisius, jadi apa yang dia inginkan pasti dia dapatkan. Kecuali yang benar-benar mustahil.

'Iya jadi kok, tenang aja semua biaya klean gue tanggung.' jawab leo yang pamannya mempunyai resort di pantai.

'gue boleh bawa sun cream gak buat dijual?' tanya lae pada leo.

'ni anak di diemin makin ngelunjak ya. Ga gada gada, yang ada gue malu nemenin elu jualan sun cream'

Jawab leo yg mulai panas.

' dih siapa bilang gue jualan ama lo, kan ada leah yang nemenin gue' ketik lae tanpa berdosa melibatkan ku.

'berisik woi nyet, mandi sono udah jam segini. Mo berangkat jam brp emang? Gue ga mau ya kalo panas", jam 8 harus udh dirumah leo!.' pesan terakhir ku yang berbentuk ultimatum agar mereka berhenti berdebat.

Aku melihat jam, tenyata masih pukul 6 pagi. Aku bergegas ke kamar mandi dan mengaca. Teringat adegan sinetron aku mencoba menahan senyum pagi ku.

Setelah mandi aku pun melakukan kewajiban" cewek. Ya biasalah banyak dan ribet, hingga akhirnya aku selesai pada pukul 7.18 pagi. Ku raih ponselku untuk mengecek keadaan duo monyet tadi.

'lari, leah marah' jawab lae.

'uih mengerikan' timpal leo.

Ku masukkan ponselku kedalam saku, dan berlari menuju mami and daddy. Pagi yang agak mendung tapi gapapa, lanjut aja. Daddy ku sedang meminum secangkir kopi dan menatap layar komputer, sedangkan mami sedang menyiapkan ku nasi pecel.

Momy ku lebih suka membuat nasi pecel sendiri daripada beli di warung, ya karena lebih higienis dan juga dapet banyak.

Aku melahap sarapanku yang begitu nikmat, ntah kenapa sayur yang dipegang mamiku terasa lebih enak. Sedikit lebay ya krn sy anak manja ceritanya.

Pak Anto supir pribadi keluarga ku sudah siap membawaku pergi ke rumah leo, tapi sebelum itu aku mencium kedua orang tua ku biar so sweet.

"Kerumahnya den Leo ya non?" Tanya pak Anto padaku.

"Iya pak, rencananya kami mau ke pantai. Paman Leo yang punya resort, jadi liburan ini leo ngajakin main air di sana. " Jawabku.

"Oalah. Kami itu non lea, non lae, sama den leo ya?" Tanya pak Anto memastikan.

"Iya, pak Anto sampe hafal hehe"

"Iya non."

Akhirnya aku sampai dirumahnya Leo. "permisi ya non, saya ijin pamit. Nanti kalo mau pulang tinggal kabarin pak Anto ya" kata pak Anto yang selalu ramah.

"Iya, hati-hati ya pak Anto". Kini mobil yang tadi ku naiki semakin menjauh. Dan tepat didepan ku pintu lebar dari rumah Leo pun terbuka.

"Cepet banget lea, lae aja belom nyampe" kata Leo sambil mempersilahkan masuk.

"Iyalah, males gue kalo panas-panas. " Aku duduk di sofa, ku lihat jam pada ponsel yang sudah berada di hadapanku. "sial udah jam 8.37, lama banget si Lae!" Gerutu ku sambil melihat-lihat koleksi lukisan di rumah Leo.

"Wah ada lea, makin cantik aja sekarang" aku terkejut, reflek aku pun berdiri dan bersalaman dengan om Aldo. Maklum saja, om Aldo pulang setiap 2 bulan sekali.

"Nggak kok om biasa aja, ngomong-ngomong tante dimana?" Tanyaku yang sedang melihat sekeliling.

"Sayang sekali, dia masih bekerja." Penjelasan om Aldo. Aku mengangguk menandakan mengerti.

"Om pergi dulu ya, ada panggilan alam". Pamit om aldo dengan mimik muka yang dapat membuatku tersenyum lebar.

"Nyusul lae aja yok, dia mah lama anj" kata Aldo yang tanpa kusadari sudah berada di sebelahku.

"Yaudah lah ayok" aku mengikuti Leo yang sedang menaruh barang-barang nya. Fyi, nanti kami akan dianterin sopirnya Leo.

" Woe sialan tunggu, tega ya kalean ninggalin gue!!!!". Teriakan menggelegar menyambar telingaku, Lae berlari menuju aku dan Leo.

"Heh cumi, yang ada gue ama lea mau jemput elo. Lama banget sih" sebal Leo.

"Sorry weh, ada konser dulu dikamar mandi hehe" dengan polosnya lae mengatakan hal itu.

"Woi cepet masuk lah, panas anjir!" Lagi-lagi aku menengahi mereka.

Kami menikmati perjalanan, atau lebih tepatnya aku dan Leo. Lae nampak nya masuk angin, aku dan Leo mencoba menghibur nya.

"Akhirnya sampe, gue mo ganti baju dulu bai" Leo berlari meninggalkan aku dan Lae.

"Lu pake bikini?" Pertanyaan konyol yang dipertanyakan lae membuatku serasa ingin menampar nya.

" Baru juga dapet ijazah, ya kali lah. Lagian gue malu kalo make yang aneh-aneh" jelas ku.

Kami pun bersenang senang dipantai, aku dan lae duduk berdua ditempat yang lumayan sepi. Sekarang sudah pukul 14.38.

"Leah, lu bisa jaga janji gak?" Pertanyaan yang tiba-tiba membuat ku bertanya-tanya dalam hati, terlihat dari raut wajah lae yang serius.

"Hm ya" jawabku.

" Jadi sebenarnya gue suka ama Leo, bukan sekedar suka tapi cinta. Kita kan udh lama temenan dari smp, gue pengen nembak Leo".

Penjelasan lae membuatku keringat dingin, sebenernya gue sih bodoamat tentang hubungan percintaan mereka. Tapi, gue gamau kehilangan 3L, kalau berhubungan dengan cinta pasti gue nanti dikacangin.

"Gue sih dukung, tapi gue ga setuju kalo lo lupain gue!" Aku mencoba terlihat cemberut, nampaknya lae terlihat bahagia.

" Yang bener?" Tanya lae memastikan.

"Iyaaa"

" Emang lu gada rasa yang berbeda gitu ama Leo?" Tanya lae yang mulai menyebalkan.

"Ga ada ya, gue itu nyaman sendiri but berbesti!" Jawabku.

" Makasih ya" lae memelukku.

"Dasar cewek puber" gerutuku.

" Woiiii! Kemana aja si, gue cariin anj!" Marah Leo padaku dan lae.

"Sans broo, kami nyari pemandangan." Aku mengasal karena sedari tadi lae hanya malu".

Sekarang aku melihat tatapan lae pada Leo adalah tatapan jatuh cinta. Asal ada 3L gue ijinin sih, soalnya gue cuma punya 2 temen bego ini.

Kami pulang ke rumah Leo dahulu. Sesampainya di rumah Leo, pak Anton sudah menungguku. Sekarang pukul 14.29 sore, dan aku pamit pada om Aldo.

Aku pulang duluan, dari mobil aku melihat lae yang masih menyangkut di rumah leo. Dan perlahan rumah leo seakan menjauh.

Dijalan aku terus terpikirkan akan arti rasa yang ada didalam hatiku. Aku mendengarkan lagu dan mencoba melupakan pertanyaan-pertanyaan lae tadi.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel