

Cerita


Dendam Sang Tabib Lonceng
Saat terjatuh ke dunia lain, Su Wen menjadi putri kandung dari keluarga jenderal yang justru dibuang dan disisihkan. Ayahnya tak mengakui keberadaannya, neneknya membencinya, selir licik menjebaknya, sang ibu menjadi gila, dan harga dirinyakakak kandungnya diinjak - injak. Namun Su Wen tak lagi lemah seperti dulu. Setelah bangkit dari kehancuran, ia bersumpah: jika mereka tak punya hati, maka ia pun tak sudi menunjukkan belas kasihan. Menghadapi keluarga yang dingin dan penuh intrik, Su Wen memutuskan untuk melindungi ibunya, menjaga kakaknya, menghukum para pengkhianat, dan merebut kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya. Saudara tiri yang kejam? akan dia patahkan kakinya, hancurkan masa depannya. Saudari tiri yang bermuka dua? akan dia robek topeng mereka, biar semua melihat wajah busuk di balik kepalsuan. Selir jahat yang licik? akan dia kirim ke jalan kematian. Ayah yang dingin dan tak peduli? akan dia paksa untuk berlutut dan mengakui kesalahannya di depan semua orang. Dengan langkah pasti dan rencana matang, Su Wen bertindak tanpa ampun. Dunia ini, tanah ini, mulai sekarang… adalah wilayahnya. Dan di wilayah ini, hanya ia yang berkuasa!


Dipaksa menikahi Putri Kaisar
Dalam satu momen yang tak terduga, Qin Wuyou kehilangan segalanya—dan sekaligus mendapatkan kehidupan baru. Ia terbangun sebagai pewaris terakhir keluarga Qin di Dinasti Zhou, sebuah keluarga militer yang dahulu disegani, namun kini hanya tersisa nama tanpa kekuasaan. Keadaan yang nyaris runtuh itu tidak membuatnya gentar. Dengan kecerdikan dan pengalaman dari masa lalu, Qin Wuyou mulai menata ulang masa depan. Ia menyusun rencana demi rencana untuk membangkitkan kembali kehormatan keluarga, sembari menjaga dua kakak iparnya yang menjadi satu-satunya orang yang masih berpihak padanya. Namun sebelum ia sempat melangkah jauh, sebuah perintah dari istana mengubah segalanya. Ia dipaksa menikahi Putri Changning—seorang putri yang dianggap lemah dan tidak berharga. Di mata banyak orang, ini hanyalah pernikahan buangan. Tetapi bagi Qin Wuyou, ini terasa seperti awal dari sesuatu yang jauh lebih besar… dan lebih berbahaya. Masuk ke dalam lingkaran istana berarti memasuki dunia penuh jebakan. Permaisuri, Putra Mahkota, dan berbagai faksi tersembunyi saling berebut kekuasaan dalam diam. Di tengah permainan itu, Qin Wuyou harus berhati-hati—satu kesalahan saja bisa membuatnya hancur. Akan tetapi, semakin lama ia bersama Putri Changning, semakin ia menyadari bahwa sang putri bukanlah sosok lemah seperti yang dikabarkan. Di balik sikapnya yang tenang, tersembunyi kecerdasan dan rahasia yang mampu mengubah arah permainan. Apakah ini pernikahan yang dirancang untuk menjatuhkannya… atau justru jalan menuju kekuasaan? Dalam dunia yang dipenuhi intrik dan tipu daya, Qin Wuyou harus menentukan perannya sendiri—apakah ia akan tetap menjadi korban keadaan, atau bangkit menjadi sosok yang mengendalikan takdir. Dan mungkin, bersama sang putri yang penuh misteri, ia akan menulis ulang sejarah Dinasti Zhou.


Rahasia Cinta Dokter Han
Han Zhuo adalah dokter neurologi paling terkenal di Rumah Sakit Huanan. Wajah tampan, sikap dingin, dan kemampuan medis yang luar biasa membuatnya dijuluki “bunga di puncak gunung.” Banyak perawat menaruh hati padanya, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil mendekatinya. Lambat laun, orang-orang mulai percaya bahwa pria itu mungkin sama sekali tidak tertarik pada wanita. Sementara itu, Xu Qingran baru saja mengalami patah hati. Belum sempat menyembuhkan luka di hatinya, ibunya justru jatuh sakit karena terlalu marah dan memaksanya menghadiri pertemuan perjodohan. Tanpa pilihan lain, Xu Qingran pun datang dengan sikap setengah pasrah. Ia bahkan berkata terang-terangan kepada pria di depannya, “Kalau begitu, bagaimana kalau kita langsung menikah saja? Pakai akta sembilan yuan.” Namun Han Zhuo justru menjawab dengan tenang, “Langsung menikah terlalu terburu-buru. Bagaimana kalau kita coba menikah selama tiga bulan dulu?” Kesepakatan aneh itu menjadi awal hubungan yang tak terduga. Di balik sikap dinginnya, Han Zhuo sebenarnya telah lama menyimpan satu rahasia: sejak awal, hatinya sudah memilih satu orang. Dan orang itu… adalah Xu Qingran.


Tabib Militer Tercantik
Meng Lanyue terbangun dalam tubuh seorang wanita yang terkenal di seluruh ibu kota Da Qi—bukan karena kehormatan, tetapi karena **skandalnya**. Ia disebut sebagai wanita paling hina di ibu kota. Menurut gosip yang beredar, hampir setiap pria pernah “berhubungan” dengannya. Dari pemuda di jalanan, lelaki bangsawan, hingga pria tua yang hampir mati—tidak ada yang luput dari rayuannya. Namanya menjadi bahan ejekan, simbol kehinaan, dan aib terbesar bagi keluarga Meng. Namun hanya Meng Lanyue sendiri yang tahu—**semua itu hanyalah jebakan.** Belum sempat ia membersihkan namanya, sebuah dekrit kekaisaran turun. Ia dipaksa menikah dengan **Pangeran Kelima**, seorang pangeran yang dibuang ke perbatasan dan dikenal kejam di medan perang… sekaligus memiliki rahasia memalukan—konon ia sudah **kehilangan kejantanannya** sejak lama. Ibu kota langsung gempar. Wanita yang konon “tidak bisa hidup tanpa pria” dipaksa menikah dengan seorang pangeran yang “bukan pria lagi”. Bagi para bangsawan, pernikahan ini hanyalah lelucon terbesar dalam sejarah Da Qi. Semua orang menunggu skandal baru. Semua orang menunggu kehancuran rumah tangga mereka. Namun tidak ada yang tahu bahwa Meng Lanyue bukan wanita biasa. Di balik reputasi buruknya, ia adalah **dokter jenius, ahli racun yang ditakuti, dan wanita dengan kecerdikan setajam pedang**. Setiap hinaan ia balas dengan kecerdikan. Setiap musuh ia hancurkan dengan senyuman. Dan sang Pangeran Kelima? Pria yang terkenal dingin, kejam, dan tak terkalahkan di medan perang itu akhirnya menyadari satu hal— Musuh paling berbahaya dalam hidupnya bukanlah kerajaan lain. **Melainkan istrinya sendiri.** Sebuah kisah penuh intrik istana, pembalasan dendam, rahasia mematikan, dan pernikahan yang awalnya ditertawakan seluruh ibu kota… namun perlahan berubah menjadi kekuatan yang mampu **mengguncang seluruh Da Qi**.


Mengubah Takdir Sang Penjahat
Wen Yanjing tiba - tiba terperangkap dalam sebuah novel dan mendapati dirinya berada dalam dunia yang penuh dengan intrik istana. Di dalam cerita, dia adalah istri dari Li Mingxu, sang pangeran yang nantinya akan menjadi Raja Iblis yang kejam, menghancurkan seluruh istana karena dikhianati oleh wanita yang seharusnya menjadi istrinya. Wanita itu, yang sekarang adalah Wen Yanjing, telah menjadi penyebab dari perjalanan kegelapan Li Mingxu. Dalam novel, karakter ini adalah seorang istri yang bunuh diri di dalam tandu pengantin, menyebabkan Li Mingxu kehilangan kehormatan dan langsung melangkah menuju kegelapan. Namun, Wen Yanjing tidak menyerah begitu saja. Melihat masa depan yang suram ini, dia memutuskan untuk berubah. Meski dirinya berada di posisi yang penuh dengan kebencian, namun dia ingin mencoba memperbaiki keadaan dan menebus kesalahan dengan cara memelihara hubungan yang lebih baik dengan Li Mingxu. Tidak seperti yang ia bayangkan, meski Li Mingxu sering menatapnya dengan mata penuh kebencian, namun ia tetap peduli dan bahkan menyarankan agar Wen Yanjing mencari tabib untuk merawat lukanya. Tidak disangka, Li Mingxu yang kejam mulai berubah perlahan . Wen Yanjing, yang semula berusaha untuk tidak terjerumus dalam takdir kelam, akhirnya mulai berusaha lebih keras untuk menjaga hati dan perasaan sang pangeran. Seiring berjalannya waktu, Li Mingxu semakin kuat, tidak ada lagi yang berani menghinanya, dan ketika Wen Yanjing berpikir untuk mundur setelah menyelesaikan tugasnya, Li Mingxu yang telah berubah menjadi sosok yang tangguh dan malah menariknya lebih dekat. Dengan penuh kasih sayang, Li Mingxu berkata, "Jing’er, jangan pergi, ya?" Tentu saja, siapa yang bisa menolak permintaan seperti itu? Akankah Wen Yanjing berhasil mengubah takdirnya dan memenangkan hati pangeran yang kelak akan menjadi penguasa kegelapan?


Suami Takut Istri Mengguncang Dunia
Akhir Dinasti Song Utara — dunia terbakar oleh api. Dari utara, bangsa Jin bangkit seperti badai musim dingin, mengancam perbatasan; dari selatan, pemberontakan Fang La mengguncang negeri; di tengah, pasukan Liangshan mulai menyeru “keadilan bagi rakyat” dengan darah dan pedang. Ini adalah masa ketika pahlawan bermunculan seperti rumput musim semi, namun juga masa paling hina bagi bangsa Han, ketika manusia hidup seperti anjing di bawah langit penjajahan dan ketakutan. Di tengah kekacauan itu, di sebuah desa terpencil di pinggiran Jiaodong, hiduplah seorang lelaki kecil bernama Zhu Biao — seorang biasa, tanpa nama besar, tanpa kekuatan, tanpa ambisi. Tapi nasib menertawakannya: ia bukan orang dari zaman itu. Ia datang dari masa depan, terhempas ke era pedang dan darah ini, hanya membawa sedikit akal, sejumput keberanian, dan banyak kepanikan. Namun masalah terbesarnya bukan perang, bukan kelaparan, bukan bangsa Jin. Masalahnya adalah tunangan sendiri——Hu Sanniang! Gadis legendaris dari pasukan Liangshan itu, cantik, gagah, dan berani — kekuatan bertarungnya cukup untuk memukul jatuh sepuluh lelaki seperti dirinya. Dari hari pertunangan mereka dimulai, Zhu Biao sadar ia telah menjadi suami yang benar-benar takut istri. Bukan karena tidak cinta — tapi karena ia tidak sanggup menang kalau bertengkar. Dengan kecerdikan modern dan nasib konyol yang selalu menempel padanya, Zhu Biao terseret ke dalam pusaran sejarah: pemberontakan Liangshan, serangan bangsa Jin, kejatuhan Dinasti Song, dan kebangkitan para “pahlawan” yang lebih sering berperang melawan sesama sendiri daripada penjajah. Di tengah darah dan api, lelaki kecil yang disebut “Si Timun Kecil dari Jiaodong” ini, dengan segala keterbatasannya, mulai menulis kisahnya sendiri — kisah bagaimana seorang suami yang takut istri bisa menaklukkan dunia dengan akal, humor, dan kesetiaan.