Pustaka
Bahasa Indonesia
Penulis
Sandra Setiawan
307.0K
Kata
2
Cerita

Cerita

Menikahi Dosen Tampan [Bunga di Taman Hati]

2.0K·Sandra Setiawan

“Fabian…” Mami menatapku. “Yakin, Ian mau kalau dijodohin?” “Kalau semua ikhas, aku yakin, Mi.” Aku terus menatap mata ibuku. “Sayang, kamu sudah dijodohkan sejak sebelum kamu lahir.” Aku tersentak. Tergugu tanpa kata. Tanpa bisa kucegah, aku memasang wajah bodoh. “Cerita singkatnya, jodoh Ian ini cucu teman Opa.” “Gimana bisa?” Aku masih memasang wajah bodoh itu. “Waktu Opa dan temannya Long March Divisi Siliwangi, mereka berdua terpisah dari rombongan, lalu kena ranjau darat. Pas masa kritis kayak gitu, mereka sepakat mau ngejodohin anak-anaknya atau cucu-cucunya.” Mami membuka tasnya. Mengambil selembar amplop lalu menyodorkan amplop tersebut ke arahku. “Ini foto calonnya.” “Aku setuju, Mi.” Aku tetap menatap wajah Mami. “Ian nggak lihat dulu anaknya?” “Aku yakin sama pilihan Mami. Apalagi ini kesepakatan semua.” “Ian lihat dulu deh…” Meski merasa tak butuh melihat wajah yang tersembunyi di balik itu, tetap saja akhirnya kubuka amplop tersebut. Haahhh??? “Mami…??” Kupandang wajah Mami dengan wajah bodohku yang terbaik, yang terbodoh. “Nggak salah nih, Mi…?” “Kenapa? Ian berubah pikiran?” “Masih ABG beginiii...!!!” “Oh… itu foto dia masih kelas X.” “Sekarang?” “Balik foto itu,” perintah Mami tegas. Perlahan kubalik foto itu. Kembali aku terkesiap. “Mami…?” Kupasang wajah bodohku sekali lagi. “Ini beneran?” “Ya benar lah.” “Ini mahasiswa aku, Mi…. Sekarang tingkat satu. Tahun depan pasti masuk kelas aku.” “Sepertinya begitu,” jawab Mami maklum. “Ada masalah dengan itu?” Aku tergugu. Namun aku merasa harus bertanya. “Mi, dia mau sama aku? Dia mau dijodohin sama dosennya?” “Nah, pertanyaan bagus.” Mami menepuk bahuku. “Dia sama sekali tidak tahu soal perjodohan ini. Jadi sekarang bola di tangan Ian. Kamu mau bawa ke mana bolanya. Terserah.” Haaahhh??? ***

RomansaTamat

Patah

3.0K·Sandra Setiawan

PRISHA Nayara, gadis pemberontak yang sulit diatur. Bekerja sebagai editor di Papyrus, platform kepenulisan milik Manggala Abipraya Sastradinata. Nayara yang keras kepala bertemu dengan Manggala yang dingin dan tak acuh. Itu awal pertemuan mereka. Lalu selanjutnya jalan nasib membimbing mereka ke takdir di masa depan yang ternyata memang tidak bisa lepas dari masa lalu. Kedua mereka membawa luka masing-masing. Luka yang membentuk mereka menjadi seperti sekarang. Keras dan dingin. Lalu kebersamaan membuat mereka saling mengobati luka itu. Tapi dunia tidak semudah itu untuk ditaklukkan. Kondisi berbalik. Dan mereka kembali harus saling menyembuhkan. Ini memang novel cinta. Tapi tanpa pernyataan cinta. Hanya ada rasa untuk mencintai diri masing-masing demi bisa mencintai pasangannya. *** Cover by Zia

RomansaTamat