Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

7. Mencuri Ciuman

"Sean, ini snacknya pada kosong keranjangnya?" tanya Alin saat dia kembali ke toko dan melihat keranjang tempat snack biasanya di susun untuk di jual terlihat kosong.

"Och itu tadi ada yang borong" jawab Sean cepat sambil berhenti sebentar dari main game online di laptopnya.

"Mommy udah ga pusing lagi? Tadi tidur?" tanya Sean lagi setelah melihat wajah mommy malah terlihat semakin kuyu, tidak segar sehabis tidur siang.

"Ga bisa tidur. Emang borong berapa? Sini bantu mommy susun lagi snacknya"

"500 ribu. Orang yang belinya tadi ganteng deh. Klo mommy liat pasti suka, apalagi matanya biru, berbody tinggi dan ganteng, selera mommy banget deh pokoknya" kekeh Sean sambil melirik mommynya yang sedang mengisi keranjang kosong dengan snack kembali.

"500ribu? Wah Alhamdulillah. Emang gantengan mana sama Sean?"

Alin tersenyum menatap Sean. Anaknya itu kadang suka menggodanya.

"Yee ... Gantengan om yang beli itu tadi lah! Sean kan matanya ga biru, Om yang tadi matanya biru loh. Sepertinya cuma mampir aja, tapi tadi dia beli ga milih-milih, nyuruh temannya ngitung dan kasih Sean 500rb"

"Och haha ... Bagi Mommy, Sean yang paling ganteng" kekeh Alin sambil menjawil pipi anak bujangnya yang sudah mau remaja itu.

"Pokoknya kalau mommy liat, mommy pasti suka dan bakal mimpi-mimpi deh malamnya" goda Sean mengerling nakal ke Mommynya yang tergelak melihatnya.

"Sudah ach, ngomongin om gantengnya. Ntar dia kesedak lagi makan snack yang di beli di sini. lapor polisi kan berabe urusannya. Hehe ... "

"Hehe iyya ya. Ngomong-ngomong malam ini kita makan apa? Duitnya bisa buat cicil hutang mommy ga tuh?"

Sean sampai hitung duit hasil jualannya pas dia jaga toko berkali-kali, berharap bisa melunasi semua hutang mommynya agar tidak di ganggu lagi sama telpon dari para debt collector.

Alin jarang membicarakan mengenai hutang pinjamannya, tapi Sean sangatlah cerdas sehingga bisa memahami keadaan mommynya meskipun dia jaga toko sambil main game online di laptop, Sean diam-diam memperhatikan Alin.

"Hmm ... Nanti mommy masukin ke atm sebagian sisanya buat kita beli makan juga buat belanja stok snack lagi. Jangan kuatir, Sean belajar aja yang rajin. Katanya mau masuk sekolah asrama kan?"

"Oke mom. Beli tempe atau tahu aja, biar banyak dapatnya, murah dan bergizi" saran Sean yang memang tidak rewel mengenai lauk makanan.

"Oke, kita tutup cepat malam ini ya. Kepala mommy masih sedikit pusing"

Di kamar suite president Sky Yuan asyik ngemil snack seharga 2ribuan bersama Daffa yang hanya dia ijinkan makan 1 bungkus saja.

"Bersyukurlah, aku sudah berbaik hati memberimu sebungkus. Kamu tau Daf, setiap bungkusnya ini ada jejak tangan Alin di sini"

Sejak melihat Alin di cafe tadi siang, Sky Yuan sudah menganggap Alin sebagai miliknya, wanitanya.

"Och Tuhan! Dari mana kamu tau itu Alin yang bungkusin semuanya, bisa jadi anaknya juga ikut membantu"

Daffa mengambil lagi satu bungkus snack di atas meja yang langsung di bentak oleh Sky.

"Daffa!! Aku bilang letakkan! Cepat kamu suruh buttler bawakan makanan ke sini, aku sudah lapar!“

Daffa bersungut-sungut dan memanggil butler untuk menyiapkan makan malam.

"Kamu ... bawa itu snack di sana dan bagi-bagikan ke teman-temanmu. Silakan di ambil saja" ujar Sky ke buttler setelah menyiapkan makan malam untuk Sky Yuan dan Daffa di atas meja.

Daffa langsung mencekal lengan bos sekaligus sahabatnya itu,

"Apa maksudmu memberikan kepada mereka, tapi kamu pelit padaku?" bisik Daffa yang dari tadi ingin cobain snack kuping gajah tapi di rebut oleh Sky.

"Tidak ada maksud apa-apa. Ayo makan!" elak Sky sambil menarik kursi dan duduk untuk makan.

"Kamu cemburu!! Ya kan? Kamu serius menyukai wanita itu?" cecar Daffa yang juga segera duduk di depan Sky.

"Hm, Kalau ya, kenapa?" jawab Sky cuek dan mulai menikmati hidangan.

"Kamu gila!!"

"Ya. Aku menyukai kegilaan ku padanya. Besok kamu urus urusanmu, waktu tiga harimu di mulai besok"

**

Mentari bersinar cerah, Sean sudah berangkat sekolah dan Alin juga sudah selesai merapikan rumah petakan kecilnya. Tiba-tiba Sky Yuan sudah berdiri di depan pintu rumah Alin.

"Mau apa kamu ke sini? Minta sarapan?" tegur Alin ketus saat melihat Sky yang sudah melangkah masuk ke dalam rumah kontrakannya yang tidak memiliki kamar, jadi masuk ke dalam langsung bisa melihat tempat tidur dan Sky dengan cueknya menghenyakkan pantatnya di atas tempat tidur Alin.

"Jadi kamu tidur di sini bersama anakmu?" Sky Yuan benar-benar sangat tidak tahu diri, masuk tanpa permisi dan duduk di tempat tidur dengan santainya.

"Cepat pergi! Tetanggaku di sini tidak terlalu pengertian orangnya. Aku tidak mau jadi sumber gosip mereka"

"Aku akan pergi, kalau kamu menjawab tawaran ku kemarin"

"Jawabannya tidak!! Sekarang keluarlah"

"Aku mau buang air kecil, pinjam toilet mu" Sky langsung berjalan masuk ke dalam toilet di dalam kontrakan. Namun baru saja dia masuk, sudah terdengar teriakannya.

"Alin!!!"

Sky berlari lagi keluar, gemerincing bunyi sabuk pinggangnya terdengar, sepertinya dia sudah membuka ikatan sabuk pinggangnya.

"Ada kecoak di kamar mandi. Cepat usir! Aku mau buang air kecil. Ach!!" Jelas Sky sambil menggerutu kesal, hasrat buang air kecilnya hilang berganti hasrat yang lain.

Sky menubruk Alin sehingga wanita itu terjatuh ke atas tempat tidur dan tepat Sky mengungkungnya di atasnya.

"Mister Yuan, pintunya tidak tertutup" bisik Alin pelan.

Segera Sky Yuan sadar akan dirinya dan bangun untuk menutup pintu rumah Alin.

"Apa yang Anda lakukan?!!" teriak Alin yang berlari di belakang Sky untuk membuka pintu rumahnya kembali.

Kalau tetangganya melihat Alin bersama laki-laki di kamar dan pintu tertutup, gosip negatif akan langsung menyebar secepat kilat menyambar.

Alin kalah cepat, Sky Yuan malah berbalik menghadap Alin yang otomatis membuatnya langsung bisa memeluk wanita yang sudah dia klaim menjadi miliknya itu.

"Kamu wangi ... Aku suka!!" tanpa jeda Sky langsung mendaratkan ciuman di bibir Alin, tangan di belakang punggungnya perlahan mengaitkan kunci pintu.

"Pueh! Pueh!! Anda sudah melewati batas Mister. Cepat selesaikan buang air kecilmu jika kamu masih ingin buang air kecil atau segera pergi dari sini. Terima kasih kemarin sudah membeli banyak snack di tokoku. Aku mau buka toko sekarang, apakah Anda ingin memborong lagi?" sarkas Alin dingin dan tatapannya tajam menatap Sky Yuan.

Menarik!! Aku semakin ingin mencium bibir ketus mu ini lagi. Akan ku taklukkan lidah tajam mu itu, Alin! bathin Sky Yuan.

Telp Alin berbunyi dari debt collector lagi yang segera Alin matikan. Sky Yuan tahu pasti itu telp dari debt collector karena Hp Alin langsung menyala berwarna merah saat telp tersebut masuk.

"Alin, Aku bisa membantumu. Aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan, menikahlah denganku"

"Tidak perlu!! Aku mau mandi dan ganti baju. Kamu lihat, aku tidak punya kamar di sini, jadi sebaiknya Anda keluar Mister Yuan"

Sky Yuan pun akhirnya mengalah, keluar dari kamar Alin. Menunggu wanita itu selesai mengganti baju, Sky Yuan mengirimkan chat ke Daffa yang di jawab Daffa "Beres bos"

Sky Yuan tersenyum tipis membaca balasan chat Daffa.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel