Pustaka
Bahasa Indonesia

Sweetest Flash Marriage

650.0K · Tamat
Kristin.L
620
Bab
214.0K
View
9.0
Rating

Ringkasan

Camille hanya ingin menikah dengan seorang pria biasa, tetapi siapa yang bisa memberitahunya, mengapa dia tiba-tiba menjadi istri Presdir? Pria itu berjanji padanya untuk bersamanya selamanya, sangat memanjakannya dan memperlakukannya seperti harta karun. Camille awalnya berpikir bahwa inilah kebahagiannya, tetapi suatu hari pria itu tiba-tiba melemparkan setumpuk kertas di depannya--- “Camille, kita bercerailah.” Camille akhirnya mengerti bagaimana rasanya jatuh dari awan dan hancur berkeping-keping. Lima tahun kemudian, Camille kembali dan bertemu lagi dengan pria itu. Tetapi di samping Camille ada seorang anak kecil yang imut. Si anak kecil menatap pria di depannya sambil mengedipkan matanya. “Mommy, paman ini wajahnya sangat mirip denganku, apakah dia juga anak Mommy?”

RomansaPresdirFlash MarriageLove after MarriageKawin KontrakMemanjakanSweet

Bab 1 Apakah Kamu Adalah Pelacur Yang Tidak Tahu Malu Itu?

"Kamu adalah Camille! Camille Tanadi yang tidak tahu malu dari Universitas Y!"

Wajah Camille memucat dan dia mencoba menenangkan dirinya, lalu dia berkata dengan suara yang rendah, "Tuan Robin, aku tidak tahu apa yang telah kamu dengar, tetapi itu semua merupakan kesalahpahaman—"

"Kesalahpahaman apanya!" Robin Anggodo menatap wajah Camille dengan jijik pada saat itu, "Mantan pacarku telah pernah memberitahuku tentang kamu! Sialan, aplikasi kencan macam apa ini! Bisa-bisanya membuatku untuk berkencan dengan wanita kotor seperti kamu!"

Suara Robin menjadi semakin keras dan orang-orang dari meja sekitar pun mulai menoleh dan Camille pun menggigit bibirnya dengan pahit.

Camille sangat ingin membantahnya, tetapi malam gelap yang tak berujung itu sudah seperti sebuah noda di tubuhnya dan membuatnya tidak dapat untuk membantahnya.

Keringat pun menetes dari keningnya, lalu wajah Camille sedikit pucat dan tubuhnya tidak dapat berhenti gemetar.

"Mana struknya!"

Robin terlihat sangat jelas bahwa dia tidak ingin bersama dengan Camille lebih lama lagi, jadi dia pun berteriak.

Sang pelayan pun dengan cepat datang membawa struk, lalu Robin mengeluarkan sebuah kupon dari tasnya tanpa melihat dan melemparkannya kepada sang pelayan, "Ini, gunakan kupon makan ini untuk membayarnya!"

Melihat kupon yang kusut itu, Camille pun mengerti mengapa dirinya bisa memiliki "kehormatan" untuk datang dan makan di restoran kelas atas ini, ternyata karena Robin memiliki kupon makan.

"Maaf Tuan." Tetapi yang tidak disangka adalah sang pelayan tampak malu setelah melihat kupon makan Robin, "Kupon makan ini sudah kadaluwarsa."

"Apa!" Ekspresi Robin pun berubah dan ketika dia melihat kupon tersebut, ekspresinya langsung menjadi semakin jelek.

"Itu… Tuan, bisakah Anda tolong membayarnya?" tanya sang pelayan dengan sangat berhati-hati.

"Bayar?" Robin tiba-tiba berdiri dan tampak bersemangat, "Kenapa kau yang harus membayarnya untuk makan bersama wanita kotor ini? Hei, kamu yang bermarga Tanadi, aku melihat sepertinya kamu makan lebih banyak daripada aku, jadi kamu yang bayar saja!"

Setelah mengatakan itu, Robin tidak memberikan Camille kesempatan untuk meresponsnya dan dengan cepat mengambil jaket di belakang kursi, lalu berjalan keluar dari restoran tanpa menoleh ke belakang.

"Itu… Nona?" Robin berjalan terlalu cepat, sehingga sang pelayan pun hanya dapat melihat Camille dengan sedikit khawatir.

"Tidak apa-apa." Camille telah menenangkan suasana hatinya pada saat itu, "Aku akan membayarnya, berapa totalnya?"

Sang pelayan pun menghela napasnya dengan lega, "Semuanya sepuluh juta empat ratus ribu."

"Apa?" Camille benar-benar tercengang.

Camille tahu bahwa restoran ini tidaklah murah, tetapi dia tidak menyangka bahwa akan semahal itu.

"Jika Anda memiliki keraguan, Anda dapat memeriksa pesanannya."

Camille sama sekali tidak memiliki niat untuk melihat pesanannya karena dia tahu bahwa restoran ini tidak mungkin akan menipunya. Tetapi yang membuatnya pusing adalah kemarin dia baru saja membayar biaya pengobatan ibunya, sehingga dia tidak memiliki banyak uang di kartunya dan kartu kreditnya juga sudah dibekukan dari lama.

"Itu…" Camille menggaruk kepalanya dan berbicara dengan pipinya yang sedikit merah karena malu, "Apakah aku dapat… menggunakan kredit terlebih dahulu?"

Pelayan itu pun tercengang untuk sesaat dan wajahnya menjadi dingin, "Maaf Nona, kami tidak menerima kredit, jika Anda tidak dapat membayarnya, maka maaf, kami hanya dapat mencari cara lain untuk menanganinya."

Ketika Camille sudah tidak tahu harus bagaimana lagi, tiba-tiba terdengar suara rendah dan berat yang nyaman didengar dari belakangnya—

"Aku akan membayar pesanan nona ini."

Camille tercengang untuk sesaat, lalu membalikkan kepalanya dan memperhatikan pemilik suara tersebut.

Pria itu duduk di atas kursi roda. Dia mengenakan kemeja putih yang bersih dan sederhana, tetapi dapat dilihat bahwa potongan kemeja tersebut sangat bagus dan pas dengan bentuk badannya yang tinggi dan ramping itu. Lalu di atas tulang selangkanya yang seksi dan indah itu, terdapat juga sebuah wajah yang begitu sempurna hingga dapat membuat orang terpana.

Bahkan Camille yang selalu mengaku bahwa dirinya tidak pernah terpukau dengan orang pun menjadi terpana!